Namitsutiti

[FF Freelance] LOYAL Chapter 7.1

Leave a comment


untitled

LOYAL 7.1

KAI LOVERS

 

Diingatkan kembali

Maaf untuk chapter 7 ini kebanyakan berisi flashback harap dimaklumi.

FLAS BACK ON

Seoul Elementary School

“Yak yeoja sok cantik rasakan ini.” Ucap Jieun salah satu yeoja dari keempat yeoja yang sedang menjambak rambut yeoja tersebut dengan kasar.

“Ini juga ‘byur’ ” air di siram ke badan yeoja cantik itu. Oleh Yo arra

“Bagus Arra ah.” Ucap Minyoo dan membuat tawa mereka pecah

“Hei murid baru, lain kali jangan menampilkan wajah sok manjamu itu bisa tidak ? Benar- benar memuakkan tahu ” Bentak yeoja berkulit hitam dari kelima yeoja tadi Hyorin

“Atau mukamu ingin aku gores dengan pensil ini??” Ancam Jieun kembali

Kelima yeoja itu dengan sadis merobek buku-buku yeoja itu, menginjak jepit rambutnya dan membuang jaket dan tas yeoja yang sedang dibully ke tong sampah serta tidak lupa menyiramnya dengan air dingin ke badan yeoja tadi.

Namun yeoja yang di bully yang merupakan Siswa baru di bangku kelas 4 sd Seoul hanya diam tidak membalas atau membantahnya, kejadian ini sudah sering ia terima. Sehingga membuatnya harus berpindah-pindah sekolah. Ia bisa saja membalas mereka dengan jurus taekwondonya tapi ia tahan , karena ia menetapkan hatinya untuk bertahan di sekolah ini karena apa ia tidak ingin lagi merepotkan keluarganya. Sudah sering ia berpindah – pindah sekolah dan ini yang ke 7 kalinya.

“Hei apa yang kalian lakukan” terdengar seorang namja berteriak karena melihat kejadian pembully-an ini .

“Ah Kim Jongin.” Kaget mereka berlima dan kelima yeoja tadipun segera pergi meninggalkan Kai dan yeoja yang sedang di bully ini .

“Gwechana?” Tanya Kai sambil membantu Jiyeon berdiri

Jiyeon menolak bantuan dan tidak membalas pertanyaan Kai ia terburu-buru memunguti barang –barangnya yang berserakan di lantai dan yang dibuang ke dalam tong sampah. Selanjutnya ia bergegas meninggalkan Kai tanpa berpamitan.

Kai terdiam menatap kepergian Jiyeon ,

“Kai kamu sedang apa?” Pertanyaan Minho sukses membuatnya tersadar

“Ne Minho, tidak sedang melakukan apapun. Kamu ingin pulang?”

“Ya tentu saja aku ingin menemui dongsaengku.”

“Oh benarkah , aku boleh ikut? Aku kangen bermain dengan Myungso.” Tanya Kai kepada Minho

“Shirreo, kamu terlalu berisik dongsaengku perlu ketenangan. Mian lain kali saja ya ? bye chingu.” Tolak Minho seraya berlari menjauh

“Huh sahabat macam apa kamu Minho, sungguh pelit sekali.” Teriak Kai sebal

Loyal, will you stay with me(forever)?

Kediaman keluarga Kai

“Bisakah kamu menghargaiku ? aku perlu berteman.” Teriak wanita paruh baya

“Kamu berteman? Tidak salah kamu selingkuh!!” Teriak pria yang merupakan suami wanita paruh baya itu

“Kenapa tiap malam selalu saja bertengkar aku benar –benar pusing, seharusnya tadi aku nekad ikut Minho saja kalau tahu begini.” Gumam Kai sambil mengunci pintunya rapat –rapat.

“Apa aku pergi saja ya? Tapi pergi kemana? inikan hari sabtu Minho pasti sedang sibuk menemani dongsaengnya.”

“Prang” terdengar suara pecahan gelas dan piring yang terdengar dari balik pintu kamar Kai

“Sampai kapan ini akan berakhir.” Ucap Kai pasrah sambil memasang headsetnya dan memutar lagu beast Breathe cukup keras selanjutnya ia pun terlelap .

Pagi hari

“Mau kemana kamu? Ini hari minggu.” Ucap Eomma Kai yang sedang duduk di sofa kepada Appa Kai

“Ini bukan urusanmu, urusi saja pacar gelapmu.” Ucap Appa Kai cukup keras

“Sudah kukatakan berapa kali , aku tidak punya simpanan sepertimu.” Ucap eomma Kai menghampiri appa Kai yang berdiri di pintu bersiap pergi .

Kai yang memang telah terbangun , karena tidak tahan lagi ia menghampiri kedua orang tuanya.

