Namitsutiti

[FF Freelance] LOYAL Chapter 9.1

Leave a comment


untitled

 

LOYAL 9

THIS ENDING WHO WILL KNOW?

MEETING YOU

 

 

Sejak dulu aku hidup dalam suatu kebohongan , aku merasa hidup dalam kebohongan adalah takdirku. Takdirku untuk menghapuskan dosa ini. Maaf aku ucapkan bagimu, mulai sekarang aku akan memulai hidupku dari awal dengan kejujuran. Kai maaf aku sempat berbohong kepadamu , aku sebenarnya mengingat – aku mengingatmu, tapi aku berpura-pura untuk tidak mengingatmu. Aku menyesal Kai, kau yang teramat mencintaiku tapi aku

mengelaknya, perasaanmu yang aku tahu tulus mencintaiku aku abaikan. Tapi mulai saat ini aku akan memulainya dari awal. Hei apa aku sudah mengatakan kata “ Dari awal lagi?” ah aku tak akan bosan untuk mengucapkannya, karena apa itu adalah prinsipku saat ini “Jiyi ayo hidup dari awal dengan kejujuran. Dan untuk mantan – ah ya mantan sahabatku Minho, aku ucapkan Good bye and I will love you always and forever, walau aku tahu kau menganggapku bersalah tapi aku berharap kau mau untuk member pengampunan kepadaku.”

——————Jiyeon

 

Ah hidupku mendadak berubah drastis, mendengar kalimatnya “Hehehe, aku mengingatnya Kai. Itu adalah kata – kata yang aku ucapkan di taman ini 7 tahun lalu” Ah aku sangat senang, benar – benar gembira Jiyi masih mengingatku, tapi untuk apa ia menyimpannya-menyimpan rahasia ini begitu lama? Aku tak mengerti , tapi jika ia bertekad untuk maju dan meninggalkan kehidupannya yang penuh kebohongan, hei tentu dengan senang hati aku akan bersedia mendampingimu Ji. Aku Kim Jongin aka Kai sangat mencintaimu dan aku berjanji mulai sekarang kau akan selalu bahagia disisiku.

—————–Kai

 

Kenangan buruk yang ingin aku lupakan, kenapa kejujuran ini harus kuterima di saat semuanya terlihat sempurna? Ah takdir yang mengecewakan. Ah baiklah jika ini adalah takdir yang kuterima, maka mari berjuang Minho . Berjuang untuk menghukumnya karena apa ia berani kabur dariku. Ji aku ucapkan “Bersiaplah!!”

————-Minho

 

Disuatu rumah yang minimalis bergaya eropa dengan cat putih terlihat seorang yeoja berambut panjang tergerai rapi  dengan warna coklat tuanya sedang mempersiapkan makan malam.

 

“Chagi, kau sedang apa??? Kenapa aku dicuekin sih?” Ucap seorang namja bergelayut manja kepada sang yeoja.

“Kai, aku tidak bisa konsentrasi nanti saja ya, ayolah makanan ini tidak dengan sendirinya akan matang dan tersedia di meja makan. Jebal jangan menggangguku dullu ne?”

“Oke chagi, tapi jangan lama –lama ya? Cup. Kai mencium pipi yeoja itu mesra sebelum meninggalkannya untuk berkuasa di dapur mereka.

 

“Tada kajja Kai makan malam sudah siap.” Ucap yeoja itu sumringah membanggakan masakannya.

“Wuah, aku rasa aku akan sangat lahap memakan masakanmu Jiyi sayang.” Ucap Kai membanggakan Jiyeon kekasihnya .

 

Kai dan Jiyeon sekarang ini telah kuliah di Jepang semester akhir, semenjak Jiyeon memutuskan untuk memulai kehidupannya dari awal 4,5 tahun yang lalu. Merekapun pindah saat kenaikan kelas 3 SMA di Jepang. Jiyeon juga berjanji pada dirinya sendiri untuk mau memulai mencintai Kai. Karena demi apa Kai sudah rela berkorban untuknya dan Jiyeon melihat ketulusan diri Kai. Jiyeon sudah bisa dikatakan menyerah akan perasaannya kepada Minho. Pikir Jiyeon cintanya dan Minho tidak mungkin bisa bersatu. Dan kesempatanya bersama Minho sudah habis tidak ada lagi. Takdir yang sama dengan eommanya.

