Namitsutiti

[FF FReelance] LOYAL Chapter 6

5 Comments


untitled

LOYAL 6

Dating !!!

Should I change?

Jiyeon menangis sejadi – jadinya, ia meringkuk di samping kasur empuk dengan kedua tangan yang memeluk kedua kakinya. Hatinya tak sangguh menerima ini semua. Sebuah kenyataan pahit yang diterima nya beberapa jam yang lalu. Untung saja kedua orang tua Jiyeon sedang pergi karena ada pertemuan meeting dan halmoeni Jiyeon sedang menjenguk saudaranya di Jepang yang sakit. Sehingga Jiyeon dapat menangis sepuas-puasnya.

 

“Dia sangat cantik dan menarik, aku menyukainya ” 7 kata sacral yang baru saja di dengarnya dari Minho lewat telepon dua jam lalu itu terngiang di kepala Jiyeon sejak tadi , iapun berjalan gontai menuju cermin yang tinggi sesuai tingginya. Ia memandang dirinya yang menyedihkan melalui rekaman cermin itu. Sungguh tragis rambut, dan baju nya terlihat berantakan. Mukanya benar – benar kusut akibat air mata yang membasahi wajahnya dan ingusnya keluar akibat menangis tidak berhenti -berhenti .

 

“Apakah aku seperti namja?

Pabo jiyeon kamu memang mirip anni lebih tepatnya adalah namja

Benar dasar yeoja jadi-jadian ….”

 

Gumam jiyeon sambil menunjuk pantulan dirinya di cermin dengan telunjuk kanannya

 

“Minho, secepat itukah hatimu tergerak?

Seberapa menarik kah dia?

Hingga ia bisa merebut hatimu dengan mudah….”

Jiyeon kembali menangis namun ia tahan dan menekan dadanya yang sesak kemudian tertawa renyah.

 

Entah menertawakan penampilannya yang kusut atau nasibnya.

Kemudian ia merosot jatuh kebawah tetap melihat dirinya di cermin.

“Sungguh malang nasibmu jiyeon” gumamnya dan ia mulai tertidur di lantai.

 

Skip

 

Sinwha High School digemparkan berita yang menggembirakan Minho telah berpacaran dengan Yurra . Tentu ini disambut baik oleh mereka karena seorang Choi Minho mau tersenyum ramah terhadap perempuan semenjak Minho jadian. Minho dan Yurra sudah jadian.

Hebat bukan seharian ini minho mau tersenyum ramah???

Padahal biasanya mukanya dingin seperti es batu jika menatap yeoja lain selain Jiyeon mungkin?

 

At class

“ Cie yang baru jadian ?” ucap chanyeol

“ Iya mana nih traktirannya ??” sahut taemin

“ne ne Minho mana traktirannya?” Tanya Baekhyun dan sehun serempak

Sementara minhoyang sedari tadi di ajak bicara sedang terlihat asik ber sms ria dengan yeojanya yang memang tidak datang kesekolah karena ada acara keluarga.

“Yak Minho.” Ucap Mereka berempat karena diacuhkan sambil memukul pundak minho pelan

 

“Ah , ne maaf teman aku lagi sibuk.” Sahut minho

“ Yak, kau sibuk pacaran, segitu kangennya ya tidak bisa bertemu sehari? Seperti anak kecil saja” Tanya Kai lebih tepatnya menyindir

“ Hahahaha begitukah?”

Minho malah balik bertanya , Minho benar – benar sedang dimabuk cinta Yurra.

 

“Kret.” pintu kelas terbuka menampakkan Jiyeon yang menenteng tas punggungnya

Jiyeon berjalan santai dan pelan menuju bangkunya tak sedikit pun ia tersenyum riang tidak seperti biasanya ini telah terjadi semenjak minho berpacaran dengan Yurra.

 

“Yak Jiyeon pagi-pagi begini kok kusut gitu.” Well waeyo??tanya Chanyeol si happy virus

“Aku baik-baik saja hanya sedang malas, huh bentar lagi ujian kan?” balas jiyeon mencari alasan yang sebenarnya itu semua bohong.

