Namitsutiti

[FF FReelance] LOYAL Chapter 5-1

6 Comments


untitled

LOYAL 5.1

Feelings

Don’t be with her!! / Jealous, am i? part 1

 

 

“Ah hari ini bener – bener sial kenapa harus ada kejadian tak terduga, bis mogok juga, bikin capek aja. Yak berapa kilometer lagi aku harus berjalan” Umpat jiyeon marah-marah dijalan seraya berjalan menuju rumahnya. Jiyeon berjalan kaki dari pertengahan jalan sebab bis yang ia naiki mogok.Dan kalian pasti tahu Park Jiyeon sikap namjanya yang suka blak-blakan membuat dia marah –marah di jalan sambil mengumpat sial. Kaleng soda yang ada di depannya pun menjadi sasaran empuk bagi dia. Ia menendang kaleng tersebut dengan kakinya bak pemain sepak bola professional.

“Yeah rasakan itu!!!” ucapnya senang untuk melampiaskan rasa jengkelnya

Mungkin karena tendangannya terlalu keras sehingga kaleng yang ia tendang melayang dan mengenai kepala seseorang yang baru saja keluar dari minimarket.

 

“Uh appo , siapa sih orang yang melempar kaleng soda busuk ini!!!” Umpat namja tersebut memegang kepalanya sedikit benjol. Selanjutnya namja tadi mengedarkan pandangannya di penjuru arah untuk mencari si pelaku . Saat ia menengok ke Kanan dan menemukan Park Jiyeon iapun.

 

“Yaks kamu lagi!!!”

“ Kenapa hari ini aku sial banget sih””rutuk keduanya bersamaan Kai dan Jiyeon. Benar Kai dan Jiyeon bertemu kembali di depan minimarket. Entah ini kutukan atau takdir.

 

“APAA?”Aku yang sial tahu”

“Ini semua gara-gara kamu!!”

rutuk keduanya kembali bersamaan, karena tidak terima.

 

“Kai,kenapa kamu mengkopi ucapanku sih?” Tukas Jiyeon cepat menyambar sebelum kata yang diucapkan sama dan menghampiri Kai.

 

 

“Kau yang meniru kata-kataku yeoja aneh!!”geram Kai dan menunjuk-nunjuk muka jiyeon dengan telunjuk tangannya

“Kau namja freak!!” Jiyeon membalas tidak terima dan menyingkirkan tangan Kai yang berada di depannya.

 

“Oh Tuhan bisakah sehari ini aku tidak mengalami kesialan lagi, tapi ternyata tidak aku bertemu kamu!! Bertambah sudah kesialanku.” Ucap Kai menantang dan Jiyeon membatin

 

“Kamu benar-benar mengkopi apa yang aku pikirkan dan aku ucapkan, sudahlah ini tidak akan selesai- selesai.” Ucap Jiyeon meninggalkan Kai karena ia mulai bosan bertengkar dengan Kai seharian ini.Dan kemungkinan akan sangat lama.

 

“Yaks mau kemana kamu?Pergi begitu saja, urusan kita belum selesai.” Teriak Kai tidak terima karena Jiyeon kembali nyelonong pergi

 

Jiyeon berpura-pura tidak mendengar dan berjalan menjauh, karena ulah Jiyeon ini membuat emosi Kai meningkat.Sehingga Kai tanpa ancang-ancang menaiki motor dan menghampiri Jiyeon.

 

“Cit,.” Suara motor Kai berhenti di depan Jiyeon

“Kamu apa- apaan sih.” Bentak Jiyeon karena sangat jengkel dengan Kai

“Kamu yang apa-apaan ? suka banget ya ninggalin orang?” balas Kai

“Ah sudahlah aku mau pulang, malas berdebat dengan mu ini sudah sore, aku capek.”

“Kamu pulang sendiri?”

“Ne, memang kenapa”

“Minho?”

“Minho sudah pulang. Sudahlah aku malas berurusan lagi denganmu , aku mau pulang anyeong.” Jiyeon pun meninggalkan Kai

“Yak,yak ucap Kai sambil memegang kembali tangan Jiyeon untuk menahan langkah Jiyeon.”

“Ish, Kim Jongin maumu apa? Aku mau pulang.”

“Kajja.”Ucap Kai sambil menarik-narik tangan Jiyeon

“Shireo, Yak cepat lepas, lepaskan aku.” Jiyeon memohon untuk dilepaskan oleh Kai sambil menarik- narik tangannya dan posisinya yang berjongkok kebelakang agar ia dapat melepaskan genggaman tangan Kai.

