Namitsutiti

[FF Freelance] HAPPY ENDING

Leave a comment


11657445_659695610842001_1423415271_n

+Author : Q.W.I a.k.a QueWolIsn.

+Tittle : Happy ending.

+Genre : Sad,Romance, Angst.

+Type : Oneshot.

+Cover : By Q.W.I.

+Cast :

-Kim Taehyung (V BTS).

-Jung Hae Na (OC).

 

 

——-HAPPY ENDING——-

 

 

 

 

23 Desember 2014

 

Terdengar suara gemercing dari lonceng yang melekat pada pintu sebuah apotek kecil yang terletak di pinggiran kota Jeju. Seorang namja berpenampilan rapi dengan mantelnya yang cukup tebal dan ditangannya terdapat bungkusan kecil baru saja keluar dari apotek itu. Sejenak ia berdiam diri di depan pintu apotek sambil menggosok-gosokan kedua telapak tangannya yang dingin. Suhu musim dingin di Jeju tahun ini terasa sangat dingin, tidak seperti biasanya.

Setelah merasa dirinya cukup membaik, namja itu berjalan menuju halte bus yang berada di seberang apotek itu. Tidak lama saat ia sampai di halte bus di seberang jalan, bus yang di tunggunya sudah sampai tepat di depannya. Penumpang yang berada di bus itu tidak terlalu ramai. Mungkin hanya ada sepuluh orang saja yang ada dalam bus itu. Namja itu lebih leluasa memilih tempat duduk, ia lebih memilih tempat duduk yang berada di pinggir dekat jendela bus paling belakang. Namja itu perlahan menyandarkan punggungnnya di kursi penumpang. Tatapannya terlihat kosong memandang ke arah luar bus. Raut wajahnya sangat menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini. Perlahan-lahan namja itu memejamkan matanya, terhanyut oleh suasana hatinya.

 

23 Desember 2013

 

Seorang yeoja berusaha mengambil sebuah buku yang terletak cukup tinggi di atas rak-rak buku yang terdapat di perpustakaan kota Seoul. Sejak dari empat menit yang lalu ia terus saja berusaha sendiri menggapai buku yang sekarang ini benar-benar ia butuhkan. Sesekali ia mencoba melompat untuk mengambil buku itu, tapi hasilnya tetap nihil. Ia tetap saja tidak bisa mengambilnya. Saat yeoja itu mulai putus asa, sebuah tangan membantunya mengambil buku yang ada di atas rak buku itu.

“Ini bukunya” seorang namja dengan perawakan lebih tinggi dari yeoja itu memberikan buku tadi padanya.

“Eoh! Jeongmal gomawo, kau telah membantu ku mengambil buku ini” yeoja itu sedikit membungkukan badannya berterimakasih pada namja itu.

“Ah nde. Aku senang bisa membantu mu” namja itu tersenyum manis pada yeoja di hadapannya.

Setelah itu, suasana berubah menjadi sedikit canggung. Keduanya terlihatan bingung. Namja tadi hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan yeoja tadi juga hanya menundukan kepalanya.

“Hmm…naneun Kim Taehyung imnida” namja yang ternyata bernama Taehyung itu mengulurkan tangannya mencoba memulai perkenalan pada yeoja itu.

“Eoh, Jung Hae Na imnida. Sekali lagi, jeongmal gomawo Taehyung-ah” Hae Na membalas uluran tangan Taehyung. Ia tersenyum tulus pada Taehyung.

“Nde. Aku juga senang bisa membantu mu, Hae Na-ya. Mungkin kalau aku tidak membantu mu, aku tidak bertemu dengan mu disini”

“Eoh? Hehe…kau bisa saja”

Percakapan mereka berlanjut. Tidak ada lagi rasa canggung di antara mereka. Taehyung dan Hae Na terlihat seperti telah mengenal lama. Mereka langsung akrab satu sama lain.

Perkenalan singkat yang tak pernah mereka duga sebelumnya. Hanya karena sebuah buku, mereka di pertemukan di sini. Ini lah awal kisah mereka. Juga kisah yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

 

23 September 2014

 

“Jung Hae Na! Mau kah kau menikah dengan ku?”

