Namitsutiti

[FF Freelance] Love Two Person

Leave a comment


ff

Karya:Herma Wati Milla

Cover By Choiri Kpop Art

Gadis berkulit putih bercak mongol dengan bibir punchnya berkutat dengan air mata wajahnya penuh keraguan ,segelintir air hujan tengah ikut menemani hari paling menyakitkan untuk dirinya.Gadis ini masih berbalut dengan dress pengantin ,ia menunggu kedatangan seseorang disini tapi pria itu tidak kunjung datang kepadanya.Bulir air mata membanjiri kedua pipinya.Tubuh ramping telah terpantulkan pada arus air sunga Han.Ia tertunduk lemas.

“Hiks”

Ia terisak kecil menatapi arus sungai yang begitu deras,Entah apa yang dipikirkan gadis ini.Ia menjatuhkan diri ke arus air tersebut.

Byuuurrrrr.Tubuh ramping itu terjatuh kedalam air terombang-ambing oleh deras ombak sungai,kehidupan gadis ini seperti tidak ada harapan lagi untuknya.

“ChaoXing…..”

“ChaoXing….”

Panggilan namanya terdengar sayup-sayup ditelinga.

“ChaoXing….”

Dua gadis sedang mencari-cari keberadaannya.

“ChaoXing..”

“Oh.ChaoXing. Jessica –eonni.Lihat!”tunjuk gadis berambut pirang kecoklatan menunjuk tubuh yang terombang-ambing dengan arus air.

“Tuhan..ChaoXing…”suara gadis itu terdengar bergetar berlari menyelamatkannya.

Sret.

“ChaoXing.Apa yang barusan kau lakukan?”tanya gadis bernama Jessica ini.Jemari tangannya menarik tubuh gadis bernama ChaoXing dan mendaratkannya.Mereka merangkul tubuhChaoXing yang mulai kaku dan dingin.Terlihat mereka begitu mengkhawatirkannya.

“ChaoXing..Hiks…Gadis Bodoh bangunlah.Kau jangan secepat itu meninggalkanku,”kata Jessica kakak perempuannya.

“Eonni-Hiks bangun eonnie!!!”pinta Bora menggayunkan lengannya.

“ChaoXing…..”

“ChaoXing -eonnie Hiks…”

Suara sirine mobil terdengar semakin keras ,mobil itu membawa tubuh ramping ChaoXing kedalam.Keguncangan dan kepanikan kin imelanda seluruh keluarga kecil ChaoXing.Tak terpikirkan oleh gadis bernama ChaoXing ini harus menikah dengan lelaki yang berusia 50 tahunan,ayahnya tidak bisa melunasi hutang keluarganya .Akal picik lelaki ini meminta ChaoXing untuk menjadi istri ke-limanya.ChaoXing berusaha menghindari permintaan lelaki ini,tapi apa boleh buat ternyata lelaki ini memang sengaja menyulitkan keluarganya supaya dapat memiliki ChaoXing seutuhnya.Bahkan ia akan melakukan cara apapun untuk menghabisi siapa saja yang berusaha merebut ChaoXing dari tangannya.

“ChaoXing –eonni Hiks Hiks”tangisan seorang gadis kecil bernama Bora terus menemaninya.

Tit Tit Tit.Detak nadi teralun-alunkan dilayar kecil.ChaoXing belum sadarkan diri,lelaki hidung belang ini duduk menyilangkan kedua tangannya,tak ada sedikitpun rasa bersalah dari raut wajahnya.Seseorang tengah mengintip dibalik sudut kaca,pria itu membawa tongkat menyangga tubuhnya.Tiba-tiba pandangan lelaki hidung belang ini terpusat pada pria dibalik kaca.

Bug.Tubuh pria terpukul keras ,tubuhnya diseret oleh beberapa kaki tangan lelaki hidung belang ini menjauhi keramaian.

Bug.

“Arggh”Tao meringis saat kakinya terkena tendangan dari kaki tangannya.

“Sudah pernah aku katakan padamu.Jangan pernah menampilkan dirimu ataupun menemui ChaoXing ,”tegasnya begitu kesal pada Tao kekasih ChaoXing.

Bug.Lelaki hidung belang ini memukul perut HuangZitao tanpa berdosa,pria yang memiliki lingkaran dikedua matanya hanya bisa mengalah walaupun sakit ditubuhnya tak sebanding rasa sakit yang ChaoXing hadapi.

Tao mengambil tongkatnya dan bangkit dari sana ,ia berjalan dengan terseok-seok.Pikirannya terus mengingatkan rasa bersalahnya pada ChaoXing.

