Namitsutiti

[FF Freelance] Please Look at Me

3 Comments


https://i1.wp.com/www.kpopmusic.com/wp-content/uploads/2015/10/SUZY_18.jpg


Title : Please Look at Me

Cast : Bae Suzy & Oh Sehun
Writter : Aina Baechimi Kudo
Genre : Sad & Romance
Length : Oneshoot
Length : PG-15
Editor : Namitsu Titi



“Kyuhyun Oppa,” ucap seorang yeoja dengan nada pelan, airmatanya mengalir seiring dengan rasa sakit yang dirasakannya.

Namja yang merasa dipanggil itu sontak melepaskn ciumannya dari yeoja di hadapannya.

“Su-Suzy?” namja itu terlihat sangat terkejut dengan sang yeoja. Sedangkan yeoja yang dipanggil Suzy itu segera berlari sejauh sejauh yang ia bisa. Hatinya sakit, mungkin sudah hancur berkeping-keping melihat namjanya berciuman dengan yeoja lain.

“Suzy tunggu,” Kyuhyun menarik tangan Suzy lalu memeluknya erat.Suzy meronta, berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun namun sia-sia. Namja itu terlalu kuat baginya.

“Suzy Mianhae,” ucap Kyuhyun lembut. Suzy terdiam, isakannya terdengar semkin keras.

“Aku tahu aku salah, tapi sungguh, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan yeoja itu. Aku hanya mencintaimu, Suzy. Jebal mianhae.” Kyuhyun membelai lembut rambut Suzy.

“Sampai kapan kau akan seperti ini, Oppa?” Suzy berucap lirih.

Ini bukanlah yang pertama Suzy melihat Kyuhyun bercumbu dengan yeoja lain. Tetapi entah mengapa dia tak pernah bisa marah kepada kyuhyun. Suzy selalu memaafkannya. Cintanya terlalu besar kepada namja itu.

“Saranghae,” ucap Kyuhyun seraya mengecup kening suzy.

“Nado,” jawab Suzy dengan senyuman lembut.

Suzy Pov

Aku melangkah riang menuju kelasku.Saat ini aku benar-benar senang. Tadi pagi Kyuhyun Oppa meneleponku. Dia mengajakku berkencan. Aku tersenyum membayangknnya. Ah, betapa bahagianya aku ini.

“Wah, wah, sepertinya sahabatku sudah mulai gila. Berjalan sambil tersenyum-senyum sendiri. Ckckck,” ejek seorang namja, membuyarkan lamunanku.

“Hei, Sehun! Kau mengganggu saja, sana pergi,” kataku ketus.

“Mwoya! Kenapa kau ketus begitu kepada sahabatmu ini? Aku kan hanya bercanda,” kata Sehun dengan wajah yang dibuat kesal.Tangannya ia lipat di depan dada. Hahaha, lucu sekali dia kalau sedang marah.

“Hehe, mian Sehunnie.” Aku tersenyum.

“Baiklah kau kumaafkan.” Sehun tersenyum dan mengacak rambutku.

Oh Sehun, dia adalah sahabatku. Dia selalu membuatku tertawa dengan tingkahnya lucu itu. Menurutku dialah satu-satunya sahabat yang bisa membuatku tersenyum dan orang yang memahamiku melebihi diriku sendiri.

“Mengapa kau tersenyum-senyum sendiri? Kau masih waras kan, Bae Suzy?” Sehun menyentuh dahiku.

“Ck, tentu saja aku waras, pabo!” Aku menoyor dahi sehun. “Kau tahu-”

“Tidak, aku tidak tahu.”

“Aku belum selesai bicara Oh Sehun!” Kataku sedikit kesal.

“Aku pikir kau bertanya, makanya aku jawab tidak tau,” cerocos Sehun.aku mendelik kepadanya. Dasar namja cerewet.

“Oh, oke, lanjutkan.” Nyali sehun menciut karena tatapanku. Dasar, begitu saja takut.

“Kau tau, aku benar-benar senang saat ini,” lanjutku dengan riang.

“Benarkah? Memangnya kau kenapa,apa kau memenangkan lotre 1 milyar won?” tanya Sehun dengan tampang polos.