“Appa hentikan” Bentak Kai cukup keras seraya berlari kearah mereka

“Yak ini didikanmu bukan? Lihat sekarang ia berani membentakku.” Ucap appa Kai tidak terima

“Dia tahu kamu memang bejat.” Ucap eomma Kai tidak terima

“Plak” terdengar tamparan , appa Kai memukul eomma Kai cukup keras

“Appa, kau gila” ucap Kai seraya memegang tangan appanya namun karena tubuh kecil Kai yang tidak kuat menahan tangan appanya ia terpental

Appa Kai pun pergi meninggalkan mereka berdua

Eomma Kai hanya menangis keras dan pergi menuju kamarnya

“Untuk apa sih ikatan pernikahan tapi tidak dapat dipertahankan.” desis Kai pelan dan iapun pergi kearah kamar mandi , selanjutnya ia segera pergi dari kediamannya .

“Ah aku ingin kemana? Benar- benar tidak ada tempat tujuan .” Gumam Kai seraya berjalan kemudian ia berhenti di sebuah taman dekat rumahnya

Ia pun duduk di ayunan dan bermain selayaknya anak kecil “ah lapar” gumam Kai

“Eomma ayok cepat aku ingin bermain ayunan di taman ini” Ucap seorang yeoja kecil yang terdengar oleh kuping Kai tanpa sengaja.

“Chagi , jangan berlari nanti kamu jatuh”

“Ah eomma –

Jiyeon menghentikan kalimatnya karena ia mendapati Kai yang duduk di atas ayunan memandangnya.

“ Ji ada apa ?” Tanya eomma Jiyeon

“Wah ada namja cute disini rupanya anyeong.” Salam eomma Jiyeon ramah kepada Kai saat mendapati anaknya melihat kearah Kai gugup

“Anyeong Jiyeon dan ajjuhuma .” Balas Kai sopan

“Ji ini temanmu?” Tanya eomma Jiyeon

“Iya ajjuhuma saya temannya Jiyeon.” Ucap Kai santai

Jiyeon Pov

Kai ada di sini, aduh bagaimana ini? apakah dia akan melaporkan apa yang terjadi kemarin?

Sementara itu aku lihat eomma berbicara akrab dengan Kai huh bagaimana ini? batinku,

“Eoh Ji jangan diam saja katanya ingin bermain kajja, eomma mendudukkan ku di ayunan bersebelahan dengan ayunan Kai.”

“Ne eomma.”

Eomma pun mendorong ayunanku

Tak berapa lama kemudian

“Kring-kring terdengar ponsel eomma berbunyi.” Aku rasa itu appa.

Sementara eomma mengangkat telepon aku mengedarkan pandangan kearah lain takut melihat Kai.

“Ehem” terdengar seseorang berdehem, aku rasa itu Kai batinku

Baiklah aku harus berani. Akhirnya aku mengarahkan pandanganku ke samping kananku Kai

“Waeyo?” Ucapku gugup

“Buahahahaha kamu lucu sekali .Apa kamu takut aku tidak akan mengatakan apa yang terjadi kemarin kepada eommamu, tenang saja otthe?” Balas Kai santai

Orang ini sungguh blak-blakan apa benar ia berjanji tidak akan melaporkannya batinku kembali

“Kamu tidak percaya kepadaku?” Ucapnya kemudian karena melihatku berpikir

“Baiklah Kai aku akan coba percaya dengan mu.”Jawabku

“Otthe” Ucapnya seraya mengacungkan kelingking tangan kanannya kepadaku

“Ah ne.” ucapku seraya menyambut kelingking tangannya canggung

“Ne aku berjanji kepadamu jiyeonni. Baiklah mari aku bantu mendorong ayunanmu.”

Jiyeon pov end

Kai pov

“Ne aku berjanji kepadamu jiyeonni. Baiklah mari aku bantu mendorong ayunanmu.” Ucapku meyakinkannya dan mencoba berteman dengannya , aku rasa dia memang membutuhkan teman.

Sesaat kami telah menikmati permainan kami terdengar eomma Jiyeon yang memanggil Jiyeon

“Ji ayo kita pulang chagi.”

“Oh ne eomma, Kai aku pamit pulang ya anyeong”Ucap Jiyeon santai dan berlari kearah eommanya

Yah aku rasa hari ini aku akan sendirian lagi, akupun duduk kembali ke ayunanku dan ah rasa lapar yang sempat aku lupakan menjalar kembali, sebaiknya aku pergi ke minimarket. Sebelum aku beranjak dari ayunan terdengar suara seseorang yang memanggilku.