Kai menghentikan tarikkannya dan menatap Jiyeon . “Aku akan mengantarkanmu, Kajja.”

 

Loyal “Will you stay with me (forever)?”

 

Jiyeon pov

 

“Kai sungguh aneh tiba-tiba dia mau mengantarkanku pulang. Apa dia sudah gila gara-gara terkena kaleng soda tadi. Apa dia kesambet? Waduh klo itu gawat. Dia benar-benar aneh , dasar namja freak. ?” Gumamku yang sekarang sedang berbaring di kasur nyamanku

 

“Jiyeonni, sayang turun dong.” Ucap halmoeni ku berteriak

“Ada apa nek.” Ucapku dan menghampirinya turun kelantai satu

Sesampainya aku di dasar tangga aku melebarkan mataku

 

“Appa eomma.” ucapku memeluk appa dan eommaku yang ternyata telah duduk di sofa dan akupun memeluk mereka erat.

 

Appa dan eomma ku tinggal di Jepang setelah tiga tahun lalu resmi menikah. Bisnis appaku yang bergerak di bidang fashion berpusat di Jepang dan Perancis. Appa lebih memilih Jepang sebagai tempat tinggal karena appa suka dengan seni kebudayaan mereka. Tapi dibalik itu alasan yang sebenarnya merupakan rahasia yang appa dan keluargaku sembunyikan dariku, maka jelas aku tidak tahu apa itu. Aku memang diajak untuk tinggal bersama mereka, namun aku lebih memilih tinggal di Korea. Aku tidak bisa pergi meninggalkan Minho.Minho adalah hidupku.

 

Okey readers back to the story…..

“Appa-eomma , kalian mengejutkanku datang ke Seoul tanpa memberi kabar terlebih dahulu.” Ucapku pura-pura marah kepada mereka.

“Ne anak appa yang cantik jangan marah dong appa hanya ingin memberimu kejutan .”

“Huh.”dengusku sebal dan menatap kearah lain , aku pura-pura marah.

“Maaf kan appamu sayang.” Pinta eommaku dan memelukku dari samping

“Arraso, tapi ada satu syarat.”

“Ne, Jiyeonni?”

“Appa harus tinggal di sini selama satu bulan lamanya. Dan kali ini tidak ada tapi-tapian . ”Ucapku dengan masih berpura-pura jengkel

“Bagaimana yeobo?” Appa bertanya pada eomma

“Ehm.”Eomma terlihat berfikir aku tahu eomma pasti mengerjaiku. Segera aku tegaskan

“Kalau appa – eomma tidak mau tinggal di sini menemaniku selama satu minggu aku tidak mau sekolah selama satu minggu.”

“Jiyeonnie, arraso eomma dan appa akan menemanimu.” Ucap eomma , hihihihiii eomma aku tahu kau tak mungkin menolak keinginan anakmu ini (batinku)

 

“So are you still angry with us?” ucap appaku memastikan

“arrayo, appa I love you.” Eomma dan halmoenniku terlihat kecewa mungkin karena aku hanya menyebutkan kata I love you hanya pada appa

“Ehm eomma –halmoeni I love you the most” sambil memeluk eomma dan halmoenni yang memang duduk didekatku

“Jiyeonni, we always love you too.” Ucap mereka.

 

Loyal “Will you stay with me (forever)?”

 

Free time

Segerombolan anak muda sedang bermain bola basket, namun kali ini mereka bermain di lapangan belakang sekolah Sinwa sebab mereka sedang malas untuk mendengar para fans mereka berteriak, lebih tepatnya mereka sedang mengasingkan diri.

 

“ Yak Kai , oper bolanya pada Sehun cepat.” Ucap Taemin

 

“Prak.” Sebelum bola sampai ketangan Sehun , seorang yeoja berhasil merebut bola tersebut . Siapa lagi yeoja itu kalau bukan Jiyeon

 

“Nice Jiyeon, oper pada Minho .” ucap Chanyeol yang sedang menghalang-halangi Taemin agar tidak mengganggu yeoja itu untuk mengoper kepada minho .

 

Setelah bola diterima Minho tanpa menunggu waktu 30 detik bola basket itu telah menembus ring atau lebih tepatnya bola tersebut berhasil masuk. Tidak dipungkiri kerja sama team Minji serta chanyeol berhasil mengalahkan kembali team lawan.