“Oh jadi kamu belajar mati-matian gitu?” Tanya sehun memastikan

“Ne.” jawab jiyeon seraya mengambil buku dari tasnya dan membaca bukunya kembali yang tadi malam sudah dibacanya berkali-kali.

 

Para namja hanya heran ada apa dengan Jiyeon kenapa jadi aneh begini??

Sementara itu Kai memandang Jiyeon sedih

Minho diapun mulai menyadari perubahan Jiyeon yang menjadi pendiam, minho menghentikan aktivitasnya bersms nya dan memandang Jiyeon.

 

Loyal “Will you stay with me (forever)?”

 

“Ji” Panggil minho sambil menepuk pundak Jiyeon agar jiyeon tersadar dari keasyikannya sebab demi apa Jiyeon dari tadi benar –benar focus membaca buku sambil mendengarkan music dari headsetnya di lapangan basket belakang sekolah mereka yang memang jarang digunakan . Kecuali oleh kelas A jika sedang ingin bertanding tanpa mendengar teriakan fans.

 

“Minho , sejak kapan kamu di sini?” Tanya jiyeon sambil melepas headsetnya dan menutup bukunya

“Baru saja, em Ji .” gantung minho

 

“Ada apa?” Tanya jiyeon

“Mianne , aku rasa sekarang ini kita jarang bertemu untuk bermain.”

 

“Oh ne minho, gwechana.”Ucap Jiyeon memandang tanah yang menjadi pijakannya tak berniat sekalipun memandang Minho

“Yak ji , kalau diajak bicara lihat aku dong.” Kesal Minho sambil menangkupkan wajah jiyeon dengan tangannya untuk menghadap kepadanya.

 

“Ah ne minho.” Ucap jiyeon gugup memandang mata minho yang menatap tajam kearahnya

“Yak ji, huh begini mari kita berman basket besok pagi?” ajak minho sambil melepaskan tangannya dari wajah Jiyeon

 

“Eumm, minho aku…..

Belum sempat jiyeon melanjutkan kalimatnya minho berkata

“Aku tidak menerima penolakan bye Ji .Jangan lupa di sini jam 8 pagi.” Ucap minho dan bergegas pergi tak lupa ia mengacak – acak rambut jiyeon pelan.

 

“Yak minho jangan acak-acak rambutku. Besok kau pasti kalah” Teriak Jiyeon karena minho sudah berjalan menjauh

“ Ne JI Lihat saja besok.” Tantang minho kembali

Jiyeon tersenyum dan kemudian dia menangis dalam diamnya sambil terduduk di kursinya.

 

“Aku rasa aku tidak bisa menjauh darimu?Minho.” Gumam jiyeon pelan.

 

Dibalik itu semua Kai melihatnya dengan jelas bagaimana raut ekspresi jiyeon berpura-pura gembira.

 

Kai bergumam “Ji kamu tak pantas bersedih.”

 

Loyal “Will you stay with me (forever)?”

 

“Ji coba pakai ini, ini cute Ji” ucap Suli

“Jangan pakai, coba deh dress mini ini saja.” Sanggah Daeun sambil mencocokkan dress minni ditubuh Jiyeon

“No , coba ini saja JIyeon celana hot pans dan t-shirt ini.” Ucap Krystal tidak ingin kalah memberi masukan fashion

 

Benar Daeun, Krystal dan Suli yang memang sengaja bangun pukul 5 dini hari untuk mendandani Jiyeon , karena mereka tahu Jiyeon perlu perubahan agar Minho sadar terhadap perasaan Jiyeon. Mereka telah mendorong Jiyeon dan menyadarkannya agar Jiyeon mau untuk sedikit berubah.

 

Flashback

 

“JI, kamu tidak makan?” Tanya Suli dan Suzy serempak

“Eh ne?” Tanya jiyeon balik

“JI, kami lihat akhir- akhir ini kamu terlalu sering bengong , atau membaca buku. Kami tahu membaca itu memang bagus tapi lihatlah mukamu seperti kurang tidur.” Nasihat Krystal

“Eh benarkah begitu?” Jiyeon bertanya polos

“Ne, begitu Ji.” Jawab Suli

“Cerita ada apa?” Tanya Daeun

“Ehm, sebaiknya bagaimana ya?….aku…aku…

“Yak ada apa?”Kesal Daeun karena Jiyeon menjawab lama

“I want change.” Gumam Jiyeon tapi masih bisa terdengar oleh chingunya

“Ehm, okey we can help you.” Jawab mereka serempak .

