Namitsutiti

[FF Freelance] I Feel On Love To You Chapter 4

20 Comments


Title : I Feel On Love To You Chapter 4
Author : Park Hyun Min
Main Cast : Choi MinHo ( SHINee), Park Ji Yeon (T-Ara)
Suport Cast : Park Hyun Min (OC), Kang Min Hyuk (CNBlue), Etc
Type : Chapter
Genre : Romance, Friendship

Maksih yang sudah mengikutti ff ini 🙂 dan maaf untuk typonya aku sudah berusaha menguranginya 🙂

image

Happy Reading .
.
.
.
Kini Minhyuk juga Minho sudah berada di caffetaria yang terletak tak jauh dari tempat mereka berkuliah. Minho menceritakan semua yang terjadi padanya dengan Jiyeon dengan tenang.
“Kami melakukannya” ucap Minho dengan tenang, Minhyuk yang berada dihadapannya yang saat itu sedang meneguk coffe yang dipesannya pun menyembur wajah tampan Minho
“Yak kau jorok sekali” kesal Minho mengusap wajahnya dengan lengan jaket yang iya pakai
“Mian, aku tak sengaja aku terlalu kaget mendengarnya” ucap Minhyuk meminta maaf sambil membenarkan letak posisi duduknya agar lebih nyaman dan menengok kekanan kekiri
“Astaga Minho-ya, jadi kau sudah merenggut hal yang dimiliki Park Jiyeon” lanjut Minhyuk dan diiyakan oleh Minho
“Bagaiman bisa kalian ? Bukankah kalian tidak saling mengenal dan baru mengenalnya kemarin ?” Lanjutnya bertanya
“Molla . Tapi sungguh aku tak bermaksud seperti itu padanya semua terjadi diluar batas kesadaran kami” jelas Minho serius
“Tapi tetap saja kau sudah mengambilnya ? Lalu apa yang akan kau lakukan ?” Tanya Minhyuk lagi menatap Minho
“Entahlah aku tak memikirkannya” santai Minho sambil meneguk coffe pesanannya
“Bagaimana jika iya hamil ?” Tanya Minhyuk menatap Minho dan menanti jawaban Minho
“Apa yang akan kau lakukan jika dia hamil ?” Tanyanya lagi karna tak mendapat respon apa apa dari minho selain tatapan datar
“Aku tak memikirkan sejauh itu, lagipula kami hanya melakukannya sekali” jawab Minho mengangkat bahunya tanda iya tak tahu
“Walau kalian hanya melakukan sekali tapi tak menuntut kemungkinan akan terjadi pembuahan apalagi disaat sang wanita sedang dalam masa suburnya” jelas Minhyuk . Minho terdiam memikirkan apa yang dujatakan Minhyuk . “Bagaimana jika aku membuangnya didalam dan yeoja itu masa subur bearti dia akan cepat hamil dan akupun akan menjadi appa secepat itu. Tapi kami melakukannya cumah sekali bagaimana bisa terjadi pembuahan” pikirnya
“Minho-ya” panggil Minhyuk
“Eoh ?” Sadar Minho
“Apa yang akan kau lakukan ?” Tanya Minhyuk lagi
“Bagaimana jika kau tanya kekasihmu.  Bukannya kekasihmu sahabat yeoja itu dan tanyakan apa dia sedang masa suburnya atau tidak ?” Ucap Minho meminta bantuan Minhyuk
“Arra, bagaiman malam ini kita pergi kerumah kekasihku lagipula disana juga sudah ada Park Jiyeon” usul Minhyuk
“Baiklah” jawab Minho berdiri meninggalkan Minhyuk
“Aku akan menunggumu dirumah” ucap Minhyuk
“Ne” jawabnya seraya berjalan santai .
.
.
“Makanlah,  jangan malu malu anggaplah kami keluargamu juga” ucap eomma Park saat mereka sedang menyantap makan malam
“Ahh ne eommonin gomawo” balas Jiyeon
“Makanlah yang banyak Jiyeon-ah” ucap appa Park memerintahkan
“Eomma aku mau itu” manja Hyun Min pada eommanya
“Yang ini ?” Tanya eomma Park
“Ne” ucapnya dan eommanya pun dengan telatennya mengambilkannya
“Eomma masakanmu memang yang terbaik dan terenak” puji Hyun Min
“Aigo, memang tidak ada nomor duanya masakan eommamu ini, Sangat lezat dan appa tak salah mencintai dan memilih eommamu” puji appa Park
“Yeobo, kau berlebihan” malu eomma Park
“Hahaha eomma tersipu appa” ledek Hyun Min
“Aish kalian ada ada saja, cepat habiskan sebelum aku keburu kenyang mendengar pujian kalian” ucap eomma Park pada akhirnya

