Namitsutiti

[FF Freelance] A Confuse Love Story Chapter 4

1 Comment


11158008_968134586541976_902804615_n

Author  : engga punya nama * Irma Taehyungie *

Tittle : A Confuse Love Story

Cast : – Shin Eun Soo

  • Kim Taehyung
  • Jung Cho Ri
  • Park Jimin
  • Oh Sehun
  • All member BTS

Genre :  school, romance, love

Length : Chapter

Warning : Ini FF perdana saya jadi kalau banyak typo dan engga nge-feel maapin saya mungkin saya masih hilap 😀

 

Ayoooo aku mau bilangin nih untuk part selanjutnya yang aku tag bukan Cuma yang bilang next doang, tapi yang mbangkitin semangat authornya untuk melanjutkan, intinya paling bawel udah gitu aja. So, untuk yang mau di tag coment yang paling bawel, engga usah panjang yang penting bisa membuat authornya semangat. Apaan ini -_- sekian, salam ALIEN 😀

~~~ Happy Reading ~~~

Aku memutuskan untuk pergi ketaman belakang yang cukup sepi. Sesampainya ditaman aku memilih duduk di rerumputan dekat danau, dan akhirnya aku menangis. Yaaa, semenjak keluar dari kelas aku menahan air mataku agar tak keluar. Untung saja Cho sedang tidak berangkat jadi tak perlu khawatir jika mataku akan sembab. Tiba-tiba ada yang menyapaku.

 

“Gwenchana? Mengapa kau menangis? Apakah itu masalah percintaan?” Tanya seorang namja.

 

 

 

PART 4

“aah, sehun sunbae, aku tak apa.” Jawab Eun Soo mengelak.

 

“jinjja? Kalau kau tak apa mengapa kau menangis? Ini pakailah sapu tanganku untuk menghapus air matamu. Yeoja manis sepertimu tak pantas jika menangis.” Ujar sehun.

 

“Gumawo sunbae.” Balas Eun Soo dengan wajah tersipu.

 

“ah, siapa namamu? Mengapa kau bisa mengenalku?” Tanya sehun.

 

“kau lupa sunbae? Di bajumu ada namtagmu. Ah, nama ku Park Eun Soo.” Jawabku.

 

“Ah, benar juga kenapa aku jadi lupa. O ya, Eun Soo, maukah kau menjadi temanku?” Tanya Sehun

 

“tentu saja sunbae. Memang mengapa dengan temanmu?” Jawab + Tanya Eun Soo

 

“mereka hanya mengganggapku saat mereka butuh saja.” Ucap Sehun dengan sedihnya.

 

“ah, mianhe sunbae aku membuatmu sedih.” Ucap Eun Soo dengan sesal. “aah, ani, tak apa.” Jawab Sehun sambil tersenyum pada Eun Soo.

 

** di tempat lain**

 

“Hyung, ada apa dengan Eun Soo? Mengapa dia terlihat dingin sekali padamu? Tapi ramah kepada Jimin hyung?” Tanya Jung Kook dengan kebiasaan keponya.

 

“Entah lah aku tak tahu.” Jawab V dingin.

 

“mungkinkah Eun Soo sudah mengetahui tentang taruhan itu?” seru Jin.

 

“bisa saja, tapi bukankah kalau sudah mengetahuinya dia akan marah? Tapi dia? Tidak marah hanya mencueki V hyung.” Jawab Jung Kook.

 

“Ani, aku tak tahu Kookie.” Jawab V.

 

“Aku pergi dulu sebentar.” Pamit Jimin tiba-tiba.

 

“kau mau kemana Jimin-ah?” Tanya Suga. “aku ingin keluar sebentar.” Balas Jimin.

 

Setelah Jimin keluar, dia ingin mencari Eun Soo. Kemana kah Eun Soo, tadi aku sekilas melihatnya keluar kelas dengan wajah sendu. Apakah mungkin dia sudah mengetahui taruhan itu, seperti yang dikatakan Jung Kook.Ah, itu seperti Eun Soo, mengapa ada sehun sunbae apakah Eun Soo sedang dekat juga dengan Sehun sunbae? Batin Jimin

 

** ditaman **

 

“kenapa kau menangis Eun Soo?” Tanya sehun.

 

“Aku tak apa.” Jawab Eun Soo datar.

 

“kau tak mungkin tak apa Eun Soo, ceritalah pada sunbae, anggap saja aku ini oppamu bila kau masih tak bisa bercerita.” Ucap Sehun.

 

“Jinjja? Aku boleh menganggapmu oppa?” Tanya Eun Soo dengan nada ceria.

 

“tentu Eun Soo, kau tak punya oppa kan?” Tanya Sehun.

 

