Namitsutiti

[FF Freelance] Falling in Love with a Nerd Boy Chapter 11-END

4 Comments


10609552_1543687595920547_4329693910521810431_n

Author : Rose Lyn
Chapter : 11 -end
Credit poster by HRa – RCFF
Title : I’m Falling in Love with a Nerd Boy
Cast :
Xi Lu Han [Actor]
Park Hae Yeon [Original Character]
Etc.
Genre : School life, Friendship, Romance, Comedy (gagal), dll.
Leght : Multichapter
Rated PG +15 (bisa berubah sesuai mood saya)
Note : SIDERS ADALAH PENCURI!!!
Tolong tinggalkan jejak kalia

Summary :
Perjuanganmu membuatku luluh. Apakah aku jatuh cinta padamu, Nerd?

***

Ini dia. Sepasang kekasih yang kalian tunggu. Apa? siapa lagi kalau bukan Hae Yeon dan Lu Han, menurutmu siapa?

Berada dibalkon kamar Hae Yeon berdua.

Chanyeol dimana? Apa kalian sedang berpikir, dimana pergi nya Park Dobi dan kenapa Lu Han bisa dengan bebas berada dikamar Hae Yeon?

Astaga, pemikiran macam apa yang ada dipikiran kalian? Kalian menginginkan keduanya berjarak? *tidak. Baik kalau begitu diam, biarkan aku menulis kisahku, ok? *ya

Chan Yeol pergi berkencan. Dengan seorang gadis yang umurnya lebih tua satu tahun dari Hae Yeon. Itu gadis pilihan Hae Yeon? Teman Hae Yeon? Atau sebuah perjodohan?

squint emotikon Chan Yeol yang memilihnya sendiri. Katanya tidak sengaja bertemu dihalte bus. Mereka sama-sama kehujanan dan Chan Yeol meminjamkan jaketnya pada gadis itu, karena sepertinya (menurut Chan Yeol) gadis itu kedinginan. Sehingga, Chan Yeol tidak tega. Jadi, lelaki itu meminjamkan jaket tercintanya pada gadis itu.

Kau tahu? Sebenarnya Chan Yeol seditik tidak ikhlas saat meminjamkannya, karena itu adalah jaket yang diberikan Hae Yeon sebagai hadiah ulangtahunnya yang ke 21 tahun kemarin. Dan semua barang yang diberikan Hae Yeon padanya sebagai hadiah adalah barang spesial yang sebenarnya tak boleh disentuh oleh siapapun.

Tapi entah mengapa, katanya Chan Yeol, gadis itu terlihat sangat kasihan dan Chan Yeol tak sanggup bila harus melihat perempuan itu kedinginan.

*kau berbicara banyak soal Chan Yeol.
Maaf, baik, kita kembali pada topik.

Lu Han dan Hae Yeon masih disana. Merasakan semilir angin yang berhembus. Hae Yeon suka melihat matahari terbit dari balkon kamarnya, jadi apakah alasannya sudah ada? Mengapa mereka disini, kalian sudah tahu alasannya?

Lu Han butuh bicara.

Batin Lu Han sudah berteriak. Lelaki itu sudah tidak tahan menyimpan rahasia. Kejujuran adalah sebuah prioritas utama lelaki itu menjalin hubungan. Jika Hae Yeon sudah berjujur padanya, mengapa ia tidak? Tidak adil bila Lu Han hanya diam, sembari menunggu gadis itu menanyainya lagi tentang masa lalunya yang sebenarnya.

*ada apa?

Lu Han berada dibelakang Hae Yeon. Memeluk gadis itu dari belakang. Dahunya, bersandar pada bahu Hae Yeon. Menikmati matahari tenggelam sekaligus, sebuah cerita kecil yang harus Lu Han beberkan pada gadis –nya.

“Hae Yeon?”.

Lu Han memanggil nama gadis itu. terdengar begitu indah mengalun tepat ditelinga Hae Yeon.

Seukir senyuman berkembang dibibir gadis itu.

“Ya?”.

