Namitsutiti

[FF Freelance] I Feel On Love To You Chapter 5

12 Comments


Title : I Feel On Love To You Chapter 5
Author : Park Hyun Min
Main Cast : Choi Min Ho (SHInee), Park Ji Yeon (T-Ara)
Suport Cast : Kang Min Hyuk (CNBlue), Park Hyun Min (OC), All Other Cast
Type : Chapter
Genre : Romance

Maaff typonya masih bertebaran 🙂 dan makin gaje 🙂

image

Happy Reading
.
.
.
“Bagaimana ?” Tanya Minho to the point pada appanya yang baru pulang bekerja
“Bagaimana apanya ?” Balik tanyanya
“Kurasa appa tahu maksudku” ucap Minho datar
“Arraso, appa sudah menghubungi LeeTeuk dan dia menyempatkan waktu kita diakhir pekan ini ?” Jelasnya
“Mwo ?” Tapi itu terlalu lama sedangkan besok baru memasuki hari kedua diminggu ini ! Aku tidak mau tahu,  lusa kita harus bertemu dengan keluarga Park itu” kekeh Minho meninggalkan appanya yanh terheran dengan kelakuan putranya itu
“Aigo, anak itu jika sudah ada maunya harua segera dituruti” Tuan Choi memijat keningnya melihat kelakuan putranya
“Yeobo, ada apa dengan Minho ? Kenapa wajahnya terlihat kesal ?” Tanya nyonya Choi yang berpapasan dengan Minho
“Kau tahu yeobo, dia menginginkan kita melamarkan putri Tuan Park untuk menjadi istrinya ?” Jelasnya
“Mwo ?” Kaget nyonya Choi dan tak lama terkekeh
“Kenapa kau tertawa apa ada yang lucu ?” Heran Tuan Choi
“Anak kita sepertinya sudah jatuh cinta pada anak Tuan Park dan dia sudah menjadi pria dewasa” ucap Nyonya Choi tersenyum mendengar apa yang dikatakan suaminya
“Yasudah, tunggu apa lagi lebih cepat kita lebih baik bukan ? Aku akan menghubungi Kang So Ra” ucao nyonya Choi bersemangat dan berjalan menuju kamarnya untuk menghubungi Kang So Ra
“Aigo, mereka sama saja” Tuan Choi menggelengkan kepalanya
.
.
.
“Appa, eomma tumben menjelang siang kalian masih dirumah dan kenapa banyak makanan yang terkumpul di meja ini ?” Heran Jiyeon melihat eomma serta appanya sedang menata meja makan dan tidak berangkat berkerja
“Kenapa eomma tersenyum ?” Tanya Jiyeon melihat kedua orang tuanya tersenyum senyum sendiri
“Kau tidak ada kelas chagi ?” Tanya Nyonya Park menghampiri Jiyeon
“Siang ini aku ada kelas” jawabnya
“Kalau begitu kau bolos saja dan berdandan yang cantik” titah Nyonya Park
“Tapi eomma” cegah Jiyeon
“Sudah turuti perintah eomma . Bahkan eomma dan appa sudah meliburkan diri demimu nak, apa kau tak mau meliburkam diri juga demi kami ?” Ucap nyonya Park terlihat sedih
“Tapi ada apa ini ? Aku benar benar bingung ! Appa jelaskan padaku !” Pinta Jiyeon pada appanya yang sedari tadi hanya melihat percakapan istri serta anaknya
“Turuti saja apa yang dikatakan eommamu sayang, nanti juga kau akan tahu” ucap lembut Leeteuk
“Ahh baiklah” pasrah Jiyeon melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya
“Dandan yang cantik sayang” pesan Kang So Ra pada putrinya
“Hemm” singkat Jiyeon tanpa menghentikan langkahnya

Jiyeon POV
Aku memasuki kamarku dengan berbagai pertanyaan . Tidak seperti biasanya mereka meninggalkan pekerjaannya dan menyiapkan makanan yang banyak seperti akan ada kedatangan tamu saja . Apa tamu itu penting hingga mereka rela meliburkan diri dari perkerjaannya.
Ini tak adil bahkan aku meminta mereka meliburkan pekerjaan demi aku mereka selalu bilang kita harus mencari waktu yang tepat dan tak mungkin meninggalkan pekerjaan untuk hal yang tak penting . Apa aku tak penting baginya dan tamu itu lebih penting dariku ?
Baiklah hal seperti ini jarang terjadi apa salahnya aku menurut. Mereka juga jarang meminta sesuatu padaku.
Aku bergegas kedalam kamar mandi untuk merapikan tubuhku tak makan banyak waktu akhirnya aku selesai memakai pakaian yang layak dengan dress selutut yang menutupi tubuhku hingga lutut walau simple namun layak dan tidak memalukan kedua orang tuaku . Dengan polesan bedak dan lipstick sedikit sudah cukup dan kubiarkan rambutku tergerai begitu saja . “Kenapa jantungku berdebar tak menentu seperti ini ? Seperti menunggu kekasih datang menjemputku” ucapku memengangi dadaku
“Aigo apa yang aku pikirkan mungkin ini rasa nervous karna kedua orang tuaku akan kedatangan tamu pemtingnya karna mereka jarang sekali membawa tamu kerumah ini” ucapku mengilah
“Baiklah ini sudah cukup” ucapku sedikit berkaca dan turun menemui kedua orang tuaku yang sudah siap sedari tadi
Jiyeon Pov End