 

“Ehm chagi apakah akhir pekan ini kau sibuk? Tanya kai sembari mengunyah spagety yang sangat enak buatan yeojachingunya ini.

“Ehm bagaimana ya? Jiyeon terlihat berfikir keras.

“Yak chagi kenapa kamu begitu sih, jebal minggu depan aku pasti sudah sangat sibuk karena harus mengurusi Rumah Sakit appa di Seoul jadi aku belum tentu bisa melihatmu lagi dalam waktu dekat.

 

“Ehm? Segitukah kamu menginginkanku calon dokter muda?” Ucap JIyeon menggoda.

Kai hanya membalas tatapan Jiyeon tajam, beberapa detik kemudian Kai mempersempit jarak diantara mereka dan cup ia menempelkan bibir merahnya pada bibir jiyeon yang lembut.

“Ehm ehm cup cup cup.” Kai mencium Jiyeon dalam dan menghentikannya karena kebutuhan oksigen yang menuntut mereka.

“Ehm KAI , kau ini lipstickku jadi berantakan nie.” Ucap Jiyeon terlihat kesal dan mulai membenarkan lipstick pada bibirnya.

 

Jiyeon yang baru merupakan wanita berumur 22 tahun berpenampilan feminim, ia merubah segala hal dan menghapus masa lalunya lebih tepatnya menata ulang hidupnya. Sekarang ini ia sedang belajar memipin perusahaan appanya di Jepang sekaligus kuliah dibidang rancang busana. Baginya sekarang ini hanya cukup Kai dan keluarganya. Baginya hidup penuh kejujuran adalah alasan untuk mengulang hidupnya dari awal.

 

Seorang namja berjalan santai menuju sebuah ruangan bertuliskan Presdir perusahaan percetakan terkemuka “Hyundae express”.

 

“Pagi sangjamin” sapa para pegawai kepada namja tadi.

Namja tadi hanya menatap mereka sekilas seolah tak memperdulikan sapaan mereka ia hanya diam dan terus berjalan menuju ruangan miliknya.

Selanjutnya ia duduk di kursi putarnya yang nyaman dengan name tag Presdir di mejanya

“Presdir Choi Minho”.

 

Benar Minho yang telah lulus dari universitas Seoul tahun ini ,cukup mengagumkan bahkan Minho berubah menjadi sosok lebih serius dalam hidupnya.Setelah lulus ia segera merintis bisnis percetakan majalah ini, percetakan ini bergerak di bidang fashion dan telah memiliki berbagai relasi dengan majalah terkemuka. Minho sendiri juga telah membuka salah satu media cetak berupa majalah yang tergerak di bidang fashion – beauty yakni “Hyundae magazine” majalah yang merupakan langganan warga korea terutama anak muda dan ia juga telah mendalami bisnis pakaian bermerk sejak 2 tahun lalu tentu merek pakaiannya tetap menjunjung nama Hyundae Fashion.

 

Minho sebenarnya disuruh appanya untuk menggantikan beliau menjadi Presdir di sebuah Departemen store terkenal di seluruh Seoul dan sebuah perhotelan di Jeju. Namun ia menolaknya dengan tegas ia ingin mencoba seberapa besar kemampuanya tanpa campur tangan appanya itu adalah alasan yang Minho berikan kepada appanya. Sebenarnya Minho sudah tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga Choi . Baginya appanya sudah mati saat dimana semuanya terungkap. Ia sendiri sampai sekarang masih belum bisa memaafkan appanya.

 

“Permisi sangjangmin.” Ucap sekertaris Kim kepada Presdirnya Choi Minho

“ne ada perlu apa?” Jawab Minho tidak lepas membaca proposal di atas mejanya

“Rapat akan segera dimulai sangjangmin .”

“Baiklah mari.” Minhopun beranjak berdiri dan keluar dari ruang kerjanya menuju ruang rapat di lantai yang sama dengan ruangannya.

 

Seorang yeoja yang manis sedang menyiram bunga kesayangannya, yeoja itu tampak pucat akibat penyakit yang menyerangnya 2 tahun ini. Leukimia merupakan penyakit mematikan yang sedang dideritanya.

“Chagi apa yang kamu lakukan?

“Ah appa kekekke aku hanya sedang menyiram bunga.”

“Kau ini ayolah udara dingin tak bagus bagimu, kajja kedalam.”

“Ah appa aku bosan di dalam rumah terus.”