Ini seperti moment romantis dalam drama picisan. Apa kalian tahu? Lu Han suka moment seperti ini. Tapi pemikiran Hae Yeon, gadi situ lebih suka jika Chan Yeol mengganggu moment romantis mereka.

Kau tahu apa alasan logis yang akan diberikan Hae Yeon?

Karena gadis itu takut, jika dia dan Lu Han sampai diluar batas. Dan membuat mereka akan menyesal suatu hari nanti.

“Mau mendengar sebuah cerita?”.

Lu Han bersuara dan membuat Hae yeon tebuyar dari lamunannya.

Hae Yeon mengernyitkan dahinya dan mulai berpendapat tak enak, “Princess?”.

Lu Han menggeleng.

“Kartun?”.

“Bukan”.

“Lalu apa?”.

Hae Yeon penasaran dan Lu, tak bisakah kau berkata saja yang sebenarnya?

Lu Han terkekeh geli melihat reaksi yang Hae Yeon tunjukkan. Sepenasaran itukah gadis –nya? Bahkan apapun sebuah cerita, Hae Yeon selalu penasaran. Bukankah itu seperti anak kecil?

Jangan tanya hal apapun seperti itu padaku. kalian sudah tahu sendiri Hae Yeon seperti apa. aku tak ingin mengulangnya.

“Sebuah cerita yang ingin aku bagi padamu. Mau mendengarnya?”.

Hae yeon mengangguk. Dan Lu Han tersenyum menanggapinya.

“Ada seorang anak lelaki. Panggil saja dia Han. Han tinggal dengan kedua orangtuanya. Lelaki itu memilik banyak hal, harta, kekayaan, status, tampan dan segala hal yang membuat banyak saudara keponakannya iri padanya..”.

“Lalu lalu?”.

“..Setelah mereka selesai melakukan perjalanan bisnis dari luar negeri, mobil yang membawa mereka pulang kerumah mereka mengalami kecelakaan. Itu menyebabkan kedua orangtua Han meninggal dunia..”.

Lu Han mengambil nafas sejenak dan menghembuskannya perlahan.

“.. Setelahnya, kedua orangtua Han meninggal, banyak sanak saudara yang menginginkan Han tinggal bersama mereka. Lalu, salah seorang teman laki-laki ayah Han, memiliki siasat agar dengan mengatakan bahwa keluarga Han terlilit banyak hutang dan bangkrut. Teman ayah Han itu menyembunyikan seluruh aset Han dengan baik dan rapi, sehingga mereka semua mulai tak menyukai Han lagi. Mereka membiarkan Han. Sehingga Han diadopsi oleh teman laki-laki ayah Han”.

“Lu Han, kalau bercerita jangan berhenti. Hae Yeon tidak suka”.

Hae Yeon berkata dengan gemasnya. Diakhiri dengan cara mempout kan bibirnya. Membuat Lu Han terkekeh geli dan mengacak rambut Hae Yeon asal.

“Maafkan Lu Han, ya?”.

“Lanjutkan cepat”.

Lu Han mengangguk dan melanjutkan bercerita.

“Han mendapat marga tambahan dan hidup bahagia bersama dengan keluarga Han yang baru. Han memiliki teman gadis yang cantik”.

“Cantik? Secantik apa?”.

“Secantik princess yang selalu kau tonton dalam series barbie”.

“Benarkah? Dia pasti sangat cantik dan anggun”.

“Tidak. Dia tidak anggun. Dia suka membantah dan selalu menyesal diakhir perbuatannya”.

“Benarkah?”.

“Ya”. Lu Han mengangguk dan Hae Yeon hanya bisa ber –oh ria.

Lu Han tersenyum dan mencubit pipi Hae Yeon.

“Menurutmu, bagaiman dengan Han?”.

“Han anak yang baik. Dia pasti sangat tampan. Andai aku bertemu dengannya sebelum bertemu dengan mu, pasti aku akan menjadi kekasihnya”.

Lu Han mendadak cemberut. Apa yang Hae Yeon katakan langsung membuat mood nya berada pada ambang batas buruk yang sudah tak bisa diselamatkan. Hae Yeon, aku sarankan berhenti memanasi Lu Han atau kau akan berada dalam bahaya.