“Ck, kau ini. Kyuhyun mengajakku jalan saat ini. Dia mengajakku kencan, Sehunie. Kyaaa … aku jadi tidak sabar menunggunya!” teriakku begitu antusias.

“Oh … be-benarkah? Semoga harimu menyenangkan, Suzy,” ujar Sehun,suaranya terdengar berbeda dari sebelumnya. “Suzy, aku pulang dulu ya,selamat bersenang-senang,” lanjutnya,kemudian dia beranjak pergi.

Aneh … kenapa ekspresinya langsung berubah muram? Apa dia sedang ada masalah? Ah sudahlah, masalah Sehun nanti saja, lebih baik aku bersenang-senang dengan Kyuhyun Oppa.

Author POV

Suzy mengaduk-aduk minumannya kesal. Satu jam berlalu Suzy menunggu Kyuhyun di cafe. Namun Kyuhyun belum terlihat.

“Sudah satu jam aku menunggunya. Tetapi kenapa dia belum datang juga? Apa terjadi sesuatu dengan Kyuhyun?” Suzy terlihat sangat khawatir. Namja-nya tak kunjung datang.

Drrrt … drrrt ….

Tiba-tiba ponsel Suzy bergetar. Suzy segera mengangkatnya.

“Yeoboseyeo, Oppa.”

“Suzy mian, saat ini aku tidak bisa berkencan denganmu. Eomma menyuruhku mengantarkannya ke rumah sakit. Tidak apa-apa, kan?” jelas Kyuhyun. Suzy menghela napas kecewa.

“Oh baiklah, tidak apa-apa. Kau antarkan saja eommamu,” ujar Suzy pasrah.

“Gomawo Chagi, annyeong.” Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya. Lagi-lagi suzy menghela napasnya. ini sudah sering terjadi, sudah berkali-kali Kyuhyun membatalkan janjinya dengan alasan yang berbeda. Dengan langkah berat Suzy meninggalkan tempat itu.

Sehun Pov

Bukankah itu suzy? Kenapa dia berdiri sendirian di situ? Bukankah saat ini seharusnya ia tengah berkencan dengan Kyuhyun? Tetapi mrngapa dia ada di sini. Aku segera menghampiri Suzy yang berdiri mematung di halte bus.

Tin … Tin ….

Aku mengklakson motorku untuk menyadarkan Suzy, tetapi ia samasekali tak bergeming. Suzy sibuk dengan lamunannya.

“Suzy.” Aku berjalan menghampirinya. Suzy tersentak kaget dengan kehadiranku.

“Sehun.” Suzy langsung menghambur memelukku.

“Suzy, neo waeyo? Apa terjadi sesuatu? Apa kau sakit eoh?” tanyaku khawatir.

“Sehun, dia … hiks ..
. dia mengingkari janjinya lagi. Dia-” Air mata Suzy mengalir di pipinya.

“Wae? Apa Kyuhyun tidak datang lagi? Apa dia membuatmu menunggu lama lagi? Kali ini apa alasannya? Mengantarkan Eomma- ke mall, menemani adiknya yang sendirian di rumah, atau APA, HAH?!”

“Se-Sehun?” Suzy melepaskan diri dari pelukanku. Wajahnya terlihat ketakuta. Apa ucapanku terlalu kasar? Sehingga membuatnya ketakutan seperti itu. Aku segera merengkuhnya kembali ke pelukanku.

“Mian, aku sedikit emosi. Uljima … jangan menangis lagi, ne? Kau membuatku sakit, neo arra?” ucapku lembut. Dia melepas pelukanku, dahinya mengerut bingung.

“Kau sakit Sehun-ah? Apa aku membuatmu terluka?” Suzy bertanya dengan wajah terlihat khawatir.

Aku tersenyum lembut, “Ne, ada yang sakit … di sini,” aku mengatakan sembari menunjuk dada kiriku.

“Aish, kau ini. Aku sedang serius, Oh Sehun. Tetapi kau menanggapinya bercanda,” keluh Suzy.

Aku membalas dengan senyuman manis. Aku serius Suzy, hatiku memanglah sakit ketika mendapatimu menangis. Apakah kau tidak menyadarinya? Kau tidak melihatnya, Suzy?

