Namitsutiti

[FF Freelance] LOYAL Chapter 9.2

Leave a comment


untitled

 

 LOYAL 9.2

THIS ENDING WHO WILL KNOW?

BEGINNING

 

Part 9.1.

Tanpa sadar air mata Jiyeon menetes dari kedua mata indahnya sehingga membasahi kedua telapak tangannya yang menutup mata indahnya itu. Ia pun membuka matanya perlahan . Seakan telah merasa kuat dan siap menghadapi Minho ia kemudian berdiri dan menatap mata minho seraya berkata “ Mianne, mianne minho.”

“Ji?”

 

Part 9.2.

 

Seorang yeoja tengah bersandar pada sebuah pintu setelah ia baru saja masuk ke dalam apartemenya. Seraya bersandar pada pintu

tersebut iapun mendongakkan kepalanya ke atas tidak perduli jika dinding apartemennya yang tengah ia tatap adalah kosong. Ia hanya berusaha untuk membuat air matanya tidak menetes kembali. Sesak yang kemudian menjalar seiring air mata yang kembali menetes dari kedua matanya sehingga membasahi kedua pipi yeoja itu. Kenangan yang ia kubur 5 tahun lalu tiba-tiba saja kembali hadir dan berputar dalam otaknya karena pertemuannya dengan Minho yang telah menyakitinya secara sengaja.

 

“Na eothoke? Minho –ah ? hiks hiks hiks”

 

Jiyeon pun menangis berusaha meredam tangisnya dengan tangan yang sudah terlanjur basah untuk  menghapus air matanya dan kemudian ia gunakan kembali untuk membungkam mulutnya dengan masih setia  kepala dan tatapan yang masih menerawang pada dinding putih seolah flascback kepalanya benar- benar terasa pecah mengingat kembali sosok Minho.

 

Dirasa oleh Jiyeon telah puas meluapkan emosinya perlahan namun pasti langkah kaki nya berjalan menuju kamarnya, namun langkah kakinya terhenti karena ia melihat namjachingunya yang tertidur dalam keadaan memprihatinkan. Kai tertidur dalam posisi terduduk di sofa dengan tangan kanan masih memegang handphone. Sungguh ironis.

 

Jiyeon pun melanjutkan perjalanannya menuju kamarnya. Bukan berarti ia egois meninggalkan Kai tidur di sofa sendirian, ia hanya mengambil selimut hangat dari almarinya. Kemudian ia melangkahkan kakinya kembali menuju sofa tadi. Jiyeon pun duduk di sebelah Kai ia mengambil handphone Kai dan meletakkannya ke atas nakas di sebelah sofa itu. Kemudian Ia menyandarkan kepalanya di pundak Kai dan  menyelimuti tubuh Kai serta dirinya, tidak lupa ia memeluk tubuh Kai dari samping.Entah dengan alasan apa ia memeluk Kai. Mungkin saja dengan memeluk Kai beban yang ia derita akan berkurang.

 

“Kai mianne, mianne aku tidak bisa untuk tidak menangis kembali.” Ucap Jiyeon sebelum ia mencoba untuk tidur.

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

 

“Ehm jadi apa alasanmu sehingga tadi malam pulang terlambat dan tidak bisa dihubunngi sama sekali?” Tanya Kai mengintrogasi yeojanya Jiyeon saat mereka sedang bersiap untuk sarapan pagi.

 

“Ahh hehehhe mianne Kai, tadi malam mobilku mogok saat aku mencoba untuk meminta bantuanmu eh ternyata handphoneku mati, ya baterenya habis. Maka dari itu aku menunggu kendaraan yang lewat untung saja ada taksi.” Ucap Jiyeon menjelaskan kronologis kejadian tadi malam seraya menaruh susu coklat untuk Kai

 

“Ehm oke alasan cukup masuk akal, tapi dengan adanya peristiwa ini mungkin aku tidak akan lagi untuk yang ketiga kalinya membuatmu pergi sendiri di Seoul ini. Aku sungguh mengkhawatirkanmu chagia.” Ucap Kai terkesan manja

 

“Aigyo, chagi mianne, ehm ini yang terakhir kalinya. Please aku tidak akan mengulang kecerobohan ini kembali. Ayolah aku tidak mau lagi harus diantar jemput olehmu.”