“O…oppa…”

Hae Na sangat terkejut dengan apa yang terjadi di pagi musim semi ini. Taehyung sengaja mengajak Hae Na pergi ke perpustakaan Seoul, di mana mereka pertama kali bertemu. Disanalah mereka sekarang. Hae Na tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia benar-benar tak menyangka Taehyung akan melamarnya.

Awal perkenalan yang singkat. Dan juga waktu yang singkat untuk mereka benar-benar saling mengenal. Hanya butuh 8 bulan untuk Taehyung meyakini dirinya bahwa Hae Na adalah pilihan untuk hidupnya. Taehyung benar-benar yakin dengan keputusannya, yaitu untuk menikahi Jung Hae Na.

“Hae Na-ya, ada apa? Kenapa kau terlihat sedih? Apa kau tidak…”

“Oppa, aku tidak sedih. Aku hanya sedikit ragu dengan keputusan mu ini yang terlalu cepat. Aku hanya…takut kau juga akan menyesalinya” Hae Na menundukan kepalanya ragu.

“Mwo? Kau ragu dengan apa yang akan aku lakukan? Dan untuk apa juga aku harus menyesali keputusan ku sendiri” Taehyung mulai berlutut di depan Hae Na yang sedang duduk di atas kursi.

“Hae Na-ya,dengarkan oppa. Kau tak perlu takut aku akan menyesali apa yang aku putuskan, kau juga jangan ragukan aku. Karena aku benar-benar yakin, kau di ciptakaan Tuhan untuk ku. Kau adalah pilihan untuk hidup ku. Dan kita ditakdirkan untuk bersatu. Ya, aku percaya itu. Aku janji! Dimana pun, kapan pun dan bagaimana pun aku akan tetap bersama mu, aku akan terus ada untuk mu. Aku akan buat akhir kisah cinta kita berakhir bahagia. Pegang janji ku itu, nde!”

“Oppa…”

“Aku akan tanya lagi pada mu. Jung Hae Na, mau kah kau menikah dengan ku?” perlahan-lahan tangan Taehyung membuka kota cincin berwarna merah terang di hadapan Hae Na.

Sejenak Hae Na terdiam. Cairan kristal bening mengalir begitu saja membasahi pipi Hae Na. Ia tak sanggup lagi menahan rasa bahagiannya. Ia terus saja menatap lekat Taehyung yang tersenyum tulus di hadapannya.

“Nde. Aku mau menikah dengan mu, Kim Taehyung!”

Taehyung langsung memeluk erat Hae Na. Senyum bahagia terpancar dari wajah mereka. Dan Hae Na sungguh tak percaya, ini adalah kado ulang tahunnya yang tak akan pernah ia lupakan. Kado terindah yang di berikan Tuhan untuknya.

 

23 Oktober 2014

 

Taehyung sedikit membenarkan letak dasi kupu-kupunya. Sebenarnya, sedari tadi ia mencoba menghilangkan rasa gugupnya yang tak kunjung hilang. Hari ini hari yang sangat sakral. Hari yang sangat ditunggu-tunggu Kim Taehyung. Ya, hari ini adalah hari pernikahan Taehyung dan Hae Na. Berulang kali Taehyung mematut di depan cermin, mencoba berusaha menghilangkan perasaan gugupnya saat ini.

“Taehyung-ah, kajja! Sudah waktunya upacara pernikahan mu”

“Eoh? Nde Aboji”

Taehyung menarik nafasnya dalam sebelum ia benar-benar keluar dari ruangannya. Dengan perasaan sedikit gugup, Taehyung mulai menaiki altar. Ia terus saja menarik nafasnya dalam-dalam mencoba menghilangkan rasa gugupnya yang sedari tadi tidak juga hilang. Tiba-tiba alunan musik khas upacara pernikahan terdengar, tanda mempelai wanita memasuki ruangan upacara pernikahan. Hae Na yang terus berjalan di temani Abojinya menuju altar terlihat sangat cantik dengan balutan gaun putih di atas lutut.

Akhirnya Hae Na sampai di altar berdampingan dengan Taehyung. Sang pendeta mulai membacakan janji-janji suci pernikahan yang diikuti Taehyung dan Hae Na.

“Saudara Kim Taehyung. Apa kau bersedia menerima saudari Jung Hae Na lahir maupun batin?” tanya pendeta pada Taehyung.