“Baiklah, karena kau tidak jadi kencan dengan Kyuhyun, maka aku yang akan mengajakmu kencan. Bagaimana?” Suzy mengernyit bingung.

Tanpa menunggu jawaban Suzy, aku segera menariknya menaiki motorku.

“Hei, aku kan belum mengatakan ‘ya’.” Suzy memprotes. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

Suzy Pov

“Hei Sehun-ah, kajja kita naik itu,” ajakku riang.

Sehun mengajakku ke tempat … eum, ini namanya apa ya … ah terserahlah namanya apa. Yang penting aku bisa bermain sepuasnya di sini. Aku harus mencoba semua permainannya. Aku menatap Sehun yang tengah tersenyum. Matanya terus memancarkan keceriaan ketika melihat berbagai wahana permainan di depan.

Aku benar-benar bersyukur memiliki sahabat seperti Sehun. Sehun memang paling bisa mbuatku tersenyum, membuat selalu nyaman berada di dekatnya. Bahkan jantungku berdetak lebih cepat saat bersamanya. Mungkinkah aku menyukainya? Ah tidak, tidak mungkin. Semua itu belum bisa disebut rasa suka. Barangkali hanya sekedar perasaan menyukai dalam arti sahabat.

Aku menyukai Kyuhyun. Ya, hanya menyukai Kyuhyun. Aku menggelengkan kepala, mencoba mengusir semua pikiran bodohku.

“Suzy?” aku tersentak kaget saat Sehun mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku.

“Waeyo Suzy-ah? Mengapa kau melamun? Apa kau sedang sakit?” tanya Sehun yang terlihat sedikit khawatir. Aku hanya tersenyum menanggapi perkataannya.

“Aku baik-baik saja. Kajja, kita ke kedai ice cream. Aku ingin memakannya.” Aku menarik tangan Sehun, lantas langkahku terhenti saat mataku menangkap sesuatu yang membuat jantungku seakan berhenti berdetak. Mataku memanas, dadaku terasa sesak. Tidak. Aku tidak ingin melihat ini. Aku paling benci dengan pemandangan seperti itu. Aku tidak boleh menangis.

“Suzy, kau kenapa?” Aku tak memperdulikan panggilan sehun. Aku terus menatap kedua orang yang sedang bermesraan itu. Aku tak bisa mengalihkan pandanganku.Meskipun ini terasa sakit.

“Jangan dilihat.” Aku bergeming. Aku menatap sehun sekilas, kemudian menatap mereka.

“Sudah, kubilang jangan dilihat.” Sehun memelukku, menghalangi pandanganku dengan tubuhnya.

“Aku tidak apa-apa, Sehun-ah.” Aku berusaha menahan tangisku.

“Menangislah, jika kau ingin menangis. Tidak apa-apa, aku di sini.” Sehun membelai lembut rambutku. Air mataku sukses mengalir di pipiku. Aku semakin mengeratkan pelukanku kepada Sehun.


Author Pov
Keesokan paginya.

“Suzy-ah kajja kita berangkat. Sepertinya kita akan sedikit terlambat,” Sehun mengajak Suzy berangkat Sekolah bersama. Ini memang sudah menjadi kebiasaan.

Suzy segera menaiki motor Sehun. Barusaja Suzy mendudukkan dirinya, tanpa aba-aba Sehun langsung menggas motornya agak kencang.

“Kyaaa~” refleks Suzy memeluk pinggang Sehun erat.

DEG

Detak jantung keduanya berpacu lebih kencang. Segera saja Suzy melepaskan pegangannya dari pinggang Sehun.

“Mian,” Suzy mengakatannya disertai rasa gugup.

“Ne, gwaenchana.” Sehun tersenyum kikuk. Sehun mencoba bersikap biasa meskipun sebenarnya di hati terdalamnya, Sdhun merasa ingin berteriak dan melompat kegirangan.

Sesampainya di sekolah, Suzy dan Sehun terlihat canggung. Mereka tidak mengatakan sepatah katapun. Saat sibuk dengan pikiran masing-masing, seseorang menghampiri keduanya.

Suzy Pov

“Suzy,” panggil seseorang. Senyumku terukir jelas melihat namja yang selama ini aku rindukan, kini di hadapanku.