“Ehm, kalau kamu mau menuruti appamu ini nanti siang appa janji akan mengantarkanmu bertemu Minho di kantornya arraseo?”

“ne? yeee oke appa. Appa sudah janji sama Yurra ya jadi jangan bohong lagi.” Ucap Yurra sumringah.

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

“CUP Cup cup akh Kai hentikan ini di dalam mobil.” Ucap Jiyeon seraya mencoba melepaskan ciuman ganas Kai.

Entah kenapa sikap Kai yang akhir – akhir ini selalu menuntut untuk mencium Jiyeon, hal ini membuat JIyeon risih.

“Yak Ji, ayolah nanti malam aku harus kembali ke Seoul chagi.” Ucap KAI memelas.

“No, sudah cukup Kai.”

 

“Uh andai saja kamu ikut ke Seoul pasti aku akan senang dan tidak akan sengsara karena merindukanmu di sana.” Ucap Kai menatap lurus kaca jendela mobilnya.

Jiyeon hanya diam, Jiyeon kembali mengingat alasannya ketika ia pergi meniggalkan Korea. Itu semua karena Minho.

Kai yang menyadari akan ucapanya yang membuat mimic muka Jiyeon berubah, kemudian ia menengok ke arah Jiyeon dan merengkuh bahu Jiyeon. Kai tahu Jiyeon sampai kapanpun tak akan melupakan Minho dan benar Jiyeon telah menangis dibalik punggung Kai.

“Chagi maafkan aku ya.” Ucap Kai pelan dan mengusap kepala Jiyeon.

Jiyeon hanya diam dalam tangisannya dan memeluk Kai kuat.

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

“Ya Chagi – ah aku ngatuk ayolah aku mau tidur nih.” Ucap Jiyeon pura – pura sebal.

“Yak kenapa kamu begitu, apa di sana kamu sudah menemukan namja lain eoh? Ucap kai penuh selidik.

 

“Kai , kau ini ada – ada saja satu saja aku sudah kewalahan apa lagi dua.” Ucap JIyeon kesal’

“Lalu ini kenapa aku ingin berbicara denganmu, tapi kamu mau memutuskan percakapan kita.” Ucap Kai sengit karena usaha menelpon Jiyeon kini tidak di respon bahagia oleh JIyeon.

 

“Chagi, kamu baru tidak bertemu dengan ku dua hari dan menelponku bertanya macam – macam, dan ini sudah terhitung tiga jam lamanya kamu menelponku Kai ah.” Ucap Jiyeon bersabar.

“Ne Jiyeonni, tapi besok saat hari ulang tahunku handphone mu jangan di matikan ya. Aku tidak mau seperti tadi  harus menunggumu 30 menit baru kamu menjawab telepon ku.” Ucap Kai memperingatkan.

 

“Chagi aku tadi baru bangun tidur mianne Jongin ah, tugasku akhir – akhir ini menumpuk dan parahnya dosen Cho meminta tugasku dua hari lebih cepat dari waktu yang ditentukan karena akan dia kirim ke perlombaan peragaan busana di Seoul.” Ucap Jiyeon.

“Seoul?” Ucap kai hati-hati.

“Ne seoul, tapi aku tidak tahu akan ikut melihat hasil akhirnya atau tidak ke Seoul, aku rasa kali ini aku tak bisa mengontrol hasil baju desainku. Ehm tapi Chagi kau tak perlu sungkan lagi bagiku sekarang ini hanya kamu dan keluargaku” Ucap Jiyeon pasti, seolah ia sudah benar-benar merelakan masa lalunya.

“Ji saranghaeyo.” Ucap Kai.

“Ne Jongin saranghaeyo.” Balas Jiyeon.

 

Ji kamu adalah anugerah terbesarku batin Kai

Kai , jika memang hidupku ditakdirkan denganmu mari kita jalani bersama. Batin Jiyeon

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

“Yak appa ini jam berapa ?” Ucap Yuraa berteriak .

“Chagi kamu sudah bangun eoh?” Ucap appanya.

“Yak appa , hari ini seperti biasa kamu berbohong lagi kepadaku sudah 2 hari appa berjanji akan mengantarkanku bertemu Minho.” Ucap Yurra kesal.

“Ah ne sayang habis tiap kali appa ingin mengajakmu kamu selalu saja sedang tidur. Appa tidak tega.”