Jiyeon POV
Melihat kedekatan dan kehangatan keluarga bibi Park membuatku iri . Betapa beruntungnya Hyun Min memiliki kedua orang tua seperti kedua orang tuanya . Kapan aku bisa merasakan kebahagian seperti yang kulihat ini ? Eomma appa aku merindukan kalian, kapan kita bisa berkumpul lagi seperti ini ?
“Eomma sepertinya makananmu enak. Boleh suapi aku ?” Pinta manja Hyun Min pada bibi Park dan dengan senang hati bibi Park menyuapi Hyun Min . Walau mereka juga sibuknya seperti kedua orang tuaku tapi mereka mensempatkan waktu berkumpul bersama anak mereka dan keluarga mereka . Sedangkan aku hanya bisa menatap penuh iri dan sedih membayangkan saja tidak akan terwujud apalagi kenyataan . Aku berjanji jika aku mempunyai anak tidak akan ku telantarkan demi kesibukan oranf tuaku
“Jiyeon-ah, Jiyeon-ah” terdengar seseorang membuyarkan lemunanku
“Kau menangis nak ?” Tanya bibi Park yang membuyarkan lamunanku . Segera kuseka air mataku yang menetea ini
“Anni, aku hanya terharu melihat kehangatan keluarga ini” ucapku
“Dan aku merindukan kedua orangtuaku” lanjutku tertunduk dan meneteskan air mata lagi
“Jiyeon-ah” panggik Hyun Min dan aku melihat bibi Park berjalan kearahku dan duduk disampingku
“Jika kau merindukan kedua orangtuamu kau tak perlu sungkan katakan pada kami, kami keluargamu juga orang tuamu kami sangat menyanyangimu sama seperti menyanyangi Hyun Min” ucapnya memelukku
“Gomawo eommonin, aku benar benar iri pada keluarga ini . Seandainya orang tuaku seperti kalian betapa beruntungnya aku dan betapa bahagiahnya aku namun semua itu hanyalah hayalan yang tak akan sampai” tangisku dalam pelukannya
“Dengarkan, kau anakku dan kami orang tuamu dan keluargamu dan keluargamu juga pasri disana sangat menyanyangimu namun caranya saja yang tidak seperti kami” ucapnya menyeka air mataku
“Makanlah dan mau kusuapi ?” Lanjutnya dan aku mengangguk
“Jiyeon-ah” kudengar HyunMin menyebut namaku dan tersenyum haru pada kami
Setidaknya walau bukan kedua orang kandungku aku bisa merasakan kebahagiaan ini .
“Gomawo eommonin” ucapku berterima kasih
“Abeonim, Hyun Min-ah” lanjutku menatap appa Park dan Hyun Min dan mereka membalas dengan senyuman
Jiyeon POV End

