Namitsutiti

[FF Freelance] LOYAL Chapter 8

1 Comment


untitled

LOYAL 8

GOODBYE

SARANGHAEYO

 

Kai melihat kembali album foto berukuran kecil yang telah ia simpan untuk waktu yang lama 7 tahun silam, ia mengenang kembali akan masa indah nya dengan sahabat lamanya Park Jiyeon.

“Bukankah kamu cantik ketika sedang tertawa?” Gumam Kai pelan memandang lembar pertama saat ia tertawa bersama dengan Jiyeon yang sedang berlari bebas bersamanya.

 

Saat bertemu pertama kalinya aku mengira kamu gadis yang lemah, namun setelah aku mengenalmu kamu memang sangat kuat, dan tangguh. “Apakah kamu tidak mau membagi kesedihanmu denganku?” Gumam Kai kembali yang memutar otaknya untuk mengingat kenangannya kembali.

 

“Entah sejak kapan aku begitu memperhatikanmu dan menyukaimu? Namun di saat semua berjalan lancar kenapa aku harus meninggalkanmu? Aku sangat sedih Ji, di saat aku kembali untuk bertemu denganmu kamu bahkan tidak mengenalku atau mengingatku.”

 

FLASHBACK ON

“Cie ada yang bahagia tuh chagi?” ejek eomma Kai

“Ne, sampai- sampai kemarin tidak bisa tidur.” Appa Kai ikut serta mengejek Anaknya kini.

“Eomma – appa jangan mengejekku.”

“Ne sayang , JIyeonni pasti senang karena kamu dapat kembali ke Korea. Untung saja bisnis appamu di sana bisa beres dalam waktu 1,5 tahun ini.”

“Ne, gomawo appa – eomma. Akhirnya aku bisa kembali lagi ke Korea.”

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

KAI pov

 

“Maaf  adik kecil, Jiyeon sekarang ini tidak ada di rumah ia sedang berada di rumah temannya.” Ucap halmoenni Jiyeon yang aku sendiri tidak tahu jika Jiyeon masih memiliki halmoeni. Yang aku tahu ia hanya tinggal bersama appa dan eommanya.

“Ne halmoeni. Ehm halmoenni di mana eomma Jiyeon dan appanya kenapa rumah ini terlihat sepi?” tanyaku sambil cellingukan ke dalam rumah Jiyeon.

“Eh , adik kecil maaf sebelumnya kamu tinggal di mana? Kalau kamu teman Jiyeon seharusnya kamu tahu bukan?”

“Maaf halmoenni saya pernah pindah ke Jepang selama 1,5 tahun. Saya sudah pernah mencoba menghubungi Jiyeon namun sepertinya Jiyeon berganti nomer ya? Sebab ketika di hubungin selalu saja tidak bisa.”Jawabku sejujurnya.

“Ah mian, Handphone Jiyeon hilang sewaktu kejadian itu.”

“Ne?”

“Ah bukan apa-apa. Begini saja adik kecil kembali besok ya , sebab halmoenni juga ingin pergi berkunjung ke rumah saudara. Maaf.” Ucap Halmoenni sopan.

Akhirnya aku hanya bisa bersedih di hari pertamaku ke Korea kenapa Jiyeon pergi?

Baiklah ke rumah Minho saja.

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

Seperti biasa aku diperbolehkan memasuki ruang pribadi Minho , maksudku kamarnya. Saat hendak membuka kamar minho dari balik pintu aku mendengar seorang yeoja, ya suara seorang yeoja sedang bercanda ria dengan Minho. Aku rasa aku mengenalnya sangat familiar dikupingku ini.

 

Dan dengan berani aku membuka pintu kamar Minho saat aku menyapa….

“Anyeongg MINHO” Ucapku keras dan memandang Minho.

Namun pandanganku teralihkan pada seorang yeoja dengan rambut pendeknya. Aku terdiam untuk berfikir, aku rasa aku mengenalnya . Dia, dia Park Jiyeon . Tunggu kenapa Jiyeon memotong rambut panjangnya? Kenapa ia sangat akrab dengan Minho?

 

“Ji .” tanpa ba bi bu spontan aku memeluknya .

“Yak apa –apaan kau , dasar namja genit tiba – tiba meluk-meluk.” Ucap Jiyeon seraya mencoba melepas pelukanku ini.

