Namitsutiti

[FF Freelance] Amnésie – Vous êtes mon tout Chapter 2

1 Comment


10665729_872517092819608_848684842010541505_n

Title : Amnésie – Vous êtes mon tout
Cast : Oh sehun, Xi luhan, Byun Baekhyun, Shin Chanmi (OC)
Genre : romance, sad, angst
Rate : PG-17
Length : ( 2 of ? )

***

‘amnésie – vous êtes mon tout’

Summary : tidak pernah terfikir olehku kau akan melupakan semua kenangan yang sudah kita buat selama ini, aku sadar aku banyak berbuat kesalahan yang fatal padamu, sikapku memang sangat dingin, tapi percayalah aku tidak ingin kehilangan sosok mu. So, please comeback to me,-

Mungkin jalan ini yang memang sudah di gariskan oleh yang diatas, aku lebih baik melupakan kenangan kita selama ini, memang kenangan yang kita buat selama ini lebih banyak yang buruk dari pada yang baik, aku mencoba bersabar namun pada saat batasnya Tuhan memilihkan aku jalan yang terbaik untuk melupakanmu,-

‘amnésie – vous êtes mon tout’

///

Suasana kelas di seoul performing art school waktu itu cukup ramai karena kebetulan hari ini pelajaran belajar mengajar pada umumnya tidak dilaksanakan karena para guru harus mengadakan rapat mendadak, siapa yang tidak senang dengan keadaan ini ? tapi sepertinya tidak bagi seorang namja berkulit putih susu yang tengah duduk dipojok dekat jendela, sambil mendengar lagu di telinganya dia dengan santai membaca buku, entah buku apa itu. Mungkin karena suasana kelas yang terlalu riuh, sehun –namja itu- memilih untuk keluar dari kelasnya dan menuju keperpustakaan, mencari tempat yang lebih sepi dan hening tentunya. Sehun mendapati sosok namja yang sangat dia kenal sedang duduk di perpustakaan itu, sehun tidak ada niatan sama sekali untuk menyapa orang itu.

‘’hey sehun’’ merasa ada sehun disebelahnya, luhan mencoba menyapa sehun walau dia tahu sehun tidak akan balas menyapanya, alasannya sederhana karena luhan adalah sunbae yang sangat dekat dengan chanmi, jadi kesimpulannya sehun cemburu dengan luhan yang sangat dekat dekat dengan chanmi. Sehun hanya menoleh sedikit tanpa membalas sapaan luhan. Luhan menyeringai.

‘’sehun oppa’’ luhan melirik yeoja yang memanggil sehun dengan sebutan ‘oppa ‘ itu, seingatnya hanya chanmi yang bisa memanggil sehun dengan sebutan ‘oppa’ tapi ini bukanlah gayoung, luhan berdecak sebal tat kala melihat gayoung memulai aksi manja dengan sehun, dia memanggul sebelah lengan sehun, dan menyenderkan kepalanya ke bahu sehun. Sehun menatap gayoung jengah. Sedangkan luhan memilih untuk pergi.

‘’sebaiknya aku pergi, tidak enak mengganggu acara berduaan sepasang kekasih, bye sehun’’ usai mengucapkan itu luhan langsung melenggang keluar dengan santai. Selepasnya, sehun langsung menghentakkan tangannya dan mendorong kepala gayoung agar tak bersandar di bahunya.
‘’bukankah sudah kubilang, jangan pernah memanggilku seperti itu lagi, moon gayoug ! ‘’ sehun meninggikan sedikit nadanya.
‘’waeyo ? apa itu salah ?’’ tanya gayoung yang pura-pura polos semakin membuat sehun jengah.

