Namitsutiti

[FF Freelance] LOYAL Chapter 7.4

1 Comment


untitled

LOYAL 7.4

SECREET REVEALD 3

“It’s too much appa”

“Amnesia??”

Ujian akhir dilewati oleh semua siswa Shinwa termasuk kelas khusus . Dan sekarang waktunya melihat siapakah juara pertama di atas papan pengumuman

7 Byun Baekhyun 95 100 90 90 90

8 Park Chanyeol 90 80 80 80 90

9 Lee Taemin 95 80 80 80 80

10 Cho Sully 80 80 90 80 80

11 Oh Sehun 80 80 80 80 80

“YA Sehun peringkatmu turun wkwkwkwk.” Ejek Chanyeol

“Yak kamu selalu mengejekku, peringkatmu hanya naik 1 tingkat saja sudah bangga.” Balas Sehun tidak terima.

“Sudahlah kawan selalu saja bertengkar.” Ucap Baekhyun

“Wuih Kai daebak.” Teriak Taemin histeris

Ternyata yang mendapat juara pertama tahun ini adalah

1 Kim Jongin 100 100 100 100 100

2 Choi Minho 100 100 100 100 99

3 Park Jiyeon 100 100 100 100 95

4 Kim Yurra 100 100 100 98 90

“Wah kenapa bisa ya???” Semua chingu Kai bertanya –tanya.

LOYAL, WILL YOU STAY WITH ME(FOREVER)?

“Kai pabo, kenapa bisa kamu mengalahkanku huh!!” Teriak Jiyeon kesal

“Ne, tentu ahahahahha aku belajar giat.”Ucap Kai bangga

Kai dan Jiyeon kembali menjadi akrab , Mereka saling bercanda gurau.

Dan saat mereka sedang asyik bercanda gurau Minho berjalan melewati mereka sambil menggandeng tangan Yurra. Jiyeon yang merasa dicuekin iapun menepuk pundak Minho cukup keras.

“Yak Minho kenapa pagi ini kamu terlihat sedih sih? Apa karena Kai mengalahkanmu?” Ejek Jiyeon

Minho kembali menatap Jiyeon dingin seperti saat – saat di mana Jiyeon berpenampilan yeoja.

“Minho?” Lirih Jiyeon

Minho melangkahkan kakinya kembali bersama Yurra dan berpura-pura tidak mendengar teriakan Jiyeon.

Loyal, will you stay with me(forever)?

Jiyeon yang tidak tahan dengan kelakuan cuek minho seminggu lebih tanpa tahu kesalahannya ia nekad bertanya kepada Minho.

“Minho apa maksudmu?” Tanya Jiyeon tepat di hadapan Minho saat ia sedang membaca buku di perpustakaan.

Minho hanya menatap Jiyeon datar

“Katakan apa kesalahanku?” lirih Jiyeon

“Kesalahanmu ? Kamu tidak punya tapi ibumu. Ia menghancurkan segalanya!!” ucap minho terkesan dingin pada akhirnya.

“Maksudmu?” Tanya jiyeon kembali

“Berkat eommamu, eommaku pergi meninggalkanku!!”

“Minho?”

“Ne, aku lupa kamu amnesia!! Kamu bahkan lupa di mana eommamu!!”

“Minho aku….” Ucap jiyeon bergetar.

“Eomma mu dia pe—-

Sebelum minho mengucapkan kalimatnya utuh “ Plak” Kai menampar Minho kemudian menutup telinga Jiyeon dengan kedua tangannya dan menuntun Jiyeon melangkahkan pergi dari perpustakaan ini.

“Sejak awal pertemuanku dan janji itu adalah salah, takdir ini membuatku menderita!!” gumam Minho pelan seraya menatap punggung Jiyeon dan Kai yang semakin menjauh

Flasback on

“Appa mengenal Park Tae hae?” Tanya Minho tanpa basa-basi kepada appanya saat appa minho berkunjung ke apartemennya

“Ne?” Tanya appanya balik

“Appa jangan pura-pura tidak mengerti ke arah mana pembicaraan ini.”

