Namitsutiti

[FF Freelance] A Confuse Love Story Chapter 7

Leave a comment


 

11158008_968134586541976_902804615_n

Author  : engga punya nama * Irma Taehyungie *

Tittle : A Confuse Love Story

Cast : – Shin Eun Soo

  • Kim Taehyung
  • Jung Cho Ri
  • Park Jimin
  • Oh Sehun
  • All member BTS

Genre :  school, romance, love

Length : Chapter

Warning : Ini FF perdana saya jadi kalau banyak typo dan engga nge-feel maapin saya mungkin saya masih hilap 😀

 

Ayoooo aku mau bilangin nih untuk part selanjutnya yang aku tag bukan Cuma yang bilang next doang, tapi yang mbangkitin semangat authornya untuk melanjutkan, intinya paling bawel udah gitu aja. So, untuk yang mau di tag coment yang paling bawel, engga usah panjang yang penting bisa membuat authornya semangat. Apaan ini -_- sekian, salam ALIEN 😀

~~~ Happy Reading ~~~

 

PART SEBELUMNYA

Kasian kau Eun Soo baru merasakan V memperhatikanm, mendekatimu, akhirnya kau merasakan paitnya tersakiti karena V. Mianhe aku tak bisa menjagamu seperti janji kita dulu, Soongie-ah. Tapi, setelah ini aku berjanji akan menjagamu. Dan seharian ini kau terlihat murung, bersedih, aku berjanji akan menghiburmu. Batin Jimin. Setelah dirasa sudah tertidur, Jimin membenarkan posisi tidur Eun Soo. Setelah Jimin membenarkan posisi tidur Eun Soo, Jimin pergi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri Jimin memutuskan utnuk tidur di sebelah Eun Soo, karena dia berfikir jika Eun Soo terbangun dia akan histeris lagi, bisa panjang lagi urusannya.

PART 7

 

** Pagi Hari **

 

Apakah Eun Soo belum terbangun juga? Ini memang masih terlalu pagi sih, tapi bukankah cewe tidak baik kalau bangun terlalu siang? Batin Jimin. Karena Jimin merasa janggal pada hatinya, akhirnya dia menghampiri kamar Eun Soo. Dan dilihatnya Eun Soo yang masih asyik tertidur.

 

“Soongie-ah, bangun, nanti kau kesiangan.” Ucap Jimin dengan halus.

 

“nggh, Minnie-ah.” Ucap Eun Soo dengan nada yang masih terdengar mengantuk.

 

“Nde, Soongie-ah, kajja kau bangun lalu sarapan, nanti kau kesiangan lagi dan tak sempat sarapan.” Ucap Jimin.

 

“Minnie-ah, hiks. Aku kangen Eomma. Hiks.” Ucap Eun Soo dengan sedikit terisak.

 

“Ujilma Soongie-ah, nanti sehabis pulang sekolah kau akan ku antar kerumah sakit, nde?” jawab Jimin.

 

“Jinjja Minie-ah?” tanya Eun Soo. “tentu, aku tak mungkin melarangmu untuk menemui Ahjumma, itu kan Eomma mu, memang kau kira aku ibu tiri yang sedang menyandra anak tirinya?” tanya Jimin bergurau.

 

“Haha, iya kau terlihat seperti itu Minnie-ah.” Jawab Eun Soo meledek Jimin.

 

“Aish, Jinjja? Bukankah kau semalam tidur di pelukanku eoh?” goda Jimin.

 

“MWO? Aku tertidur di pelukanmu? It’s Not My Style Minnie-ah.” Elak Eun Soo.

 

“Aish anak ini, sudahlah kau mandi sanah, apa kau mau aku mandikan?” goda Jimin.

 

“Yaak! Dasar yadong kau PARK JIMIN! Keluar kau!” teriak Eun Soo.

 

“baiklah, kalau sudah selesai turun ne, akan ku buatkan kau makanan kesukaanmu.” Ucap Jimin.

 

