Namitsutiti

Chanyeol-Aeri Series Part 2

Leave a comment


ec9db8eb8db1ec8aa42-2

Tittle: Chanyeol-Aeri Series Part 2 | Written by Namitsutiti | Genre: Fluff-Marriage | Length: Ficlet-series | Rate: PG 17 – for dialog | Twitter: @namitsutiti | Ig: Namitsutiti | Blog: namitsutiti.wordpress.com | A/n: setiap part beda tema. Hanya sekedar ide aneh yang sempat lewat :v
.

***
.
Aeri membuka mata perlahan. Aeri segera memiringkan tubuhnya ke arah kanan, meraih ponsel yang tergeletak di atas meja nakas. Alis Aeri menukik mendapati waktu di ponsel menunjukkan angka 10:45.
Ah, ia bangun terlalu siang. Aeri mengeluh.
Namun Aeri lebih mengeluh lagi saat tidak ada nama Chanyeol di layar. Pesan atau panggilan juga tidak ada.



Aeri meninggalkan kasurnya diselimuti rasa malas. Melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi-yang rencana selanjutnya akan tidur kembali seusai mengisi perutnya yang berisik. Aeri tidak peduli jika kepalanya akan terasa pusing-efek terlalu banyak tidur. Tak ada sesuatu hal menarik yang ingin dilakukannya. Lagipula Aeri kesepian. Chanyeol-nya sedang tidak ada dipenglihatannya.

***

Aeri berdiri di balkon kamar, pandangan matanya tertuju pada langit yang mulai mendung. Rasanya kepala Aeri ingin pecah-merasakan efek tidurnya yang berlebihan. Aeri baru bangun tidur-susulan-tujuh menit yang lalu. Jam tiga sore lewat sebelas menit.

Sebuah ponsel tergenggam di tangan kanan. Chanyeol seharian ini belum juga menghubungi Aeri.
Aeri membuang napas kesal. Sepertinya ia yang harus melakukannya lebih dahulu.

“Halo, Ri? Chanyeol yang menyapa pertama. Aeri tidak langsung menyahut, melainkan mendiamkan Chanyeol beberapa detik.

“Aeri?” suara Chanyeol mulai terdengar khawatir.

“Chanyeol,” Aeri berkata pelan. Chanyeol bernapas lega.

“Ya, ada ap-”

“Cih, apa di sana terlalu banyak gadis cantik hingga melupakanku?” Aeri mengomel-ketus.

“Huh? Hmmmppptt ….” Chanyeol menahan tawanya di seberang telepon. Aeri berteriak protes dikarenakan Chanyeol menganggap ucapannya candaan.

“Hei, Aeri, kau sedang cemburu atau terlalu merindukanku, eoh?”

“Tidak keduanya, Chanyeol. Cepatlah pulang. Di sini akan segera turun hujan di waktu mendatang.”

“Ck, sudah mengelak dan … alasan yang bagus untuk menyuruhku cepat pulang kkkk~ isteriku benar-benar merindukan pria tampan yang tengah berbicara ternyata.”

“Chanyeol!’

“Iya, sayangku. Ish, kenapa kau masih suka berteriak?” Chanyeol menggurutu tetapi ia tersenyum.

“Baiklah, aku tutup, ne? Mr.Lee memanggilku sekarang. Untuk … pulang tentu saja.”

(Keduanya tersenyum)

“Sampai jumpa di rumah, Aeri-ku♡” Aeri berdengung mengiyakan sebelum Chanyeol menutup sambungan telepon.

Aeri mendesah kesal. Terkesan buru-buru. Awalnya Aeri berharap percakapan keduanya lebih lama dan tidak seperti dikejar waktu. Tetapi jika alasannya; di sana Chanyeol tengah bersiap untuk pulang saat ia meneleponnya, Aeri mendesah bahagia pada akhirnya.

Sudah tiga hari keduanya tidak bertemu. Chanyeol tengah berada di luar kota-dalam rangka berbagai olimpiade yang ia ikuti.
Selain itu, tak jarang kepintaran Chanyeol membuat Aeri iri. Aeri belum pernah sekalipun mengikuti olimpiade. Kapasitas otaknya pas-pasan.
Aeri memutuskan mengambil buku pelajaran. Aeri berniat akan belajar sambil menoton TV. Besok-senin-hari pertama ujian semester. Mau tak mau ia harus belajar sekarang, sembari menunggu kedatangan Chanyeol juga.