“Saya Kim Taehyung, menerima Jung Hae Na untuk menjadi istri. Mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin, untuk saling menyayangi dan menghargai, hingga maut memisahkan. Karena itu saya menyerahkan jiwa dan raga ini untukmu” ucap Taehyung dengan sungguh-sungguh.

“Saudari Jung Hae Na. Apa kau bersedia menerima saudara Kim Taehyung lahir maupun batin?” tanya pendeta sekali lagi pada Hae Na.

“Saya Jung Hae Na, menerima Kim Taehyung untuk menjadi suami. Mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin, untuk saling menyayangi dan menghargai, hingga maut memisahkan. Karena itu saya menyerahkan jiwa dan raga ini untukmu”

Setelah pendeta menyetujui pernikahan mereka, akhirnya Taehyung dan Hae Na resmi menjadi sepasang suami istri yang akan memulai kehidupan baru. Mereka akan melewati kerasnya hidup bersama-sama dan akan terus menepati janji-janji mereka untuk selalu bersama.

“Hae Na-ya, terima kasih. Kau sudah mau menerima ku dan mau mempercayai ku”

“Nde oppa. Aku juga berterima kasih pada mu karena kau telah yakin memilih ku sebagai seseorang yang akan menemani mu”

 

23 November 2014

Taehyung terlihat sedikit terburu-buru memasukan beberapa tas miliknya dan Hae Na ke dalam bagasi mobilnya. Setelah 1 bulan menikah, Taehyung dan Hae Na baru bisa menikmati masa-masa setelah mereka menikah pada hari ini. Mereka akan pergi ke pulau Jeju untuk berbulan madu. Mereka terpaksa menundanya selama satu bulan karena pekerjaan Taehyung sebagai seorang dokter di Seoul hospital yang terkenal dengan kesibukan para anggota medisnya baru mendapatkan hari liburnya. Sebenarnya, setelah menikah Taehyung sudah di berikan waktu senggang oleh kepala rumah sakit, tapi pada saat itu pasien rumah sakit yang membeludak dan rumah sakit membutuhkan semua anggota medisnya termasuk Taehyung. Akhirnya Taehyung terpaksa menunda bulan madunya bersama Hae Na.

Sedangkan di dalam mobil Hae Na sudah duduk manis menunggu Taehyung dengan sabar sampai selesai memasuki semua barang-barang mereka ke dalam bagasi. Setelah semua barang-barang mereka tersusun rapi di dalam bagasi, Taehyung langsung memasuki mobilnya.

“Hae Na-ya, maafkan oppa nde? Bulan madu kita terpaksa di tunda karena pekerjaan oppa” ucap Taehyung sambil menatap istrinya dengan rasa bersalah.

“Oppa, kau tidak perlu minta maaf pada ku hanya karena kau menunda bulan madu kita. Aku tidak apa-apa. Walau harus menunda dua bulan, tiga bulan bahkan tidak sama sekali pun aku tidak akan marah pada mu. Bagi ku bulan madu itu tidak penting, yang terpenting adalah kau, oppa. Kau tetap selalu ada untuk ku dan selalu di sisi ku saja itu sudah hal terpenting bagi ku. Jadi kau tidak perlu merasa bersalah hanya karena ini” ucap Hae Na tersenyum tulus pada suaminya yang sangat ia cintai itu.

“Jinjja? Gomawo Jung Hae Na. Kau memang yang terbaik untuk ku. Aku tak salah memilih mu untuk menjadi teman di hidup ku. Sekali lagi, gomawo istriku” Taehyung mencium kening istrinya penuh kasih sayang.

Setelah semua beban Taehyung hilang, Taehyung mulai menjalankan mobilnya. Perjalanan mereka ke pulau Jeju terasa santai. Sesekali Taehyung dan Hae Na menyanyikan lagu kesukaan mereka berdua untuk menghilangkan rasa jenuh perjalanan yang cukup panjang ke pulau Jeju. Tidak terasa awan mendung menampakan dirinya. Sebentar lagi hujan deras akan turun membasahi kawasan di sekitar pulau Jeju.

“Oppa, jangan terlalu terburu-buru mengendarai mobilnya. Kita pelan-pelan saja” tegur Hae Na sedikit khawatir pada Taehyung yang tiba-tiba menaiki laju mobilnya.

