Namitsutiti

[FF Freelance] A Confuse Love Story Chapter 6

Leave a comment


11158008_968134586541976_902804615_n

Author  : engga punya nama * Irma Taehyungie *

Tittle : A Confuse Love Story

Cast : – Shin Eun Soo

  • Kim Taehyung
  • Jung Cho Ri
  • Park Jimin
  • Oh Sehun
  • All member BTS

Genre :  school, romance, love

Length : Chapter

Warning : Ini FF perdana saya jadi kalau banyak typo dan engga nge-feel maapin saya mungkin saya masih hilap 😀

 

Ayoooo aku mau bilangin nih untuk part selanjutnya yang aku tag bukan Cuma yang bilang next doang, tapi yang mbangkitin semangat authornya untuk melanjutkan, intinya paling bawel udah gitu aja. So, untuk yang mau di tag coment yang paling bawel, engga usah panjang yang penting bisa membuat authornya semangat. Apaan ini -_- sekian, salam ALIEN 😀

~~~ Happy Reading ~~~

 

PART SEBELUMNYA

 

** ruang dokter **

 

“ada apa dok dengan Eomma saya? Apakah penyakitnya parah?” tanyaku tak sabar. “Eomma anda terkena Leukemia.” Ucap dokter. “MWO?” pekik Eun Soo dan Jimin bersamaan.

 

PART 6

 

Leukemia dok? Hiks.” Tanya Eun Soo dengan sedikit terisak dipelukan Jimin.

 

“tapi tenang, leukemia itu masih stadium awal sehingga masih besar kemungkinan untuk sembuh. Ah iya, bisakah kau panggil appamu untuk kemari?” Tanya dokter.

 

“bisa dokter tapi bukan sekarang karena appa masih ada urusan.” Jawab Eun Soo.

 

“baiklah. Suruh appamu secepatnya menemui dokter, ne.” ucap dokter.

 

“baik dok, kalau begitu kami permisi.” Ucap Jimin

 

“Minnie-ah, Eomma. Hiks. Aku tak mau kehilangan Eomma. Eomma yang sering menemaniku, Minnie-ah. Hiks.” Ucap Eun Soo  menangis.

 

“tenang Eun Soo-ya. Ahjumma pasti akan sembuh, ini baru stadium awal, kemungkinan besar akan sembuh Soongie-ah.” Ucap Jimin menenangkan Eun Soo yang  masih dalam keadaan memeluk.

 

Tiba-tiba Appa Eun Soo datang.

 

“Eun Soo, bagaimana keadaan Eomma?” Tanya Appa.

 

“Appa, eomma terkena leukemia stadium awal, dan sekarang appa ditunggu diruangan dokter. Hiks.” Ucap Eun Soo.

 

“baiklah kalau begitu appa ke ruang dokter dulu ne?” pamit appa.

 

“Ne, appa.” Balas Eun Soo.

 

 

10 menit kemudian.

 

Kulihat appa setelah dari ruang dokter, wajahnya sangatlah murung. “Appa, apa yang dikatakan oleh dokter tadi? Kenapa muka appa begitu murung?” Tanya Eun Soo denagan nada khawatir.

 

“Eomma harus dibawa ke China untuk pengobatan itu, karena peralatan kedokteran disana lebih canggih dari pada dikorea.” Ucap Appa Eun Soo.

 

“lalu bagaiman appa? Apakah Appa menyetujuinya?” Tanya Eun Soo.

 

“Ne, appa menyetujuinya, karena apa pun akan appa lakukan untuk Eomma mu.”ucap Appa Eun Soo.

 

“lalu bagaimana dengan Eun Soo appa? Apakah Eun Soo ikut?” Tanya Eun Soo.

 

“saat ini jangan dulu, kau menyusul saja.” Ucap Appa.

 

“lalu Eomma akan dibawa ke China kapan appa?” Tanya Eun Soo.

 

“2 hari lagi.” Jawab Appa.

 

** ruang rawat Eomma **

 

“Eun Soo-ya, sudah lah, Eomma tak apa, lagi pula 2 hari lagi Eomma akan menjalani perawatan di China.”ucap Eomma.

 

“ne, Eun Soo tau eomma, tapi Eun Soo mengkhawatirkan eomma.” Ucap Eun Soo sambil mempoutkan bibir.

 

“hei, jangan berpout ria Eun Soo-ya,kau tak malu eoh? Itu ada temanmu, kau belum memperkenalkan pada Eomma.” Ucap Eomma.

 

