Namitsutiti

[FF Freelance] LOYAL Chapter 7.2

Leave a comment


untitled

LOYAL 7.2

SECREET REVEALD 1

“Dongsaeng”

Diingatkan kembali para chingu ini juga banyak flasbacknya sabar ya

Chapter 7.2

“Ji kamu telah melanggar apa yang pernah kamu janjikan kepadaku.”

“Kamu benar-benar jahat Ji.”

Ucap minho yang saat ini sedang berbaring lemah mengingat masa lalu yang kembali berputar di pikirannya.

FLASBACK ON

Jiyeon, Kai, dan Minho kecil berada di depan kamar sebuah rumah sakit Seoul milik appa Kai

“Bagaimana keadaan anak saya dok?” Tanya Appa Minho kepada Uisa

“Tenanglah pak, saya akan selalu berusaha yang terbaik dan tetaplah berdoa .” Ucap uisa itu menenangkan

Sementara itu Minho kecil ia tertunduk menatap lantai rumah sakit ini dengan pandangan yang sulit diartikan .

“Minho sudahlah jangan bersedih.” Ucap Kai kecil sambil menepuk bahu Minho pelan

Namun Minho kecil , ia tidak bergeming, ia tetap menatap lantai putih ini

Appa Minho pun diam terduduk dan terlihat menahan tangis di bangku rumah sakit Seoul ini.

Loyal, will you stay with me(forever)?

“Gomawo Kai kamu sudah mau mengantarku pulang.” Ucap Jiyeon kecil sambil menutup pintu mobilnya

“Ne, seharusnya kamu berterima kasih kepada appaku.” Ucap Kai bangga

“Ne tuan Kim gomawo.” Ucapnya kembali dengan sopan

“Ne Jiyeonii.” Jangan sungkan balas Appa Kai

“Anyeong Jiyeon.” Ucap Kai kecil seraya menutup kaca mobilnya

“Ne.”

Kai saat ini sudah berbaikan dengan appa dan eommanya, mereka telah menyelesaikan kesalah pahaman yang ada. Bagaimana bisa? Tentu saja itu Karena Kai yang menceritakan masalahnya saat ia kabur dari rumahnya dan iapun menginap ke rumah Jiyeon.Saat itu appa dan eomma Kai sangat khawatir sehingga mereka berjanji untuk saling memaafkan dan menghentikan pertengkaran yang terjadi demi Kai. Sudah 3 bulan Jiyeon kecil berteman akrab dengan Kai kecil, dan sekarang Jiyeon baru tahu jika Minho sahabatnya memiliki masalah yang rumit yakni dongsaengnya yang memiliki penyakit parah .Jiyeon sungguh heran sebab Minho tidak pernah menampakkannya , perasaan sedih atau dukanya ia selalu riang dan gembira hanya jika tiap hari sabtu ia selalu pergi ke suatu tempat.

Loyal, will you stay with me(forever)?

“Minho lebih baik kamu istirahat , pulanglah biar appa saja yang menjaga dongsaengmu”.Perintah Appa Minho

“Jebal appa aku tidak bisa meninggalkan Myungso.” Ucap Minho kecil memohon sambil menatap kosong kearahan pintu kamar dongsaengnya

“Minho appa tidak ingin kamu sakit, sekarang pulanglah appa akan menunggu Myungso.

Keumenhae minho appa hanya memilikimu dan myungso saja, tidak ada yang lain.” Ucap appa Minho sambil menangis dan memeluk anak tertuanya.

“Ne appa.” Ucap Minho kecil terpaksa

Eomma bahkan ketika anakmu sakit, kamu tidak peduli ?Batin Minho kecil yang masih menatap kosong kamar dongsaengnya.

Loyal, will you stay with me(forever)?

“Pletak”

“Yak Kai kenapa selalu meminjam buku Prku sih.” Ucap Jiyeon kecil marah dan menjitak kepala Kai

“Appo Ji, Kamu ini kasar sekali sih. Uh apa jika aku tidak bersamamu kamu akan bersikap begini?” Kai kecil berdecak kesal sambil mengusap kepalanya yang baru saja dijitak Jiyeon

“Ne” Ucap Jiyeon kecil menantang

“Wah hati –hati namja bakalan illfeel sama kamu chagi.” Ejek Kai kecil

“Kau……”

Sebelum Jiyeon melanjutkan perkataanya ia tidak sengaja melihat bangku Minho yang masih kosong, dimana dia? Batin Jiyeon

Eh Minho eodiseo?” Tanya Jiyeon seraya menatap bangku kosong milik Minho

“Minho dia tidak berangkat, dia ada di rumah sedang tidur?Kata Bibi Hun dia izin” Balas Kai sambil masih sibuk menyalin PR milik Jiyeon

“Eoh, apa kita bisa menjenguknya?” Tanya Jiyeon kembali

“Sure, Jiyeonni .”