“Ah appa aku…

“Yurra.” Ucap minho sebelum yurra menyelesaikan kalimatnya. Yurra pun memeluk tubuh tinggi Minho.

“Bogghosippo minho-ah.” Ucap Yurra terdengar manja.

“Nado yurra –ah.” Ucap Minho.

 

“Dasar anak muda zaman sekarang  selalu saja menampakkan kemesraan di depan orang tua.” Ucap appa yurra dan melenggang pergi.

 

“Kriuk….. terdengar suara perut yang kelaparan.

“Hehehehe” Yurra hanya terkekeh.

 

“Yurra  lain kali jangan seperti ini ya, kamu tidak makan siang dan tertidur hanya karena tidak sabar menemuiku.” Ucap Minho menasihati Yurra.

“Ne oppa.” ucap yurra sambil mengunyah makannanya.

 

Yura sangat senang kekasihnya ini yang sibuk mau meluangkan waktu untuk bertemu dengannya. Yurra merasa beruntung Choi Minho masih setia dengannya, mereka sebenarnya sempat putus namun karena appa Yurra yang menjelaskan masalah keadaan Yurra pada Minho, minhopun sadar dan mulai menerima Yurra kembali.

 

Minho gomawoyo aku akan membuatmu bahagia suatu saat nanti batin Yurra.

Yurra, jika memang hidupku ditakdirkan denganmu mari kita jalani bersama. Batin Minho

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

Seorang yeoja yang baru saja tiba di Seul mulai melangkahkan kakinya dengan pasti dan berhenti di depan bandara .

 

“Inikah Seoul yang sudah lama aku tak pernah melihatnya? Dan tidak mendengar kabarnya sama sekali?”

 

Gumam yeoja itu, benar Park Jiyeon yeoja ini sengaja datang ke Seoul dengan dua alasan yang  sangat penting pertama ingin melihat hasil rancangan busana yang akan di ikutkan lomba yang terakhir dan paling penting yaitu Kim Jongin. Sebab hari ni tepat tanggal 1 April yang merupakan hari di mana Jongin dilahirkan 22 tahun lalu. Jiyeon sengaja datang ke Seoul jauh –jauh dari Jepang untuk membuat Kai tunangannya yakin akan perasaannya terhadap Kai.

 

“Ehm baiklah kalau tidak salah Kai hari ini ada rapat kerja mendampingi ayahnya menjadi sekertaris sementara dalam rapat di rumah sakit Seoul. Bagaimana responnya ya jika melihatku?” Gumam jiyeon kembali dan tersenyum kecil membayangkan bagaimana respon Kai nanti.

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

“Baiklah saya rasa mencoba menggunakan sistem BPJS untuk membantu kalangan menengah kebawah akan menarik simpati investor lain agar mau menyumbangkan uang sebagai donasi. Hitung – hitung dapat menarik perhatian masyarakat sekitar juga dan meningkatkan promosi. Namun perlu diperhatikan dalam hal pelayanan setidaknya disamakan atau tidak membedakan akan lebih baik. Itu saja yang saya usulkan , ghamssahamida.”

Ucap Kai mengakhiri ucapannya.

 

Appa Kai selaku Direktur tersenyum bangga, anaknya telah berkembang dan dirasa kelak ia dapat menggantikannya sebgai Direktur di Rumah Sakit ini. Untung saja saat itu appanya menyetujui keinginan Kai untuk tinggal bersama Jiyeon dan melanjutkan studynya di Jepang dengan satu syarat Kai harus lulus dengan nilai kumloat dalam jurusan Kedokteran Bedah seperti dirinya.

 

Saat Kai sedang bercakap – cakap dengan beberapa relasi appanya di luar ruangan rapat ia menangkap sosok yeoja yang begitu ia rindukan. Ia pun mengucapkan permisi kepada relasi appanya. Dan jangan ditanya ia memeluk Jiyeon dengan erat. Tidak memperdulikan siapa yang melihat mereka.

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

“Ehm jadi ini surprise mu chagiya??” Tanya Kai saat mereka telah duduk disebuah resto

“Ehm, jadi apa kamu terkejut?”Tanya Jiyeon sambil melempar senyum.

“Ne, ini kado yang sangat indah bagiku.” Ucap Kai sambil memandang lekat Jiyeon

“Ne, Kai sudah jangan memandangku terus aku jadi takut.”