Dimana Ia meninggalkan ChaoXing demi menyelamatkan adik perempuannya.Saat itu ChaoXing berdiri didekat dinding bangunan tua,Ia menangis kecil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya,Tao datang mendekatinya sekedar menyatakan sesuatu yang ia harus katakan padanya.Tapi gadis itu menampar pipi kirinya.Seraya berkata:

“Kau berubah oppa,kau berjanji padaku untuk tidak akan meninggalkanku bersama wanita lain.Hiks..Hiks”

“Mianhae ,tapi…”Tao membalas dengan sahutan singkat sebelum terpotong oleh ChaoXing.Ia teringat perintah lelaki hidung belang itu yang memintanya untuk segera menjauhi ChaoXing selamanya karena dia benar-benar miliknya seutuh.Hatinya terasa sakit jika mengingatnya.Ia akan menyiksa Luna jika ia tidak segera meninggalkan ChaoXing untuknya.Lelaki biadab ini sangatlah menyiksa pikirannya,perihalnya Luna telah dinikahinya

dua bulan yang lalu.Dan kini ia harus merelakan kekasihnya untuk dijadikan istri juga.Ia benar-benar dihadapkan dua pilihan yang cukup rumit untuk dikorbankan.

“Oppa.Jawab pertanyaanku! Hiks..Hisk…Benarkah kau akan mengingkari janjimu?”tanya ChaoXing tegas kedua pipinya dipenuhi air mata.

“Aku.Aku”jawabnya gugup.

“Katakan sejujurnya Hiks Hiks”perintahnya .

“Aku akan bertunangan dengan wanita lain,”balasnya dengan lemah dan sedih.

Duarrrr.Air hujan turun deras saat itu membasahi sepasang kekasih ini,ChaoXing terlihat kesal dan kecewa padanya,tapi apa daya setiap orang berhak memilih mungkin ini memang pilihan untuknya,ChaoXing tidak bisa membendung rasa sakitnya.Air mata turun deras dari kantung matanya, suara nafasnya begitu pelan.

“Hiks..Hiks”ChaoXing melemas seketika perlahan-lahan ia mulai turun ke tanah dua buah lutut telah mendarat duluan di aspal keras perkarangan bangunan tua.Ia terisak kecil seluruh rambutnya turun sedikit menutupi wajahnya.

“Maaf.Maafkan aku ChaoXing,”batin Tao berbicara.

“Hiks Hiks”ia menangis seluruh tubuhnya basah dengan air hujan begitu juga dengan Tao.Hidup ini terasa klisse baginya terlalu cepat terjadi.Ia tidak tahu harus menyalahkan siapa.Kini ia harus hidup dengan lelaki hidung belang itu,pikirannya kacau sangatlah kacau.Tao hanya bisa menyaksikan

ChaoXing sedang menangis di aspal.Ia ingin sekali memeluknya tapi tidak bisa karena lelaki hidung belang itu pasti akan menghukum Luna disana.

Duaarrr.Kilatan petir seakan ikut marah padanya karena membiarkan gadis ini menangis.Tao terlihat tak berdaya didepannya,ia harus memutuskan hubungannya yang terjalin selama sepuluh tahun bersamanya.Tapi lelaki bajingan itu telah merebut semuanya darinya termasuk ChaoXing.Ia tidak bisa melakukan apapun sekarang.

*******Love Two Person******

Tak Tak.Tongkat itu membawa Tao pergi bersamanya darah disudut bibirnya terus keluar mengotori kemejanya.Wajahnya lebam akibat pukulan keras dari mereka,ia melangkah pergi tepat disebuah perkarangan rumah.Dimana ia sering melihat ChaoXing bermain dengan anak-anak,ia sangat senang sekali dengan anak-anak.

Dua bulan telah berlalu.

ChaoXing berdiri di dekat jendela rumah nya.Pandangannya kosong sesekali jemari tangannya sibuk merobeki kertas origami miliknya.ChaoXing melihat sosok Huang ziTao di taman.ChaoXing terus memanggil nama pria itu,ia menuruni anak tangga dan segera keluar dari rumah nya.

Ia keluar berlari mencarinya tapi tak seorangpun ada di taman melainkan hanya sebuah bangku taman yang sendirian.

ChaoXing menduduki bangku taman itu ,wajahnya tertunduk dan menatap seekor burung merpati yang bertengger pada ranting pohon dari air.Ia sendirian tanpa ditemani oleh siapapun lima menit kemudian ia terbang ke langit .

ChaoXing termenung sejenak.Hidupnya layaknya seekor merpati.Ia bangkit dari tempat duduknya dan pergi keluar taman mencari udarasejuk.

Tak.Tak.saat ia bangkit suara hentakan tongkat tengah mengisi keheningan pagi dibalik punggungnya.