“Eomma, appa” panggil Jiyeon kepada kedua orang tuanya yang sedang asik mengobrol
“Jiyeon-ah” ucap Kang So Ra takjub melihat kecantikan alami putrinya
“Aigo putri appa cantik sekali!” Puji Tuan Park yang sebelumnya ingin diutarakan oleh istrinya
“Appa” malu Jiyeon dengan semburat merah diwajahnya
“Kau tersipu sayang, ahh sugguh manis nan cantik putri kita oppa” puji nyonya Park membuat Jiyeon semakin tersipu
“Kau juga cantik chagi” kini giliran Leeteuk memuji kecantikan istrinya
“Oppa, kita memuji putri kita” ucap Sora tersipu
“Yasudah keluarga Choi akan tiba sesaat lagi” ucap Leeteuk menengahi
“Memang siapa tamu appa ?” Tanya Jiyeon lagi
“Nanti kau akan tahu” jawabnya dan tak lama terdengar suara bel rumah mereka berbunyi
“Ahh pasti itu mereka” ucap Leeteuk dan menghampiri suara arah bel berbunyi
“Hyung, selamat datang di kediaman keluarga kami” Leeteuk menyambut hangat keluarga Choi
“Masuklah” titah ramah Kang Sora
“Pasti kau Park Jiyeon” ucap Lee Ha Ni pada wanita yang sejak tadi berdiam diri
“Ehh, Park Jiyeon Imnida” Jiyeon yang merasa terpanggil membungkukkan badannya memperkenalkan dirinya
“Ahh kau sungguh cantik” puji Nyonya Choi
“Ahh pantas saja dia ingin buru buru kau sungguh cantik” kini Tuan Choi lanjut memuji
“Hyung, sebaiknya kita mengobrol didalam saja” ucap Leeteuk memberikan aba aba untuk masuk
“Arraso” jawab Tuan Choi. Leeteuk mempersilahkan keluarga Choi untuk masuk dan duduk diruang tamu kediaman keluarga Park
“Putrimu memang cantik JungSoo-ya, aku tak berbohong sungguh” ucap Tuan Choi membuat Leeteuk terkekeh
“Aigo hyung, dia memang cantik seperti istriku ini” ucap Leeteuk membenarkan dan merangkul Kang Sora
“Aku tak melihat putramu, kemana dia ?” Tanya Leeteuk pada Choi Min Jae yang menyadari ketiadaan seseorang
“Ahh dia tak semobil dengan kami, mungkin terkena macet” jawab Min Jae
“Annyeong” terdengar suara dari arah pintu
“Ahh itu dia putraku” jawab Lee Hani
“Mian aku terlambat” ucap Minho membungkukkan badannya meminta maaf
“Choi Minho imnida” ucap Minho memperkenalkan dengan mata terfokus pada Jiyeon yang sedari tadi menatapnya
“Choi Min Ho” ucap Jiyeon
“Annyeong Jiyeon-ah” sapa Minho pada Jiyeon
“Tsk, rupanya dia benar benar melakukan hal bodoh ini” cibir Jiyeon membuang mukanya
“Silahkan duduk, Minho-ya” titah Leeteuk
“Ne, khamsahamnida ajhusi” ucap Minho tersenyum
“Bagaimana kita langsung saja pada pokok permasalahan” ucap Leeteuk
“Ya seperti yang sudah kukatakan melalui pembicaraan tempo hari kedatangan kami ingin menjadikan Jiyeon sebagai menantu kami” ucap Min Jae dan berhasil membuat Jiyeon tersentak kaget lalu menatap Choi Minho
“Kau” cibirnya pelan pada Minho sedangkan Minho hanya tersenyum menanggapi tatapan tak suka Jiyeon
“Aku sangat senang atas tujuanmu hyung, dan kami juga sangat menghormati niatan baikmu berserta keluarga tapi kami menyerahkan semua keputusan pada yang bersangkutan” ucap Leeteuk menunjuk Jiyeon
“Ne” kaget Jiyeon karna sedari tadi dia beradu argumen pada Minho melalui kontak mata
“Ajhusi, ajhuma sebelumnya aku berterima kasih atas niat baik kalian . Bukan maksud aku menolak tapi aku masih kuliah dan MinHo sunbae juga belum menyelesaikan tugas kuliahnya serta belum bekerja” tolak halus Jiyeon walau sebenarnya iya tak tega menyampaikan hal itu tapi tekadnya sudah bulat iya tak mau menikah diusianya yang baru menginjak 22tahun apalagi menjadi ibu muda
“Minho sebentar lagi iya akan lulus dan akan segera mengambil alih bisnis yang kudirikan jadi kau tak perlu takut akan pekerjaan yang akan dikerjakan Minho nantinya, dan kau Jiyeon-ah masih bisa meneruskan kuliahmu sampai tamat” jelas Tuan Choi
“Tapi, apa tidak terlalu ce..” ucap Jiyeon terputus karna Minho sudah angkat bicara