“Ne, aku sangat kesepian dirumah, hanya ada aku dan Eomma, sedangkan appaku dia bekerja, pulangnya malam saat aku sudah terlelap.” Cerita Eun Soo.

 

“Ahh, sudah kau jangan bersedih, oppa akan berada disisimu untuk melindungimu. Sudah ceritakan saja apa yang membuatmu menangis.”ucap Sehun.

 

Lama aku terdiam, dan tiba-tiba buliran kristalku turun, yap aku menangis di depan sehun oppa.

 

Greeep. Sehun oppa memelukku. “Ujilma Eun Soo, maafkan oppa sudah membuatmu menangis, apakah ini tentang namja yang kau suka?” Tanya Sehun dengan lembut, dan masih memelukku.

 

Aku hanya bisa mengangguk dalam dekapan Sehun. “siapa yang tega menyakiti dongsaengku yang manis ini hm?” Tanya Sehun sambil memainkan rambut ikal Eun Soo.

 

“diaa… diaa…. Di-a V”jawab Eun Soo dengan sedikit terbata-bata karena menahan tangisnya.

 

“mwo? KIM TAEHYUNG? Yak berani sekali dia menyakiti dongsaengku ini. Dia menyakitimu? Apa yang telah dia lakukan?” ucap Sehun dengan nada terkejut.

 

“Hiks… Dia menjadikanku taruhan…. Hiks..” jawab Eun Soo mulai sesunggukan.

 

“Mwo? Taruhan? Sudah jangan menangis. Bagaimana kalau nanti pulang sekolah kita jalan-jalan kemana pun yang kau mau, oppa akan menemanimu.”ucap Sehun.

 

Tapi aku masih menangis, dan Sehun masih memelukku. Tiba-tiba Sehun melepas pelukannya dan membiarkan wajahku yang basah dengan air mata menatap wajahnya juga.

 

“Eun Soo, lihat oppa, jangan menangis. Oppa akan selalu disampingmu, sudah tersenyumlah. Ayo ke kelas oppa akan antar kau ke kelas.” Ucap Sehun sambil menghapus air mataku. “Gomawo oppa.”

 

Sehun oppa menggandengku menuju kelas dan tak jarang membuatku tertawa. Dan sampailah didepan kelasku. “Gomawo oppa, sudah mengantarku kelas dan yaah, menghiburku.”ucapku tersenyum pada Sehun.

 

“cheomna, Eun Soo. Ingat ya nanti pulang sekolah kita jalan-jalan, kemana pun yang kau mau.” Ucap Sehun dengan mengerlingkan sebelah matanya.

 

“yaaaak! Oppa kau tak usah genit seperti itu! Ne, kita nanti akan jalan-jalan.” Ucap Eun Soo dengannada ceria.

 

“Naah begitu dong Eun Soo-ya, kau terlihat lebih manis dan lebih cantik apabila tersenyum.” Ucap Sehun. “Ne oppa. Gumawo sudah menghiburku” Balas Eun Soo.

 

Setelah sehun berlalu dari kelasku, aku masuk dengan wajah yang ceria, dan sudah pasti membuat tanda tanya bagi V dan kawan-kawan. Mengapa mereka melihatku seperti itu? Apakah ada yang salah dariku? Bukankah mereka? Mereka yang membuatku seperti ini, kenapa mereka yang heran? Aku akan berpura-pura tidak tahu, biarkan saja mereka mau bagaimana. Batinku.

 

Tiba-tiba datang V beserta kawan-kawan. “Eun Soo ada hubungan apa antara kau dan Sehun sunbae?” Tanya Suga.

 

“Tidak ada hubungan apa-apa, aku hanya sebatas kakak dan adik, permisi aku mau lewat bisakah kalian tak menghalangi langkahku?”

 

“baiklah, kalau begitu maaf kami telah menghalangi langkahmu.” Balas V.

 

“bagus kalau kalian sadar.” Ucapku begitu saja melewati mereka dan dengan sengaja aku menabrak bahu V.

 

“wooow, hyung lihat Eun Soo, kenapa dia berubah sekali hari ini? Dan kemana Jimin hyung?” Tanya Kookie. “Ah, benar juga V, Eun Soo, ada apa dengan dia? Apakah kau telah salah bicara?” Tanya Jin.

 

“Eun Soo, dia sudah mengetahui yang sebenarnya.” Tiba-tiba ada seseorang yang berbicara.

 

“Maksudmu apa hyung?” Tanya V kepada namja yang tadi berbicara dan dipanggil hyung itu. “kalo begitu jangan bicarakan ini disini, terlalu beresiko.” Jawab namja itu.

 

 

“Ah, begitu, baiklah. Kajja Jimin Hyung.” Ucap V. Ya, namja itu bernama Jimin.

 