ChaoXing menoleh ke belakang tepat seorang HuangziTao tengah berdiri menunduk kebawah bersama tongkatnya yang terselipkan.

“Oppa”panggilnya.Tao ada sedikit terkejut baru saja ,ia membayangkan ChaoXing sedang bermain dengan anak-anak ditaman ini.

“A-a-a-ku”sapanya dengan kegugupan.

“Oppa!”panggilnya ulang.

“ChaoXing.Mengapa kau ada disini?”tanya Tao menyela.

ChaoXing menggeleng pelan dan mendekati Tao.Mereka saling menatap,tapi Tao membuang tatapannya.

ChaoXing memeluk tubuh Tao yang ada dihadapannya,matanya mulai berkaca-kaca.

“Oppa.Aku merindukanmu”katanya.Tao berusaha melepaskan pelukan ChaoXing tapi tidak bisa bagi dirinya.Karena ia juga begitu sangat merindukan gadisnya.

“Oppa.Jangan pergi lagi dariku,aku minta padamu,”pintanya dengan air mata yang mengalir perlahan dari kantung matanya.

“Jika aku boleh meminta pada tuhan.Aku ingin selamanya bersamamu ChaoXing.Tapi apakah ini benar-benar takdir kita untuk bersama,Jika memang iya biarkanlah aku menjadi pendamping mu seumur hidup”batinTao mulai berbicara.

“Bawa aku pergi bersamamu”pintanya kembali sembari menimbulkan isakkan kecil.Tao menaruh kedua lengannya dipunggung Chaoxing dan memelukknya .Ia mencium pucuk kepala ChaoXing.

“Tuhan ,jika ini memang jalan untuk kami,biarkan kami tetap bersatu walaupun sampai darah terakhir”ucap batin Tao berdo`a.

ChaoXing bergelinangan air mata,ia kembali menangis dalam dekapan Tao.

“Aku akan membawamu pergi bersamaku esok sebelum pernikahanmu”kata Tao menegaskan .

“Apa itu hanya ucapan dusta ataukah sebuah janji?”tanya ChaoXing menyakinkannya.

“Tidak ChaoXing ini janjiku padamu,”kata Tao.

“Jika itu memang benar.Aku akan menunggumu Tao-oppa”sahutnya menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang Tao.Tao mengelus rambut kekasihnya.

*****Love Two Person*******

Teng .Teng.Lonceng gereja klasik berbunyi.Semua orang telah berkumpul didalam gereja sembari menunggu kedatangan pengantin wanita.Pria hidung belang itu terlihat bahagia sekali karena inilah hari yang ia tunggu.Semua impiannya akan terwujud di pagi ini.

ChaoXing memandangi wajahnya dicermin,seluruh perias pengantin begitu memuji kecantikannya.ChaoXing berkali-kali memandangi jam ditangan kanannya.Ia menunggu seseorang yang benar-benar akan membawanya pergi dari sini.Tapi jika dipikirkan itu tidak akan mungkin baginya karena seluruh gereja ini pasti banyak sekali kaki tangan lelaki bajingan ini.Batin ChaoXing mulai khawatir.

“Nunna.Apakah anda sudah selesai merapikan gaunnya”kata perias pengantin itu datang tiba-tiba.

“Ada seikat bunga mawar dari suamimu nunna”sambungnya.

“Surat? Setahuku lelaki bajingan itu tidak suka mengirim seikat bunga untuk gadis-gadis yang ia sukai”

ChaoXing menggigit bibir bawahnya,Ia mulai berpikirkeras mengapa pria bajingan itu tiba-tiba baik dan menjadi romantis.Ia membuka pembungkus bunga dan ada selembar kertas kecil.Yang terselip di batang bunga tersebut.Jemari tangan ChaoXing membuka perlahan selembar kertas itu dan bertuliskan untuknya.

Isi Selembar Kertas:

Temui Aku digerbang gereja

From:Tao.

ChaoXing tersenyum senang dan berusaha keluar dari tempat neraka ini dengan taktiknya.

Ia keluar dari jendela menyamar sebagai seorang pelayan.Tapi ada seseorang lelaki yang sudah mengetahui identitas dirinya dan menghubungi lelaki bajingan itu,sontak ChaoXing berlari menjauh dari kejaran kaki tangan lelaki itu .Bersamaan mobil hitam telah melaju cepat dari arah yang berlawanan.

Sreeeeeeettttt.Tak. Mobil itu membukakan pintunya untuk ChaoXing dan segera berlaju cepat.Tiba disebuah taman bunga.Tao membawa ChaoXing bersamanya untuk bersembunyi.Sialnya jejak mereka terlalu cepat diketahui oleh mereka.Lelaki hidung belang itu membawa Luna bersamanya sebagai bahan penebusan ChaoXing,Ia mendorong Luna di hadapan Tao hingga terjatuh,Luna hanya bisa mengalah dan menangis sakit.