“Nde, Minnie-ah.” Teriak Eun Soo dari kamar mandi.

 

** Ruang Makan **

 

“Minnie-ah, aku sudah siaaaaap!” teriak Eun Soo.

 

“Bisa tidak Soongie-ah kau tak berteriak? Ini masih pagi, jangan kau merusak kesegaran pagi hari ini karena teriakanmu.” Jawab Jimin.

 

“yaah, gitu aja marah dasar Minnie-ah jelek, pagi-pagi udah sensi, jangan jangan mau dateng bulan ya?” goda Eun Soo.

 

“Yaaa! Kau pikir aku yeoja heh?” balas Jimin. “haha, salah siapa pagi-pagi sensi, kajja kita makan, aku sudah lapar Minnie-ah.” Ucap Eun Soo dengan nada manja.

 

“sebentar Eun Soo, sebentar lagi.” Teriak Jimin dari dapur. Yap memang sedari tadi mereka saling berteriak.

 

5 menit kemudian

 

“tadaaaa! Sudah siap Eun Soo, Kimchi Bokkeumbap kesukaanmu!” ucap Jimin dengan riang.

 

“Woaaaah! Baunya harum Minnie-ah, apakah enak?” tanya Eun Soo ragu.

 

“YAK! Aku walaupun namja itu jago memasak!” sergah Jimin.

 

“nih kalau engga percaya aku suapin yah?” tawar Jimin.

 

“Hmm.” Jawab Eun Soo sambil mengangguk.

 

“Ini buka mulutmu.” Suruh Jimin.

 

“Mmm, Enak Minnie-ah, kalau begitu seterusnya bawakan aku masakanmu!” seru Eun Soo.

 

“baiklah! Cepat habiskan sarapan setelah itu kita berangkat.” Suruh Jimin.

 

“siap bos.” Balas Eun Soo seraya berhormat.

 

 

*saat akan berangkat*

“kau sudah selesai belum Soongie-ah? Kalau sudah kajja kita berangkat, aku tak mau terlambat lagi.” Teriak Jimin dari luar rumah Eun Soo.

 

“Sebentar Minnie-ah, aku sedang turun. Dan sebentar aku akan membenarkan tali sepatuku dulu. Ah iya aku lupa Minnie-ah, bisakah kau ambilkan ponselku di kamar? Hehe aku kelupaan, mian Minnie-ah.” Ucap Eun Soo dengan tampang polosnya.

 

“aish! Bocah ini, baiklah, tunggu dimobil kalau sudah selesai ne?” suruh Jimin.

 

“Oke, Minnie-ah.” Jawab Eun Soo

 

Saat sedang menunggu Jimin di mobil, Eun Soo melihat dari kaca spion seperti ada motor V. Apakah itu V? Tak mungkin Eun Soom dia sangat benci kepadamu Eun Soo jadi dia tak mungkin berada di depan rumahmu. Batin Eun Soo.

 

Tak lama setelah Eun Soo membatin tentang V, Jimin masuk kedalam mobil. “Ini ponselmu, kau ini teledor sekali sih.” Ucap Jimin.

 

Tapi Eun Soo masih sibuk dengan pikirannya. “Yak! Eun Soo kau mengapa melamun? Kau sakit eoh?” ucap Jimin panik.

 

“ani, Minnie-ah, aku seperti melihat motor yang biasa dibawa oleh V, dari spion ini saat aku sedang menunggumu.” Ucap Eun Soo.

 

“Mwo? V? Mana mungkin Eun Soo, sebaiknya kita berangkat dari pada terlambat, okey?” ucap Jimin mengalihkan topik.

 

“ Nde, Minnie-ah.” Ucap Eun Soo menurut.

 

** sekolah **

 

“Yaaaak! Minnie-ah tunggu! Awas saja kau kalau aku bisa menangkapmu, akan kuberi hukuman.” Teriak Eun Soo.

 

“silahkan kalau kau bisa Soongie-ah. Wleee.” Jawab Jimin meledek.

 

“Awas saja kau Park Jimin! Kunyuk nyebelin!” teriak Eun Soo.

 

“aku tak peduli Soongie-ah! Haha.” Jimin terus saja meledek Eun Soo.

 