‘’apa kau masih tidak menyadari kesalahanmu ?! kau yang membuat chanmi sekarang terbujur tak berdaya dirumah sakit ! tidakkah kau merasa bersalah sedikitpun ? jika tidak ada kau waktu itu, jika kau tidak datang waktu itu dan jika kau tidak melakukan hal yang menjijikan itu, chanmi masih bisa bersekolah seperti biasa, dan hubunganku dengannya tetap berjalan lancar. Kau sadar ? that’s all your mistake moon gayoung-ssi, right ? shit !!!! ‘’ sehun bangkit kemudian meninggalkan gayoung yang masih mencerna perkataan sehun. Namun yang mengejutkan gayoung malah mencetak smirk di bibirnya. How bad she is !

‘’selamanya kau dan chanmi tidak akan pernah bersatu kembali, bercause your mine oh sehun’’

‘amnésie – vous êtes mon tout’

Sejuk. Mungkin itulah suasana di salah satu rumah sakit ternama di Korea ini, yeoja mungil sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit, nuansa putih sangat kentara disana, dia berjalan dengan wajah datarnya, pipi mulusnya terasa dingin karena tertiup udara dingin yang ada di daerah rumah sakit. Kulit wajah yeoja itu masih terlihat pucat, sepertinya dia masih dalam masa penyembuhan. Ketika dia tengah asyik menikmati jalan koridor seorang namja menabraknya.

Brukk~

Yeoja itu hampir terjatuh, namun namja itu dengan cekatan mencegat lengan kecil sang yeoja dan akhirnya yeoja itu jatuh dalam pelukan namja itu, wajah mereka kini sangat dekat bahkan deruan nafas mereka terdengar satu sama lainnya. Karena merasa keadaan ini sangat awkward yeoja itu melepaskan kontak tubuh mereka.

‘’mianhae aggashi apakah ka_’’ omongan namja itu terpotong saat melihat wajah yeoja itu, sedangkan yeoja itu hanya menampilkan wajah datarnya saja, seakan berbanding terbalik dengan ekspresi namja tadi.

‘’shin chanmi ? ‘’ tanya luhan –namja itu- luhan memang akan menjenguk chanmi dan ia sungguh terkejut mendapati chanmi dihadapannya. Pasalnya, 3 bulan yang lalu yeoja ini masih terbujur kaku di ranjangnya dan sekarang dia sudah bangun dan berada tepat di hadapan luhan.

‘’ne, na-ya shin chanmi’’ chanmi berujar dengan ekspresi datarnya yang tidak biasa

///

Ini aneh kenapa chanmi sama sekali tidak tersenyum melihatku, biasanya chanmi langsung tersenyum jika melihatku, tapi chanmi yang ini sangat berbeda. Dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.

‘’benar ini kau ? shin chanmi ?’’ aku masih menatapnya tidak percaya. Wajahnya masih pucat.
‘’aigoo, sudah berapa lama aku terbaring di ranjang itu, sehingga kau fikir aku melupakanmu eoh ? kau fikir aku ini mengalami amnesia ? lupa ingatan ? luhan oppa, ini aku shin chanmi’’ jelasnya padaku, aku merasa lega karena dia benar-benar chanmiku yang dulu, hah betapa senangnya aku.
‘’geurae arraseo, jakkaman, aku akan menghubungi eomma dan teman-teman dulu, aku mau mengabarkan kalau kau sudah sembuh, selagi menunggu kajja kita kembali ke kamarmu chanmi-ah’’ aku mengajaknya kembali keruangannya sembari aku mengabari orang-orang.

SKIP

Sekarang semua orang sudah berkumpul dikamar chanmi, semuanya nampak senang dengan kesembuhan chanmi, bagaimana tidak, sosok periang ini akan kembali kesisi kami lagi. Terutama eomma chanmi, dia sangat bahagia melihat putrinya kembali pulih, ia memeluknya dengan sangat erat seakan menyalurkan perasaan rindunya pada chanmi, chanmi tersenyum halus menanggapi pelukan eommanya.