 

“Ne? wae? Kau jahat sekali? Sungguh apa kau telah menemukan penggantiku di Seoul ini huh?” Tanya Kai terkesan cemburu.

 

“Heolll, Kai-ah bukan begitu aku tidak ingin merepotkanmu. Di sini kamu kan sedang menggali ilmu dan bekerja aku tidak mungkin selalu meminta bantuanmu setiap aku ingin pergi. Apa kata appamu Kai? Jiyeon calon istrinya tidak mendukung kegiatan belajar mengajar calon suaminya.”

 

“ Ne kamu selalu begitu, baiklah aku akan menerima janjimu ini , tapi ini yang terakhir kalinya ya kamu membuatku khawatir  hingga aku hampir saja menelpon polisi.” Ancam Kai pada Jiyeon

 

“Ne? polisi? Andwae? Kamu menelpon polisi lagi ?” Tanya Jiyeon penuh selidik

Bukannya Kai menjawab pertanyaan JIyeon ia malah mengalihkan pandangannya kea rah lain menghindari tatapan Jiyeon yang mungkin saat ini tajam?

“Yaks Kim Jongin napeun!!!”

 

“Hei Kai!!” teriak Jiyeon kembali lebih keras karena Kai tidak juga menjawab pertanyaan Jiyeon, Kai hanya tersenyum takut dan kemudian tanpa ancang – ancang ia meminum susu coklat yang telah dibuatkan JIyeon sedangkan sarapannya yang memang belum habis tidak ia hiraukan kemudian ia menyambar kunci mobil serta tas kerjanya dan segera melangkah pergi keluar apartemennya untuk pergi ke Rumah Sakit Seoul.

“Yak Kai dasar.” Teriak Jiyeon dan kemudian ia tersenyum membayangkan bagaimana tingkah lucu Kai yang kebingungan mencarinya.

Namun senyum itu pun lama – lama memudar, Jiyeon kembali teringat akan Minho kenangan pahitnya, ya Minho adalah alasan dimana senyum nan cantik itu hilang.

 

FLASBACK

Mobil sedan hitam terlihat membelah jalanan kota Seoul, malam semakin larut, namun kedua orang yang duduk di dalam mobil ini hanya diam tidak berusaha memecah keheningan sama sekali. Baik Minho atau Jiyeon mereka enggan untuk mengawali sebuah pembicaraan.

Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing, sampai mobil terhentipun mereka masih enggan untuk memulai pembicaraan

 

“Ehm Minho-ssi gomawoyo karena kamu telah mau mengantarkanku pulang ke apartemenku” Ucap Jiyeon memulai pembicaraan padahal sebenarnya dia takut, tapi toh mau gimana lagi ia perlu berterima kasih bukan karena Minho telah mengntarnya dengan selamat.

“Ne” minho membalas ucapan Jiyeon seadanya

“Ehm kalau begitu aku permisi.” Jiyeon pun melepaskan seat bell sebagai sabuk pengamannya dan mulai membuka pintu mobil ini, namun langkah tangannya terhenti

 

“Jiyeon-ssi masa lalu kita memang tidak baik bahkan bisa dikatakan buruk. Walau demikian lamanya kenangan buruk yang tetap tertinggal di sini.” Ucap minho seraya memegang dadanya. “Kenangan buruk yang masih tersimpan ini,  aku tidak tahu sampai kapan akan menetap atau terhapuskan. Tapi yang aku tahu sampai saat ini aku masih membenci keadaan ini, baik keluargamu atau kamu sendiri.”  Lanjut minho dengan tetap kepala ia arahkan pada kemudi mobilnya dan tangan kanan masih memegang dadanya. Jiyeon masih tetap diam seolah – olah manekin  ia hanya diam menatap Minho dari arah samping , tak terasa air matanya menetes kembali.