 

“Ji kamu kenapa sih. Mentang – mentang aku ga kasih kabar ke kamu . Kamu jadi lupa , itukan juga salahmu handphone mu hilang bukan?” tanyaku masih setia memeluknya.

“Mwo , Kenapa kamu tahu????” Kaget Jiyeon

“Tentu saja aku mengetahuinya, aku baru saja ke rumahmu dan halmoeniimu menceritakannya.”

“Mwo kamu tahu letak rumahku? Siapa kamu?” Tanya Jiyeon gugup

“Eh kamu lupa atau pura – pura lupa? Aku Kai sahabatmu?” ucapku seraya melepas pelukanku karena aku kaget Jiyeon tidak mengenalku.

“Kai nugu?”

Eh ini sungguh aneh. Aku melontarkan tatapanku kepada Minho untuk meminta penjelasan .

“Kai ikut aku.” Ucap Minho

“Ne “

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

Kai pov

“Jadi Jiyeon yang sekarang hilang ingatan?”tanyaku tidak percaya.

“Ne.”

“Lalu kenapa ia berperilaku seperti namja?” tanyaku kembali.

“Dia menggantikan posisi adikku.” Ucapnya santai.

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Adikku sudah meninggal, dan dia bersedia menggantikan posisinya.” Ucapnya santai .

“Mwo Minho kamu tidak sedang bercanda kan?”

“Tidak, itu yang sejujurnya.”

“Mwo?” Ucapku kaget

 

“Yak Minho kenapa lama sekali berbicara dengan orang asing.” Ucap Jiyeon seraya menghampiri kami dan memandangku seduktif.

“Aku bukan orang asing.” Ucapku tidak terima.

“Ne, Khamjjong.” Ucapnya mengejek.

“Yak siapa yang mengajarimu?” ucapku .

“Minho, wkwkwk, aku baru ingat Minho pernah bercerita dia memiliki teman namanya Khamjjong yang baik eh aku salah menurutku kamu super – super nyebelin plus yadong.” Ucap Jiyeon mengejek.

 

“Mwo?”

“Ya habis kamu tadi sok kenal gitu.” Ucap Jiyeon kembali mengejek.

“Ehm Park Jiyeon, Jiyeon immida itu namaku” ucapnya kembali sambil memberikan uluran tangan sebagai tanda perkenalan.

“Kim Jongin, Kai.” Ucapku berpura –pura marah.

“Ne Khamjjong freak anyeong.” Ucapnya mengejek seraya berlari.

“Yak,” teriakku yang hendak mengejarnya namun aku hentikan karena  Minho menepuk pundakku dari  belakang seraya berkata.

“Kai aku rasa untuk sekarang dan selanjutnya kamu harus melupakan kenangan masa lalu mu dengan Jiyeon, karena yang Jiyeon butuhkan hanya aku.” Ucapnya terdengar dingin..

 

Kai pov end

 

Flashback end

 

Tes tes tes ….. Kai melihat ke arah jendelanya dan mendapati hujan yang turun.

“Bahkan aku rasa malam ini langit pun ikut menangis menemaniku saat melihatmu bersedih.”

 

“Apakah kamu bisa kembali tertawa seperti dulu? Aku fikir kamu akan tetap gembira saat menjadi bayang – bayang dongsaeng Minho. Karena aku tahu saat aku kembali ke hadapanmu di matamu terpancar jelas betapa kamu menyayangi Minho, dan aku sadar jika aku sudah terlambat. Seharusnya aku tidak tinggal diam ketika Minho memperlakukanmu seperti itu. Seharusnya aku berusaha membuatmu mengingatku kembali.” Ucap Kai bersedih

Cairan bening kembali memenuhi pipi Kai, ya Kai saat ini telah menangis dalam diamnya.

 

Sementara itu di waktu yang sama di lain tempat.

 

 

“DASAR PABBO  kau  Park Jiyeon.” Gumam Jiyeon dengan masih dalam posisi terbaring dan menatap atap rumahnya kosong.