“Baiklah, jadi kamu sudah tahu?”

“Ne.”

“Minho , appa memang pernah sekali berbohong kepada eommamu saat ia bertanya apakah aku mencintai Park Tae hae .

Appa menjawab tidak. (Diam sejenak)

Sebenarnya appa mencintai Tae hae appa tahu itu ketika semua telah terlambat . Saat appa mendengar kabar ia menikah di Jepang . Appa menjadi sangat menyesal telah menghiraukannya. Appa dan ia tidak pernah berhubungan semenjak kami SMA. Selanjutnya appa menikah dengan eommamu, kemudian saat itu tiba saat appa tidak sengaja bertemu dengan Tae hae kembali , appa menjalin pertemanan kembali dengannya secara sembunyi-sembunyi. Eommamu salah sangka akan hubungan pertemanan kami , kemudian ia pergi

meninggalkan appa. Di saat itu appa sudah memutuskan untuk tidak berhubungan kembali dengan Tae hae. Selanjutnya Appa tahu tentang keadaan eomma mu dan appa pernah mencoba menghubunginya namun eommamu selalu menolak untuk dapat kembali ke sisi appa. Saat dongsaengmu komma dan eommamu kecelakaan appa sangat sedih. Appa hanya memilikimu saja, appa hampir putus asa. Eomma Jiyeon ( tae hae ) menghibur dan memberi semangat kepada appa, ia kembali menjadi sandaran appa. Appa memang sempat selingkuh dengannya. Namun lambat tahun appa sadar jika ini tidak akan berjalan mulus ia memiliki keluarga, appa juga memiliki keluarga yang seharusnya appa jaga maka diakhir kami mengakhiri hubungan ini.” ucap appa Minho Choi Siwon seraya menerawang kosong bingkai foto yang terpajang di ruang tamu yang merupakan foto keluarganya yang diambil saat mereka utuh.” Diam sejenak , Siwonpun melanjutkan ceritanya .

“Namun semua memang sudah terlambat, dia mengalami kecelakaan, eomma jiyeon meninggal .Tidak ada yang tersisa untuk appa . Minho appa akui memang bersalah, appa minta maaf . ” ucap appa Minho Choi Siwon.

“Aku mengerti appa , tapi kurasa aku belum bisa. Maaf appa.” Ucap Minho dingin. Minho berdiri beranjak meninggalkan appanya

“Minho…..”

Minho kembali menghentikan langkahnya ketika appanya kembali berbicara

“Minho, appa mohon jangan limpahkan kesalahan ini kepada Jiyeon. Kamu tahu bukan Jiyeon sudah menderita akibat kecelakaan yang ia alami 5 tahun lalu.” Ucap appa Minho mengingatkan.

“Aku tahu appa tapi aku butuh proses. Ucap Minho mengakhiri pembicaraan meninggalkan Appanya .

End flashback

Sementara itu Jiyeon masih saja setia menangis dipelukan Kai.

“Ji sudahlah , jangan menangis lagi aku mohon.”Ucap Kai menenangkan

“Kai, wae wae . apa salahku? Kenapa Minho begitu membenciku? Hiks hiks hiks.”

“Minho pasti memiliki alasan sabar Ji.”

“Kai,…” Ucap Jiyeon menangis dan terlelap dalam pelukan Kai.

Kai yang melihat Jiyeon begitu rapuh membuatnya menderita. Ia sangat mencintai Jiyeon, dalam benaknya ia ingin sekali kembali ke masa –masa saat ia dapat lebih tegas dalam mengambil keputusan dan yakin untuk lebih memilih Jiyeon dari pada keluarganya. Sehingga mungkin ini semua tidak akan menjadi rumit. Jika saat itu ia memilih jIyeon dari pada keluarganya mungkin jIyeon tidak akan mengalami kecelakaan dan menjadi hilang ingatan.

“Ji kumohon bersemangatlah.” Gumam Kai setelah menidurkan Jiyeon di atas kasur empuknya dan menyelimuti tubuh mungil jiyeon .