 

Mereka sudah tahu alasan Jiyeon apa . Mereka pasti membantu Jiyeon untuk berubah menjadi yeoja cantik, agar minho mau memandang Jiyeon walau sekali saja. Mereka tahu seharusnya mereka tidak boleh begini, kan kasihan Yurra tapi hanya sekali saja biarkan jiyeon merasakan menjadi yeoja dan minho bisa memuji Jiyeon agar Jiyeon senang dan bersemangat lagi.

 

Setelah itu sorenya Jiyeon diajak ke salon untuk menyambung rambut jiyeon dan menatanya agar terlihat cute. Selanjutnya pergi berbelanja apa yang diperlukan atau lebih tepatnya memborong pakaian , tahu sendirilah mereka ingin membuat Jiyeon cantik maka baju yang sekiranya pas merekapun membelinya. Karena terlalu kelelahan mereka menginap di rumah Jiyeon. Namun apa yang terjadi di pagi hari. Suara keributan terdengar dari kamar Jiyeon mengawali hari baru bagi sosok Jiyeon yang baru. Yap ketiga yeoja ini terlihat sibuk mendandani Jiyeon.

 

End flashback

 

Akhirnya setelah dirasa pilihan baju mereka sesuai dengan karakter jiyeon yang baru, yakni feminism sedikit tomboy. Mereka segera menggiring Jiyeon untuk berganti pakaian dan mendandaninya secantik mungkin. Sudah hampir 2 jam mereka berkutat dengan Jiyeon sampai mereka lupa berdandan.

 

Jiyeon yang baru ia berambut panjang bergelombang yang berwarna coklat terang . Benar-benar dibuat cute image Jiyeon oleh para chingunya seperti gadis SMA selayaknya.

 

Tidak Lupa untuk melengkapi tampilan Jiyeon ia mengenakan hots pant jins biru tua, baju kemeja berwarna pink dipadu kaos putih serta polesan bedak natural, eye shadow dan lipstick berwarna pink muda dibubuhkan diwajah jiyeon sehingga aura cute natural jiyeon terlihat jelas . Ya walaupun Jiyeon tampilannya agak tomboy seperti dulu tapi saat ini setidaknya ia berdandan sedikit aura feminimnya terlihaat bukan? Seperti pict di bawah ini.

 

Loyal “Will you stay with me (forever)?”

“Minho kamu benar kan udah mengabari Jiyeon hari ini kita bermain basket?” Tanya Sehun

“Ne sudah tehun.” Jawab minho yang sedang bersms ria dengan Yurra si yeojachingunya mengabari jika ia sedang bermain basket di Lapangan belakang sekolahnya.

 

To “ Yurra my girlfriend”

Yurra , aku ada di Lapangan Basket Sinwa. Kamu mampir kan???

Sudah lama tidak bertemu.

Send

 

From “ Yurra my girlfriend”

Oppa lebay baru dua hari tidak ketemu. Sudah kangen?????

Iya nanti siang aku mampir

Chuuu

 

To“ Yurra my girlfriend”

Wkwkwkwk iya chagi, aku tunggu bye.

 

“Yak minho kamu smssan terus itu hobi barumu ya?” Sambar Taemin

“Tenang kawan, ada apa sih?” Polos minho bertanya

 

“Yak ini sudah jam 9 tidak biasanya Jiyeon telat Minho.” Chanyeol ikut –ikutan berbicara

“Tenang saja Ji pasti da-

Sebelum Minho sempat melanjutkan kata- katanya

 

“Anyeong.” Sapa seorang yeoja bersama ketiga chingu menyapa ramah seraya berjalan santai menuju kearah mereka.

Tatapan terkejut para namja pun di dapatkan kepada sosok Jiyeon yang baru, mereka melongo dan speechless.