Tiba-tiba….

 

BRUG.

 

“awwh, ssh. Appo.” Rintih Eun Soo. Saat sedang bergurau, Eun Soo merasa dirinya ditabrak dari belakang oleh seseorang. “soongie-ah, gwenchana? Mianhe.” Ucap Jimin bersedih.

 

“yaak! Kau kenapa minta maaf? Bukan kau yang membuatku jatuh.” Ucap Eun Soo.

 

“Nugu?” tanya Jimin.

 

“entah aku tak melihat wajahnya, tapi aku melihat hanya jaketnya saja.” Balas Eun Soo.

 

“ya sudah, tak apa. Mana yang sakit? Yaak! Lihat lututmu berdarah Soongie-ah.” Panik Jimin.

 

“Awwwh! Appo! Pabo!” teriak Eun Soo.

 

“aish, kau bisa berjalan?” tanya Jimin.

 

“Ani, nyeri sekali.” Ucap Eun Soo.

 

“ya sudah sini aku bantu, kajja berdiri.” Ucap Jimin.

 

Lalu eun Soo berdiri, dan Jimin langsung merangkulnya, dan membantu Eun Soo berjalan. Dan saat Eun Soo dibantu berjalan oleh Jimin, semua siswa-siswi menatap kearah mereka, terutama para yeoja. Ada juga yang berbisik tidak enak.

 

** Kelas **

 

“Cieee, Eun Soo dengan Jimin pagi-pagi sudah romantis sekali.” Ucap salah satu siswi dikelas Eun Soo dan Jimin.

 

“yaak! Kau ini bicara apa Hye Jin-ah, lagipula kami hanya teman.” Ucap Eun Soo dengan sewot.

 

“Jinjja? Tapi kenapa kalian layaknya pasangan?” tanya Hye Jin.

 

“yaak! Sudah kubilang aku hanya berteman dengan ..” ucap Eun Soo terpotong karena ada yang berteriak.

 

“Eun Soo! Ada apa dengan dirimu? Aku tak masuk sehari saja kau sudah membuatku cemas, dan tunggu kenapa kau dipapah oleh Jimin? Jangan-jangan..” teriak Cho.

 

“Yaaak Cho hentikan! Aku dan Jimin hanya teman, dan soal aku dipapah aku tadi terjatuh saat sedang mengejar Jimin.” Jawab Eun Soo dengan sewot.

 

“Kajja Minnie-ah kau antar aku ke bangku, kasian kau harus memapahku saat sedang diinterogasi oleh 2 orang kepo.” Ucap Eun Soo pada Jimin.

 

“baiklah, kajja.” Balas Jimin seraya memapah kembali Eun  Soo menuju bangkunya.

 

“Soongie-ah tunggu, aku akan membersihkan lukamu, karena jika tidak di-..” ucap Jimin terpotong.

 

“ya sudah jika kau mau membersihkan jangan banyak omong, kau cepat ke ruang kesehatan karena 30 menit lagi bel berbunyu.” Ucap Eun Soo.

 

“baiklah, dasar yeoja jika sedang sensi memang menakutkan.” Dumel Jimin seraya pergi.

 

“AKU MENDENGARNYA PARK JIMIN KUNYUK!” teriak Eun Soo.

 

**  ruang kesehatan **

 

Saat Jimin sedang mengambil keperluan untuk mengobati Eun Soo, Sehun juga masuk ke ruang kesehatan. “bukannya kau teman Eun Soo ya?” tanya Sehun.

 

“eh, iya sunbae.” Jawab Jimin seadanya.

 

“lalu kenapa kau disini? Dan obat-obatan itu untuk siapa?” tanya Sehun.

 

“ah ini, ini untuk Eun Soo, karena tadi saat sedang menuju kelas Eun Soo seperti ditabrak orang dari belakang sehingga dia terjatuh dan lututnya terluka.” Jelas Jimin.

 

“Mwo? Bolehkah aku ikut kekelas Eun Soo denganmu? Untuk melihat keadaan Eun Soo.” Pinta Sehun.

 

“tentu Sunbae, sepertinya juga dia senang karena kau sudah Eun Soo anggap Oppanya sendiri, pasti senang karena kau memperhatikannya.” Jawab Jimin.

 