‘’aigo.. putriku yang cantik, kemana saja kau selama ini sayang ? eomma sangat merindukanmu, neo arra ?’’
‘’arra eomma, aku juga merindukan eomma. Saranghaeyo eomma’’ chanmi kembali memeluk eommanya itu. Sungguh bahagia sekali melihat mereka berdua bisa mengobrol lagi seperti biasa

‘amnésie – vous êtes mon tout’

Hah.. aku sekarang bisa menghela nafas lega, semua orang yang aku sayangi kini berkumpul di sini. Aku kira aku tidak bisa melihat mereka lagi, aku sangat takut jika harus meninggalkan mereka, masa sulit sudah kulewati dan kini kuharap semuanya akan kembali berjalan dengan lancer.

‘’yak! Park chanyeol, berhenti memakan jerukku, bukankah itu pemberian dari eommaku eoh?!’’ aku sebal melihat chanyeol yang terus memakan jeruk pemberian eommaku. Ish menyebalkan!
Chanyeol Nampak heran dengan kata-kataku, kenapa? Memangnya aku berkata yang salah? Memang aku berbuat kesalahan?

‘’mwo? Park chanyeol?’’ katanya sambil mendekatiku.
‘’ne, aku benarkan? Namamu memang park chanyeol’’ ucapku datar dan yang kudapatkan hanyalah sebuah jitakan keras dikepalaku.
‘’ah waeyo? Dasar tiang berjalan’’ dan kali ini aku di hadiahkan death glare darinya.
‘’aku ini sunbaemu, dank au tidak biasanya memanggilku begitu chanmi-ah, kau biasanya sopan padaku’’
‘’ah geuaraeyo?’’ tampangku cuek sambil menggidikkan bahuku.

‘’aish, kau ini apa-apaan chanyeol-ah, chanmi itu masih belum pulih sempurna, kenapa kau sangat kasar padanya eoh?’’ kali ini kyungsoo, si mata bulat yang menyeletuk. Aigoo,, oppa ini perhatian sekali denganku.
‘’that’s right kyungsoo oppa’’ aku mengeluarkan aegyoku.

Sedari tadi sebenarnya aku memperhatikan luhan yang selalu menatap kearahku, aigoo oppaku yang satu itu terlihat terlalu mencemaskanku ne? betapa senangnya jadi diriku, banyak yang menyayangiku. Lama waktu yang aku habiskan bersama teman-temanku, kami mengobrol bersama dan terasa waktu sudah sore. Luhan dan kai tampak sedang berbicara serius berdua. Entah apa yang mereka bicarakan.

‘amnésie – vous êtes mon tout’

‘’eoh eomma, ada yang ingin aku tanyakan’’ tanya chanmi pada eommanya.
‘’mwonde ? kau ingin bertanya apa ?’’
‘’eumb.. sebenarnya- apa alasan aku sampai aku harus dibawah kerumah sakit ini ?’’ eomma chanmi nampak terkejut dengan pertanyaan chanmi, eomma chanmi merasa heran dengannya. Bahkan luhan yang tadinya sedang bercerita dengan kai langsung menghampiri chanmi dan memegang erat kedua bahunya.

‘’shin chanmi, katakan padaku ! apa kau sungguh tak ingat apa alasan hingga kau berada disini ?’’ luhan bertanya dengan matanya yang sedikit melotot, chanmi bingung dan dia hanya bisa menganggukan kepalanya saja. Setelahnya luhan tampak menghela nafas kasar dan mengusap rambut halusnya.

‘’sudah kuduga ini tidak mungkin berjalan dengan biasa’’ gumamnya.

Cklek.

Beberapa detik kemudian pintu kamar chanmi terbuka menampilkan seorang namja dan yeoja. Mereka berdua masuk kedalam dengan membawa buah tangan ditangan mereka masing-masing. Sang namja mendekat chanmi. Sedangkan chanmi hanya memasang wajah datar.