“Permisi maaf maenganggu” ucap pelayan keluarga Hyun Min saat mereka sedang asik bersantap malam
“Apa apa bibi ?” Tanya Hyun Min
“Ada tamu yang mencari Nona muda” jawab sang pelayan
“Pria ?” Tanya Hyun Min dan diberi anggukan
“Suruh tunggulah aku akan menemui mereka dan kai sudah meyuruhnya masuk kan ?” Tanya Hyun Min dan diberi anggukan lagi lalu pamit
“Pasti tamu spesialmu ?” Tebak appa Park
“Appa, eomma Jiyeon aku kedepan dulu” pamitnya sebelum diledek oleh appa serta eommanya
“Siapa ?” Tanya Jiyeon
“Hemm, Kang Min Hyuk” ucap eomma Park dan diberi anggukan tanda mengerti oleh Jiyeon
“Boleh aku menyusulnya ?” Izin Jiyeon
“Tentu” jawab Eomma Park
.
.
“Oppa” panggil Hyun Min
“Chagi” jawabnya dan segera memeluk kekasihnya itu
“Aish sudahlah jangan berpelukan dihadapanku” celetuk Minho dan ditatap oleh keduanya
“Sudahlah jangan dengarkan ucapannya, ada yang ingin aku tanyakan padamu” ucap Minhyuk
“Eoh apa itu ?” Tanya Hyun Min
“Sebaiknya tidak disini, kita kehalaman belakang saja oppa” ajak Hyun Min
“Ne” jawab Minhyuk
“Yak kalian meninggalkan aku” teriak Minho
“Tunggulah sebentar kami tak lama” jawab Minhyuk berlalu
“Eoh kalian mau kemana ?” Tanya Jiyeon yang berpapasan dengan Hyunmin dan Minhyuk
“Ahh kebetulan kau ada disini, temani chinguku sebentat ne” ucap Minhyuk pada Jiyeon
“Nugu ?” Tanya Jiyeon
“Minho, ahh aku mengantuk aku akan segera tidur” alasan Jiyeon
“Jiyeon ini masih pukul 8 malam dan terlalu sore untuk kau tidur . Kau mencari alasan saja, cepatlah temani Minho sunbae” ucap Hyun Min memerintah
“Tapi” elak Jiyeon
“Tak ada tapi tapian cepatlah dia sendiri diruang tamu” ucap Hyun Min melengos pergi bersama Minhyuk
“Aish seenaknya saja” gerutu Jiyeon melangkah menemui Minho
“Mau apa kau kesini ?” Ketus Jiyeon saat sudah dihadapan Minho
“Eohh kau . Kebetulan kau ada disini ada yang ingin aku bicarakan padamu” jawan santai Minho
“Bicarakan saja” Jawab Jiyeon yang masih terdengar ketus
“Tidak disini . Ini lebih pribadi” jawab Minho
“Tenang saja dirumah ini tidak ada siapa siapa, pembantu dirumah ini sudah berada dibelakang semua beristirahat dan tidak mungkin berkeliaran karna bukan jamnua kerja. Sedangkan eommonim dan Abeonin mungkin sudah masuk kamar untuk istirahat” jelas Jiyeon
“Baiklah aku hanya ingin membicarakan apa yang telah kita lakukan kemarin . Aku tak ingin menjadi pria yang tak bertanggung jawab apalagi dicap sebagai pria brengsek . Aku ingin berjaga jaga saja jika nanti kau tiba tiba datang padaku dan meminta pertanghgung jawabanku” ucap Minho
“Apa maksudmu ? Katakan dengan jelas dan jangan bertele tele seperti ini” ucap Jiyeon tak mengerti
“Aku ingin kau segera menjadi istriku” ceplos Minho
“Apa ?” Teriak Jiyeon
“Bisa tidak jika jangan berteriak ?” Santai Minho
“Kau gila, kita saja tak saling mengenal tiba tiba kau mengajakku menikah ! Shireo” tolak Jiyeon
“Aku sudah berbaik hati menawarinya, dan aku tak ingin jika kau hamil datang untuk meminta pertanggung jawabanku . Sebelum hal itu terjadi aku yang akan datang mempertanggung jawabkan perbuatanku itu padamu” jelasnya
“Mudah, jika memang aku pisitiv mengandung toh tinggal aku gugurkan” jawabnya enteng namun hatinya tak benar benar menginginkan itu
“Yak kau gila, kau sudah berbuat dosa dan ingin menambah dosa” ucapan Minho meninggi dan bangkit dari duduknya menunjuk Jiyeon yang berkata dengan entengnya
“Apa hakmu melarangku ?” Jawab Jiyeon tak kalah tinggi dan berdiri menghapad Minho
“Aku tak mau tahu secepatnya aku akan datang kerumahmu bersama kedua orang tuaku dan aku tak akan kau membunuh janin itu jika kau benar benar hamil” kekeh Minho dan berlalu meninggalkan Jiyeon
“Yak kau tak bisa seenaknya seperti ini, aku tak mau, aku masih terlalu muda dan aku masih ingin bersenang senang” teriak Jiyeon tak terima
“Yak . Minho-ssi, Minho-ssi” Jiyeon terus mengerang menyebut nama Minho
“Wae ? ada apa Jiyeon-ah ?” Tanya Hyun Min yang datang melihat Jiyeon dengan wajah merah menahan kesal
“Lalu mana Minho ?” Tanya Minhyuk yang tak melihat Minho
“Kau cari saja sendiri” ketus Jiyeon melenggang meninggalkan mereka
“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu dan aku akan menanyakan Minho apa yang terjadi pada mereka” pamit Minhyuk
“Ne oppa, mungkin Minho sunbae belum terlalu jauh disini juga jarang sekali taksi jika tak di hubungi dan jauh juga dari halte bus”
“Kau masuklah dan sampaikan salamku untuk kedua orang tuamu” pamit Minhyuk dan tak lupa mencium kening Hyun Min