“Pria brengsek.Kau ingin kemana dengan calon istriku?”tanyanya.Tao menggenggam tangan ChaoXing agar tidak diambil darinya.Seluruh kaki tangannya terlihat begitu banyak mengitari mereka.Tao menyembunyikan ChaoXing dibalik punggungnya.Tongkat dikirinya masih terselip.

“Lepaskan dia atau adikmu akan menjadi korbannya,”katanya.

“Brengsek”balas Tao.

“Mengapa kau menggunakan perempuan sebagai penebusanku?”kata ChaoXing.

“ChaoXing.Kau sama layaknya dengan gadis dihadapanku.Cuih”pria itu meludah Luna hanya bisa menahan sakit hatinya pada suami nya.

“Kau benar-benar pria biadab,”sahut Tao beraba-aba memainkan jurusnya.

“Habisi mereka,”perintah lelaki hidung belang itu.

Seluruh kaki tangan lelaki itu menyerbu Tao ,Tao memainkan jurus wushunya mereka tidak tahu sebelum kakinya kirinya cacat Tao adalah atlet wushu.

Sret.Tao berhasil mengenai kepala kaki tangan lelaki itu.Ternyata lelaki itu cukup licik disaat Tao benar-benar terpusat pada mereka lelaki itu membidik Tao dengan senapan ditangannya.Dan.

Dor.srreeeetttttt.ChaoXing mendorong Tao agar peluru itu tidak mengenainya.

“Arrggg”

“ChaoXing”

“ChaoXing-eonni”pekik Luna.

Brak.ChaoXing terkulai lemas saat peluru itu mengenai dada kirinya darah segar dari mulutnya keluar begitu saja.

Luna merebut pistol itu dan ikut terdorong kebelakang.Lelaki itu mencoba membidik Luna juga tapi sudah terkena pukulan terlebih dahulu dengan jurus wushu nya.Lelaki itu terjatuh terbengkulai lemas dengan darah dibibirnya saat polisi datang bersama Jessica dan Bora.Lelaki itu segera dibawa bersama aparat keamanan.

Tao menggenggam tangan ChaoXing menggendongnya kedalam mobil dan pergi ke rumah sakit yang dapat membantunya.Antara panik dan sedih melanda hatinya.

Tepat sebuah rumah sakit berdiri .Pihak rumah saki ttelah membawanya kedalam.

Tiga tahun kemudian.

ChaoXing duduk dibangku taman melihat kembali seekor merpati itu tidak sendirian lagi.Tiba-tiba lengan besar telah melingkar dilehernya saat itu.

“Geli Tao-oppa”ucap ChaoXing menegur.

“Kau masih seperti itu padaku.Bukankah kita telah menikah setahun yang lalu?”katanya mengingatkan.

“Memangnya kenapa?”balasnya tidak tahu-menahu.

“Hah, kau tidak mengerti juga!!”sahut Tao menyeringai.ChaoXing mengernyitkan dahinya dan Tao mengejutkan nya, tiba-tiba lengan besar itu mengangkat tubuhnya .

“A-Apaaa yang kau lakukan?”tanya ChaoXing terkejut.Tao semakin menyeringai menatapi istrinya.Ia mendekatkan bibirnya ditelinga ChaoXing.

“Mari kita bersenang-senang”timpalnya.

Mata ChaoXing membulat seketika.Ia mengeleng pelan dan segera membawanya kedalam.

Didalam Tao menaruh tubuh ChaoXing diatas ranjang .

“Tunggu ,apa yang kita ingin lakukan disini?”tanya ChaoXing polos.

Tao merebahkan tubuhnya diatas ranjang disisi ChaoXing.Wajah Tao mendekat dengan ChaoXing jaraknya hanya satu sentimeter nafas mereka sungguh terasa hangat.

“Sebelum memulai ada yang ingin dipertanyakan Honey”katanya dalam panggilan bahasa inggris.

“Ada, mengapa kau bisa menaruh selembar kertas kecil pada pembungkus bunga tanpa diketahui oleh mereka?”tanya ChaoXing penasaran.Kala itu memang penjagaan untuk dirinya sangatlah diperketat oleh lelaki hidung belang bernama Kim Tan.Tapi Tao tidak sebodoh itu rupanya ada taktik khusus mengelabui musuhnya.

Tao menaikkan alisnya sedikit ,seringaian kembali ditampilkan dan berkata.

“Nanti saja jawabannya setelah kita bersenang-senang”ucapnya menarik selimut mereka.

END

 

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s