“Ehm kamu kan kadoku jadi apa aku tak boleh memandangmu terus?” Ucap Kai menggoda

“Ne ne terserah kamu,.” Jiyeon pura-pura sebal.

 

Gomawo , aku tak akan bosan – bosan berterima kasih kepadamu Tuhan , karena telah memberikan kessempatan kepadaku. Batin Kai

 

Kai dan Jiyeon yang telah menyelesaikan makan malamnya yang menurut Kai sangat special karena kedatangan Jiyeon di hari ulang tahunnya ini.

“Kai ayo cepat  menuju mobil nanti keburu hujan aku tidak mau basah-basahan nih.” Omel Jiyeon sambil menggandeng tangan Kai dan menuntunnya menuju mobil karena Kai yang enggan berlari . Kai sengaja melakukan itu karena ia ingin berlama – lama bersama Jiyeon atau lebih tepatnya ia ingin melihat ekspresi kesal Jiyeon yang menurutnya imut. Padahal tinggal 10 langkah lagi menuju mobil, Kai dengan sengaja berhenti sehingga JIyeon yang menuntun Kai di depan pun ikut berhenti.

“Yak ada apa Jongin-a??” Tanya Jiyeon kesal.

“Kamu ingat Jika Bunga akan—

—Lebih harum jika akan hujan?” sambung Jiyeon sambil memandang Kai sendu

 

“Ji aku sangat menyukaimu, sangat dan akan terus bertambah setiap harinya. Awal kamu memintaku untuk bersamamu aku sangat senang dan ragu. Selama 4,5 tahun lalu aku masih juga ragu. Apa kamu benar-benar akan selalu bersamaku. Namun kamu sekarang ini mau untuk datang menemuiku ke Seoul membuatku yakin jika kamu akan selalu bersamaku. Ji bisakah kamu berjanji kepadaku?”

“Ehm ne?” Tanya Jiyeon yang mulai meneteskan air mata mendengar kalimat Kai karena terharu. Dari kalimatnya Kai begitu tulus mencintainya.

“Ji mari kita hidup bersama selamanya, kamu tidak boleh berpaling kepada siapapun ne?” Tanya Kai dan seperti biasa ia mulai mengaitkan jari kelingking ke tangan Jiyeon.

“Ne pabo saranghaeyo.” Jiyeon membalas kaitan kelingking Kai dan menciumnya.

 

Selalu dan selamanya kamu akan selalu di hatiku.

 

Dan benar hujanpun turun membasahi jalanan Seoul.

 

Sepasang mata seseorang mengamati mereka dari kejauhan , mereka tidak menyadari akan seseorang tersebut. Seseorang tersebut memandang mereka dengan tatapan dingin kemudian ia melajukan mobilnya.

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

“Yak Ji kamu jahat kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah pulang ke Seoul. Huh kamu pergi dan tinggal tanpa ada kabar!!!” Marah Daeun.

“Ne kamu sangat jahat!!” Timpal Suli.

“Iya kami harus tahu dari Kai, Kai saja memberitahu kamu ada di Seoul lewat Sehun huh kamu jahat.” Marah Krystal.

“Ne ne mianne.” Ucap Jiyeon pasrah akan amukan sahabatnya.

Benar saat ini mereka semua sedang berkumpul di sebuah resto di dekat gangnam perumahan Jiyeon dan Kai tinggal.

 

Mereka cukup mengobrol meluapkan kenangan mereka.

“Ji ehm lalu kamu dengan Kai?” Tanya Sulli penasaran

“Hehehhe, aku dengan Kai sudah bertunangan maaf tidak sempat mengundang kalian.”

“Ne tapi kalau kamu tidak mengundang kami di pesta pernikahanmu awas kamu!!” ancam Daeun.

“Ne ne.”

 

“Saranghaeyo saranghaeyo  “ terdengar ringtone HP Jiyeon keras.

“Yobseoso Kai – a? ucap Jiyeon lembut

 

“Yah baru saja dibicarakan sudah telepon.” Ucap krystal

 

“Ji nanti pulangnya mau aku jemput?”

“Aniyo jongin-a, aku membawa mobil ayolah jangan terlalu khawatir kepadaku. Arraseo?

“Ne chagi-a, love you”

“ne”

Pip sambungan terputus

 

“Cie yang habis ditelpon tunangannya?” sindir Daeun.