“Eoh! Mianhe sayang. Oppa hanya berusaha agar kita cepat sampai di penginapan sebelum hujan turun. Oppa tidak mau kau ketakutan karena hujan” ucap Taehyung tetap terus serius memandang ke arah jalanan. Taehyung sangat tahu istrinya itu sangat fobia dengan hujan.

“Oppa, dengarkan aku. Selama kau masih tetap ada di samping ku dan menjaga ku, hujan badai apa pun aku tidak akan takut” ucap Hae Na sambil terus menatap suaminya yang tetap serius mengendarai mobilnya.

Hae Na mulai benar-benar ketakutan karena tidak ada perubahan pada kecepatan mobil yang dibawa Taehyung. Bahkan Taehyung terus menaikan kecepatan mobilnya.

“Oppa turunkan kecepatan mobilnya! Jika kau tetap bersikeras untuk cepat sampai ke penginapan sebelum hujan turun, kau malah hanya membuat ku semakin ketakutan!”

CHIIITT!

Mendengar Hae Na ketakutan karena ulahnya, dengan cepat Taehyung mengerem mobilnya dan berhenti tepat di tengah-tengah tikungan jalanan Yongduam yang sepi.

“Mi…mianhe! Maafkan oppa, sayang. Maafkan oppa karena telah membuat mu semakin ketakutan! Mianhe, jeongmal mianhe Hae Na-ya…” ucap Taehyung sambil memeluk erat istrinya.

Ia benar-benar sangat menyesal dengan apa yang barusan ia lakukan. Berusaha agar Hae Na tidak ketakutan karena hujan, tapi ia sendiri yang membuat istrinya semakin ketakutan.

“Nde oppa. Aku sudah memaafkan mu, dan kau juga harus janji pada ku kalau kau tidak akan melakukannya, nde?” Hae Na melepaskan pelukannya. Ia terus menatap mata indah suaminya sambil menangkup wajah Taehyung.

“Nde! Aku janji pada mu, aku tidak akan pernah melakukannya lagi. Apa lagi sampai membuat mu ketakutan. Aku janji pada mu, Hae Na!” Hae Na hanya membalas perkataan Taehyung dengan senyum manisnya.

Tanpa mereka duga, dari arah berlawanan sebuah truk besar tidak sempat menghindar dari mobil mereka yang berada di tikungan jalan dan…

BRRAAAKKKKK!

 

23 Desember 2014

 

Taehyung terbangun dari mimpi buruknya itu setelah mendengar klakson mobil. Beberapa detik kemudian ia baru menyadari kalau ia tertidur di bus yang ia tumpangi tadi. Taehyung mengusap wajahnya yang di penuhi dengan keringat, padahal saat ini sedang musim dingin. Lagi-lagi mimpi buruk itu datang. Mimpi yang akhir-akhir ini selalu menghantui tidurnya.

Taehyung turun tepat di halte bus berikutnya. Sejenak ia menatap langit yang mulai menggelap. Butiran-butiran salju sudah mulai turun ke bumi. Ternyata musim dingin sudah benar-benar datang. Taehyung melanjutkan lagi perjalanannya menuju penginapannya di pulau Jeju. Jarak tempat penginapan Taehyung tidak terlalu jauh dari halte bus tadi. Kurang lebih sepuluh menit saja Taehyung sudah sampai di penginapannya.

Taehyung menghentikan langkahnya di depan pintu penginapan sebelum ia memasukinya. Tiba-tiba tangannya gemetaran memegang kenop pintu. Jantungnya terasa berdetak begitu cepat. Ia merasakan dirinya sangat ketakutan untuk masuk penginapannya. Ia takut, setelah ia masuk kedalam ia tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Tapi Taehyung teringat akan janjinya pada seseorang dan ia harus menepatinya.