“Permisi saya mohon izin bicara pada Jiyeon” izin Minho menghampiri Jiyeon dan menariknya keluar
“Silahkan” jawab Leeteuk mempersilahkan. Kini Minho menarik Jiyeon kearah taman depan dengan Jiyeon yang terus meronta ronta didalam genggaman Minho
“Yak lepaskan” jerit Jiyeon mencoba melepaskan genggaman tangan Minho
“Choi Minho-ssi, lepaskan” ulang Jiyeon namun tetap tak dihiraukan
“Yak Choi Minho” sentak Jiyeon dan langsung melepaskan genggaman Minho di lengannya
“Wae ?” Ucap Minho menatap tajam Jiyeon
“Wae, harusnya aku yang bertanya ? Aku kan sudah berkata padamu jika aku tak ingin menikah denganmu” sinis Jiyeon
“Dan aku sudah katakan bukan jika aku hanya ingin bertanggung jawab” balas Minho lagi
“Sudah kukatakan aku tak butuh tanggung jawabmu dan aku tak akan meminta pertanggung jawabanmu Choi Minho-ssi” ucap Jiyeon dengan menekan nama Choi Minho
“Kau tahu, aku tak suka penolakan dan apa yang sudah aku inginkan harus terkabul mau kau menolak atau tidak, aku tak mau tahu kau harus segera menikah denganku !” Kekeh Minho menatap Jiyeon
“Sekali tidak tetap tidak” kekeh Jiyeon
“Aku tak mau tahu kau menolak bearti kau menerima” ucap Minho lalu meninggalkan Jiyeon sendiri dengan kesalnya
“Yak Choi MinHo apa karna kau mengambil hal beharga dariku oleh sebab itu kau mau menikahiku ?” Ucap Jiyeon membuat Minho terhenti
“Dan aku tak mau menikah tidak ada atas dasar cinta . Aku ingin menikah sekali seumur hidup dengan pria yang aku cintai” ucap Jiyeon yang berhasil membuat Minho menoleh dan menghampiri Jiyeon
“Apa tak cukup jika kita bersama dan seiring berjalannya waktu pasti rasa itu akan muncul sendirinya” ucap Minho yakin
“Dan bukan hanya itu yang membuatku ingin menikahimu bukan karna rasa tanggung jawabku saja” lanjut Minho semakin menatap dalam mata Jiyeon
“Karna aku.. aku..” ucap Minho mengantung
“Aku apa ?” Tanya Jiyeon penasaran
“Karna aku mempunyai rasa lebih padamu Park Jiyeon, entah sejak kapan dan aku yakin akan perasaanku” ucap Minho penuh yakin dan berhasil membuat Jiyeon terdiam seribu bahasa
“Ku mohon, belajarlah mencintaiku juga dan menikahlah denganku” lanjut Minho lagi menggenggam erat tangan Jiyeon . Namun tak ada respon dari Jiyeon rupanya gadis ini masih terkejut dengan penuturan Minho tadi
“Kau diam bearti bersdia” ucao Minho langsung melenggang pergi dan sebelumnya mengecup kilat bibir Jiyeon dan itu berhasil membuat Jiyeon tersadar
“Yak Choi Minho” teriak Jiyeon dan tak bisa dipungkiri jika hatinya berdebar debar tak karuan dan menimbulkan rona merah diwajahnya.
Kini Minho kembali kepada keluarga mereka yang sedang berkumpul
“Kami menyetujuinya” ucap Minho lantang
“Dengan satu syarat” tambah Jiyeon dari belakang
“Aku ingin Choi Minho menunggu lulus dulu baru setelahnya aku menerima” ucao Jiyeon
“Tapi itu 4 bulan lagi Jiyeon-ah” jawab Minho
“Kalau kau mau dengan syaratku dan jika tidak aku tak apa” santai Jiyeon melipat kedua tangannya didadanya
“Baiklah aku juga punya satu permintaan” balas Minho
“Ringan, aku ingin kita bertunangan saja dan akan dilaksanakan minggu depan” lanjut Minho
“Mwo itu terlalu cepat” ucap Jiyeon tak terima
“Mau menikah cepat atau bertunangan dulu” minho memberikan pilihan. Niatan Jiyeon ingin menjauh dari Minho dengan alasan menunggu Minho lulus tapi pertungan tak terpikir olehnya
“Arraso, tapi setelah menikah aku ingin tetap meneruskan kuliahku.dan bekerja . Bagaiman ?” Tanya Jiyeon
“Baik itu tak masalah” ucap Minho
“Sekarang kita sudah sepakat kalau minggu depan kita akan mengadakan acara pertungan kalian” ucap Choi Min Jae
“Hyung, senang bisa berbesan denganmu” ucap Leeteuk memberikan pelukan pada Choi Min Jae