“Aku  mungkin tidak akan pernah dan mau memaafkanmu….

 

Sebelum Minho melanjutkan kalimatnya dengan kasar Jiyeon membuka pintu mobil tersebut dan menutupnya.Ia berlari kearah apartemennya. Jiyeon tidak kuat mendengar kalimat yang keluar dari mulut Minho. Entah karena merasa bersalah atau terluka.

 

“…, tapi aku masih berusaha untuk memaafkan keadaan yang ada.” Minho melanjutkan kalimatnya sesaat setelah Jiyeon menutup pintu mobilnya kasar. “Kau bahkan belum mendengar akhirnya?”  ahhh” helaan nafas minho . Minho saat ini memang tak berniat mengejar Jiyeon  ia belum siap . Tiba – tiba JIyeon datang kembali ke dalam hidupnya, ia belum sanggup untuk mengatakan kata aku memaafkanmu dan maafkan aku  semua adalah kenangan mari kita hidup dari awal . Ia belum siap untuk menghianati ibunya dan adiknya. Sebab jika ia mengatakannya kepada Jiyeon maka janjinya untuk membalas perbuatan keluarga Jiyeon yang telah menyakitinya musnah begitu saja .Lagi pula rencana yang ia jalankan sedikit lagi berhasil.

“Sabar minho, belum saatnya memaafkan. Kuatkan tekadmu kembali.”  Batinnya.

 

END FLASBACK

 

“Ish appo” rengek seorang yeoja sambil memegang pundaknya yang memang tanpa sengaja bertabrakan lebih tepat nya tersenggol dengan seorang namja .

“Gwechanna?” ujar sang namja

“Ne ?” Yurra terbengong karena apa dia bertemu temannya sewaktu SMA dulu

“Yurra-ssi right?” ucap Kai sambil tersenyum hangat

“Ah ne, miane nuguseyo?” Tanya yurra karena ia hanya ingat wajah namja ini tapi tidak dengan namanya

“Wah kamu bercandakan?Aku Kim jongin . Kai.”

“Kai , ne jongin sahabat Jiyeon – Minho ne?” Tanya Yurra antusias

“Ah ne.” Ucap jongin agak dingin karena Yurra menyebut nama Minho

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

“Ehm jadi kesimpulannya kamu ini dokter ne?” Tanya Yurra

“Yah begitulah tapi aku masih calon kok.” Ucap Kai ramah

“Ehm lalu Jiyeon?”

“Jiyeon? ”

“Ne JIyeon, bagaimana keadaannya?”

“Kamu tidak basa- basi ya.  Jiyeon , ehm dia baik. Malah sangat baik.” Jawab Kai seraya tersenyum ringan .

“Eoh begitukah?” respon Yurra terkesan tidak percaya.

“Ne apa kamu tidak percaya padaku??kekkekeekkee” Tanya Kai yang terlihat bergurau.

“Aniyo , sepertinya benar ya akan kabar burung yang beredar Jiyeon sepertinya bahagia hidup denganmu.” Ucap Yurra memastikan

“Ne gomawo, aku akan menjaga jiyeon dengan sepenuh hati.”

 

“Benarkah ? tapi aku rasa ini salah.” Gumam Yurra yang mungkin masih tetap terdengar karena memang sekarang ini mereka duduk bersebelahan di taman belakang rumah sakit

“What do you mean?” Tanya Kai memastikan pendengarannya.

 

“Ne, this condition I think will not be stay forever. the wind will change and will bring true destiny.”(Ne, kondisi ini aku rasa tidak akan bertahan selamanya. angin akan berubah dan akan membawa takdir sebenarnya.) Yurra berucap.

