Namitsutiti


Leave a comment

[FF-Freelance] Always You – Part 2


Always You

Cover By : Fuglveen`s Art

Story By Herma & RoseLyn

Zi Tao

Cast: -Kim Jong-in, Choi Nara,

-Oh Sehun, Huangzi Tao, Kyungsoo.

Other Cast: Jung Ahjung, bibi Hani dan direktur Jung Dugeok.Oh.Yungsoo and Oh. Seul,Oh Soul joun.Bibi Tan.

Genre: Romance, Psycho and kekerasan.

.

Declaimer: Bukan bermaksud memperolok nama tokoh, jadi jangan benar-benar membash pengarang cukup tinggalkan komentar saran dan kritikan kalian.

Chapter 2.

Aku mendekapnya rapat, tanpa celah. Aku tidak peduli, jika dia sudah tidak bernafas. Dunianya milikku, maka hanya harus ada aku disana. Aku tidak ingin dia pergi meninggalkanku walau persekian detik lamanya. Aku tak rela . Karena apa yang sudah menjadi milikku, tak akan ku biarkan lepas begitu saja.

—-Always You—

Preview

Langkah kaki gadis itu terlihat lamban membiarkan tidak makan beberapa hari dan minum, wajahnya terlihat jelas sekali dia begitu putus asa. Dia berdiri di atas balkon paling tinggi rumah Jong-In tak ingin melihat apapun yang terjadi di bawah sana bahkan mengingat kejadian tadi berasa kehidupannya sudah tak berguna lagi.

Gadis itu memandang ke bawah dengan rambut yang tergontai-gontai di terpa angin. Bibirnya tak terlihat segar melainkan pucat tubuhnya kurus dan beberapa luka sayatan di tangannya sudah menghiasi badannya . Dia terlihat mengeluarkan air mata di kedua pipinya.

“Kyungsoo-oppa… Mianhae…”

Dia membalikkan punggungnya melentakkan kedua tangan itu di depan dada lalu menjatuhkan diri ke bawah. Dia terlihat lemah dan tak berdaya. Ah-Jung menutup mata selamanya.

Tubuhnya jatuh perlahan-lahan ke bawah menggapai tanah yang kasar dan tidak bersahabat membiarkan darah dari setiap kepalanya keluar dan tulang-tulangnya hancur bersamaan,

 Belum sempat Jong-in meraihnya gadis itu sudah lenyap.

“BRENGSEEK”

Chapter 2

Jong-In menuruni anak tangga dengan cepat tak ingin membiarkan mayat gadis itu berlama-lama di luar. Dia memandang sekitar ruangan mencari benda yang dapat menyelimuti, tak lama matanya menemukan sprei putih di kasur, lalu dia mengambilnya dan berlari keluar.

Nafasnya sedikit memburu melangkah cepat ke arah jasad Ah-Jung “Gadis sialan,” Jong-In lalu menebar selimut itu menyelubungi tubuh gadis yang tak bernyawa lagi sebelum bau darah itu tercium kemana-mana. Jong-in menaruh tubuh mungil ke bahunya untuk masuk ke dalam rumah, setelah itu dia mengambil selimut tak terpakai dan jerigen berisi bensin lalu membakarnya bersama darah-darah itu sampai tak berbau kembali. Jong-In tengah berdiri di dekat kobaran api, menatapi api yang terus berkobar sampai benar-benar lenyap bersama selimut itu.

Di sisi lain Kyungsoo menunggu kehadiran Ah-Jung . Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya tapi dia tidak tahu yang pasti apa yang terjadi pada Ah-Jung. Dia terus memikirkan upacara pernikahan yang akan dilakukan mereka seminggu lagi bersama Ah-Jung.

Dia merebahkan tubuhnya di atas sofa yang empuk membiarkan pikirannya melayang bersama Ah-Jung. Jemari tangannya menekan tombol remot televisi mengubah channel tv semaunya. Tapi tetap saja hatinya ada yang mengganjal. Dia menengok untuk melihat pukul berapa.

“Ah-Jung.” Dia menoleh ke arah pintu begitu khawatir dengan Ah-Jung, dia menggenggam kedua tangan-nya. Dia membuang nafas kembali lalu bangkit dari sofa, dia berdiri di dekat jendela badannya agak menyender ke tembok jadi dia tidak merasa pegal berlama-lama di dekatnya.

Dia menyilangkan kedua tangannya; pikirannya terus melayang ke Ah-Jung . Cukup lama menunggu malam akan menggantikan sore, akhirnya Kyungsoo merogoh saku celananya menekan layar ponsel menyambungkan ke kontak Ah-Jung. Dia mendekatkan ponsel itu ke telinganya sampai benar-benar suara gadis itu muncul.

Kyungsoo menggigit bibir bawah.