Loyal, will you stay with me(forever)?

“Bi, Minho eodiseo?” Tanya Kai kepada pelayan Han

“Minho ada di kamarnya tuan Kai, silahkan anda ke kamarnya saja.”

“Ji , kajja.”

“Kret” suara pintu kamar minho dibuka oleh dua orang anak kecil

“Sst Ji .” Bisik Kai dan berjalan berjinjit menghampiri sahabatnya Minho

“Yak Minho palli bangun ini sudah siang.” Jerit Kai keras tepat di kuping Minho

“Yak, Kai mati Kau.” Ucap Minho kaget dan melempar Kai dengan bantal yang ada di dekat Minho

Peperangan pun tak terhindarkan diantara kedua namja kecil ini. Benar mereka melakukan perang bantal dan guling . Sementara itu Jiyeon yang berdiri menghindar di pinggir arena(kasur) tepatnya di sudut ruangan pun terkena imbasnya.

“Pluk.” Bantal yang dilemparkan Kai dengan sengaja berhasil mengenai kepala Jiyeon

“Kai .” Teriak Jiyeon dan kemudian melempar kembali bantal tadi

“Yah Jiyeonni, aku tadi tidak terlaru keras meleparnya.” Rengek Kai kecil

Akhirnya mereka bertigapun bermain perang bantal bersama .

“Hosh- hosh –hosh, sudah aku capek aku mandi dulu ne?” Ucap minho bergegas ke kamar mandi

“Ne” Ucap Kami (Kai dan Jiyeon)serempak

Jiyeon meneliti setiap barang yang ada di kamar Minho dan ada satu yang mengganjal baginya , yakni saat melihat bingkai foto yang terpasang rapi di dinding kamar Minho. Kenapa hanya ada foto Minho , appa dan dongsaengnya? Dimana foto eommanya? Batin Jiyeon

“Eh Kai, aku boleh bertanya?” Tanya Jiyeon pelan

“Ne?”

“Eh, Sepertinya ada yang kurang saat aku melihat deretan bingkai foto yang tertata di di dinding kamar ini?”

“ Maksudmu eomma Minho?” Kai bertanya balik

“Ne.”

“Aku hanya bercerita ini kepadamu tapi kamu harus merahasiakannya ya?” Ucap Kai tidak kalah pelannya

“Em.”

“Eomma Minho sudah pergi jauh.”

“Maksudmu ? meninggal?”

“Bukan, ia pergi dengan lelaki lain itu yang aku dengar dari kabar burung yang beredar.” Ucap Kai menjawab rasa penasaranku.

Aku hanya dapat mengiyakan semua ucapan Kai, Minho benar- benar malang eommanya pergi dengan lelaki lain dan sekarang dongsaengnya sedang sakit?

Loyal, will you stay with me(forever)?

Kai Pov

Inilah kami, duduk terdiam menanti di depan kamar pasien kembali. Benar saat ini dongsaengnya Minho mengalami keadaan koma, sehingga kami menemani Minho menunggui dongsaengnya . Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, namun aku lihat Minho berdiri masih setia menunggu di balik pintu dengan kaca bening berukuran 10 x 10 demi mendapatkan kabar akan pemeriksaan kepada dongsaengnya.

“Kring-kring.” Bunyi handponeku terdengar

“Yobseoso appa?” Tanyaku lewat barang elektronik ini

“Ne appa , aku ke sana.”

“Paman,Minho, Jiyeon aku pergi sebentar ya.” Aku pun bergegas pergi meninggalkan Jiyeon ,Minho , dan appa Minho dengan terburu- buru

Kai Pov end

Kai tidak sadar jika jiyeon mengikuti tindakannya yang terkesan terburu –buru dan dirahasiakan.

Saat Kai telah ada di depan ruangan appanya Jiyeon melihatnya sedang membicarakan hal yang serius dengan appa Kai yang baru saja mengobrol dengan Suster.

“Appa secepat inikah?”Tanya Kai kepada appanya

“Ne Kai, kau sudah memberitahu Minho atau Jiyeon”Jawab appa Kai

“Aku belum sempat appa.”

“Kai sebaiknya kamu segera memberitahunya, besok pagi kita harus mengejar pesawat Kai” Ucap Appa KAI mengakhiri percakapan

“Kai kamu akan pergi Ke mana?” Ucap Jiyeon tanpa sadar

“JI?”

Kai Pov

Setelah aku berpamitan , aku pun segera berlari menuju ke ruangan appaku. Aku melihat appaku baru saja berbicara dengan suster di depan ruangannya.

“Appa secepat inikah?” ucapku to the point

“Ne Kai, kau sudah memberitahu Minho atau Jiyeon”

“Aku belum sempat appa.”