“Yak, kalian sudahlah .” ucap jiyeon menutupi pipinya yang sudah merah merona.

 

Obrolan yang dilakukan oleh keempat sahabat ini cukup membunuh waktu , mereka membicarakan mengenai banyak hal . Bagaimana tidak Jiyeon yang sangat rindu akan teman- temannya dapat berkumpul kembali. Awalnya Jiyeon takut, takut akan bayang –bayang masa lalunya yakni minho jika mereka mengunggkit-ungkit hal itu karena Jiyeon belum siap namun Sully, Krystal dan Daeun cukup memakluminya.

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

 

“Aish mobil ini kenapa juga harus mogok dijalan huh!!” marah jiyeon sambil menendang ban belakang mobil yang ia kendarai.

“ Auw sakit “ pekik Jiyeon

“Ish kenapa juga hapeku mati, aduh bagaimana ini pasti Kai cemas. Huh jangan sampai dia menelpon polisi.” Gumam Jiyeon seraya memandang layar handphonenya.

“Aniyo aniyoo kai sabar yaaa.” Ucap Jiyeon frustasi sambil mengacak – acak rambutnya.

 

Jiyeon benar-benar khawatir, bagaimana tidak dia takut Kai akan berbuat aneh-aneh!!

 

FLSBACK ON      

Jadi dulu saat di Jepang. Saat itu adalah minggu pertama Kai dan Jiyeon pindah ke Negeri Sakura. Jiyeon ingin sekali berjalan – jalan ke kuil Meiji , namun saat itu Kai sedang ada urusan dengan temannya sehingga mau tidak mau ia harus pergi sendiri. Di Jepang hanya ada Jiyeon dan Kai saja, appa dan eomma mereka masih berada di Seoul untuk menyelesaikan bisnis mereka.

“Heuh jadi aku harus kemana sekarang? Kenapa tadi tidak memanggil taksi sih?? Rutuk Jiyeon dalam hati.

“Kata bibi Yul setelah keluar dari kompleks perumahan ini dan belok ke kanan maka jalanan ini mengarah ke halte yang akan mengantarku ke Harajuku. Uh bagaimana ini? Kenapa yang kujumpai hanya lapangan kosong. Apa sebaiknya aku balik saja ? Tapi balik balik kemana? Aduh aku lupa tadi lewat mana!!! Ah pusing kepalaku, apa yang harus kulakukan eothhokke?” Gumam Jiyeon

 

“Euh Kai, benar aku harus menelfon Kai. Tapi Kai dia kan sedang bersama temannya. Uh anni Ji jangan ganggu Kai terus. Ayolah Ji kamu hanya perlu menyusuri jalan tadi, ayo pasti kamu ingat.” Ucap Jiyeon menyemangati dirinya sendiri.

 

“Ah kenapa salah lagi, ini jalan buntu . Huh, mau bertanya tapi aku belum menguasai bahasa Jepang. Laipula kenapa kompleks ini sepi sih??? Uh sudah jam 5 pula ahhh aku harus bagaimana?” Tanyanya dalam hati.

Jiyeon pun memutuskan untuk beristirahat dulu karena ia telah berputar – putar selama 3 jam lamanya, ia mendudukkan dirinya di sebuah ayunan kecil.

 

Sementara itu Kai yang sudah pulang ke rumahnya tak mendapati seorangpun di rumah, Bibi Yul memang telah pulang ke rumahnya ia hanya bekerja dari jam 8 pagi hingga 5 sore, Uh tapi Jiyeon kemana dia??? Ia pun mulai mencoba menelpon Jiyeon, namun hasilnya nihil karena handphone Jiyeon tertinggal di kamarnya.

“Aish Ji ceroboh sekali sih kamu?” Rutuk Kai

“Ah kamu dimana Ji?” Kai mulai khawatir , ia sangat takut kehilangan Jiyeon sehingga ia menelpon seluruh teman-teman Jiyeon yang memang telah akrab dengan Jiyeon seminggu ini, dan polisi serta detektif. Tak heran semua kelimpungan mencari Jiyeon, padahal baru beberapa jam Jiyeon hilang tapi ia telah menelpon polisi dan detektif untuk mencari keberadaan Jiyeon dan bersedia membayar berapapun.