“Ah-Jung angkatlah!!”

–0o0—

Jong-In mencari beberapa alat suntikan dan zat kimia di dalam lemari sedangkan Ah-Jung masih berbaring di ranjang.

Dia mengambil sekotak jarum suntik dan dua kotak zat Formalin beserta garam seng, alkohol, gliserol,dan asam silisilat.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi!!”kata Jong-In duduk di samping ranjang Ah-Jung. “walau kau sudah mati tapi aku tetap di sisimu,” Jong-In kembali menarik jarum lalu menyuntikkan bahan itu ke lengan Ah-Jung. Tak terlihat sama sekali wajah Ah-Jung yang kesakitan melainkan mata yang terus terpejam dan darah yang masih mengalir.

Jong-In merasa mendengar suara khas ringtone ponsel milik Ah-Jung, tapi entah dimana Jong-In mencari-cari ke sisi ruangan. Tepat ponsel itu sudah bergetar dari tadi di atas meja, Jong-In pun mengambilnya. Melihat siapa yang sudah mengganggu aktifitasnya.

Mata Jong-in melotot saat melihat nama pria yang suka mencampuri urusan Jong-in dan Ah-Jung sedang menghubungi-nya. Tangannya sedikit mengepal ingin meremas-remas kepala pria itu.

Dia semakin menajamkan pandangan ke ponsel Ah-Jung. Seperti nya amarah Jong-In begitu meluap-luap.

Tak~

Dia melempar ponsel milik Ah-Jung ke tembok sehingga tak berbunyi kembali. Dia pecah berserakan dimana-mana.

Nafas Jong-In semakin terdengar keras dia benar-benar marah wajahnya terlihat memerah menatap Ah-Jung yang tertidur di ranjang. Dia melangkah ke ranjang Ah-Jung dan melompat menindihnya.

“Ah-Jung. Jadi kau benar-benar tidak mau mempedulikanku lagi? Setelah kau mencuri data perusahaan ayahku kau akan meninggalkanku bersama pria brengsek itu,” Jong-In berteriak di wajah Ah-Jung yang terpejam.

“Yeah, kau benar… aku memang pria bejat Ah-Jung. Membunuh keluarga ku sendiri hanya demi kau. Aku hanya ingin bersamamu tidak lebih, aku tidak suka orang-orang yang selalu menentang hubunganku dengan-mu meskipun mereka harus mati di tanganku.”

“Kau lihat!! mayat ibuku- dan ayahku aku masih menyimpan-nya…Jika kau ingin berteriak . Berteriak lah seperti dulu Ah-Jung; saat kau tidak sengaja menemukan mereka di belakang lemariku.” Kata Jong-In meninggikan suaranya, dia sudah berdiri memunggungi Ah-Jung dan melihat ke arah lemari yang sudah berpindah tempat menampilkan dua sosok mayat suami istri.

“Jika kau ingin…aku bisa saja membunuh pria brengsek itu dengan tanganku.”

“Yeah, harus … harus aku lakukan,”kata Jong-in berdiri menatap kembali sosok Ah-Jung yang sudah tak bernyawa.

“Diam seperti itu aku anggap kau menyetujui-nya. Malam ini aku akan menghabisi-nya,”kata Jong-In menyeringai. Arwah Ah-Jung masih berdiri di dekat pintu dia menatapi Jong-In penuh dendam dan kesakitan, namun apalah daya seorang arwah yang tidak bisa membalas kesakitan yang dia alami sebelumnya. Bahkan menyentuh-nya saja tak akan bisa. Dia tersenyum kikuk dan sedikit menangis.

–0o0—

“Mwo!! Oppa” gadis muda itu menarik kursi dan menepuk-nepukkan sebelah tangannya ke kursi itu mengisyaratkan untuk Sehun duduk di samping-nya. Tatapan Sehun begitu mencari tempat duduk yang pas untuk-nya.

“Lihat Yungsoo-nunna mulai genit pada hyungku,”bocah lelaki ini mulai risih ketika melihat kakak-nya sedang bermanja-manja dengan Sehun.

“Mwo!! Seul tutup mulutmu!” Gertak Yungsoo pada adik laki-lakinya.Sedangkan di sisi Seul ada Soul yang masih tak berkutik dengan kehadiran mereka, dia malah terus menyumpit makanan di depan mereka.

“Yak. Soul kenapa kau tidak membantuku.” Gerutu Seul yang melihat bocah pipi chubby itu sangat menikmati sarapan pagi-nya.

 “Makanan ini terlihat lezat sekali, aku tidak bisa menahannya lagi Hyung!!”sahut Soul sambil menyuap.

“Ah,kau ini kerjamu hanya makan saja,”sindir Seul pada adik kembar-nya, diapun langsung menyuap.

