Namitsutiti

[FF Freelance] Pinkie Promise

2 Comments


1558704_1600663456843969_1017358301_n

Tittle : Pinkie Promise
Author : XiuNa
Cast :
• Park Chanyeol
• Moon Gayoung
Genre : Angst
Credit cover : Dari om Google

Di FF ini nggak ada Author POVnya, semuanya serba cast POV. Ok!! Langsung di read

Sebagai pengantar feel, tolong dengarkan SHANNON – Hate You

Summary : Janji jari kelingking. Aku sudah tak percaya lagi. Seberapa seringpun aku mengaitkan jari kelingkingku, semuanya tak akan berjalan sesuai rencana. Janji jari kelingking hanyalah bualan anak kecil saja.

*Gayoung POV

Suara ombak laut, kicauan burung, dan langit yang berwarna orange ke ungu-unguan membuat tempat ini semakin sempurna. Yaa, aku sedang berada di laut Gyongju.

Aku merentangkan tanganku, menghayati dan menikmati semua kenyamanan yang tersedia disini. Aku memang sangat menyukai laut. Sangat. Sehingga mampu membuat sayatan dihatiku. Mengingat kejadian 3 bulan yang lalu.

“Ga Young-ah” seseorang memanggilku. Aku berbalik menatap ke sumber suara tersebut.

“Eoh oppa” jawabku.

Chanyeol, itulah namanya. Seorang namja yang memiliki kepribadian yang dingin, tidak mudah bergaul, acuh-tak-acuh terhadap sekeliling. Dia juga namja yang bisa dibilang tak pernah tertarik oleh yeoja terkecuali denganku. Upss.. Maaf. Mungkin aku terlalu kepedean. Kalau ia memang tertarik kepadaku atau menyukaiku, tidak mungkin dia berada di seberang sana. Sedangkan aku berada disini. Tanpa pengabaran apapun. Tanpa percakapan apapun.

“Aku kan tadi bilang, tunggu aku diperpustakaan. Tapi kenapa kau malah ke sini?? Kau tahukan, udara disini dingin” Ucap Chanyeol dengan nafas yang menggebu-gebu.

“Keunyang, aku hanya ingin menikmati laut bersama aegiku” Chanyeol membuang nafasnya pelan. Pasrah akan apa yang telah aku katakan. Iapun berbalik menghadap laut dan berpose sepertiku. Menikmati apa yang telah ada ditempat ini.

“Ga Young-ah”

“Eum”

“Aku berharap, aku bisa terus berada disisimu. Menjagamu dan calon aegi kita nantinya. Bersama menikmati laut”

Aku membuka sepasang mataku dan meliriknya. Ada apa dengan perkataannya barusan? Terdengar seperti ia akan pergi jauh meninggalkanku

“Kau tidak berencana untuk pergi meninggalkanku kan?” Tanyaku. Mataku kini terasa panas. Sebutir air tak berwarna jatuh membasahi pipiku begitu saja. Ia berbalik begitu mendengar pertanyaanku. Tersenyum lembut. Menatapku dengan tatapan penuh arti. Aku mengerutkan keningku menatap matanya, mencoba membaca beberapa arti dan perasaan yang tertanam di dalam sana.

“Kau percaya kepadaku kan?” Ucapnya. Tangannya kini menangkup wajahku, menghapus sungai kecil yang berada dipipiku dengan ibu jarinya. Aku mengangguk pelan dan memegang tangannya yang berada dipipiku.

“Apapun yang terjadi. Kau harus tetap percaya padaku. Percaya kalau aku mencintaimu” ia membawaku kedalam pelukannya. Mengecup puncak kepalaku. Mengelus pelan rambut panjangku

“Kau juga harus berjanji kepadaku. Kau tidak akan pernah meninggalkanku dalam situasi apapun? Jangan pernah dan tidak akan pernah. Janji” aku melepas pelukanku lalu menjulurkan jari kelingkingku tepat didepan wajahnya. Ia mengaitkan jari kelingkingnya yang ukurannya lebih besar dari jariku

“Janji” senyum 3 jariku mengambang, ia lalu memelukku lagi. Namun ini lebih erat dari sebelumnya. Kini aku sudah tidak khawatir lagi, ia telah berjanji jari kelingking denganku. Aku pegang janjimu Chanyeol.

*Chanyeol POV

Ya tuhan. Apakah aku sanggup meninggalkan yeoja ini? Membiarkan dia mengurus aegiku seorang diri? Apakah aku sanggup membiarkan aegiku nantinya hidup tanpa seorang appa? Dan apakah yeoja ini sanggup menerima/menopang semuanya sendiri?

Aku sudah melakukan yang terbaik. Melakukan segala cara agar aku tak menyakitinya. Namun apa boleh buat. Takdir tetaplah takdir.

***

Tok tok
“Chanyeol-ah!!” Panggil eommaku dari luar. Saat ini aku berada didalam kamarku. Menatap pantulan diriku dicermin. Aku terlihat tampan dengan setelan jas berwarna hitam dengan dalaman putih.

“Chanyeol-ah, mereka dan eomma akan menunggumu dibawah. Cepatlah” sambung eommaku

“Ne eomma” jawabku.

Terasa sakit saat eomma mengatakan ‘mereka’. Aku harus terlihat baik didepan mereka. Mereka yang tidak aku kenal. Dengan gagahnya, aku menuruni tangga dan menuju ke ruang tamu di lantai dasar. Aku dapat melihat eomma, appa, dan 3 orang didepannya. Aku tidak tahu mereka siapa? Yang aku tahu hanya ‘takdirku adalah salah satu dari mereka’.