“Mwo? Eomma lupa dengan kunyuk ini? Astaga Eomma, ini Jimin, Park Jimin, sahabatku dulu di Amerika.” Ucap Eun Soo setengah menjelaskan.

 

“woah, Jimin-ah kau sudah besar ne? apa kabar denganmu dan keluarga?” Tanya Eomma.

 

“Ne, Ahjumma aku Jimin. Appa dan Eomma sehat-sehat saja.” Balas Jimin.

 

“apakah kalian sudah makan?” Tanya appa.

 

“Eun Soo seharian ini belum sarapan, paman.” Ceplos Jimin.

 

PLETAK! “yak! Soongie-ah kenapa kau memukulku eoh.” Teriak Jimin.

 

“dasar kunyuk kau Park Jimin! Kenapa kau membeberkannya!” balas Eun Soo setengah berteriak.

 

“jadi, benar Eun Soo kau belum makan seharian ini?” Tanya Appa.

 

“Ne, appa.” Ucapku menunduk takut.

 

“Kau mau sakit seperti Eomma? Jika kau sakit yang akan menemani Eomma siapa?” ucap Appa setengah membentak.

 

“mianhe appa.” Ucapku dengan suara serak. Memang Eun Soo itu anak yang sedikit takut bentakan, terlebih oleh appanya. Dia akan hampir menangis saat orang membentaknya, jika emosinya terkontrol dengan baik, jika tidak, dia bahkan membentak orang dan jika dibentak balik dia akan bersikap biasa. *ini phobia apa apaan coba ––“*

 

“sudah sanah makan bersama Jimin, pergi cari makan, kau tak boleh kesini jika belum makan.” Ancam Appa.

 

“Ne, appa. Kajja Minnie-ah kita cari makan.” Ucap Eun Soo.

 

“Annyeong bibi, paman, kami pergi mencari makan dulu.” Ucap Jimin.

 

“Ne, hati-hati kalian.” Ucap Eomma.

 

Dasar kunyuk kurangajar, beraninya dia membuatku dimarahi appa hanya karena belum makan. Akan kubuat perhitungan, tunggu saja penderitaanmu akan segera dimulai PARK JIMIN. Hahahahaha. Batinku.

 

“yaaak! Eun Soo kau marah padaku? Mianhe, gara-gara aku kau harus dimarahi paman. Mianhe soongie-ah.” Ucap Jimin.

 

Tapi aku masih diam. “Soongie-ah, mianhe. Kau mau apa saja aku turuti asalkan kau mau memaafkanku.” Ucap Jimin sambil beraegyo.

 

 

Kenapa malah beraegyo didepanku sih Park Jimin. Aku tak bisa marah jika kau beraegyo. Batin Eun Soo. “apapun Minnie-ah? Jinjja?” tanya Eun Soo pada Jimin.

 

“ne apapun.” Ucap Jimin.

 

“baiklah aku maafkan. Yang pertama kajja kita makan, aku lapar. Hehe” Ucap Eun Soo setengah tertawa.

 

“kita mau makan apa soongie-ah?” tanya Jimin.

 

“bagaimana kalau sushi? Aku rindu masakan Jepang.” Ucapku.

 

“tak terlalu buruk. Kajja kita ketempat sushi langgananku.” Ajak Jimin sambil menarik Eun Soo menuju mobilnya.

 

 

** RM Sushi **

 

“kau mau makan apa Soongie-ah? Biar aku pesankan, kau carilah tempat duduk.” Tawar Jimin.

 

“samakan saja denganmu Minnie-ah. Baiklah aku cari tempat duduk dulu, kau sanah cepat pesan.” Ucap Eun panjang kali tinggi, maksudnya lebar.

 

“iyaa, bawel.” Balas Jimin alakadarnya.

 

Sebaiknya aku mencari tempat duduk dimana ya? Yang keliatannya nyaman. Ah disana saja. Batinku.

 

Kemana si kunyuk itu. Kenapa lama sekali sih, dia mesen apa coba lama nya kebangetan. Gerutuku. Saat sedang asik menggerutu ada yang menyebut namaku.

 

** V dkk **

 

“yaaaak! Bukankah itu Eun Soo, ngapain dia kesini, dan sama siapa?” teriak Jung Kook histeris.

 

“yaaak! Kookie bisakah kau tak berteriak lihat Eun Soo menengok kearah kita.” Seru Jin.

 

“bentar ya para hyungku, aku mau ke Eun Soo dulu. Babay Hyung!” seru Jung Kook.

 

Sementara itu hyungnya menatap dengan heran. “dia sehat kan? Kenapa tiba-tiba ingin ke Eun Soo?” tanya Suga.

 