 

Jiyeon sebenarnya ia tidak tertidur ia hanya berpura-pura tertidur dan ia tadi sempat mencuri dengar pembicaraan Kai dengan appanya. Sebenarnya bukan hal baru mendengar berita ini Jiyeon sudah tahu apa hubungan antara eommanya dengan paman Choi Siwon dan bagaimana nasib eomma Minho yang pergi meninggalkan keluarga Choi. Itu semua terjadi saat malam di mana Jiyeon mencuri dengar pembicaraan eommanya dengan temannya dan berujung kepada kecelakaan naas itu.

 

“ Apakah aku perlu masih bersandiwara?Apakah aku masih perlu menebus dosa?Mimpi tempo lalu apakah itu adalah pertanda? Eomma aku harus bagaimana? Minho dia tidak mau mendengarkanku….” gumam Jiyeon kembali, dan berhenti sejenak, seraya mengambil bingkai foto using yang menampakkan seorang namja berkulit hitam dan yeoja kecil mereka tersenyum manis,  ia berucap.

 

“Kamu tahu bunga akan lebih berbau harum saat akan hujan ?”  Kai , ahnni khamjjong – kim jongin mian, mianne mianne Kai.” Ucap Jiyeon terisak pelan yang mengingat saat memandang foto masa kecilnya dengan Kai yang diabadikan dalam sebuah bingkai kecil.

 

“Apakah dosa di masa lalu merupakan takdir yang harus di tebus?” ucap Jiyeon sebelum ia mencoba tertidur melampiaskan kesedihannya

 

FLASBACK ON

 

Seorang gadis kecil berpotongan namja terduduk di kursi taman pandangan matanya menatap bunga matahari yang memang tumbuh dan sedang bermekaran di taman Rumah Sakit SEOUL. Ia seolah memiliki dunianya sendiri , ia menatap bunga matahari tersebut namun pikirannya kosong.

 

“Apakah terapi tersebut tidak berhasil?”Tanya seorang wanita paruh baya kepada anaknya

“Aku rasa berhasil, namun kata dokter perlu motivasi dari Jiyeon. Eomma apakah ini adalah dosaku karena saat itu aku mencegah Tae hae kembali kesisi Siwon?” Ucap pria berumur sekitar 27 tahun ini seraya menatap anaknya sedih dari ujung taman Rumah Sakit

 

“Sayang tenanglah keputusan mu saat itu sudah tepat, terkadang cinta memang egois. Banyak orang yang harus memperjuangkan cintanya tapi tidak diberi kesempatan, saat itu kamu telah diberi kesempatan dan kamu memanfaatkannya dengan baik. Saat Siwon dengan Tae hae bertemu selanjutnya berpisah,  itu hanya kesempatan yang tidak dimanfaatkan.

Jika memang harus Tae Hae meninggalkan kita terlebih dulu seperti sekarang ini itu adalah kondisi sebuah keputusan bukan penebusan dosa atau kutukan. Jika kamu berada di sana kamu juga akan melakukan hal sama kan? Menyelamatkan Jiyeon dengan menukar nyawa?

Sekarang yang penting adalah kesembuhan anak kalian , eomma harap kamu lebih bersabar.”

Ucap halmoenni Jiyeon menasehati kepada appa Jiyeon

 

Sementara itu Saat Jiyeon sedang melamun, sebuah suara membuatnya tersadar…

 

“Ji, bagaimana kabarmu? Mian aku baru sempat kemari sebab kata appamu kamu perlu istirahat sehingga aku baru diperbolehkan menjengukmu sekarang?” Ucap seorang anak laki-laki kecil yang tingginya hampir sama dengan Jiyeon

“Jiyeon, siapa Jiyeon? Apakah aku Jiyeon” Tanya jiyeon yang memang sekarang ini tidak ingat akan ingatan yang ia miliki sejak lima hari yang lalu.

 

“Tentu kamu Jiyeon, kamu adalah dongsaengku yang paling cute.” Ucap Minho bangga dan tersenyum manis memandangnya

“Aku dongsaengmu park Jiyeon?” Tanya Jiyeon polos

“Ne, sebelum kamu hilang ingatan kamu berjanji mau menjadi dongsaengku?”

 

“Mianne aku tidak mengenalmu, permisi.” Ucap Jiyeon terkesan takut dan hendak berlari namun tangan minho yang berusaha menggenggam tangan Jiyeon membuat Jiyeon  berhenti melakukan aktivitasnya yang hendak berlari.