‘’chanmi-ah’’ kata namja itu, setelah jaraknya dan chanmi sangat dekat. Dia langsung mendekap chanmi dengan sangat erat membuat chanmi susah bernafas bahkan wajah chanmi kini memerah akibat pelukan yang sangat erat dari namja itu, terpampang jelas kalau wajah yeoja yang datang bersama namja yang memeluk chanmi ini tidak setuju melihat adegan itu.
Karena merasa risih dan sesak chanmi melepaskan pelukan itu dengan kasar.
‘’uhukk.. uhukk…’’ chanmi terbatuk usai pelukan itu terlepas. What this man doing to me ? batin chanmi. Chanmi menatap tidak suka kearah namja itu.
‘’mianhae chanmi-ah, itu karena aku terlalu senang karena kau sudah sadar’’ ketika namja itu ingin memeluk chanmi lagi chanmi menolak dan mendorong dengan kuat namja itu.

‘’aish.. jinjja, what are u doing, u think ?! are u crazy, boy ? do you know me ? ‘’

DEG
DEG
DEG

‘’chanmi-ah..’’
Sehun-namja itu- merasa pasokan oksigennya menipis mendengar perkataan chanmi. Tatapan sinis yang sangat tajam ditujukan untuk sehun, seumur hidupnya sehun baru kali ini menerima tatapan seperti itu dari chanmi, chanmi yang dia kenal hanya menatapnya dengan tatapan dalam dengan eye smilenya bukan dengan tatapan ini.

‘’luhan oppa, siapa namja ini ?’’ chanmi bertanya pada luhan dengan nada tidak suka.

‘’mwo ? dia sehun, kau tidak mengenal sehun chanmi-ah ?’’ tanya luhan balik pada chanmi.

‘’sehun ? nuguya ? apa dia salah satu temanku ? atau teman oppa ? kenapa dia lancang sekali, tiba-tiba langsung memelukku, aishh jinjja’’ oceh chanmi, chanmi tidak mengenal siapa sehun, dia tidak sekalipun menatap sehun dan terus membuang pandangannya kemana saja asal jangan melihat sehun, dia tidak suka.

‘’chanmi-ah, kenapa kau begitu kepada sehun ?’’ kali ini eomma yang angkat bicara.
‘’memangnya kenapa ? apa hubunganku dengannya ? kenapa aku tidak boleh bersikap seperti ini padanya ? aku tidak suka dia eomma, I REALLY HATE !!!’’

Kini luhan sudah duduk disamping ranjang chanmi, dia mengelus pelan rambut chanmi.

‘’chanmi, oppa tanya padamu sekali lagi, are you really dont know sehun ?’’ tanyanya lembut.
‘’yes, i’m really dont know’’
Helaan nafas berat keluar dari mulut luhan, sejenak dia menatap sehun dan gayoung –yeoja yang datang bersama sehun- aigoo, kemana-mana pasti ada yeoja centil itu. Dasar penguntit !

‘’dan juga, siapa yeoja yang bersamanya ? apakah dia yeojachingunya ?’’

Habis sudah, sehun tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun lagi, pikirannya melayang entah kemana, kini tatapannya benar-benar kosong.

‘’namanya moon gayoung, dia juniormu disekolah’’ kai menerangkan pada chanmi.

‘’moon gayoung ? memangnya aku punya junior dengan nama gayoung ?’’ chanmi bergumam sendiri pada dirinya.

‘’ne, dia gayoung, lagipula dia bukan yeojachingunya sehun’’ chanyeol berucap

‘’memangnya, dia punya yeojachingu ?’’ chanmi bertanya pada luhan tapi pandangannya menuju pada sehun yang sedang menundukkan kepalanya.

‘’chanmi-ah… hah, geurae, sehun memang punya yeoja chingu’’
‘’nugu ?’’
‘’yeojachingunya adalah _ ‘’
‘’nugunde luhan oppa ?’’
‘’he’s girlfriend is __ YOU’’

UHUK.. UHUK.. UHUK…

Chanmi yang tengah menelan buah jeruk tersedak mendengar tuturan dari luhan, dia tidak percaya dengan yang luhan katakan.

‘’WHAT ?! IMPOSSIBLE !!!!!!!!!!!!!!!!!!!! EOMMA !! NAEGA SHIREOYO !!!!!!!!!!’’