** tempat Eun Soo **

 

“Annyeong Eun Soo-ya” sapa Jung Kook.

 

“ah, annyeong Jung Kook.” Balasku.

 

“panggil aku Kookie saja Eun Soo, eh iya kamu ngapain disini? Sama siapa?” tanya Jung Kook.

 

“ah, aku mau makan Kookie, aku kesini bersama Jimin.” Jawab Eun Soo.

 

“Hoh? Jimin hyung? Lalu kemana Jimin hyung?” tanya Kookie.

 

“Aku disini Kookie-ah, kau sedang apa disini.” Jawab Jimin.

 

“Ah, Jimin hyung aku kesini bersama para hyung.” Jawab Jung Kook dengan tampang polos.

 

“MWO? Para hyung?” jawab ku dan Jimin bersamaan.

 

“iya, wae Eun Soo dan Jimin hyung?” jawab Jung Kook.

 

Setelah itu Eun Soo dan Jimin saling menatap. Seolah-olah ber bicara lewat tatapan mata.

 

Saat sedang asik berbicara melalui mata, tiba-tiba.

 

“Hallo Eun Soo-ya, eh ada Jimin hyung, sedang apa disini hyung?” tanya V dengan nada sinis.

 

“kami berdua disini akan makan, karena seharian ini Eun Soo belum makan, benar kan Soongie-ah?” ucap Jimin seraya merangkulku.

 

“eh, iya.” Hanya itu yang bisa aku jawab, dan mataku langsung menatap tangan Jimin yang sedang merangkulku.

 

“biarkan saja seperti ini Soongie-ah, aku hanya ingin mengetes V. Tadi dia berbicara dengan nada yang sinis.” Bisik Jimin.

 

“Baiklah bagaimana kalau kita semeja?” seru Jung Kook. “ah, ide yang bagus Kookie-ah.” Jawab Jimin.

 

Saat makan V tak lepas menatap Jimin dan Eun Soo dengan sangat sinis. Karena ya bisa dibilang mereka sedikit bermesraan. “hyung, bisakah kau tak bermesraan didepan kami, kami masih single semua loh hyung.” Goda Jung Kook.

 

“eh, kita tak bermesraan kok.” Jawab Eun Soo.

 

“benar itu Kookie kita tak bermesraan, kita sudah terbiasa seperti ini sebelumnya.” Jawab Jimin.

 

“mwo? Sudah terbiasa katamu Jimin-ah?”  tanya  Suga.

 

“oh, benar hyung.” Jawab Jimin.

 

“bagaimana bisa? Apakah kalian sebelumnya pasangan kekasih? Tanya Jin.

 

“ah, Minnie-ah kajja kita kembali kerumah sakit, Eomma dan Appa pasti sudah menunggu kita.” Ajakku.

 

“ah, kau betul Soongie-ah, kajja kita pulang. Guys kita duluan ya.” Pamit Jimin.

 

Setelah kepergian Jimin dan Eun Soo semuanya menatap kepergian mereka dengan heran. “hubungan mereka misterius juga, bagaimana komentarmu mengenai ini V?” tanya Rap Monster.

 

“Mwo? Kenapa harus aku hyung? Aku kan tak suka pada Eun Soo.” Jawab V.

 

“yang bilang kau suka dengan Eun Soo siapa heh? Aku hanya ingin kau menanggapi kemisteriusan mereka.” Balas Rap Monster.

 

“ah, mianhe. Bagus-bagus saja, jadi dia tak akan menguntitku lagi.” Balas V dengan nada cuek.

 

“baiklah, lantas bagaimana dengan taruhan itu?” tanya Suga.

 

“ah, aku kalah, dan kalian makan disini akan aku bayar.” Jawab V.

 

** Rumah Sakit **

 

“Eomma, Appa, kami pul…” ucapanku terpotong karena Appa.

 

“ssst! Jangan berisik Eun Soo-ya, eomma sedang tidur.” Balas Appa dengan nada berbisik.

 

“Ah, mianhe Appa.” Balasku.

 

“gwenchana, mengapa kalian makan lama sekali? Lihat sudah hampir petang, sebaiknya kalian pulang.” Ucap Appa.

 

“Ani, aku tak mau sendirian dirumah appa. Appa kau tau kan aku tak berani bila sendirian dirumah?” balas Eun Soo dengan sedikit cemberut.

 

“kan ada Cho Ri kan? Ajak dia menginap dirumah.” Tanya Appa.

 

“Cho Ri sedang ada urusan dengan keluarganya.” Ucap ku malas.

 