“Kyuhyun Oppa, mengapa kau berada di sini?”

“Aku ingin mengajakmu kencan hari ini. Bisakah?” tanya Kyuhyun Oppa dengan senyum manis andalannya. Huff … selalu saja begitu. Aku memang tak pernah bisa menolaknya jika ia tersenyum seperti itu.

“Baiklah,” kataku setuju.

“Aku akan menjemputmu sepulang sekolah nanti, arra?” Kyuhyun mengacak pelan rambutku.

“Arrasseo, Oppa.” Aku tersenyum menatap Kyuhyun yang mulai menjauh dari hadapanku.

“Pabbo,” gumam Sehun. Masih bisa didengar olehku.

Aku mendelik, “Waeyo?” tanyku.

“Kau masih bersamanya setelah berkali-kali melihat Kyuhyun dengan yeoja lain, Suzy-ah? Apa kau bodoh, eoh?” Sehun tersenyum meremehkan.

Aku hanya tersenyum lembut menanggapinya. “Kajja kita ke kelas,” ajakku. Sehun mendecak sebal.

***

“Kau serius mau menuggu namja pembohong itu? Ini sudah setengah jam kau menunggunya. Apa kau tidak bosan, eoh?”

Kesekian kalinya Sehun merasa kesal. Sehun benar-benar tidak mengerti dengan sahabatnya itu.

Suzy hanya bisa tersenyum mencoba menutupi kesedihannya.

“Aku akan tetap menunggunya.” Suzy mencoba tenang.

Lagi-lagi Suzy mencoba bersabar menghadapi sikap Kyuhyun yang tak pernah bisa ia mengerti. Suzy memang merasakan sakit. Tetapi apa daya, cinta telah membutakannya. Suzy terlalu menyayangi kekasihnya. Hingga Suzy menyadari bahwa orang yang selama ini bersamanya memiliki cinta tulus untuknya. Bukan seperti Kyuhyun yang hanya mempermainkan hatinya.

“Suzy mian aku terlambat. Tadi aku mengantarkan eomma ke butik. Neo gwaenchana?” jelas Kyuhyun. Napasnya tersengal-sengal.

“Gwaenchana, Oppa. Yang penting kau datang.”

Tangan Sehun mengepal menahan emisinya. “Kemarin adik, sekarang eomma, besok siapa lagi? Pembantu?” Sehun mencibir. Sehun berusaha mati-matian menahan emosinya supaya tidak meledak. Seandainya tidak ada Suzy, mungkin Sehun sudah berhasil membuat Kyuhyun babak belur.

Suzy mendelik kesal kepada Sehun. Sedangkan Sehun mendecak kesal.

“Gwaenchana, jangan dengarkan omongan Sehun. dia memang selalu seperti itu. Kajja kita pergi.” Suzy menarik tangan Kyuhyun yang terlihat bingung atas ucapan Sehun.

Suzy Pov

“Em, Oppa, katanya mau ke mana? tanyaku setelah jauh meninggalkan Sehun.

“Bagaimana kalau kita makan ice cream?” sahut Kyuhyun.

“Baiklah, kajja.” Aku dan Kyuhyun Oppa pergi ke kedai ice cream. Aku senang akhirnya bisa berkencan dengannya. Setelah puas makan ice cream, kami memutuskan untuk pergi ke lotte world. Mencoba semua permainan. Namun aku merasa ada yang aneh. Aku merasa lebih senang ketika pergi dengan Sehun kemarin. Apakah benar aku menyukainya? Oh ayolah Suzy, kau tidak menyukainya. Dia hanya sahabatmu. Tidak lebih. Aku sedang memikirkan Sehun, tiba-tiba seorang yeoja mendekat ke arah kami. Lebih tepatnya menuju Kyuhyun.

“Chagi,” panggilnya seraya mmeluk kyuhyun. Dan anehnya, Kyuhyun Oppa samasekali tak menolaknya. Bahkan dia terlihat senang akan perlakuan yeoja itu.

“Kau sedang apa di sini? Dan dia ….?” yeoja itu melirikku dari atas ke bawah dengan tatapan tidak suka.