** Markas V dan kawan-kawan**

 

“Apa maksud perkataanmu tadi Hyung?” Tanya Jung Kook. “Dia sudah mengetahui tentang taruhan ini.” Jawab Jimin.

 

“ooh, sudah mengetahuinya.” Ucap semuanya. Setelah beberapa detik.

 

“MWO? Eun Soo sudah mengetahui? Bagaimana mungkin?” jawab mereka serempak.

 

“Yaaaak! Memang kau dengarnya apa? Aku sudah bilang yang sebenarnya tapi kenapa reaksi kalian lambat sekali eoh! Aku tak tahu, saat tadi aku pamit untuk pergi, sebenarnya aku berniat mencari Eun Soo karena semenjak dari ruang kesehatan dia murung sekali, dan setelah V mendekatinya dan berbicara dengannya dia pergi, dengan wajah yang sangat sendu. Tapi setelah ditaman belakang, yang jarang sekali ada orang, aku melihat seperti Eun Soo, dan ternyata benar. Tapi saat aku melihatnya dia seperti bersama namja, dan saat aku ingin menghampirinya, namja tersebut memeluk Eun Soo, ya mungkin saja dia menenangkannya, dan saat di pelukan namja itu Eun Soo bercerita tentang taruhan itu.” Jelas Jimin panjang lebar.

 

“ja..ja… jadi Eun Soo sudah mengetahui?” Tanya V terbata.

 

“ya seperti itu, apakah kau akan melanjutkanya KIM TAEHYUNG?” Tanya Rap Monster.

 

“Tentu saja, aku ingin membuatnya sakit hati.” balas V.

 

“Apa yang membuatmu ingin membuatnya sakit hati?” Tanya Jimin. “entah hyung aku merasa benci melihat mukanya, dan aku merasa terganggu jika dia melihatku. Baiklah kajja kita kembali ke kelas.” Ajak V.

 

Setibanya mereka dikelas, V langsung duduk disebelahku, yang sedang asik berbalas pesan dengan Sehun. “Eun Soo-ya, sore ini apakah kau ada acara?” Tanya V. Namun aku masih terdiam. “Eun Soo-ya?” panggil V. Lagi-lagi aku mengacuhkannya. BRAAK! V dia membuang buku yang ada di mejaku. “V apa-apaan kau membuang bukuku?” “Kau yang kenapa? Kenapa kau mengacuhkanku.” Tanya V dengan emosi. “Yaaak! KIM TAEHYUNG yang terhormat kau bertanya kenapa aku mengacuhkanmu? Sekarang aku bertanya, kenapa kau tak terima kalau aku mengacuhkanmu?” Jawabku tak kalah emosi. Mendengar perkataanku V mendadak diam. “kenapa Tuan KIM TAEHYUNG? Kenapa kau diam saja? Apakah kau tak terima dengan perkataanku?” Tanya ku memojokan V. “Yaak! Aku ini namjachingumu kenapa kau mengacuhkanku?” balas V dengan  pernyataan yang tak terduga. Mendengar perkataan V semua mata di kelas menjadi memandangi kami dengan tatapan tak percaya. “hhfft” aku menghela nafas berat. “Yak, Kim Taehyung yang terhormat sejak kapan kau menjadi namjachinguku dan aku menjadi yeojachingumu?” tanyaku sinis. “sejak hari ini.” Kata V. “bukankah aku hanya jadi bahan taruhan antara kau dengan temanmu?” balasku sinis. V dia terdiam, mungkin dia terkejut atas pernyataanku. “kau terkejut kenapa aku bisa tau hal ini? Berarti dengan aku tau hal ini kau Kim Taehyung dinyatakan kalah bukan?”

 

V masih saja terdiam, mungkin dia shock dinyatakan kalah dalam taruhan ini. “kenapa kau melakukan ini taehyung-ssi? Apa salahku pada mu dan teman-temanmu? Hiks. Mengapa kau tega menjadikan ku taruhan? Hiks.” Tanya ku pada V aku sudah tidak kuat menahan ini semua. Dan V masih saja terdiam. “V katakan kenapa kau tega melakukan ini!” teriakku dengan suara parau ya aku sudah menangis. “karena aku membencimu!” ucap V.

 

~~ TBC ~~

 

Idih V mah frontal yeth, gimana reaksi Eun Soo?

 

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] A Confuse Love Story Chapter 4

  1. Benci tapi kenapa caranya kayak gitu..
    Itu bukan benci kali v.. –“

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s