 

“Aish, kita kalah lagi. Sekarang apa hukumannya?” Ucap Sehun pasrah

 

“Kami mengampuni kalian.” Ucap Jiyeon terdengar seperti dewa penyelamat

“What” Ucap chanyeol memastikan apa benar Jiyeon melepaskan kesempatan untuk mengerjai mereka

“Really?” Tanya Taemin memastikan

 

“NE, aku tidak tahan melihat kalian tersiksa. Lagi pula hukuman yang lama masih berlaku bukan.” Ucap Jiyeon kembali

“ Yak JIyeon kamu yakin? Kamu sedang tidak bercandakan?” chanyeol memastikan kembali barang kali tadi Jiyeon hanya bercanda

 

“Yup I am , sudahlah Chan-chan lihat mereka baru dua hari tidak menyentuh yeoja sudah memasang muka mau pingsan.”

“ oh okey just this chance ji.”

“Ye”

 

Minho tidak tertarik dengan perdebatan mereka, minho hanya senang bermain basket atau taruhan hanya dengan Jiyeon. Jika taruhan dengan teman yang lain, ia menugaskan Jiyeon untuk menghukumnya. Karena ia yakin Jiyeon memiliki sejuta ide untuk menjahili temannya.

 

Sesaat setelah minho meneguk minuman dingin sebagai pelega dahaga, Yurra menghampiri minho . “Annyeong Minho.” Ucap Yurra terlihat sangat manis. Sementara Minho hanya menatap sekilas dan kembali meneguk minumannya. “ Ehm Minho-ssi, ini aku buatkan bekal makan siang untukmu.” Ucap Yurra sambil menyerahkan box makan siang untuk Minho. “Aku tidak membutuhkannya.” Ucap Minho terdengar dingin bak gunung es bersuhu-10000C dan pergi meninggalkannya. Yurra hanya diam mematung menatap kepergian Minho.

 

“Ehem-ehem Yurra, kamu membawa apa? Bekal makan siang ya??” ucap JIyeon memecah keheningan, Jiyeon tahu sikap Minho memang keterlaluan kepada yeoja. Jiyeon yang tidak tegapun mendekati Yurra dan berusaha akrab dengannya. Bagi Jiyeon tidak salahkan untuk menambah teman , walau Yurra merupakan rival cintanya. Tapi Jiyeon tidak mungkin melihat temannya yang bersedih. Walau tidak dipungkiri Jiyeon lumayan merasa tenang selama Minho masih bersikap cuek-dingin terhadap kaum yeoja.

 

“Eh iya , apakah kamu mau makan bersamaku?” Ucap Yurra terdengar senang.

“Ne yurra, kajja”

 

 

Loyal, will you stay with me(forever)?

 

Minho berjalan menuju rumahnya setelah ia berbelanja snack sebagai pendamping ketika ia belajar. Namun langkah minho terhenti karena ia melihat seorang yeoja yang ia kenal sedang digoda oleh para namja. Minho menghampiri mereka dan iapun melayangkan tinjunya kepada para namja bejat itu. Karena namja itu telah merobek baju yeoja itu. Perkelahian tak lagi terhindarkan , namun Minho berhasil mengalahkan mereka semua. Hingga para namja bejat itu tersungkur di atas tanah. Minho menghampiri yeoja itu dan memberikan jaket sebagai penutup bajunya yang robek . Sesaat minho hendak membantu Yeoja itu berdiri , ada seorang dari kawanan namja bejat yang hendak menusukkan pisau tepat kearah pinggang minho. Yeoja itupun melihat dan ia mendorong minho sehingga pisau tersebut tertancap ke perut yeoja tersebut.

 

“Yurra-ssi .” teriak minho kaget akan peristiwa yang terjadi tiba –tiba, ia dengan segera membopong yurra untuk mendapat pertolongan. Sementara para namja bejat tadi segera melarikan diri.

Loyal “Will you stay with me (forever)?”

 

Minho pov

 

“Eugh .” Lenguh Yurra kurasa ia sadar dari pingsannya, kulihat ia berusaha duduk.Mungkin kaget karena aku berada di sebelahnya

“Yurrassi , kamu sudah sadar? Sebaiknya tetap tidaran dulu saja, jangan memaksakan untuk duduk.”

 

“Minho, mianne dan gomawo.”