SKIP

‘’mwoya ? yang benar saja, mana mungkin namja albino, yang sifatnya dingin sedingin kulkas, ih berasa kayak tinggal di kutub, namja itu mana mungkin namchin ku dulu, aishh jajeungna ! ‘’ aku merutuk seppanjang perjalanan ke wc, aku hendak mengganti pakaian olahragaku dengan seragam formal biasa. Hah.. ternyata lupa ingatan itu menyusahkan ya squint emotikondan lagi yang anehnya, kenapa aku hany melupakan sehun dan yeoja itu, memang apa yang terjadi ? aish.. aku masih tidak terima dengan kenyataan kalau sehun adalah namjachinguku, hah.. apakah aku sadar waktu itu ketika menerima pernyataan cintanya ? aigoo shin chanmi neo babo-ya.
Aku berjalan sambil mengacak-acak rambutku bak orang gila dan Brukkk~ byurr~ seorang junior yeoja menabrakku dan tanpa sengaja menumpahkan jusnya kebajuku, sial !

‘’yak ! where is your eyes ?’’ tanyaku garang, junior itu terlihat ketakutan.
‘’kau simpan dimana matamu sehingga kau bisa menabrakku eoh ? seharusnya kau letakkan mataku dengan benar disaat kau berjalan, arraseo ! jangan sampai menabrak orang, aish lihat jus mu tumpah dibajuku tahu ! bagaimana aku harus membersihkannya ?!!! dan kau juga seharu_ ‘’

GREPTT~

Aku belum sempat menyelesaikan rutukanku pada junior itu tapi seseorang menarik lenganku kuat dan memelukku.

‘’kau sebaiknya pergi’’ sehun menyuruh junior yeoja itu agar pergi meninggalkannya, dan dia menurut. Sedangkan aku yang berada dalam pelukan sehun berontak, aku tidak suka jika harus dipeluk oleh sehun. Semakin aku memberontak, semakin sehun mengeratkan pelukannya.

‘’kau ingin membunuhku ohse ?’’ panggil ku.
‘’tidak apa-apa kalau kau mati dalam pelukanku’’ kata sehun santai
‘’yak ! ohse ? neo micheosseo ? let me go’’
‘’NO !’’
‘’lepaskan aku !!!’’
‘’NO !’’
‘’aish.. namja ini benar-benar gila’’ sekali aku chanmi memberontak namun sehun tetap pada pendiriannya.
‘’ohse ! kau tidak takut dilihat guru ?’’
‘’biarkan saja’’
‘’hahaha bagus, dan kita akan dihukum berdua’’
‘’tidak apa-apa selagi itu bersamamu’’

Aku merasa jengah, dia memutar bola mataku malas, akumencari ide agar bisa terlepas dari pelukan mematikan milik sehun.

‘’aih.. arraseo arraseo, aku turuti kemauanmu’’

Sehun merasa tertarik dengan perkataanku dan melonggarkan pelukannya, setelah itu dia menatap ku dalam dan intens.

‘’really ?’’ tanya sehun.

Aku menggerakkan jari telunjukku mengajak sehun mendekat kearahku.

‘’yak ! ohse, kau benar-benar bodoh ne ?’’ ucapku kemudian menjauhkan wajahku dari sehun.
‘’mworago ?’’

SUINGGGGG~~ (ini apa ? -_-)

Aku segera berlari meninggalkan sehun dan berkata ‘’I’M LIE MR.OHSE, BYE BYE, HAHAHA’’

Sehun kesal dan langsung mengejarku, aish.. he’s ignored me ! aku semakin memperkuat langkahku, tapi sehun masih masa melangkahkan kakinya. Tapi syukurlah, wc yeoja sudah dekat di depanku. Ketika aku sudah dekat, aku langsung masuk kedalam dan mengunci pintunya rapat.

Tok..tok..tok

Sehun menggedor pintu wc dengan kencang.