 

“Really? but I will stop the wind in a way that I could .So she will stay by my side forever.”( Benarkah? tapi aku akan menghentikan angin dengan cara yang aku bisa jadi dia akan tetap di sisiku selamanya). Ucap Kai tidak terima. Selanjunya Kai menyudahi pembicaraan ini karena ia malas harus berdebat mengenai keadaan Jiyeon , baginya dia yang tahu apa yang terbaik untuk Jiyeon , dia adalah orang satu-satunya mengenal jauh Jiyeon seperti apa. “Ehm aku rasa cukup sampai di sini. Selamat tinggal Yurra-ssi”

 

“ Is that any way to defend her? but I think the way that you do not last long, because in the end true love will find a way .” (begitukah caramu untuk mempertahankan dia? tapi aku rasa cara yang kamu lakukan tidak akan bertahan lama, karena pada akhirnya cinta sejati akan menemukan jalannya).

Kai hanya tersenyum kecil dan pergi melangkah seolah-olah tidak mendengarkan apa yang dikatakan Yurra. Ia tidak peduli

 

“Kai pabo, Jiyeon dan Minho itu pasti akan bersatu di akhir. Hati – hati Kai.” Ucap Yurra  kembali sambil tersenyum tak peduli Kai mendengarnya atau tidak.

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

“Anyeong haseyo, nama aku Yuki  , ini Kimi dan Jiyeon adalah haksaeng aku.” Ucap Sensei Yuki dengan bahasa korea namun kental dengan aksen jepangnya terkesan agak aneh didengar orang korea?

“Ah tuan Yuki. Manaseo bangapseumnida dengan anda saya Khyuhyun pimpinan pemasaran dari penerbit Hyundae.”

Begitu pula aku Manaseo bangapseumnida dengan anda. Kembali Sensei Yuki berucap terdengar agak aneh.

“Ah ne, baiklah kita langsung masuk ke dalam pokok masalahnya saja. Tuan Yuki, sebelumnya aku ucapkan selamat karena grup anda merupakan salah satu dari ke lima peserta lomba yang berhasil menembus juara lima besar. Lalu untuk menentukan juara tiga besar kami akan mengadakan fashion show terbuka, jelas model baju yang ditawarkan seharusnya harus lebih sempurna dari kemarin. Jadi apakah anda sanggup? ”

 

“Ne , kami sanggup.” Yak sensei Yuki selalu saja mengambil keputusan dengan cepat, ommo aku akan tinggal lebih lama di korea. Batin Jiyeon

“Kemudian acara fashion show terbuka ini akan diselenggarakan di pulau jeju sekitar dua minggu lagi. Aku harap anda segera mempersiapkannya dengan matang.”

“Ne,.”

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

 

Terlihat seorang yeoja sedang meratapi nasibnya kembali, “Aish, maksudnya apa sih sensei Yuki, padahal aku benar – benar harus pulang ke Jepang. Tapi jika seperti ini berarti aku harus menunda kepulanganku? Ehm tapi kalau kami bisa meraih 3 besar  aku dan tim kami tidak perlu repot – repot melakukan Tugas akhir lagi. Eoh ethoke? Jiyeon kembali frustasi karena ia ingat waktu mempersiapkan lomba tersebut sangat sedikit. Ah tak pa lah demi Tugas akhir aku pasti bisa “Hwaiting Jiyeon!!!” Ucap Jiyeon di akhir cukup keras menyemangati dirinya sendiri. Dan ini menjadi pusat perhatian mereka para pengunjung kafe di seberang Hyundae express tertarik. Merasa diperhatikan iapun meminta maaf karena telah mengganggu ketenangan. “Ehm Mianne.” Seraya membungkuk 45 derajat.

 

Jiyeon kembali menyeruput kopinya dengan kikuk. Tanpa disadari ada sebuah mata yang menyaksikan kekonyolan sifat Jiyeon ini. Orang tersebut hanya memandang Jiyeon dengan tatapan sulit dijelaskan.Kemudian ia melangkahkan kakinya pergi dari kafe tersebut.

 

“Anyeong jiyeon ne?” sapa seseorang Yeoja ramah

“Anyeong, nuguseyo?” Tanya Jiyeon tak kalah ramah

“Hihihiii,Kim Yura , aku Yurra , Jiyeon kamu tidak ingat padaku?” Tanya Yuraa seraya duduk di sofa di depan Jiyeon

Diam sejenak, suasana yang tadinya hangat berubah menjadi dingin, merasa perubahan atsmofir yang ada. Mau tidak mau Yurra berusaha menetralkannya kembali.