** kelas **

 

“Soongie-ah, kajja kita bersihkan lukamu, dan lihatlah aku bawa siapa.” Teriak Jimin.

 

“Yaak! Dasar kunyuk bisa tidak kau tak usah berteriak! Eh, Sehun oppa, kenapa kau disini, bersama kunyuk satu ini?” tanya Eun Soo.

 

“Ah tadi kata Jimin kau terjatuh dan kakimu terluka, maka aku kesini untuk melihat keadaanmu.” Jawab Sehun.

 

“Awww! Sssh! Kunyuk kau niat mengobati tidak sih! Sakit tau.” Rintih Eun Soo.

 

“tentu! Tentu tidak! Karena aku marah padamu! Kau pada Oh  Seh sunbae halus, kenapa padaku kasar eoh! Aku tak ingat heh bahwa semalaaa…mmmph” belum selesai Jimin berucap Eun Soo sudah membungkam mulut Jimin.

 

“yaak! Kau mau mati eoh, jika semua tau kau semalam menginap tempatku bisa mati diruang BP kita! Paboya!” ucap Eun Soo berbisik.

 

“mianhe. Sudah ini Oh Seh sunbae kau saja yang mengobati Eun Soo aku sedang tidak mood berurusan dengan yeoja satu ini.” Ucap Jimin sambil memberikan obat-obatan.

 

“baiklah” jawab Sehun sambil mengambil obat dari tangan Jimin.

 

2 menit kemudian

 

“tadaaa! Sudah selesai Eun Soo-ya.” Ucap Sehun.

 

“Gumawo Oppa! Sudah sanah Oppa balik ke kelas, sebentar lagi bel loh.” Ucap Eun Soo.

 

“Baiklah Eun Soo-ya, lain kali jangan kejar-kejaran ne? Dan kau belum boleh lari-larian dulu kali ini.” Perintah Sehun.

 

“Nde Oppa, Gumawo sudah mengkhawatirkanku.” Ucap Eun Soo.

 

“sama-sama, kalau begitu Oppa balik ke kelas dulu. Daah!” pamit Sehun.

 

Setelah Sehun pergi dari kelas Cho Ri dan Hye Jin langsung ke tempat duduk Eun Soo untuk minta penjelasan.

 

“Yaaak! Eun Soo-ya, apakah aku kudet karena kemarin aku tak masuk, aku hanya mendengar kau sakit karena dihukum oleh Jung ssaem, tapi kenapa kau malah bisa menggaet Sehun sunbae dan dekat dengan Jimin, dan kenapa kalian punya panggilan khusus, apakah kalian berkencan?” tanya Cho Ri.

 

“Yaaak Cho! Sudah kubilang aku tak berkencan dengan Jimin. Kami hanya bersahabat, dan itu juga udah dari kecil, lalu lama terpisah, dan sekalinya bertemu kita seperti tak saling kenal, maka dari itu kemarin saat aku dihukum Jung ssaem aku menjadi dekat lagi dengan Jimin. Dan Soal Sehun sunbae, dia sudah aku anggap seperti oppaku sendiri, karena aku ingin sekali punya Oppa, dan karena kau tau kan Cho, Oppa kandungku sudah tak ada?” jelas Eun Soo.

 

“lalu kenapa saat kau menangis kemarin, saat ribut dengan V kau selalu pergi, dan kembali dengan wajah ceria, apakah kau sudah kehabisan obat?” tanya Hye Jin.

 

“Ani. Ya itu karena Jimin dan Sehun sunbae. Saat pertengkaranku dengan V yang terakhir bukannya Jimin mengejarku? Ya, dari situlah kami dekat seperti sahabat kecil lagi. Dan yang pertama aku menangis dan pergi, kembali dengan wajah ceria, itu berkat Sehun sunbae, dia menghiburku, dan dia meminta bersahabat denganku, tapi awalnya aku tak percaya hingga Sehun sunbae berkata kalau aku belum mau cerita aku boleh menganggap Sehun sunbae sebagai Oppaku sendiri. Dari situ kedekatanku dengan Sehun sunbae.” Jelas Eun Soo

 