Apa dia gila ? ini wc yeoja ? dia tidak takut ada murid yeoja yang lain ? bisa-bisa dia disangka byuntae. Aku menghiraukannya dan bergegas mengganti bajuku.

‘’aihh.. baju olahragaku jadi bau jus, junior itu menyebalkan !’’ rutukku.

Setelah sekitar 15 menit aku selesai mengganti pakaianku.

Sebelum keluar, aku mengintip keberadaan sehun, apakah dia masih diluar ? bisa bahaya kalau dia masih disana. Tapi sepertinya tanda-tanda keberadaannya nihil, dia sepertinya tidak ada.
Dengan santai aku keluar dari wc. Namun persepsikuk salah, ketika aku keluar seketika itu pula sehun menyeringai dan langsung menarik lenganku, awalnya aku berhasil melepas genggamannya, namun tidak setelah dia mendorongku masuk kembali kedalam wc.

‘’aaaa’’ jeritku lantang.

‘’n_n_neo.. mwoanenggoya ? yak ! byuntae-ah’’ aku ketakutan dan mundur ketika sehun mengunci pintu wc tersebut, aish.. sebenarnya dia mau apa ?

‘’stop ! ohse, aku sungguh tidak menyukaimu, berhenti mendekat kearahku, kalau tidak aku akan teriak’’

Sehun masih mencoba mendekat tanpa rasa takut.

‘’chanmi-ah, kau dulu tidak bersikap seperti ini padaku, jebal.. kembalilah seperti dulu chanmi-ah, aku merindukanmu yang dulu’’

Mendengar itu aku hanya bisa menyeringai.

‘’dengar ya ohse, kau itu namja yang dingin dan cuek, aku mana mungkin bisa menyukaimu, entah apa alasanku dulu bisa memilihmu tapi yang pasti sekarang aku menyesal telah memilihmu, kufikir sekarang kita lupakan saja kenangan kita yang sudah lampau’’

‘’tidak semudah itu untuk kau lupakan !!!’’

‘’wae ?! lagi pula kau sudah punya gayoung disisimu, untuk itu jangan ikat aku, jangan paksa aku ohse, aku tidak mungkin mencintaimu lagi, karena kurasa rasa itu mustahil akan tumbuh kembali’’

BAKKK~~

Sehun mengunci tubuhku dengan kedua lengannya di dinding, tatapannya sangat tajam.

‘’wae andwaeyo ?!’’

Dia tampak marah sekali.

‘’sudahlah ohse, gayoung itu cantik. Dia lebih cantik dariku, dan dia juga tenar di sekolah ini, dia juga pintar, oleh karena itu dia pantas untukmu’’

‘’geumanhae !! jangan bilang seperti itu, aku dan gayoung tidak ada hubungan apapun’’

‘’tapi entah kenapa kalian seperti memiliki sebuah hubungan dimataku’’

Aku mencoba mendorong sehun, namun dia kembali menahan lenganku disamping kepalaku.

‘’mworago ?’’

‘’setiap orang akan terlihat cocok satu sama lain di mata orang lain ohse, mungkin kau tidak merasakannya, tapi orang lain iya, contohnya kau yang merasa kalau kalian benar-benar cocok, untuk itu rajutlah hubungan yang lebih serius dengannya. Kufikir hubungan kalian akan berjalan dengan lancar’’

‘’SHIREO !! ‘’

‘’wae shireo ?!’’

‘’karena aku hanya ingin kau yang jadi pasanganku’’

‘’SHIRREO !’’

‘’wae shireo ?’’

‘’karena aku membencimu, entah kenapa rasa benci selalu datang saat melihat wajahmu ohse, AKU SANGAT MEMBENCIMU, I HATE YO_’’

CHU~~~

 

 

TBC

A/N : okay, akhirnya chapter kedua selesai juga, jangan lupa Like+Comments yang banyak chingudeul, biar bisa lanjut nih FF, annyeong^^

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] Amnésie – Vous êtes mon tout Chapter 2

  1. Sehun egois kak.. -.- …. kasihan chanminya T T

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s