“Ah Jiyeon kamu tambah cantik saja?”

“Ah ne gomawo, sudah lama tidak bertemu Yurra-ssi.” Ucap Jiyeon gugup

“Ne Jiyeon aku sangat rindu padamu.” Ucap Yurra ramah

“Benarkah ?” goda Jiyeon berusaha akrab

“Hehehehe , ne Jiyeon bukan hanya aku, tapi juga teman –temanmu.”

“Iya kemarin kami baru saja bertemu.”

“Ouh”” Yurra merasa sedih

“Mian tidak sempat mengajakmu” ucap Jiyeon secepatnya setelah mendengar tanggapan kecewa Yurra

“Iya aku maafkan, tapi dengan satu syarat kamu harus main denganku kapan – kapan. Ah baiklah ini nomer handphone ku, simpan ya. Ah ne ne jiyeon, kalau begitu aku pamit pulang dulu ya, terima kasih” Ucap Yurra seraya berdiri

 

Saat Yurra hendak berdiri entah kenapa badannya terasa oleng, sehingga jiyeon pun segera membantunya.

 

“Gwechana ?” Tanya Jiyeon panik

“Ah ne, Jiyeon , hanya pusing” Ucap Yurra yang menutupi kekhawatiran Jiyeon

“Ah , baiklah tunggu sebentar” jiyeon mendudukkan Yurra, ia segera membayar bill . Kemudian ia membantu Yurra dengan memapahnya menuju taksi. Ya saat ini jIyeon memutuskan untuk mengantar Yurra pulang.

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

“Ah gomawo Jiyeonn-ssi” ucap appa Yura ketika ia baru saja berbaring di kasurnya

“Ne Saem”

“Yak santai saja kamu sudah bukan muridku”

“Ne saem”

“ah jiyeon bisakah kita mengobrol sebentar?”

“Ne saem”

Jiyeon merasa tidak enak , jika tiba – tiba saja ia harus memutuskan pulang sehabis mengantar yurrra, baiklah mengobrol sejenak dirasa okey?

 

“Bagaimana kabar mu?” Tanya Kim Saem di awal obrolan mereka

“Ah saem baik tentu saja.” Jawab Jiyeon ramah

“Iya kamu sampai lupa tidak menghubungi teman –teman kamu di sini kan?”

“Yah saem hihiii, saya kengen dihukum oleh anda.”

“Kamu ?” Kim Saem mencoba bercanda

“Iya saem siapa lagi.”

“Ehm kamu kangen dihukum olehku atau kangen melaksanakan hukuman itu dengan….”

…Minho” sahut yurra tiba –tiba

 

“Ah chagi kenapa kamu bangun kamu belum sehat” ucap appa yurra seraya berjalan menghampiri yurra untuk membantu memapahnya.

“Jiyeon langsung saja,  aku hanya ingin menyampaikan kepadamu , maafkan Minho apakah bisa?” Ucap yurra kemudian ia berjongkok serta menggenggam tangan jiyeon.

 

Merasa ditatap penuh harap jiyeon pun memutuskan untuk pulang “Ah kurasa ini sudah malam aku permisi dulu” ucap Jiyeon

“Ji aku mohon, jangan menghindar lagi bisakah?” yurra menggenggam semakin erat

“Aku —–  tiba-tiba jiyeon menangis sebelum kalimatnya terselesaikan.

 

“Ji” yurra memeluk jiyeon . Dirasa sudah merasa tenang, appa yurra memutuskan untuk memulai berbicara

“Jiyeon-ssi , kamu harus kuat menghadapi ini. Jangan lari lagi dari masalah. Cepat selesaikan urusan kamu dengan minho. Ehm waktu 4 tahun sudah cukup untuk menenangkan diri jiyeon.” Nasihat appa yura .

 

Sementara itu diwaktu yang sama

“Tinggal beberapa langkah lagi, apa aku harus meneruskannya?”

Ucap seorang namja terdengar ragu.

 

End

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s