__OoO__

“Apa yang terjadi pada kalian kenapa kulihat kalian seperti bertengkar semalam ?” Tanya Hyun Min saat mereka memasuki gedung kampusnya
“Bukan apa apa, temani aku ke perpustakaan ada yang ingin aku cari untuk tugas Lee Saem” Jiyeon melangkah terlebih dahulu sebelum Hyun Min melayangkan pertanyaan lebihnya
“Yak, Park Jiyeon tunggu” teriak Hyun Min menyusul dan menyamai langkah Jiyeon
“Tugas apa yang belum kau selesaikan ?” Tanyanya menyamai langkah Jiyeon namun tak ada jawaban dan terus melangkah hingga dikejutkan oleh datangnya seseorang
“Aku akan datang 2 hari dari sekarang !” Ucapnya tiba tiba
“Minho sunbae apa maksudnya ?” Heran HyunMin yang tak mengerti
“Tapi..”
“Sudahlah aku perlu bicara padamu” ucap Jiyeon menarik lengan Minho
“Kau tak jadi..” ucap Hyun Min terputus karna sudah terburu menghilang
“Apa yang dilakukan temanmu mengapa menarik Minho oppa ?” Tanya seorang yeoja tiba tiba membuat Hyun Min terkejut
“Ahh kau Choi Sulli, aku tak tahu” jawabnya acuh
“Tidak mungkin kau tak tahu, kau chingumu” tanya menyolot
“Kau mau tahu ?” Tanya Hyun Min menatap tajam Sulli
“Cari tahu saja sendiri” lanjutnya dan melangkah pergi
“Ahh satu lagi, mereka tak ada urusannya denganmu jadi jangan sok mencari tahu apa yang mereka lakukan” peringat Hyun Min melanjutkan langkahnya meninggalkan Sulli yang terlihat kesal
“Awas kalian” Sulli mengerang
“Minhyuk oppa” panggil Hyun Min yang masih terdengar Sulli dan berbalik meledeki Sulli yang terlihat kesal itu
.
.
Kini mereka sudah berada di taman belakang kampus dekat danau yang jarang didatangi oleh para siswa karna tempat yang cukup jauh dari area kampus dan menjadi salah satu tempat favorite Jiyeon karna suasana yang tenang
“Damai dan tentram” ucap Minho menghirup udara
“Segar” lanjutnya
“Ini tempat favoritku, jika aku merasa sedih aku akan menghabiskan waktuku disini . Dan jika aku merasa bosan bahkan jenuh marah sekalipun aku akan disini” ucapnya dengan mata sendu
“Kenapa kau seperti itu apa perkataanku ada yang salah ?” Heran Minho melihat Jiyeon sedih seperti ini
“Kau tahu, aku hidup hanya ada Hyun Min dan keluarganya serta bibi Jung yang selalu menemaniku dirumah. Jika tak ada mereka mungkin aku hanya sendiri didunia ini” ucap Jiyeon menatap sendu arah danau
“Bukankah kau memiliki orang tua ?” Tanya Minho menatap Jiyeon yang berdiri disampingnya
“Memang, yang kau ucapkan benar aku mempunyai orang tua tapi aku tak merasakan mempunyai orang tua . Mereka selalu menomor duakan aku dengan pekerjaannya bahkan mereka selalu mengabulkan apa yang tidak terlalu penting ku pinta sedangkan kasih sayang yang berharga untukku mereka tak bisa mengabulkannya” sedih Jiyeon mengingat kesibukan kedua orang tuanya
“Mereka berkerja juga demimu”
“Aku hanya ingin seperti HyunMin sesibuk apapun mereka, mereka menyempatkan untuk berkumpul keluarganya” ucap Jiyeon yang tersulut emosi karna kesal mengingat kedua orang tuannya tak memperdulikannya
“Oleh sebab itu aku ingin kau tak usah menemui kedua orang tuaku bahkan repot repot untuk bertanggung jawab. Kau tenang saja jika memang aku akan hamil aku tak akan meminta pertanggung jawabanmu dan aku akan tetap membesarkannya . Jika kau marah dengan perkataanku yang semalam aku tak sekeji itu, aku tak ingin anakku nanti sepertiku. Jadi kau tak perlu repot memikirkannya nanti, aku masih sanggup membesarkannya dengan apa yang kupunya” lanjut Jiyeon panjang lebar dan meninggalkan Minho yang terdiam mendengar penuturan Jiyeon