** percepat pulang sekolah **

 

“Serius engga mau bareng Eun Soo-ya?” tanya Cho meyakinkan.

 

“iya, aku mau bareng sama Jimin.” Jawab Eun Soo.

 

“ya sudah, duluan ya! Daah!” pamit Cho.

 

“hati-hati Cho.” Balas Eun Soo. Sedangkan yang diajak berbicara hanya berlari sambil mengacungkan jempolnya.

 

Setelah Cho pamit tinggallah Eun Soo sendiri karena menunggu Jimin yang sedang asyik bersama temannya. “Minnie-ah, kau jadi mengantarku tidak?” teriak Eun Soo. Untungnya dikelas sudah sepi hanya tinggal V dkk dan Eun Soo.

 

“Chamkaman!” balas Jimin.

 

“Cepatlah! Aku takut Eomma sudah menunggu.” Ucap Eun Soo seraya menghampiri Jimin.

 

“Woaah, Eun Soo-ssi kau bersama Jimin mau kemana? Ada janji kah?” tanya Suga.

 

“hanya kerumah sakit.” Jawab Eun Soo singkat.

 

“Mwo? Rumah sakit? Memang siapa yang sakit? Apakah sakitmu  belum sembuh Eun Soo-ssi?” tanya Jin.

 

“Bukan.” Jawab Eun Soo masih dengan cuek bin singkatnya.

 

“cepat Minnie-ah, aku sudah tak betah berada di sini!” seru Eun Soo. Jimin yang menyadari kalau disitu ada V dan itu membuat Eun Soo tidak nyaman maka bergegas.

 

“Baiklah! Kajja! Aish dasar kau ini, jika ada barangku yang tertinggal kau harus bertanggung jawab.” Ucap Jimin.

 

“baiklah asal kau cepat aku sudah tak tahan!” ucap Eun Soo dengan sedikit membentak.

 

“Nde, Kajja Soongie-ah.” Ucap Jimin.

 

“guys, duluan yah.” Pamit Jimin. Semua hanya diam dan Cuma mengangguk untuk menanggapi ucapan Jimin.

 

Setelah kepergian Jimin dan Eun Soo hanya bisa saling menatap. Mereka bertanya-tanya kenapa Eun Soo begitu marah saat Jimin sangat lama sehingga hampir membentak. Dan akhirnya semua berpandangan ke V. V yang sangat sadar sedang dipandangi oleh para hyungnya dan juga Jung Kook hanya bisa diam.

 

“ada apa dengan tatapan kalian?” akhirnya V bersuara setelah lama terdiam.

 

“sebegitu sakit hatinya Eun Soo kah, sampai-sampai lihat V hyung berlama-lama pun tak mau.” Ceplos Jung Kook.

 

“aku tak memikirkan itu.” Jawab V datar.

 

“Jinjja V? Kau tak memikirkan itu? Kenapa aku tadi pagi  melihatmu dari arah rumah Eun Soo? Apakah kau memikirkan hubungan Jimin dengan Eun Soo?” Tanya Suga. V terdiam.

 

“maksudmu Suga Hyung ? V seperti dari arah rumah Eun Soo? Mungkin dia habis dari rumah saudaranya.” Jawab Jung Kook.

 

“bukankah V tidak punya saudara di arah rumah Eun Soo?” Balas Jin yang dekat dengan V.

 

“benar yang dikatakan Suga Hyung, tadi pagi memang aku dari rumah Eun Soo.” Jawab V yang sedari tadi berdiam diri.

 

“Mwo? Ada apa kau ketempat Eun Soo?” Tanya J-Hope.

 

“karena aku melihat Eun Soo dan Jimin hyung pulang bersama dan itu sudah hampir larut malam, dan mereka berada dirumah sakit. Maka dari itu aku ikuti mereka, saat sudah sampai di depan rumah aku melihat …. Hhhhhuuuuuffffttt.” V menghela nafas.

 

~~ TBC ~~

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s