 

“Eh siapa dia Daeun ?” Tanya chanyeol yang nyawanya sudah kembali lagi

“WKWKWKWKK” semuanya tertawa

“Yak kok malah tertawa?”Marah Cahnyeol

“Dia Jiyeon .”Jawab Sulli

 

“Mwo!!!” Kaget para namja

Kecuali Minho dan Kai mereka hanya diam dan memandang Jiyeon sulit untuk diartikan.

 

Loyal “Will you stay with me (forever)?”

“Yak Ji oper bolanya ke Kai.” Teriak Sehun

“Plak” .

Bola yang akan dioper Jiyeon kepada Kai gagal sudah akan tangan Minho yang menyambar bola tersebut.

“Hosh-hosh.” Jiyeon benar-benar kelelahan

 

“Prit 10-9 Minho, Chanyeol,Taemin menang” teriak Baekhyun mengakhiri pertandingan.

“Yah kalah deh. Huhuhuhuuuu kapan aku menang nih” Ucap Sehun sambil maerajuk memeluk Daeun.(Benar-benar manja) Daeun hanya terheran-heran melihat tingkah Sehun ini.

 

“Minho.”Sapa jiyeon kepada sahabatnya ini yang sedang duduk di bangku pinggir lapangan sambil menawarkan air dingin karena terlihat jika Minho sedang kehausan mencari botol minumnya.

 

“ Taemin aku minta airmu ya.” Minho merebut botol air di sebelahnya dan meneguknya, ia tidak melihat Jiyeon atau lebih tepatnya tidak perduli akan kehadiran Jiyeon yang ada di sampingnya menawarkan air dingin.

 

Jiyeon terlihat sedih sebenarnya ia mau menangis tapi iya tahan. Ia tetap berdiri di samping Minho

Taemin yang melihat raut wajah jiyeon merasa tidak suka akan atsmofer di sini benar – benar mencengkam. “Minho, Jiyeon tuh ” bisik taemin saat minho meneguk air dingin taemin dan menyenggolnya.

“Ne?” Tanya Minho cuek menghentikan aktivitas meminumnya kemudian melirik Jiyeon sebentar dan melanjutkan meneguk air minum tadi

 

Taemin dan Chanyeol yang duduk di sebelah minho tidak tega dengan kelakuan sahabatnya ini yang mulai lagi dingin dengan yeoja , mereka beranjak pergi meninggalkan Jiyeon dan Minho mereka merasa ada yang ingin dibicarakan Jiyeon kepada Minho.

 

“Jiyi sabar ya” ucap mereka berdua menepuk pundak jiyeon dan kemudian pergi kesisi lain lapangan ditempat teman –temannya berkumpul menyiapkan makanan yang baru saja mereka pesan delivery.

 

“Ehm mi…minho aku-

Sebelum Jiyeon kembali melanjutkan kalimatnya minho memotong apa yang diucapkan

“Jiyeon-ssi, bisakah kamu pergi dari hadapanku?”

“Minho?”

“Kamu tahu aku tidak suka kamu berpenampilan seperti ini apalagi dengan rambut panjangmu itu , tapi ah sudahlah .” Ucap minho memandang lurus kedepan lalu pergi meninggalkan Jiyeon yang masih berdiri mematung membelakangi Minho yang berjalan menjauh .

 

Dada Jiyeon terasa sesak seperti terhunus pedang mendengar kata-kata yang dilontarkan Minho. Tanpa sadar air mata Jiyeon jatuh , iapun mengahapus kasar kemudian berlari pergi meninggalkan chingunya ia tak perduli jika chingunya berusaha memanggil Jiyeon untuk berhenti.

 

Jiyeon berlari tergesa- gesa menuju ke gerbang sekolah ya ia ingin pulang saja, percuma ia berdandan cute jika Minho target sasaran akan perubahannya menganggap itu semua adalah konyol.

 

Sesampainya di halte depan Sekolah Sinwa ,

 

“Duak.” Jiyeon terjatuh ke tanah akibat ia tersandung pijakan tangga yang ada di halte, botol air yang ia sempat tawarkan ke Minho pun jatuh dan cipratan airnya mengenai tubuh Jiyeon. Kemudian ia hanya dapat terduduk lemas di tanah dan tetap menangis sesenggukkan. Tidak perduli akan orang yang lalu lalang , tapi untung saja karena hari libur maka keadaan di halte ini pun sepi.