Dan kalian tahu, Aeri berujung tidak belajar. Aeri lebih tertarik beralih ke TV-menonton kartun kesukaannya; Detective Conan The Movie. Hingga dua jam kedepan.

***

“Aku bertaruh kau tak membuka buku di depanmu.” Tiba-tiba suara Chanyeol terdengar di belakang telinga Aeri. itu sukses membuat Aeri hampir jantungan. Chanyeol sangat mengejutkannya.

“Chanyeol! Kau mengagetkanku!” Aeri berteriak, jantungnya belum berdetak normal. Antara kaget dan berdebar akan kehadiran Chanyeol.

Chanyeol cengengesan di belakang Aeri. Tangannya perlahan memeluk pinggang Aeri penuh kerinduan.

“Ri, aku sangat merindukanmu~” Chanyeol menaruh dagunya di atas pundak Aeri. Chanyeol memejamkan matanya menikmati kehangatan tubuh Aeri.

“Aku juga.” Chanyeol tersenyum. Ia melesakkan wajahnya di perpotongan leher Aeri.

“Eum, Chanyeol?”

“Hmmm,” Chanyeol bergumam di atas permukaan kulit leher Aeri. Membuat Aeri bergerak geli.

“Di sana, apa Minjung sering menggodamu?” Chanyeol sedikit memberi jarak.

“Mengapa harus membicarakan orang lain di saat seperti ini?”

Aeri mendengus, “Hanya jawablah.”

“Dia sering berceloteh dan mengikutiku,” jelas Chanyeol malas.

“Ck, gadis itu,”  Aeri mengumpat kesal.Ternyata Minjung masih suka mendekati Chanyeol. Sialnya, Minjung sama pintarnya dengan Chanyeol. Jadi gadis itu sering bertemu Chanyeol di olimpiade yang sama-Minjung yang masih bocah SMA.

“Ah, Ri,” Chanyeol membaringkan tubuh tingginya di samping Aeri yang beralaskan karpet bulu. Chanyeol menarik lengan Aeri hingga menimpa tubuh Chanyeol. Chanyeol segera mencium bibir Aeri. Dalam dan menuntut.

Aeri langsung membuat banyak jarak sesaat Chanyeol melepaskan ciumannya dengan terpaksa-ketika menyadari Aeri yang butuh napas.

“Cukup, Chanyeol. Tidakkah kau merasa lapar? Akan kuambilkan makanan untukmu,” ucap Aeri disela napasnya yang masih terengah.

“Tidak, Ri. Aku hanya ingin kau.”

Aeri mengalihkan matanya ke arah lain, menggigit bibir bawahnya gelisah, “Tapi Chanyeol-”

“-kita sudah sering melakukannya. Bagaimana jika-”

“Apa yang salah kalau kau mengandung. Kita sudah 20th, bukan anak SMA lagi. Dan mungkin ….”

Aeri kembali menatap Chanyeol, “Mungkin apa, Chanyeol?”

“Minjung akan berhenti menggangguku setelah mengetahui kau mengandung anakku.”

Well, Aeri mulai tertarik dengan alasan Chanyeol.

“Kau yakin?” Chanyeol mengangguk mantap.

“Aeri, ayo lanjutkan. Lihatlah, dia sudah errr … mengeras.” Chanyeol menyengir tanpa malu, justru Aeri yang malu. Pipinya terusmemerah.

“B-baiklah. Tetapi aku tak mau di atas. Pegal~”

“Oh, tentu!”



__—–___
A/n. Sebenarnya kurang percaya diri publish ini FF. Pasti aneh banget ya? Abis bingung bikin konflik. Alhasil bikin momen mereka aja wkwkkk… ini terinspirasi dari beberapa FF yang pernah dibaca juga sih :v /
Harusnya di pos saat ulat Abang Chanyeol tapi idenya baru datang sekarang :v

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s