Minho Pov
Semua keinginanku harus tercapai apapun alasan itu aku tak suka penolakan . Masa bodo dengan pemaksaan yang dikatakan gadis itu yang pasti aku sudah dimabuk cinta oleh gadis itu . Walau gadis itu terlihat galak tapi aku yakin ada sisi tersendiri pada gadis itu yang belum kuketahui . Seiring berjalannya waktu akupun meyakini dia akan memiliki perasaan yang sama denganku .
Kini keluargaku serta keluarganya sedang menyantap makan siang bersama diam diam dalam makanku aku memerhatikan dia yang sedang makan sungguh anggun dan cantik itu wajar dia dari kalangan berada sepertiku . Tempatku berkuliah juga milik keluarganya . Kini lirik dia lagi dan ternyata dia mentapku dengan tatapan sinisnya . Tatapan inilah yang membuatku tertarik padanya walau terlihat tak bersahabat namun menghangatkan aku yakin setiap mata pria yang menatapnya akan merasakan hal yang sama denganku . Tapi sekarang dia milikku tak akan ada yang bisa menatapnya lagi selain diriku sendiri . Aku tersenyum kearahnya namun dia hanya membuang muka tak ada balasan senyuman dariku, aku yakin dia masih kesal dengan sikap pemaksaku ini dan yang tiba tiba menciumnya . Ahh mengingat hal itu membuatku ingin merasakannya lagi . Dan kejadian memabukkan itu rasanya ingin aku rasakan lagi tanpa mabuk ingat tanpa mabuk dari kami dan terjadi secara sadar . Aku menggelengkan kepalaku karna berfikiran sejauh itu membuatku terkekeh dalam hati . ‘Park Jiyeon aku gila karnamu’ kata itu yang terus bersorak dalam hatiku .
“Permisi aku ingin pamit kedalam” ucapnya meminta izin pada semua orang yang ada dimeja makan
“Makananmu” ucapku
“Mian aku sudah selesao dan ada yang harua aku ambil didalam kamar . Apa kalian mengizinkanku ?” Pamitnya dengan memberikan senyum termanisnya pada kedua orang tuaku dan orang tuanya
“Silahkan Jiyeon-ah” ucap appaku mempersilahkan
“Aku akan segera kembali” ucapnya tersenyum manis dan aku terus menatap senyumnya itu tiba tiba iya menoleh kearahku dan lagi lagi menatap sinis untukku ‘ohh ayolah sayang jangan menatap seperti ini padaku ini sungguh memabukkan dan aku makin menyukaimu’ hatiku terus bergemuruh karna tatapannya itu . Tak lama kulihat iya melangkahkan kakinya menuju lantai dua rasanya ingin sekali aku menyusulnya .
“Permisi, apa boleh aku menyusul Jiyeon ?” Pintaku pada appanya kuyakin pasti tak akan diizinkan karna ajhusi Park tak kunjung menjawab .
“Ne silahkan” ternyata tebakanku salah mereka mengizinkanku namun dimana kamarnya
“Kau naik keatas, lalu belok kanan ada lorong berjalannya sedikit disitu ada dua pintu berhadapan tepat sebelah kiri dan ada bertulisan Park Jiyeon itulah kamarnya” sepertinya ajhuma Park mengerti kebingungangku hingga iya menjelaskannya
“Kalau begitu aku permisi” pamitku pada mereka .
Minho Pov End
.
.
Minho mengetuk kamar pintu Jiyeon setelah iya berhasik menemukannya .
“Ne sebentar” jawab Jiyeon dari balik pintu itu
“Anyeong Jiyeon-ah” sapa Minho setelah pintu terbuka dan dengan terburu buru Jiyeon segera menutup pintunya lagi namun keburu Minho menahan oleh kakinya
“Kau tak bisa pergi seperti itu pada calon suamimu ini, bersikaplah manis padaku sayang” ucap manis Minho namun Jiyeon terlihat semakin kesal