“Kai sebaiknya kamu segera memberitahunya, besok pagi kita harus mengejar pesawat Kai” Ucap Appa KAI mengakhiri percakapan

“Kai kamu akan pergi Ke mana?” Ucap Jiyeon yang tiba- tiba menampakkan dirinya di depanku

“JI?” Ucapku tanpa sadar

Dan aku lihat ia berbalik dan berlari menjauhiku.

Aku yang hendak mengejarnya tapi tanganku ditahan oleh tangan appaku.”Kai sudahlah biarkan dia menenangkan dirinya. Kajja kita bersiap dan ingat Kai kau sudah berjanji untuk ikut kami ke Jepang.” Ucap appaku tegas

Kai pov end

Loyal, will you stay with me(forever)?

“ Penerbangan tujuan Tokyo -Jepang akan segera lepas landas, silahkan para penumpang bersiap di gate 5B.”

“Kai kajja”

“ Ne eomma”

Kai tidak tenang ia berusaha menelfon Jiyeon tapi, selalu saja panggilannya teralihkan kepada kotak suara.

“Jebal Ji angkat” gumam Kai pelan

“Adik, mohon matikan handpone nya.” Ucap pramugari yang menyadari jika Kai sedang berusaha menelpon seseorang

“Ah ne, sebentar saya ingin meng sms teman saya.” Ucap Kai

To Jiyeonni

Ji jika memang ini adalah bentuk perpisahan yang kau inginkan aku rela, aku harap kau bisa tetap terus tertawa. Dan satu lagi…..

Ji aku titip Minho ya? dia saat ini sedang rapuh, kamu harus selalu berada di sampingnya ya

?sampai ia pulih .Janji adalah janji Jiyeonni

Send

To Minho

Minho aku harap kamu tetap bersemangat dalam kehidupanmu ya?

Aku pergi, maaf tidak bisa menemanimu di saat- saat beratmu

Pesan terakhirku tolong Jaga Jiyeon ne?

Send

Setelah mengetik beberapa kalimat Kai mematikan handpone nya pasrah.

Kai pun menyerahkan tiketnya dan memasukki gate keberangkatannya.

“ Good bye Jiyeonni.” Gumam Kai seraya melangkahkan kakinya berat

Selang beberapa waktu saat pesawat Kai lepas landas Jiyeon datang namun Jiyeon sadar ia telah terlambat , ia pun menangis melihat jendela besar yang menampakkan pesawat yang ditumpangi oleh Kai telah terbang.

“Ping” bunyi Hpnya terdengar dan ia membaca pesannya dari sahabatnya yang telah pergi sangat jauh

From Khamjjong

Ji jika memang ini adalah bentuk perpisahan yang kau inginkan aku rela, aku harap kau bisa tetap terus tertawa. Dan satu lagi…..

Ji aku titip Minho ya? dia saat ini sedang rapuh, kamu harus selalu berada di sampingnya ya ?sampai ia pulih .Janji adalah janji Jiyeonni

Salam Khamjjong

Send

“Ne Kai pabbo, kenapa kamu tidak menungguku?”Jiyeon bergumam

Loyal, will you stay with me(forever)?

Jiyeon pov

“Tuan Choi kami turut berduka cita.”

Terdengar ucapan bela sungkawa dari relasi Tuan Choi appa Minho

Tentu kami semua di sini terdiam menatap nisan yang bertuliskan nama

Tidur dengan damai

Choi Myungso

1998-2006

Dongsaengnya minho telah meninggalkan kami untuk selamanya.

“Apakah Tuhan ini adil?” Minho berteriak di depan nisan dongsaengnya sambil bersimbah terduduk lemas di atas tanah .Dan appa minho pun memeluknya kuat . Aku rasa beban mereka terlalu banyak.

Loyal, will you stay with me(forever)?

Jiyeon pov

“Choi Minho ? Choi minho?” Saem Suho memanggil untuk mengabsen satu persatu muridnya

“Minho tidak berangkat saem.”

Sudah 3 hari lebih minho tidak berangkat sekolah, aku rasa dia benar- benar sedang terpuruk . Baiklah Ji kau harus menghiburnya, minho adalah sahabat Kai jadi ia adalah sahabatmu juga okey!!!

Sepulang sekolah aku putuskan untuk pergi ke rumah minho. Aku di persilahkan masuk ke dalam kamar nya. Saat aku melihat ke dalam , aku benar-benar kaget kamar minho sangat berantakan bingkai foto yang tertata rapi telah pecah dan berserakan di lantai kamar minho.

Aku memberanikan diri untuk menghampirinya yang meringkuk di balik selimutnya.

“Minho?” Ucapku

Dia menyikap selimutnya dan menatapku tajam

“pergi kau” ucapnya

“ minho aku hanya…”

Sebelum aku menyelesaikan kalimatku ia menyanggah

“Kau sama saja dengannya pergi di saat kami membutuhkan, yeoja memang sama” ucapnya sengit

“Tapi minho….”