“Tapi..” cegah Minho sebelum Jiyeon melangkah pergi
“Terima kasih kau sudah mau berbaik hati mempertanggung jawabkan perbutanmu anni maksudku kita. Tapi ini bukan kesalahanmu spenuhnya jadi jangan merasa bersalah” lanjutnya menyela ucapan Minho
“Jiyeon-ah aku serius dan aku yang akan membuatmu merasa disayang dan diperhatikan” ucap Minho serius dan diberi senyuman kecil oleh Jiyeon
“Gomawo, tapi ini sudah menjadi keputusanku . Kuharap kau mengerti jadi kau bisa melupakan kejadian itu dan anggap semua tak terjadi apa apa” lanjut Jiyeon melangkah pergi
“Aku akan tetap dengan apa yang aku inginkan kau tak bisa menghalangiku” kekeh Minho namum tetap dianggap angin belaka oleh Jiyeon
“Tak akan kubiarkan kau sendiri, dan aku yang akan selalu ada untukmu dan aku akan berusaha memberikan kebahagiaan seperti apa yang kau mau” tekad Minho
.
.
Minho POV
Aku mengunjungi kantor appaku untuk mencari tahu dan aku yakin pasti appaku mengenal Park Jung Soo pemilik tempatku berkuliah
“Appa” panggilku dan melihat dia sedang fokus pada layar laptopnya
“Ada apa, apa ada sesuatu yang penting hingga kau datang menemui appa ?” Tanya tanpa mengalihkan pandangannya
“Aku tak suka berbasa basi ! Apa kau mengenal Park Jung Soo dan istrinya Park Sora” tanyaku dan berhasil membuatnya menoleh kearahku tak lama kembali lagi pada layar laptopnya
“Wae ? Dia sahabat appa sekaligus rekan bisnisku” jawabnya
“Bagus, jadi sekarang kau hubunginya dan katakan kalian akan menemuinya dirumahnya lusa” titah Minho
“Ada apa ?” Tanya appaku dan kini menatap serius kearahku
“Pintalah untuk menjodohkan putrinya padaku dan lamarkan dia untukku” ucapku padanya dan berhasil membuatnya tersentak kaget
“Tapi kau belum lulus kuliah dan kau belum bekerja”
“Gampang! Appa tinggal berikan jabatannya padaku dan sebentar lagi aku akan lulus. Beres bukan” ucapki dan diberi anggukan
“Oke jika itu maumu akan aku bicarakan padanya dan akan melamarkan putrinya untukmu” jawab appaku akhirnya dan aku pamit untuk pulang
“Dasar anak itu apapun kemauannya harus dituruti, tapi apa ada sesuatu yang terjadi ?” Ucap appaku dan aku masih mendengar apa yang iya ucapkan namun aku tak perduli apa yang dikatakan dan dipikirkan appaku . Ku rasa aku sudah gila
Minho POV End
.
.
.
TBC

Advertisements

20 thoughts on “[FF Freelance] I Feel On Love To You Chapter 4

  1. salut ama minhonya mw bertanggung jawab, itu baru pria sejati.. tp knp jiyeonnya ga mau?? ga sabar ama kelanjutannya…:)

    Like

  2. Q suka dg sikap minho ϑi sni,
    Wlw jiyi keras G̲̮̲̅͡å’ mw nkh dg na, tp dy G̲̮̲̅͡å’ nyerah tuk brtanggung jawab,
    Dy hrs nikahi jiyi ap pn yg trjd

    Like

  3. minho bertanggung jawab banget ya.. kenapa jiyeon ga mau ya.. ahh mudahan aja jiyeon hamil

    Like

  4. bukankah minho udh punya restaurant berarti dia udh punya penghasilan.mereka berdua sama2 keras kepala.yg stu ngotot tanggung jawab dan satu lgi ngk mau.tapi minho kmu harus tetap tanggungjawab,arrachi

    Like

  5. Gkgkgk minho ngebet banget 😀 gmn reaksi jiyeon?

    Like

  6. ya kamu gila karna cjiyeon kkk

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s