“Oh, aku tahu. Pasti dia mainan barumu ‘kan, Chagi?” lanjutnya sinis. Aku benar-benar tidak mengerti dengan situasi ini. Aku butuh penjelasan dari Kyuhyun. Tetapi apa yang terjadi. Dia hanya diam tanpa suara. Bahkan dia membiarkan yeoja itu bergelayut manja di lengannya. Aku menatap Kyuhyun berharap dia menjelaskan semuanya.

“Dia sepupuku. Oh ya, mengapa kau ada di sini Chagi? Kau merindukanku, eoh?” Kyuhyun mengelus pipi yeoja itu.

DEG

Jantungku seolah berhenti. Dia bilang apa? Sepupu? Dasar nappeun! Aku segera berlari meninggalkan mereka. Tidak peduli akan pemandangan orang-orang yang menatapku iba.

“Dia kenapa? Apa dia marah?”

“Sudah, biarkan saja. Lebih baik kita bersenang-senang sekarang.”

Samar-samar aku masih bisa mendengar percakapan mereka. Aku benar-benar benci kepadamu Oppa. Aku terus berlari, air mataku semakin deras. Rintikan hujan mulai turun, membasahi tubuhku. Seakan mengerti dengan perasaanku.

Aku rasa aku sudah tak kuat lagi. Lututku terada begitu lemas. Akupun jatuh terduduk, membiarkan hujan menerpa tubuhku yang sudah menggigil kedinginan. Keutekankan dadaku seakan bisa mrnghilangkan rasa sakit yang teramat di hati ini.

Entah sudah berapa lama aku terduduk di tengah jalan seperti ini. Ah, aku rasa hujannya sudah berhenti. Tapi mengapa hanya di tempatku yang berhenti? Kulihat di depanku hujan masih setia membasahi jalanan. Perlahan aku mendongak ke atas dan mendapati seseorang tengah menghalangiku dari rintikan hujan.

“Oh Sehun?”

“Apa yang kaulakukan di sini? Kau ingin mati, eoh? Kau tidak sadar tubuhmu sudah menggigil seperti itu.”

Sehun mengangkat tubuhku untuk berdiri. Tanpa menjawab pertanyaan Sehun aku langsung memeluknya. Menumpahkan semua rasa sakit yang aku rasakan. Mengapa selalu Sehun yang datang disaat aku sedang menangis. Kenapa bukan Kyuhyun?

“Sehunie, dia … dia ….” Aku menangis semakin kencang di pelukan Sehun.

“Uljima. Aku tahu dia yang membuatmu seperti ini, kan?” Sehun memelukku semakin erat.

“Lepaskan dia, Suzy. Dia tidak pantas untukmu. Dia-” ucapan Sehun terpotong karena teriakanku.

“Tidak! Aku tidak bisa Sehunie, aku mencintainya.” Suzy melepas pelukan Sehun.

“Kau itu bodoh atau apa, hah?kau bodoh, Bae Suzy. Kyuhyun tidak mencintaimu. Kyuhyun hanya mempermainkanmu. Kyuhyun hanya mempermainkanmu. Kau terlalu baik, Suzy. Kyuhyun tidak pantas mendapatkan cintamu. Kau harus melepaskannya, Suzy.” Emosi Sehun meledak-ledak. Matanya memancarkan kemarahan.

Aku hanya tersenyum lemah menanggapi ucalannya. Ya, aku memang bodoh. Selalu memaafkan semua kesalahan Kyuhyun. Tapi haruskah melepaskan Kyuhyun sementara aku masih mencintainya? Tidak. Aku tidak akan melakukannya. Selama Kyuhyun masih berada disisiku aku akan tetap bertahan.

“Suzy, bisakah kau melepas Kyuhyun? Bisakah kau membuka hatimu untuk namja bodoh yang ada di hadapanmu ini? Bisakah kau melihatku sebagai namja, bukan sahabat. Aku mencintaimu Suzy. Lebih dari kau menyukai Kyuhyun. Jebal … lihat aku, Suzy. Pahami perasaanku,” ucap Sehun dengan suara lemah.