“baiklah, Jimin-ah, kau mau menemani Eun Soo dirumah? Kasian dia jika harus tidur dirumah sakit.” Tanya Appa pada Jimin.

 

“ah, baiklah paman. Aku akan menemani Eun Soo dan menjaganya paman.” Ucap Jimin.

 

“baiklah, kalian pulang lah dan belajar dengan baik ne.” Pesan Appa.

 

“ne appa.” Jawab Eun Soo dan Jimin.

 

** mobil Jimin.**

 

“yaak! Jimin-ah kenapa kau mau menerima tawaran appa!” seru Eun Soo saat sambil berjalan keluar menuju ke parkiran.

 

“appamu benar Soongie-ah, kau pasti repot jika harus bolak-balik rumah sakit, sekolah, rumah.” Nasihat Jimin.

 

“Nde, kau benar. Tapi aku menghawatirkan Eomma.” Balas Eun Soo.

 

“sudahlah, paman pasti mengusahakan yang terbaik untuk Ahjumma, ah, ya kita kerumahku dulu ya, ambil barang-barang yang dieperlukan.” Tanya Jimin.

 

“terserah kau sajalah Minnie-ah.” Jawab Eun Soo.

 

 

 

** rumah Jimin **

 

“Kajja, masuk dulu Soongie-ah.” Ajak Jimin.

 

“ne.” Balas Eun Soo singkat.

 

“Eomma, Jimin pulang.” Teriak Jimin.

 

“yak! Jimin! Kenapa kau berteriak eoh. Aaah, siapa itu Jimin? Apakah Yeojachingumu?” tanya Eomma Jimin.

 

“mwo? Mana mungkin aku pacaran dengan dia Eomma, dia Eun Soo, teman satu-satuku saat di Amerika.” Jawab Jimin.

 

“Aigoo, Park Eun Soo? Apa kabar kau anakku, sudah lama tak bertemu.” Tanya Eomma Jimin.

 

“Eomma, Jimin tinggal dulu ya, ajak bicaralah Eun Soo.” Ucap Jimin.

 

‘Iya, tanpa kau suruh Eomma juga tau, kajja Eun Soo kita lanjutkan.” Ucap Eomma Jimin.

 

“ne, bibi. Kabarku baik sekali. Ah benar bi, aku sudah lama tak bertemu bibi, kita berdua saja baru dekat lagi sekarang ini bibi semenjak bertemu. Hehe.” Ucapku.

 

“jangan panggil bibi, panggil saja Eomma.” Ucap Eomma Jimin.

 

“Ne, eomma.” Ucap Eun Soo menurut.

 

Saat sedang asik asyik mengobrol dengan Eomma Jimin tiba-tiba Jimin berseru “Kajja Soongie-ah ini sudah malam kau belum ganti pasti gerah, eomma aku menginap dirumah Eun Soo, aku disuruh paman menjaga Eun Soo karena Ahjumma sedang masuk rumah sakit.” Jelas Jimin.

 

“Mwo? Eomma mu sakit Eun Soo?” tanya Eomma Jimin.

 

“ Ne, Eomma, sekarang dia sedang dirumah sakit Soul kamar VIP 5. Beliau sakit leukemia stadium awal.” Jelasku.

 

“Mwo? Kalau begitu besok eomma akan menjenguknya bersama appa Jimin.” Ucap Eomma Jimin.

 

“ah, Gumawo Eomma. Kalau begitu kami pamit dulu. Annyeong.” Ucapku.

 

“nde Eomma Jimin juga pamit. Annyeong!.” Pamit Jimin.

 

“yak! Park Jimin kau jaga Eun Soo dengan baik, jika dia terluka Eomma akan hukum kau, arra?” seru Eomma Jimin.

 

“Arra Eomma.” Balas Jimin.

 

Karena selama perjalanan hening, Jimin sedang fokus menyetir hingga Eun Soo memutuskan untuk tidur sebentar, karena memang rumah Jimin lumayan jauh walaupun sudah menggunakan mobil. “Minnie-ah, aku lelah aku tidur sebentar ne, tak apa kan kau ku tinggal tidur.” Ucap Eun Soo.

 

“Gwenchana  Soongie-ah. Tidurlah aku tau kau pasti lelah, apalagi kau baru saja sakit. Sudah sanah tidur, nanti kalau sudah sampai aku bangunkan.” Ucap Jimin.

 

 

** Rumah Eun Soo **

 

Setelah memasuki rumah Eun Soo dan memarkirkan kendaraannya, Jimin keluar dari mobil sembari menuju pintu dia bermonolog didalam hati.

 