“Ji kamu sudah berjanji apa kamu tidak ingat? Aku sangat sedih jika kamu memang melupakannya?” Ucap minho mulai terisak.

 

“Ji aku sangat merindukan dongsaengku yang telah tiada, hiks hiks hiks jebal Ji bisakah kamu mengingatku dan memberiku kesempatan agar membuatmu dapat mengingat kembali tentangku? Ucap Minho kembali

Jiyeon merasa mengenal kalimat itu, Jiyeon pun yang pertamanya berdiri di depan Minho sekarang ini berbalik kebelakang menatap Minho sendu. Ia merasa kesedihannya sama dengannya entah itu apa tapi ia tidak mengingatnya? Selanjutnya tanpa sadar Jiyeon memeluk Minho. Pemandangan yang cukup mengharukan.

 

Semenjak itu bagi Jiyeon Minho adalah yang utama , Minho mengajari bagaimana cara tersenyum dan yang terpenting menjadi namja yang kuat.

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

Setelah satu bulan berlalu

 

“Yak Minho itu jatah es kream strawberryku kenapa kamu habiskan huh.” Ucap Jiyeon terlihat sebal dengan tingkah chingunya ini.

 

“Ne ne nanti aku belikan sebagai pengganti,  sudahlah Ji ini masih dijalan kajja” Ucap minho seraya  berjalan dan menikmati memakan es kream milik jiyeon.

Minho dan Jiyeon saat ini memang sedang berjalan – jalan di pusat perbelanjaan bersama melepas kepenatan setelah ulangan matematika yang menurut mereka sangat-sangat menguras pikiran.

 

Jiyeon yang terlihat  focus melihat Minho yang memakan es kreamnya dengan lahap membuat dirinya melupakan jika saat dirinya dan minho sedang menyeberangi lampu merah, alhasil karena jiyeon terlalu lambat berjalan dan lampu merah bagi pejalan motor memang telah menjadi hijau sehingga sebuah motor cross berwarna hijau hampir menabrak Jiyeon jika Minho tidak menariknya ke dalam pelukannya .Sehingga Jiyeon tidak mendapat luka goresan tapi Minho yang menggantikannya. Kaki minho cukup terluka parah akibat kecelakaan itu.

 

“Minho minho minho.” Ucap Jiyeon bergetar menatap keadaan Minho. Jiyeon merasa takut akan keadaan ini, keadaan yang dialami Minho mengingatkannya kepada masa lalunya. Jiyeon merasa kepalanya sangat pusing ia pingsan karena kepingan – kepingan ingatannya muncul dan ia tidak kuat menahannya.

“Yak Jiyeon.” Teriak minho pecah tanpa memperdulikan dirinya yang terluk parah ia berusaha memegang tangan jiyeon , setelah berhasil memegang tangan mungil jiyeon kemudian ia juga ikut pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit.

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

“Uisa bagaimana keadaan anak saya Choi Minho ?” Tanya appa jiyeon kepada seorang uisa yang menangani Minho ketika ia keluar dari IGD

“Anak bapak sudah kami tangani dan keadaannya cukup baik, hanya saja mungkin untuk satu bulan ini kakinya perlu di gips sebab ada bagian tertentu dari kaki kirinya yang mengalami keretakan.

“Baik uisa terima kasih.

Setelah Tuan Choi menyelesaaikan kalimatnya ia mendapati sebuah suara yang cukup ia kenal

“Uisa bagaimana keadaaan anak saya park Jiyeon?” Tuan Park bertanya

“Anak bapak sedang beristirahat , silahkan pak. Ucap uisa tersebut sopan

Pandangan keudua orang tersebut bertemu dan memiliki arti tersendiri.

 

——————————

“Jadi Jiyeon adalah anakmu?” Tanya tuan Choi kepada tuan Park

“Ne, Minho?”

“Iya dia anakku.”

“Apakah ini takdir atau kesempatan?” Tanya mereka berdua bersamaan selanjutnya hanya keadaan hening yang terjadi.