“Kai, kai.” Eh suara siapa itu aku mencari seseorang yang memanggilku

“Jiyeon, kenapa ia kembali lagi” gumamku

“Hosh hosh hosh. Ini untukmu.” Ucapnya sambil menyodorkan kotak makanan

“Eh, apa ini?” Tanyaku

“Ini bekal yang aku bawa tadi, tapi sepertinya aku tidak bisa makan siang di sini aku akan makan bersama appa dan eommaku. Em mian kalau rasanya tidak terlalu enak ini buatanku dan eommaku . Dan ini ia mencari sesuatu di tas kecil yang ia bawa.

“Ini untuk luka di pipi dan lenganmu .” Ucapnya seraya menempelkan plester ke pipiku dan selanjutnya lengan kananku.

“Au .” pekikku ketika ia menempelkan plester tersebut

Eh aku terluka? kenapa ia sadar? padahal aku sendiri saja tidak.

Dan terakhir ia memberiku payung? Aku mengeryitkan dahiku .Heran dengan apa yang baru saja diberikan Jiyeon bukannya hari ini kan cerah?

Akupun mendongak ke arah langit

“Ahahahaha pasti kamu heran ya?” Tanya Jiyeon sambil tersenyum

“Ne , hari ini cerah Jiyeon.” Ucapku

“Kamu tahu bunga akan lebih berbau harum saat akan hujan ?”

“Ne?” tanyaku

“ahni, pasti kamu tidak mengerti. Ini untuk jaga-jaga saja , em baiklah aku pergi dulu anyeong Kai.” Ucapnya sambil berlari kecil

“Duar” suara petir menggema

Akupun mendongak keatas dan tetesan air dingin turun ke bawah membasahi wajahku , ya hujan- hujan mulai turun akupun menggunakan payung yang baru saja Jiyeon berikan .

“Yeoja yang menarik , aku rasa aku menyukainya.” gumamku

Kai pov end

END FLASHBACK

“Kai kenapa kamu tahu hari ini akan hujan?” Tanya jiyeon sambil merapatkan kemeja pinknya

“Karena ada seseorang yang pernah berkata bau bunga akan lebih harum saat akan hujan. Jiyeon melihat Kai tanpa tahu arti tatapan itu, merasa dirinya diperhatikan Kai hanya berpura –pura tertawa . Hahahaha, aniyo aku hanya berjaga-jaga membawa payung ini saja” Ucap Kai sambil menerawang ke depan.

“Kata-kata yang indah . Benarkah siapa yang mengajarimu ? aneh sekali Kai yang serampangan ini ternyata orang yang siap sedia ne??kekekeke” tawa Jiyeon renyah

“Ne terus saja tertawa” Ucap Kai sengit

Kai pov

Kami berjalaan di bawah rintikan hujan menuju mobil kesayanganku yang terparkir di halaman depan sekolah. Akupun mengantarkannya pulang menuju rumahnya. Saat diperjalanan.

“Kai?”

“Hem.”Gumamku

“Kai jangan bilang kepada siapapun ya kalau aku baru saja menangis.” Ucap Jiyeon pelan, Aku rasa dia malu karena baru saja menangis seharian ini.Batin Kai

“Ne aku janji.” Ucap ku seraya mengacungkan kelingking tangan kananku ini

“Ne kamu berjanji dan aku percaya.” Ucap Jiyeon ragu menyambut kelingking tanganku ini

Jiyeon aku rasa kamu sudah melupakanku???batin ku

END

Teas3r 7.2

“Ji kamu telah melanggar apa yang pernah kamu janjikan kepadaku.”

“Kamu benar-benar jahat Ji.”

“Jebal appa aku tidak bisa meninggalkan Myungso.” Ucap Minho sambil menatap kosong kearahan pintu kamar dongsaengnya

Eomma bahkan ketika anakmu sakit, kamu tidak peduli ?Batin Minho yang masih menatap kosong kamar dongsaengnya.

“Sst Ji .” Bisik Kai dan berjalan berjinjit menghampiri sahabatnya Minho

“Yak Minho palli bangun ini sudah siang.” Jerit Kai keras tepat di kuping Minho

“Yak, Kai mati Kau.” Ucap Minho kaget dan melempar Kai dengan bantal yang ada di dekat Minho

Aku yang hendak mengejarnya tapi tanganku ditahan oleh tangan appaku.”Kai sudahlah biarkan dia menenangkan dirinya. Kajja kita bersiap dan ingat Kai kau sudah berjanji untuk ikut kami ke Jepang.” Ucap appaku tegas

Ji jika memang ini adalah bentuk perpisahan yang kau inginkan aku rela, aku harap kau bisa tetap terus tertawa. Dan satu lagi…..

Salam Khamjjong

Send

“Apakah ini akhir dari hubungan kita???” Gumam minho dan menatap nanar wajahnya di pantulan cermin yang terbilang sangat besar!!!

Sekian teaser part 7.2.

Keep rcl

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s