Yungsoo memutar-mutarkan bola matanya malas melihat dua bocah laki-laki ini terus beradu mulut. Sehun menutupi mulutnya dengan satu tangan, dia tidak mau suara kekehan nya terdengar oleh Yungsoo, Yungsoo kembali menatapi Sehun dengan tatapan genitnya. Dia pun bergelanjutan di lengan Sehun.

“Oppa!! Antarkan aku ke sekolah ?” rengek Yungsoo.

“Aku juga Hyung,”kata mereka serempak sontak Yungsoo berdecak kesal melihat ke mereka. Hani Ahjumma dan Nara hanya bisa terkekeh sedikit. Dan kembali meyuapi sup ke mulut.

“Hani Ahjumma dimana orang asing itu,” Nara baru tersadar sosok warga Tiongkok itu belum ke meja makan padahal ini sudah waktunya untuk pergi.

“Oh, aku lupa…”ucap Sehun memegangi kepalanya mendorong kursi yang dia duduki, Yungsoo menarik lengan Sehun pelan.

“Oppa. Ingin kemana??”

“Kau tidak tau hyung harus membangunkan panda itu,”ledek Seul kembali menarik kedua kelopak mata di depan Yungsoo.

“Dia mirip panda Hyung,”kekeh Soul membalas, Nara hanya bisa diam menahan kekehan-nya dan Yungsoo menatap-nya.

“Nara-eonni!!!”rengek Yungsoo pada Nara.

“Baiklah tidak usah berbicara aku sudah tau maksudmu..tetap lah disitu dan makan dengan rapi,”ujar Nara mendorong kursinya melangkah pergi. Dia menaiki anak tangga perlahan-lahan untuk membangunkan pria Tiongkok di atas sana.

Tao mengeringkan rambutnya dengan handuk, tubuh kekar-nya masih terbaluti kain. Dia sedikit bercermin menatapi tubuh-nya dari cermin.

“Kau keren Tao, apalagi Abs dan otot-ototmu,” Tao menampilkan bisep-nya.

Tok

Tok

Jemari Nara mengetuk pelan pintu kamar Tao.

Tao menoleh ke sumber suara.

“Masuklah…” Tao kembali menatapi diri-nya ke cermin.

Ckleck~

Kepala gadis itu sedikit menyembul, dia pikir yang hadir itu Sehun ternyata salah. Tao sedikit melebarkan mata ketika gadis itu melihat dirinya bertelanjang dada. Dia berdiri menatap Nara.

“Ka-kau,”tiba-tiba dia gugup handuknya melorot di depan Nara.

“Mwo!”

Nara membalikkan badan menutupi kedua matanya. Pemandangan yang tak biasa bagi Nara untuk melihat ke bawah, handuk pria itu melorot sampai memperlihatkan bagian bawah.

“Maa- Maaf,” sahut Tao menarik kembali handuk miliknya. Nara takut menoleh ke belakang jadi dia berbicara tanpa memandangi Tao. Sedangkan Tao cepat-cepat memakai pakaian-nya.

“Berbaliklah!”perintah Tao yang sudah mengenakan pakaiannya lengkap walaupun tidak rapi. Nara sedikit membuka mata untuk melihat pria itu.

“Kau tak ingin turun dan bergabung bersama kami? “ Nara bertanya pada Tao.

“Baiklah tunggu aku segera datang,”

“Bereskan pakaian mu setelah itu turunlah,”sahut Nara menarik knop pintu Tao. Sedangkan Tao menghela nafas tidak karuan, “dia benar-benar cantik,” puji Tao.

—0o0—

Kyungsoo masih menelpon Ah-Jung tapi berulang kali gagal, dia semakin khawatir dengan Ah-Jung dia mencari kontak Direktur Geok lalu menghubunginya lagi.

Dia mendekatkan lagi ponselnya ke telinga.

Di sisilain pria yang dia hubungi sedang membereskan data-data perusahaan.

KYUNGSOO~

Kontak ponselnya menunjukkan Kyungsoo sedang menghubungi-nya tapi berulang kali panggilan untuknya tidak terjawab, akhirnya dia pun yang menghubungi Kyungsoo duluan.

“Ada apa kau memanggilku?”

“Paman..apakah Ah-Jung bersamamu?”

“Tidak,”

“Bukankah dia bersamamu?”

“Aku pikir dia sedang bersamamu Kyungsoo,”

“Lalu dimana dia?”tanya Kyungsoo heran.

“Tapi, seharian ini aku menunggunya namun dia tidak kunjung hadir dan anehnya ponselnya tidak diangkat-angkat, tak biasanya dia melakukan ini kepadaku paman,”

“Ya, kau tenanglah..aku akan mencoba menghubungi-nya,”

Saat direktur Geok menekan tombol kontak Ah-Jung operator memberikan jawaban yang tidak valid.