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

Setelah satu hari Jiyeon pingsan akhirnya ia sadar , ia menatap kosong dinding kamar rumah sakit. Ia bukanlah Jiyeon yang tidak tahu apa –apa mengenai kecelakaan yang menimpanya satu bulan lalu. Jiyeon telah mengingat semuanya. Darah segar yang ia lihat mengalir di Kaki minho membuatnya sadar akan traumanya melupakan kejadian naas itu saat eommanya  yang berlumuran darah setelah melindunginya dari kecelakaan mobil dan alasan kenapa eommanya kecelakaan itu karena Jiyeon berlari mendengar kenyataan yang pahit mengenai masa lalu eommanya dengan paman choi di sebuah kafe.

 

“Ji?” ucap appa Jiyeon ketika mendapati anaknya duduk diatas tempat tidur rumah sakit

“Appa, boghosippo. Ucap Jiyeon terlihat sangat ramah

“Ji” Ucap appanya seraya memeluknya kuat dan hangat

Jiyeon tidak ingin membuat appanya khawatir.

 

FLASHBACK END

 

 

Berlanjut kepada kehidupan mereka  saat ini. Minho yang telah menetapkan hatinya untuk mengubur kenangannya bersama Jiyeon, memulai kehidupannya seperti biasanya  Minho masih suka es kream strawberry, bermain basket, berangkat ke sekolah menggunakan motor sport bedanya hanya adanya Yurra disisinya sebagai pengganti Jiyeon.

 

Berbeda dengan Jiyeon ia merasa hampa, hampir satu minggu ia putuskan untuk tidur di kamarnya  tidak berangkat ke sekolah untung saja seminggu ini adalah classmetting hanya untuk mengisi waktu senggang sebelum liburan kelas 2 SMA. Dan Kai dengan  setia mengisi seminggu ini dengan menemani Jiyeon yang ada di rumah.

 

“Kai aku bosan.” Ucap Jiyeon seraya masih setia menatap film yang mereka sewa tadi sore

“Ne?” Tanya Kai

“Iya, aku bosan . Ehm besok hari minggukan? Bagaimana kita bermain ke luar.”

“Ne? ke mana?”

“Terserah yang penting bersamamu.” Ucap Jiyeon menatap Kai tersenyum di akhir pembicaraan ini.

 

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME (FOREVER)?

 

Hari minggu yang cerah ini Kai dan Jiyeon berjalan – jalan di taman . Taman yang merupakan tempat pertama kali mereka bertemu.

“Kai kajja dorong yang kuat.” Ucap Jiyeon bersemangat

“Ne , kamu sih berat.”

“Yak Kai , kamu ingin mengajakku berkelahi lagi ne?” Tanya JIyeon menghentikan aktivitas  bermain ayunannya.

“Hehehhe sorry JI, oke ini aku dorong kok.”Ucap Kai mengalah.

 

Jiyeon dan Kai seperti mengulang kembali masa kecilnya mereka bermain ayunan di taman ini. Tak terasa waktu menunjukkan jam 11 siang.

 

“Kai, aku lapar kajja makan dulu. Aku membawa bekal.” Ucap Jiyeon mengajak Kai.

 

“Nyam nyam…”

“Yak Jiyi kamu lapar apa doyan sungguh jorok sekali belepotan begitu cara makannmu.” Ucap Kai sambil melap bibir jiyeon dengan jari kanannya.

“Gomawo Kai.” Ucap Jiyeon manis.

 

“Ehm sepertinya akan hujan.”Ucap Kai seraya menghirup bau bunga yang memang menjadi sangat lebih harum.

“Kamu tahu bunga akan lebih berbau harum saat akan hujan?” Ucap Jiyeon dengan melakukan hal sama seperti Kai yaitu menghirup bau bunga yang memang menjadi lebih harum.

“Ji apakah kamu mencoba meniruku lagi?”

“Hehehe, aku mengingatnya Kai. Itu adalah kata – kata yang aku ucapkan di taman ini 7 tahun lalu.” Ucap JIyeon seraya tersenyum manis dan menatap sendu kepada Kai

“Ji?” Kai speeclesh tidak tahu ingin berkata apa ia hanya memeluk Jiyeon sambil mulai meneteskan air mata.

 

Aku rasa ini saat nya hidup dalam kejujuran , memulai dari awal. Saranghaeyo and  Good bye Minho. Batin Jiyeon  serayamengertkan pelukan hangatnya pada Kai.

End

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] LOYAL Chapter 8

  1. Semangat unk memulai hidup yg lebih baik lg park jiyeon,fighting!

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s