Percakapan diantara kami terus terurai, hingga waktu mereka pulang telah tiba. Mereka memasuki mobil sport hitam yang terparkir didepan rumahku. Mobil itupun melaju, menampakkan sesosok yeoja yang tengah berdiri di seberang jalan menatapku dengan tatapan sendu.

‘Mianhae Ga Young-ah, mianhae. Jongmal mianhae’

Aku memasuki rumahku tanpa menghiraukan Ga Young yang tengah berdiri di seberang jalan. Saat pintu telah berhasil ku tutup, aku segera naik dan masuk kekamarku. Mengintip Ga Young di jendela.

Ga Young hanya terus menatap kedepan dengan posisi tangan yang mengelus-elus perutnya. Perut yang berisikan janin. Janin yang terbentuk dari spermaku. Ia melangkah kecil dan terhenti saat berada ditengah jalan raya. Ia menoleh ke kiri, akupun mengikuti arah pandangannya. Dan jantungku terasa ingin meledak saat melihat sebuah mobil melaju dengan kencang yang menuju kearah.

Bruk~

Dengan refleks, aku menutup mataku. Aku tak sanggup melihat tubuh mungil Ga Young tertabrak mobil yang jelas-jelas berbobot lebih berat dari bobotnya.

“Aku yakin dan aku percaya. Percaya bahwa kau adalah takdirku Moon Ga Young. Meskipun pada realytanya kau bukan takdirku”

*Ga Young POV

Inilah akhir dari cerita janji jari kelingkingku. Janji yang tidak masuk diakal. Menyedihkan bukan? Aku hanya bisa berharap. Berharap agar ia tidak melupakan janji jari kelingkingnya. Sampai mataku tertutup rapat, benar-benar rapat.

***

Tit~tit~tit~
Hey,!! Suara apa itu? Apakah aku sudah berada disurga sekarang?? Tapi kenapa baunya seperti ini?? Aneh. Mataku terbuka perlahan-lahan. Dapat aku simpulkan. Aku masih hidup. Serba putih. Tapi semua putih-putih ini dan bau ini bukanlah surga. Melainkan rumah sakit.

“Ga Young-ssi, kau sudah sadar? Gwenchana??” Tanya eommaku. Aku bisa menebak, saat ini eommaku pasti sangat panik. Itu terukir jelas di wajahnya.

“Eomma” ucapku parau. Eomma tersenyum melihatku, lalu memelukku yang masih terbaring diranjang besi. Kurasakan bajuku basah, ia menangis. Aku memiliki firasat buruk tentang air mata eommaku

“Eomma, bagaimana keadaan aegiku eomma? Dia selamat kan? Dia baik-baik saja kan eomma, eoh?” Tanyaku khawatir. Eommaku tersenyum sakit menatapku, menatap mataku yang berkaca-berkaca.

“Jangan khawatir sayang, dia aman disurga sekarang” ucap eommaku diikuti oleh tetesan air matanya. Air mataku pun ikut menetes, meskipun hanya setetes. Karena aku, aku sudah tak mampu tuk menangis lagi.

***

*Chanyeol POV

‘Youngi-ah, bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja kan? Aku harap iya. Maaf Gayoung-ah, seharusnya yeoja yang berdiri disampingku sekarang ini adalah kau. Bukan dia. Tapi kau Gayoung-ah, mengenakan dress putih dengan rok yang menjuntai panjang kebawah. Dengan banyak manik-manik dibagian roknya. Make up yang sederhana, pasti kau akan terlihat cantik’

ucapku dalam hati, melirik seorang yeoja di sampingku. Yeoja itu bernama Yoona. Yeoja yang akan menjadi istri sahku. Ia memperlihatkan senyum 3 jarinya kepadaku, akupun membalas senyumannya. Tak ingin membuat hatinya sakit, aku tak ingin menyakiti hati seorang yeoja untuk yang kedua kalinya. Meskipun aku hanya dijodohkan dengan Yoona.

@Apartemen Chanyeol & Yoona

“Akh… Capek” ucap Yoona lalu merebahkan tubuhnya di springbed. Aku meliriknya sekilas lalu membuka pintu lemari, mencari pakaian untuk ku pakai. Aku gerah memakai tuxedo ini.

Saat akan mengambil kaos yang tergantung didalam lemari, tiba-tiba saja Yoona memelukku dari belakang.

“Maukah kau membuka lembaran baru denganku?”

“Sekarang, aku adalah istrimu dan kau adalah suamiku. Bisakah kau melupakan dia dan membuka lembaran beru?” Sambungnya

“Bantulah aku untuk melupakan dia” ketusku

*Gayoung POV

Setelah 3 bulan terkurung didalam ruangan serba putih itu, akhirnya aku diperbolehkan pulang oleh dokter. Namun, sebelum pulang kerumah, ada satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi.

Laut Gyongju. Yaa,, tempat dimana aku berada sekarang. Merentangkan tangan, menghirup udara dingin nan sejuk. Tempat dimana ia berjanji dan mengaitkan jari kelingkingnya 3 bulan yang lalu.

“당신은 지금 행복하니 (dangsin-eun jigeum haengboghani?)”

****

Kali ini velis,,, tinggalkan jejak kalian, meskipun ceritanya gaje alias nggak jelas …!!!

 

Advertisements

2 thoughts on “[FF Freelance] Pinkie Promise

  1. Wahh.. Masa lalu Nana benar2 menyakitkan. Pertama ditinggalkan sama Chanyeol, kekasihnya. Kedua, ditinggalkan sama calon aeginya 😥 kebayang nggak tuhh sakitnya 😥

    Fighting ya thor, ditunggu karya berikutnya (y) 😉

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s