“Tidak tersambung,”sahut direktur Geok panik.

Kyungsoo meremas rambutnya khawatir.

“Tenanglah, aku akan mencoba menghubungi Manager Tan.”

—-0o0—

Manajer Tan baru saja merobohkan tubuh di atas sofa tapi lagi-lagi ponselnya berdering.

Dia melihat ponsel mata-nya sedikit malas menjawab, tapi kali ini direkturnya yang memanggil akhirnya mau tak mau dia mengangkat ponselnya . Dia mendekatkan ponsel itu ke telinga.

“Manager Tan, apakah kau bersama Ah-Jung disana?”pria itu bertanya dengan suara cemas.

Mata Tan Ahjumma membelalak tiba-tiba tidak biasanya pria itu menanyakan kabar ponakan-nya, padahal dia suka menelantarkan Ah-Jung kepadanya.

“Tidak. Aku seharian penuh di kantor, bukankah dia bersamamu,”

“Semua orang menanyakan-nya tapi tidak satupun yang mengetahuinya,”

“La-La-Lu dimana dia sekarang?”Tanya Tan Ahjumma gugup.

“Kyungsoo juga tidak bersama-nya,”sahut direktur.

“Astaga, kenapa aku sampai lupa…waktu itu dia meminta izin dariku untuk pergi ke restaurant china, katanya dia ingin bertemu teman lamanya, tapi dia tidak memberitahukanku,”

“Apa jangan-jangan…maksudmu Kim Jong-In?”tanya direktur mengusulkan nama dia.

“Ah,itu tidak mungkin dia kan dipenjara sebulan yang lalu, dan aku selalu melarang Ah-Jung untuk bertemu dengannya,”

“Entahlah seperti-nya ada yang tidak beres..Aku akan memanggil polisi,”kata Tan Ahjumma cemas.

“Tidak perlu…lebih baik kita selidiki dulu Ah-Jung,”sahut direktur Geok.

“Yasudah itu terserahmu yang terpenting dia cepat kembali,”

“Ta..”

Ahjumma Tan menutup teleponnya memotong pembicaraan direktur Geok, dia meremas kepala-nya pening.

“Ah-Jung… Kau dimana?” kesal Ahjumma Tan merebahkan kembali di atas sofa.

To be Continued..


Leave a comment

Because Of Anime [Chapter 3]

becauseofanime-namitsu

[Credit : poster by Doremigirl ]

Tittle » Because Of Anime

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-13

Genre » Friendship, School-life, little sad.

Cast » Krystal Jung F(X), Kim Jongin [EXO], Oh Sehun [EXO], DO Kyungsoo [EXO]
Continue reading


Leave a comment

Because Of Anime [Chapter 2]

becauseofanime-namitsu

[Credit : poster by Doremigirl ]

Tittle » Because Of Anime

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-13

Genre » Friendship, School-life, little sad.

Cast » Krystal Jung F(X), Kim Jongin [EXO], Oh Sehun [EXO]

Disclaimer » Semua cast milik orang tuanya masing-masing dan Tuhan YME. Popularitas Cast milik agency dan diri nya masing-masing. tapi, alur cerita milik saya.

Continue reading


8 Comments

Annoying Boy And Girl [Chapter 2]

annoying

[Credit : poster by Junghara @ ARTFantasy ]

Tittle » Annoying Boy And Girl

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-14

Genre » Friendship, School-life, bit romance.

Main Cast » Park Chorong [A PINK], Xi Luhan  [EXO]

Others Cast » Oh Sehun [EXO], DO Kyungsoo [EXO]

Summary » Luhan, namja yang dianggap aneh oleh Chorong karena ‘penyimpangannya’, tapi Luhan menganggap bahwa Chorong lebih aneh darinya karena menurut penglihatannya, Chorong adalah sosok yeoja yang feminime, sexy, dan agak genit, namun yang paling diherankan adalah kenapa keinginannya seperti lelaki?

“Ku lihat dari tampangmu, sepertinya kau tipikal ‘uke‘. Bagaimana kalau aku menjadi ‘seme‘ mu?” canda Chorong dengan tangan kanan yang bertengger di bahu namja itu.

Continue reading


3 Comments

Namja

namja

[Credit : Poster by Happychan]

Tittle » Namja

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-13

Genre » Friendship, School-life

Cast » Jung Eunji [A PINK], Byun Baekhyun [EXO], D.O Kyungsoo [EXO]

Summary » Eunji kepincut (?) dengan seorang laki-laki yang selalu berangkat sekolah melewati rumahnya. Gadis itu selalu berjalan diam-diam di belakang laki-laki yang belum diketahui namanya itu. Suatu hari dipertemukan lagi di bus yang sama.

Continue reading