 

Kai pun mencari dan menelusuri tujuan Jiyeon karena tadi ia sempat bertanya bibi Yul lewatt telepon, namun mau dikata apa usahanya nihil. Jam menunjukkan pukul 9 malam Kai benar –benar bingung uh apalagi hujan . Hujan yang mengguyur Tokyo dua jam yang lalu pun membuat pencarian Jiyeon menjadi sulit.

 

Kai yang sekarang sedang mencari Jiyeon di jalananpun benar – benar kalut “Ah harusnya tadi aku bertanya pada Jiyeon dia mau kemana dan mengantarnya . Harusnya aku tidak pergi dengan teman-temanku. Aishhh Ji dimana kamu?” gumam Kai

 

Kai mengingat sesuatu saat hujan seperti ini sebuah taman , benar pertama kali ia bertemu Jiyeon kecil di luar sekolah  ia bermain ayunan dengannya di sebuah taman. Entah insting dari mana tapi ia putuskan untuk mencari Jiyeon di taman – taman di sekitar kompleks nya.

 

Ia memarkirkan motornya dan benar ia menemukan seorang yeoja yang telah basah kuyup di bawah seluncuran sedang meringkuk kedinginan.

“Jiyeon itu kamu?” Tanya Kai

“Kai? Hiks hiks hiks.” Jiyeon berlari memeluk Kai.

 

Jiyeon sangat senang ia dapat bertemu Kai kembali, namun ia tak habis pikir di rumahnya sekarang, dia melihat keadaannya benar-benar ramai. Ramai karena apa tentu saja tim pencari Jiyeon.Tim pencari Jiyeon yang teridiri dari teman-teman akrab jiyeon serta Kai, para detektif dan tentu polisi. Itu membuat Jiyeon malu, namun bagaimana lagi mungkin itu adalah bentuk kasih sayang Kai. Lagipula Jiyeon tak tega memarahi Kai lihat saja sekarang ia kedinginan, Jiyeon rasa saat Kai mengetahui ia tidak ada Kai pasti terburu -buru mencarinya tanpa memperdulikan keadaan tubuhnya, Kai pasti belum makan atau mandi tebaknya.

Itulah kenapa Jiyeon takut klo Kai berbuat aneh-aneh kembali seperti dulu.

FLASBACK OFF

 

“Aish kenapa jalanan ini sepi juga? Ah apa yang harus kulakukan? Eothoke?” Gumam Jiyeon kembali

Ah aku harus menghadang mobil untuk mencari bantuan, ne bantuan . batin jiyeon.

Satu dua tiga kali ia berusaha untuk mencegat mobil yang lalu lalang tapi percuma.

“Aish apa mereka tidak melihatku!!!” Marah Jiyeon.

 

Baiklah kali ini pasti berhasil, Jiyeon yang melihat mobil akan melaju ke arahnya pun dengan sigap dan berani ia berlari ke depan mobil sedan hitam tersebut. Untung saja pemiliknya lihai dalam mengemudikan mobilnya iapun mengerem mobil yang ia kendarai.

Jiyeon yang ketakutan apakah dirinya tertabrak atau tidak , ia berjongkok ketakutan dan memegang kedua matanya dengan keduan tangan miliknya. Pemilik mobil itupun kemudian lekas membuka pintu mobilnya dan ia berjalan kearah Jiyeon kini. Memastikan jika yeoja di depannya yang sedang meringkukini baik – baik saja ia mulai bertanya.

 

“Apa kamu sudah gila menghentikan mobil orang dengan cara yang frontal?” tanyanya lebih tepat menyindir. Pemilik mobil itu belum mengetahui jika yeoja yang dianggapnya gila itu adalah Jiyeon.

 

Jiyeon yang masih berjongkok di hadapan namja ini seakan terbius dengan suara namja ini. Karena jiyeon mengenal, anni lebih tepatnya sangat mengenal suara ini. Walaupun sudah lama ia tidak mendengarnya , namun suara ini adalah suara yang ia rindukan.
“Hei Nona?? Are you okay?” Tanya Minho kembali yang agak jengkel karena yeoja ini tidak segera membalas pertanyaannya.

 

Tanpa sadar air mata Jiyeon menetes dari kedua mata indahnya sehingga membasahi kedua telapak tangannya yang menutup mata indahnya itu. Ia pun membuka matanya perlahan . Seakan telah merasa kuat dan siap menghadapi Minho ia kemudian berdiri dan menatap mata minho seraya berkata “ Mianne, mianne minho.”

“Ji?”

 

End

 

 

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s