Yeoja ini sungguh aneh sudah hampir 15 kali dalam 3 hari pertemuanku dia mengucapkan kata itu , eh ada apa denganku memikirkan hal yang tidak penting ini.

“Oh nee, aku yang malah seharusnya mengucapkan maaf karena aku kamu terkena luka tusuk.”

 

“Tidak ini salahku, mianhae Minho seharusnya kamu tidak terlibat lihat lebam diwajahmu ini gara-gara mereka. Seharusnya kamu tidak menolongku.” Ucapnya sambil menangis

“Apa yang kamu ucapkan? Sudahlah Yurrassi aku senang membantumu, sudah kumohon jangan menangis jebal wajah cantikmu nanti luntur.”

 

“Ne? cantik.” Ucapnya kaget dan telihat semburat merah dipipinya. Entah mengapa ia mengingatkanku dengan seseorang.

“Ne minho aku tidak akan menangis lagi, gomawoyo.”Ucapnya manja

 

“Ye, sama-sama.” Dan mencubit pipinya , entah melihatnya manja membuatku gemas.

 

“Apa perlu aku menghubungi kedua orang tuamu?”

“Tidak Minho, appaku sedang pergi ke luar kota. Aku tidak ingin dia cemas.”

 

“Eommamu?”

“Minho, hehehehe eommaku sudah meninggal 7 tahun yang lalu.” Ucapnya murung

“Mianne.” Ucapku cepat

“no problem Minho.”

End minho pov

 

Loyal “Will you stay with me (forever)?”

 

Setiap harinya semenjak peristiwa yang menimpa Yurra . Minho pun mengantar jemput Yurra. Kondisi yang berlangsung lama ini membuat keduanya pun akrab. Sementara itu Jiyeon ….

 

“ Yak Jiyeon, tak biasanya kamu berangkat pagi ?” Tanya Daeun pacar Sehun

“Ne aku lihat kamu seminggu ini selalu berangkat pagi. Eh minho eodiseo?” Sambar Suli sahabat kental mereka.

 

“Ye JIyeon minho eodiseo?” Tanya Kristal penasaran

 

“ Aduh kalian ini pagi-pagi menginterogasiku atau bagaimana sih? Kepo banget. Okey Minho hari ini dia….” Belum sempat Jiyeon menjelaskan minho dan yurra sudah masuk ke dalam kelas. Hal itu menjawab pertanyaan dari ketiga chingu Jiyeon.

 

Mereka melihat Jiyeon kasihan, Sebab mereka melihat raut sedih di wajah Jiyeon ketika memandang minho dan Yurra. Walau Jiyeon tidak pernah menceritakan tentang apa yang dirasakan nya , tapi mereka tahu kedekatan antara Minho dan Jiyeon dan apa perasaan Jiyeon terhadap Minho. Karena mereka berempat sudah berteman atau bersahabat sejak 4 tahun lalu saat mereka duduk di bangku SMP.

 

Memang Jiyeon jarang atau sering dibilang absen jika bermain dengan mereka maklumlah mereka (Daeun, Suli, dan Kristal) senang dengan belanja , dan berkumpul untuk sekedar membahas fashion, namun mereka tetap menganggap Jiyeon sahabat nya semenjak peristiwa di bangku SMP. Dulu mereka sering menginap di rumah Jiyeon, namun semenjak mereka disibukkan dengan namjachingu masing-masing serta tugas yang menumpuk di bangku SMA membuat mereka jarang untuk menginap.

 

Dan mereka tahu apa yang dirasakan Jiyeon jika Jiyeon sekarang ini benar- benar di landa cemburu terlihat dari air mukanya.

End

Advertisements

6 thoughts on “[FF FReelance] LOYAL Chapter 5-1

  1. wah..minho jangan berubah sama jiyeon

    Like

  2. Pendek amat thor. Ckckc
    Jgn bilang gara2 yura minho jadi lupa ama jiyeon. Huff kasihan jiyeon.
    Next part thor

    Like

  3. Huaaaaa andwaeeeee… Hiks.. Ak nangis beneran loh nanti. Hiksss kasihan sama jiyeonnya. Huaaaa andwaeee

    Like

  4. Ah minho bnr2 pabo klo kyk gni trs mending jiyi sm kai aja biar.minho kapok

    Like

  5. ya ampun jiyi eonni kasian….

    Like

  6. Kasihan jiyeon terus suka sama minho tapi minhonya yg gak nyadarinya malah dejat sama cewe lain…next

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s