“Yeon, aku memperingatkanmu”.

Tapi Hae Yeon tidak peduli. Gadis itu cenderung lebih suka membantah apa yang Lu Han katakan.

“Lu Han, aku benarkan, Han itu tampan. Dia pasti memiliki banyak kekasih”.

“Tidak”.

Hae Yoen tertawa keras, saat Lu Han tiba-tiba saja melepas pelukannya dan duduk dengan bersendekap dada dilantai.

“Hahaha.. Lu Han, berhenti melakukan aksi merajuk padaku. kau tak nampak menikmati aktingnya”.

“Aku tidak sedang berakting, Yeon”.

“Hahahaha”.

Bukannya membujuk sang kekasih agar tidak merajuk lagi, gadis itu malah menertawakan sang kekasih dengan kerasnya.

Dan Lu Han tak mau ambil pusing. Lelaki itu masih mempertahankan aksi merajuknya pada Hae Yeon.

“Baiklah, Lu Han –ku sayang. Lalu, bagaimana dengan Han sekarang?”.

Lu Han menatap horror Hae Yeon. Dan segala sumpah serapah yang ingin Lu Han lontarkan untuk cerita yang telah ia kuak tadi. Lu Han menyesal telah mengganti sang pemeran. Lu Han membenci cerita ini.

“Apa? jangan marah. Aku hanya penasaran, bagaimana dengan keadaan Han sekarang”.

Lu Han tepat pada pendiriannya. Lelaki itu tak mau membuka mulutnya sedikitpun. Kau kira ini permainan apa?

Lu Han, hentikan aksimu atau aku akan mencium bibirmu yang mempout itu.

“Ayolah, jangan buat aku penasaran”.

Lu Han tak peduli dan tidak mau tahu. Lelaki itu akan diam, sampai Hae Yeon mengiminginya dengan sesuatu hal yang membuat Lu Han bahagia dan langsung melupakan aksi merajuk ini.

“Sebuah ciuman untuk ini. Ayolah, jangan membuatku menunggu”.

Lu Han ceria mendadak. Sebuah ciuman? Bukankah itu kesempatan. Dan jika sudah seperti itu, Lu Han tak akan melepaskan pagutan itu nantinya.

Lu Han mengambil nafas sejenak dan menghembuskannya.

“Han menemukan pasangan hidupnya”.

Dahi Hae Yeon mengernyit.

“Han, akan bersanding dengan seorang gadis yang dicintainya”.

“Gadis yang mana?”.

“Teman masa kecilnya. Gadis yang cantik itu”.

“Benarkah pasti mereka akan bahagia nantinya”.

“Iya, tapi sayangnya..”.

Lu Han menggantungkan ceritanya. Membuat Hae Yeon penasaran setengah mati akan hal itu.

“Kakak dari sang gadis itu selalu menghalangi Han beradegan romantis dengan kekasihnya”.

“Itu mungkin Han yang salah saat beradegan romantis”.

“Salah bagaimana, itu hanya berpegangan tangan, berpelukan dan ciuman”.

“Astaga, kenapa Han terdengar sepertimu?”.

“Itu memang aku”.

Dengan muka super tidak berdayanya, Lu Han mengaku. Bercerita tentang masa lalunya membuat dia tak bisa berkutik banyak hal. Apa lagi dia sedang bercerita dengan gadis yang lebih seperti anak kecil ini.

“Benarkah itu kisahmu?”.

“Ya”.

Hae Yeon menatap Lu Han sendu. Ada rasa kasihan dan terluka yang tergambar disana. Gadis itu sangat menyayangkan kenapa semua saudara Lu Han seperti itu. hae Yeon tak habis pikir, bagaimana Lu Han bisa menjalani hidup dengan santainya seperti ini. Bagaimana lelaki ini bisa bertahan hingga sejauh ini.

Dan masih banyak pertanyaan yang ingin Hae Yeon tanyakan.

“Apakah berat menjalani semua itu?”.

“Tidak juga. Karena ada dirimu, hidup ini menjadi lebih mudah untuk aku jalani”.