Jantungku berpacu. Aku terkejut dengan apa yang Sehun katakan. Jadi selama ini Sehun … menyukaiku? Kebodohanku bertambah lagi satu. Aku bodoh. Benar-benar. Aku tak pernah menyadari bahwa didekatku ada seseorang yang lebih tulus mencintaiku.

DEG

Jantungku berdetak lebih kencang saat kedua gangan Sehun merengkuh kedua pipiku.

“Sehun,” lirihku.

“Beri aku kesempatan, Suzy. Kesempatan untuk membahagiakanmu. Aku janji tidak akan pernah sedikitpun membuatmu menangis. Aku akan selalu ada disisimu kapanpun kau membutuhkanku. Jebal, beri aku kesempatan. Nan neomu saranghae,”

Air mataku semakin deras seperti hujan ini yang belum mereda.

Aku memeluk Sehun erat. “Aku akan mencoba mencintaimu, Sehun. Jadi tolong, buat aku melupakan Kyuhyun.”

Sehun melepas pelukanku, beralih menatapku tak percaya. Aku tersenyum lembut meyakinnya.

“Suzy, benarkah kau ….?” wajah Sehun berbinar seakan tidak percaya. Aku mengangguk mengiyakan.

“Saranghae Suzy. Saranghae.” Sehun memelukku hangat.

“Nado saranghae.” Aku membalas pelukan Sehun. Hangat. Aku merasakan kehangatan yang tak pernah kudapatkan dari Kyuhyun. Sehun benar. Aku harus membuka hati untuk orang lain. Dan itu; Kau, Oh Sehun.

***

Keesokan harinya Suzy dan Sehun berangkat bersama. Mereka menggandeng tangan satu sama lain.

“Suzy,” panggil seseorang. Membuat Suzy dan Sehun menghentikan langkahnya.

“Ne, ada apa?” sahut Suzy. Ekspresinya langsung mendatar.

“Kenapa kemarin kau lari, Chagi? Sampai-sampai aku bingung harus mencarimu kemana. Dia … kenapa kau bergandengan tangan dengannya?” tanya namja itu yang ternyata Kyuhyun.

“Wae? Memangnya kenapa kalau aku bergandengan tangan dengan Sehun? Dia namjachingu-ku. Dan satu lagi; berhenti memanggilku chagi. Kau tidak pantas memanggilku seperti itu,” jelas Suzy dengan tenang.

Suzy meninggalkan Kyuhyun yang tengah berdiri mematung. Sepertinya Kyuhyun sangat terkejut dengan sikap Suzy yang tiba-tiba berubah dingin kepadanya. Kyuhyun tak menyangka Suzy semudah itu telah memiliki kekasih lagi, melupakannya.kyhyun yg tengah brdiri mematung. Kyuhyun pikir; Suzy adalah gadis bodoh yang selalu bisa dipermainkan. Tapi tetnyata?

“Arrrghh, sial!” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

***

“Hahaha.” Sehun dan Suzy tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti orang bodoh. Benar-benar menyenangkan melihatnya seperti itu.

“Kau jahat sekali Suzy-ah. Tetapi kau keren.” Sehun mengacak rambut Suzy.

“Biarkan saja, Oppa. Dia memang pantas mendapatkannya.” Suzy merapikan rambutnya.

“Eum, Suzy,” panggil Sehun.

“Mwo?” tanya Suzy yqng masih sibuk dengan rambutnya.

“Saranghae,” bisik Sehun, sedetik kemudian Sehun mencium bibir Suzy sekilas. Sehun segera berlari sebelum Suzy meneriakinya.

Suzy membelalakan matanya kaget. Suzy berusaha mengontrol kerja jantungnya yang sudah mendesak ingin keluar dari tempatnya.

“OH SEHUUUNNN! Awas kau!” teriak Suzy, kemudian berlari mengejar Sehun.

END

 

 

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] Please Look at Me

  1. Aigoo untung suzy mau ngelepas kyunkyun dan memberi kesempatan sehun, joah:)
    fighting ne thor:)

    Like

  2. walah.. kyu jahat ya niatnya mau mempermainkan suzy, tapi sekarang suzy udah bahagia dengan sehun. syukurlah..

    Like

  3. Yak kyu jahat bgt….untung suzy sadar n mulai mncntai sehun….d tgg ff hunzy lainnya

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s