Kai pun menuruni tangga rumah Jiyeon, saat tiba di anak tangga terakhir ia bertemu dengan appa Jiyeon.

“Anyeong paman.” Salam Kai

“Ne Kai, Jiyeon sudah tidur?”

“Ne paman”

“Kai bisakah kita mengobrol sebentar?” Tanya appa Jiyeon sambil menuntun Kai menuju ruang keluarga.

“Kai terima kasih karena kamu masih mau menjadi sahabat Jiyeon.”

“Ne paman.”

“Kai, kamu tahukan Jiyeon pernah mengalami kecelakaan dan dirawat di Rumah sakit Seoul?”

“Ne paman, saya tahu dari appa.”

“Saat paman melihat Jiyeon terbaring di rumah sakit dan ia sangat ketakutan karena ia tidak mengenal siapapun dan dia benar – benar merasa asing dengan kami paman benar –benar takut dan tidak sanggup melihatnya. Lalu dua hari kemudian seusai terapi dia seperti mayat hidup. Kata dokter yang merawatnya dia tertekan akan kenangan yang selalu berputar dan membuatnya merasa bersalah. Paman tahu Jiyeon pasti tertekan sebab karenanya eommanya meninggal. Paman tidak pernah sedetikpun menyalahkan Jiyeon sebab paman tahu tae hae pasti akan berfikir sama jika paman berada di posisinya untuk dapat menyelamatkannya dengan cara menggantikan nyawanya. Jiyeon semenjak itu menjadi pemurung ia benar – benar bungkam.

Ucap appa Jiyeon menjelaskan .

“Saya mengerti paman, saya harap paman dapat bersabar”

“Ne Kai, semenjak itu pula ia tidak dapat mengingat bagaimana rupa eommanya, dan iapun telah melupakan kenangan bersama kami. Selanjutnya Minho datang memberi harapan bagi paman , ia membuat Jiyeon mau untuk membuka lembaran baru namun dengan cara yang berbeda. Minho membuat Jiyeon melupakan Jati dirinya. Paman maklumi itu dan saat itu pula paman tahu jika Choi Siwon adalah appa Minho . Paman memang telah mengetahui bagaimana kisah Siwon dengan Tae hae dan bagaimana dampaknya bagi keluarga Choi. Tae hae pernah mengaku bersalah saat ia pernah membongkar rahasianya jika ia memang mencintai Siwon dari dulu hingga ia meninggal di malam sebelum dia mengalami kecelakaan itu dan ia sempat menjalani hubungan terlarang. Paman sangat maklum akan hal itu karena paman tahu

ketika paman berusaha untuk menjalin kisah dengan Tae hae ia menolak dengan tegas dan perlu usaha lama ketika ia mau untuk membuka hatinya untuk paman. Paman menyesal tidak dapat menjaga keluarga paman dengan sangat baik. Dan paman minta maaf semenjak itu pula ia tidak dapat mengingat kebersamaan kalian.Padahal saat bersahabat dengan mu paman melihatnya sangat gembira. Jiyeon benar – benar telah melupakan semuanya terutama kenangan buruknya saat eommanya mengalami kecelakaan karena dirinya. Kai, Jiyeon memerlukanmu lagi seperti dulu agar dapat kembali ceria seperti dulu. Kumohon jaga Jiyeon , paman menitipkannya kepadamu.” Ucap appa Jiyeon menjelaskan dalam kesabarannya memendam rasa sedih yang telah ia simpan cukup lama.

“Baik paman, saya akan berusaha.” Jawab Kai tegas.

“Dan satu lagi, Kai tolong kamu tutupi semua rahasia yang ada jika Jiyeon berusaha mengingat kenangan buruk tersebut.” Appa Jiyeon mengingatkan

“Ne paman.”sahut Kai mantap

“Hiks hiks hiks” tanpa mereka berdua sadari Seorang yeoja telah menangis mendengar kenyataan ini.

END CHAPTER

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] LOYAL Chapter 7.4

  1. Jiy~ yg sabar ne.

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s