“Kamu tahu aku menerimamu karena Kai , sekarang Kai tidak ada aku tidak perduli”

“Tapi minho kita chingu ne?”

“Anni , Kau bukan temanku . Pergi sana!!!” teriak minho

“Minho aku…”

“Kha palli, kha palli “

Aku tidak habis pikir, Minho ternyata benar-benar rapuh. Kata Bibi Han Minho tidak ingin makan selama beberapa hari. Ia senantiasa mengurung diri di kamarnya.

Apa yang bisa aku lakukan untuk membantunya .

Ji aku titip Minho ya? dia saat ini sedang rapuh, kamu harus selalu berada di sampingnya ya ?sampai ia pulih .Janji adalah janji Jiyeonni.

Aku teringat pesan Kai tempo hari, Kai apa yang harus aku lakukan??

“Ehm, apa aku harus melakukan nya?”

Jiyeon pov end

Loyal, will you stay with me(forever)?

Minho pov

Kamar di suatu Rumah sakit

“Prank” terdengar suara piring pecah di kamar rawat rumah sakit seoul

“Minho ada apa denganmu?” bentak tuan choi yang tidak tahan akan kelakuan anaknya ini

“Aku benci.” Ucapku karena aku telah muak akan semua kutukan yang Tuhan berikan

“Minho jangan seperti ini appa hanya memilikimu seorang”

Aku hanya menatap kosong dinding kamarku yang bercat putih bersih dan kemudian menutupi diriku dengan selimut

“Minho appa pergi dulu, appa harap kamu bisa menerima kenyataan.” Ucap appa tegas

Aku hanya terdiam mendengarderap langkahnya meninggalkanku sendiri di kamar rumah

sakit sialan ini.

“Kret .” pintu kamarku terbuka dan Jiyeon menampakkan dirinya berdiri menatapku nanar

“Aku bilang pergi!!!” bentak ku saat melihat Jiyeon di hadapanku

Kenapa yeoja ini? ia sungguh tangguh ingin sekalikah ia berteman denganku? Batinku

“Minho, aku hanya ingin bertanya apa kamu kesepian? Gugup Jiyeon memandangku takut

“Kenapa kamu bertanya? Hah makhluk sepertimu semua sama!!!”Bentakku kembali

“Minho.” Ucap Jiyeon pelan dan iapun memberanikan diri melangkah mendekati nakas di samping kasur ku ini.

“Mau apa dia?”Kembali aku membatin

Lalu Ia mengambil suatu benda yang tajam dan

“Apa yang kamu lakukan???” Bentak ku dan menyambar gunting yang dipegang Jiyeon

“Aku, aku hanya ingin berteman denganmu Minho.” Jiyeon menangis sambil menunduk takut menatap mata ku yang tajam setelah ia menggunting rambut panjangnya yang terbiilang sangat indah.

“Dan aku berjanji aku akan menjadi sahabatmu , anni dongsaengmu Minho….” Jiyeon masih terisak dan mengacungkan kelingking nya padaku, terlihat sekali jika badannya bergetar

“Pabboya.” Aku membalas mengaitkan kelingking tangannya kemudian memeluk Jiyeon dan mengusap kepalanya .

“Mulai sekarang kamu adalah dongsaengku yang cantik.” Batin ku dan tersenyum

Minho pov end

END FLASHBACK

“Apakah ini akhir dari hubungan kita???” Gumam minho dan menatap nanar wajahnya di pantulan cermin yang terbilang sangat besar!!!

Dan ditempat yang lain pula diwaktu yang sama

“Minho…hiks hiks hiks hiks…mianne aku melanggar janji itu..” Jiyeon menangis mengenang kembali masa indahnya bersama minho.

Mianne chingu untuk part selanjutnya(7.3 ) pun akan terisi banyak flashback sebab aku ingin membongkar semua misteri yang ada….gomawo…RCL YA

Part 7.3 teaser

Minho yang kaget atas perlakuan yang diterimanya dari eomma yang ia sangat sayangi , iapun berusaha menyusul eommanya untuk mencari tahu ada apa sebenarnya?? Apa yang terjadi ?

“Duak…… dentuman keras terdengar seseorang telah tertabrak.”

Omo

Omo teriak orang yang berlalu lalang

“Em, mian Minho aku….. .”

“Jiyeon apakah janjimu itu sudah tidak berlaku?” Sambar Minho tetap terkesan dingin.

“Minho .” ucap Jiyeon seraya melepaskan tangan Minho

Minho aku rasa semua hanya salah paham.” Ucap Tuan Kim panjang lebar

Lalu siapa teman wanita appaku?

Kamu tentu mengenalnya ia adalah eomma………..

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s