Lu Han tersenyum. Menatap Hae Yeon dengan binaran mata yang terlihat berkilauan. Dan hati Hae Yeon mencelos.

Bagaimana tidak? Membayangkan dirinya sendiri seperti itu. pasti Hae Yeon lebih banyak menangis dari pada Lu Han. Bahkan Lu Han, terlihat lebih baik.

Hae Yeon tak pantas memerankan tokoh pemeran utama wanita yang terkesan menderita dan juga terluka. Dirinya lebih memilih berperan jahat dan mendapat karma pada akhirnya. Tapi meski diputar, itu sama saja. squint emotikon

“Lu Han”.

“Ya?”.

“Perjuanganmu membuatku luluh. Semua yang ada padamu membuatku tak bisa berhenti tersenyum walau sedikitpun..”.

Hae Yeon tersenyum.

Keduanya saling bertatapan pada satu titik temu. Dan serasa, kupu-kupu berterbangan diperut.

“Aku mencintaimu. aku lupa, pernakah aku mengungkapkan isi hatiku juga padamu? Dan aku juga tak ingin berbohong, bila aku juga mencintaimu. Seburuk apapun masalalumu, seperti apapun itu. aku tidak peduli. Yang ada dihadapanku ini hanyalah masa depanku. Lu Han kau orangnya. Maaf, jika aku belum menjawab lamaranmu. Aku menerimamu. Tapi, ini juga seperti apa yang telah Oppa ucapkan padaku. Oppa benar. kita harus belajar yang rajin dan pintar dulu, baru menikah. Aku juga masih ingin melihat Oppa menikah dulu. Setelah itu, nikahilah aku, ok?”.

Lu Han tersenyum.

Itu sebuah pengakuan manis yang Hae Yeon tuturkan untuknya. Lu Han bahagia? Tentu. Siapa yang tidak bahagia disini. Keromantisan yang mereka tunjukkan bahkan membuat banyak orang iri, kau tahu ‘kan?

Berakhir dengan pelukan lama yang saling mereka hadiah kan. Romantisnya.

Kalian ingin? Nanti ya, aku peluk. Xixixi grin emotikon

Lu Han melepas pelukannya dan menatap Hae Yeon penuh artian.

“Kau berjanji memberikan sebuah ciuman untukku”.

Raut muka Hae Yeon berubah masam seketika. Dan senyuman miring Lu Han hadiahkan untuk gadis –nya.

Hae Yeon hanya menurut dan perlahan mendekatkan wajahnya kearah Lu Han. Sedikit memiringkan kepala agar nantinya, hidung mereka tidak bertabrakkan.

“HAE YEON TURUN. OPPA ADA HADIAH UNTUKMU. CEPAT, INI COKLAT”.

“Asik”.

Chan Yeol berteriak dari bawah. Dan Hae Yeon langsung melepaskan pelukan Lu Han secara paksa dan turun kebawah menghampiri Chan Yeol.

“Aish!”.

Lu Han mendengus kesal. Kali ini Chan Yeol berulah lagi. Membuat Lu Han dan Hae yeon gagal beromantis ria.

Lu Han tak mengerti, kenapa Tuhan selalu memberikan halangan untuknya, saat berduaan dengan Hae Yeon?

Lu Han tidak tahu dan seperti nya itu adalah pertanyaan yang tidak masuk akal.

Pada detik berikutnya. Lelaki itu hanya bisa mengacak rambutnya asal dan ikut turun kebawah menyusul Hae Yeon.

FIN.

Udah, gaje banget akhirnya.

 

Advertisements

4 thoughts on “[FF Freelance] Falling in Love with a Nerd Boy Chapter 11-END

  1. Yaaaampunn…chanyeol ganggu moment” romantis ajaa

    Like

  2. finally… ini ending juga.. meskipun rada gantung menurutku, tp aku suka karakter luhan disini (rada yadong tp tetap dewasa) haha

    Like

  3. dri awal smpai akhir daebaakk.. Nan Jeongmal juhhayo..

    Like

  4. wow happy ending.. keren bngt endingnga bkn ngakak aja..

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s