“Apa maumu ?” Ucap Jiyeon pada akhirnya
“Aku hanya ingin melihat kamarmu” ucap Minho menerobos masuk kedalam kamar Jiyeon
“Yak kau belum mendapat izin dariku ?” Ucap Jiyeon mengikuti langkah minho dan menutup pintu kamarnya
“Rapi dan wangi, identik dengan warna pink” ucapnya mengedarkan pandangan kepenjuru sudut kamar Jiyeon
“Rupanya kau penyuka merah muda” lanjutnya dan duduk di tempat tidur milik Jiyeon
“Yak cepat bangun, kau tak boleh seenaknya seperti itu !” Teriak Jiyeon menghampiri Minho
“Aigo aku hanya beristirahat saja” ucapnya santai
“Yak” Jiyeon semakin kesal akibat ulah seenaknya Minho
“Ahh nyamannya” lanjut minho memejamkan matanya
“Yak cepat bangun atau aku akan panggilkan..” tunjuk Jiyeon sebelum iya menyelesaikan ucapannya dengan sekali tarikan kini Jiyeon berada diatas tubuh Minho mata mereka bertemu . Jiyeon merasakan hatinya tak seperti biasanya saat bertatapan dengan Minho
“Apa aku begitu tampan hingga kau tak berkedip sayang” goda Minho membuyarkan lamunan Jiyeon
“Lepaskan” Jiyeon tersadar dan terus meronta ingin melepaskan diri dari Minho namun apa daya kekuatan Minho lebih besar darinya hingga iya merasakan semakin erat pelukan Minho
“Lepaskan Choi Minho” gertak Jiyeon
“Tak akan !” Kekeh Minho
“Lepaskan atau aku akan berteriak” ancam Jiyeon
“Silahkan” balas Minho dengan sekali gerakan Minho sudah berada diatas tubuh Jiyeon dan mata mereka bertemu lagi membuat Jiyeon semakin gugup
“Mau apa kau ?” Tanya Jiyeon karna Minho menatapkan seakan ingin memakannya
“Kau sungguh cantik sayang” ucap Minho melihat wajah gugup Jiyeon semakin iya gencar menggoda gadisnya
“Apa yang akan kau lakukan . Jangan macam macam Choi Minho dibawah masih ada kedua orang tua kita dan pintu tak terkunci” ucap Jiyeon semakin gugup
“Aku hanya ingin bermain denganmu sayang” ucap Minho semakin mendekatkan wajahnya kewajah Jiyeon dan tak dipungkiri Jiyeon merasakan jantungnya memompa cukup kencang dari biasanya iya rasakan
“Yak Choi Minho…!!!” Teriak Jiyeon didalam kamar
.
.
.
TBC

Advertisements

12 thoughts on “[FF Freelance] I Feel On Love To You Chapter 5

  1. Q kya’ orang gila..bca ff ini smbil senyum” sndiri wkwkwk…daebak..ditunggu ff minji lainnya thor…

    Like

  2. waahhhah… kyknya gila baca ff ini sambil ketwa sendiri….. sekalian numpang promote yaaa…
    Annyeong Chingu…..
    Kami dari KFFFiction resmi mengajak kalian untuk ikut berkontribusi di blog yang baru saja dibuka. Berhubung masih baru, kami mencari author-author berbakat untuk meramaikan blog ini.… tapi dengan Cast All Fandom… minat bergabung? Klik https://koreanfanbasefanfiction.wordpress.com/
    kami tunggu kedatangan dan partisipasinya 😀
    write your imagination!
    Gomawo…. 🙂

    Like

  3. Kyaaa.. Minho aku suka gaya lo,, #hahaha walaupun memaksa tapi suka, dia maksa juga gara-gara mau tanggung jawab plus dia udah jatuh cinta sama Jiyeon

    Like

  4. Tampaknya minho sudah jatuh cinta ama jiyeon, n minho juga pemaksa dan suka godain jiyeon

    Like

  5. miho wakakak…

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s