Ah, akhirnya sampai juga, lelah sekali rasanya, untung kami sudah makan. Eh bentar, kami? Astaga Eun Soo, dia masih tertidur. Monolog Jimin. Memang setelah memarkirkan kendaraannya di halaman rumah Eun Soo Jimin seolah tak bersama siapa pun. Ah, sepertinya Eun Soo sangat kelelahan sehingga dia tertidur dengan lelap. Baiklah, Jimin kau gendong Eun Soo menuju kamarnya okey. Jimin asyik bermonolog. Jimin memutuskan untuk menggendong Eun Soo ke kamarnya. Dia mengangkat tubuh Eun Soo pelan-pelan agar Eun Soo tak terbangun. Aish, yeoja ini ternyata berat juga walaupun badannya kecil, aish, kau berhutang padaku Park Eun Soo. Batin Jimin.

 

Setelah membaringkan Eun Soo dikamarnya, Jimin kembali kemobilya untuk membawa barang-barangnya yang memang belum dibawa karena menggendong Eun Soo. Saat ingin menutup mobilnya, Jimin seperti melihat ada mobil yang berhenti tak jauh dari gerbang rumah Eun Soo. “eh siapa itu? Tapi kenapa mobilnya mirip.. ahh, mana nungkin dia mau kesini setelah membuat Eun Soo sakit hati, huh dasar namja pabo.” Dumel Jimin.

 

** Kamar Eun Soo **

 

“Ngggh, Jimin-ah.. Minnie-ah.. kau dimana eoh? Hiks, aku takut sendirian Minnie-ah.” Seru Eun Soo. Tapi tak ada sahutan dari Jimin. “AAAAAA, Aku takut sendiri! Minnie-ah, hiks, kau dimana, jangan tinggalkan aku sendiri.” Teriak Eun Soo, dan akhirnya Eun Soo menangis.

 

** Jimin **

 

AAAAAA, Aku takut sendiri! Minnie-ah, hiks, kau dimana, jangan tinggalkan aku sendiri. Teriak Eun Soo histeris. “Omo, Eun Soo, kenapa dia. Astaga!” panik Jimin. Karena panik akhirnya Jimin berlari menaiki tangga menuju rumah Eun Soo. Setelah sampai dikamar Eun Soo betapa terkejutnya Jimin, karena Eun Soo sedang menangis di pojokan tempat tidur. Langsung saja aku berlari menuju Eun Soo yang sedang ketakutan itu.

 

“Soongie-ah, gwenchana? Kau kenapa menangis?” tanya Jimin.

 

GREP. Eun Soo langsung memeluk Jimin dengan erat. “Minnie-ah.. Aku tak mau sendirian. Aku takut. Hiks. Minnie-ah. Hiks.” Ucap Eun Soo.

 

“mianhe Eun Soo, aku tak akan meninggalkanmu. Ujilma. Aku akan menemanimu Soongie-ah. Tidurlah, ini sudah hampir larut malam.” Ucap Jimin menenangkan Eun Soo.

 

“ani! Aku tak mau! Aku takut saat aku tidur kau akan pergi. Ani!” seru Eun Soo.

 

“tak akan Soongie-ah. Tidurlah. Aku akan selalu disampingmu.” Ucap Jimin sambil mengelus rambut ikal Eun Soo untuk menenangkan Eun Soo.

 

“Jinjja Minnie-ah?” Tanya Eun Soo yang sudah mulai tenang.

 

“Ne, sudah tidur.” Ucap Jimin.

 

“biarkan posisinya seperti ini Minnie-ah.” Pinta Eun Soo.

 

“baiklah kalau itu maumu Soongie-ah” jawab Jimin pasrah.

 

Akhirnya Eun Soo terlelap lagi dengan keadaan memeluk jimin, dengan kepala bersandar di dada Jimin. Jimin melihat Eun Soo yang sedang tertidur. Kasian kau Eun Soo baru merasakan V memperhatikanm, mendekatimu, akhirnya kau merasakan paitnya tersakiti karena V. Mianhe aku tak bisa menjagamu seperti janji kita dulu, Soongie-ah. Tapi, setelah ini aku berjanji akan menjagamu. Dan seharian ini kau terlihat murung, bersedih, aku berjanji akan menghiburmu. Batin Jimin. Setelah dirasa sudah tertidur, Jimin membenarkan posisi tidur Eun Soo. Setelah Jimin membenarkan posisi tidur Eun Soo, Jimin pergi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri Jimin memutuskan utnuk tidur di sebelah Eun Soo, karena dia berfikir jika Eun Soo terbangun dia akan histeris lagi, bisa panjang lagi urusannya.

 

~~~ TBC ~~~

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s