Akhirnya Taehyung masuk ke dalam kamar penginapannya. Ia membuka mantelnya dan meletakannya di atas sofa ruang tamu penginapan. Diletakannya bungkusan kecil yang sejak tadi ia bawa dari apotek di atas meja nakas di samping tempat tidurnya. Sejenak ia terdiam di depan tempat tidurnya. Dipandangnya lekat-lekat seseorang yang terbaring kaku di sana. Perlahan-lahan Taehyung duduk di sampingnya. Tangannya bergerak mengelus penuh kasih sayang rambut yeoja yang terbaring kaku di tempat tidurnya. Ya, yeoja itu adalah Jung Hae Na,istri Taehyung. Yeoja yang menjadi istrinya sejak tiga bulan yang lalu. Yeoja yang sangat ia cintai. Yeoja yang menjadi teman hidupnya, dan yeoja yang rela mengorbankan nyawanya demi kehidup suaminya.

23 November 2014, hari dimana Taehyung dan Hae Na seharusnya menghabiskan waktu mereka untuk berbulan madu di Jeju. Hari dimana mereka merasakan kebahagian. Tapi itu seketika berubah menjadi hari yang paling mencekam dalam hidup Taehyung saat truk besar menabrak mobil mereka. Pada saat itu Hae Na memeluk Taehyung berusaha melindungi suaminya dari kerasnya benturan mobil truk yang menabrak mobil mereka. Taehyung terjepit diantara badan mobil dan Hae Na. Saat itu ia hanya merasakan sakit di lengan kirinya karena terjepit badan mobil, tapi tidak dengan tubuhnya. Tubuhnya terlindungi oleh tubuh Hae Na. Taehyung sangat ingat bagaimana Hae Na berjuang menahan rasa sakit di punggungnya. Taehyung merasakan darah segar mengalir dari punggung istrinya yang tertancap benda keras. Saat itu Taehyung tak bisa menolong istrinya karena ia juga terjepit. Ia hanya bisa mengelus wajah istrinya dengan tangan kanannya. Taehyung menangis. Ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan saat itu.

“O…op…oppa…kau…jangan me…menangis…aku…tidak apa…apa…kau tak…perlu…meng…khawatirkan ku…” kata-kata itu lah yang terakhir Hae Na ucapkan padanya.

Hae Na sempat di larikan kerumah sakit dan coma selama satu bulan. Tapi Tuhan berkehendak lain, Hae Na terlebih dulu meninggalkan Taehyung sendiri di dunia ini. Ia benar-benar tak percaya Hae Na meninggalkannya terlalu cepat. Akhirnya dengan nekat, diam-diam Taehyung membawa tubuh kaku Hae Na dari rumah sakit pergi menuju penginapan ini. Taehyung masih tidak percaya jika Hae Na sudah tak ada. Cairan Kristal bening meluncur begitu saja dari pelupuk mata Taehyung. Ia tak sanggup lagi mengingat sebagian memori-memori menyedihkan di hidupnya itu.

Taehyung mengambil bungkusan kecil yang ia letakan di meja nakas di sampingnya. Ia mengeluarkan isinya dari bungkusan itu. Sebuah botol bius kecil dan satu suntikan. Ya, itulah yang Taehyung beli di apotek tadi. Ia mulai mengambil cairan obat bius mati itu dengan suntikannya. Perlahan-lahan Taehyung menyuntikan obat bius itu ke dalam nadinya. Taehyung tak sama sekali merasakan sakit dari suntikan itu. Sakit akibat jarum suntik itu tidak ada apa-apanya dengan rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Setelah semua obat bius habis disuntikannya, Taehyung merebahkan tubuh lemasnya di samping tubuh kaku istrinya dan memeluknya erat. Perlahan-lahan pandangannya mulai mengabur, tubuhnya mulai tak dapat digerakan lagi, semuanya terasa kaku. Dengan tenaganya yang masih tersisa, Taehyung berusaha sedikit bangkit dan mencium kening Hae Na penuh kasih sayang.

“Hae Na-ya, apa kau masih ingat dengan janji ku? Dimana pun, kapan pun dan bagaimana pun aku akan tetap bersama mu, aku akan terus ada untuk mu dan aku akan selalu ada di samping mu. Kau masih ingat kan? Ya, aku akan lakukan apa pun itu demi kebahagiaan kita, termasuk menyerahkan nyawa ku sendiri. Aku yakin, kita akan bertemu lagi di sana dan kita akan bersatu kembali. Aku janji, saat aku sudah ada di sana aku akan buat akhir kisah cinta kita benar-benar berakhir bahagia seperti apa yang kau inginkan…Hae Na, tunggu aku di sana…”

 

 

 

 

-END-

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s