 

Sudah puas Jiyeon menangis kira-kira 30 menit iapun melap air mata yang membasahi pipinya dengan kasar dan berdiri hendak duduk di bangku halte saat ia berbalik ia mendapati seorang namja yang tersenyum ke arahnya.

 

“Hei yeoja aneh , eh salah yeoja cengeng sudah puas menangisnya?” Tanya Kai seraya memberikan tisu kepada Jiyeon.

 

Jiyeon hanya memandang Kai dan menyambar tissue yang diberikannya untuk mengusap wajahnya yang lumayan kusut akibat menangis tadi seraya duduk di bangku halte.

 

“Em harusnya kamu bilang gomawo .”Pinta Kai

“Gomawo Kai untuk tissue nya.”

“Eh hanya hari ini saja , yang kemaren kamu lupa ya?? Huh udah capek –capek gendong kamu, eh kamunya lupa bilang terima kasih padahal aku sudah menunggu ucapanmu sejak 5 hari lalu .” Cerocos Kai yang tak henti-hentinya

 

“Kai kamu bawel ya, lagipula akukan tidak memintamu menggendongku.”

“Mwo?? Beraninya ?” Balas Kai sambil menjitak pelan kepala Jiyeon

“Ish appo Kai.” Ucap Jiyeon sambil mengusap kepalanya pelan.

 

“Buahahahha lihat mukamu habis menangis jelek sekali, matamu bengkak.” Tawa Kai pecah

“Yak mati kau, beraninya.” Giliran Jiyeon yang menjitak kepala Kai

 

“Uh sakit Ji. Dasar kamu ini.” Sambil mengacak – acak rambut Jiyeon

“HAHAHAHAHA, Kai Gomawo .” Ucap Jiyeon sambil tersenyum manis.

 

“Yah begitu lebih baik, senyum ya.” Ucap Kai sambil menggunakan kedua jarinya di pipi Jiyeon menekan nya agar terbentuk senyum di wajah Jiyeon.

 

“Gomawo Kai.”

End

 

Maaf untuk chapter 7 yang akan datng terdiri dari 4 part dan ini kebanyakan berisi flashback harap dimaklumi…..

 

Part 7.1

 

“Hei murid baru, lain kali jangan menampilkan wajah sok manjamu itu bisa tidak ? Benar- benar memuakkan tahu ” Bentak yeoja berkulit hitam dari kelima yeoja tadi Hyorin

“Atau mukamu ingin aku gores dengan pensil ini??” Ancam Jieun kembali

 

“Hei apa yang kalian lakukan” terdengar seorang namja berteriak karena melihat kejadian pembully-an ini .

 

“Bisakah kamu menghargaiku ? aku perlu berteman.” Teriak wanita paruh baya

“Kamu berteman? Tidak salah kamu selingkuh!!” Teriak pria yang merupakan suami wanita paruh baya itu

 

Dan terakhir ia memberiku payung? Aku mengeryitkan dahiku .Heran dengan apa yang baru saja diberikan ….. bukannya hari ini kan cerah?

Akupun mendongak ke arah langit

“Ahahahaha pasti kamu heran ya?” Tanya……. sambil tersenyum

“Ne , hari ini cerah ……” Ucapku

“Kamu tahu bunga akan lebih berbau harum saat akan hujan ?”

“Ne?” tanyaku

 

komwnjuseyo

 

 

Advertisements

5 thoughts on “[FF FReelance] LOYAL Chapter 6

  1. Minho kenapa kayak gitu si ke jiyeon… next thor…. bikin nyesel tuh minhonya thor..

    Like

  2. ya.!! Choi minho…. jinja….

    Like

  3. Jiyeon rela banget bardandan cute cute tapi akhirnya di cuekin minho juga, baik jiyeon sama kai yg selalu ada utk jiyeon…next.

    Like

  4. Sedih baca ff ni,
    kecewa nih aku sama minho.
    Next thor buat minho kesel+nyesel krna udh gtuin jiyi..

    Like

  5. Minho emang ya nyebelin bngt..dia gak suka jiyi berpenampilan layakx yeoja.huh.

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s