Namitsutiti

[FF Freelance] A Confuse Love Story Chapter 3

Leave a comment


11158008_968134586541976_902804615_n

Author  : engga punya nama * Irma Taehyungie *

Tittle : A Confuse Love Story

Cast : – Shin Eun Soo

  • Kim Taehyung
  • Jung Cho Ri
  • Park Jimin
  • Oh Sehun
  • All member BTS

Genre :  school, romance, love

Length : Chapter

Warning : Ini FF perdana saya jadi kalau banyak typo dan engga nge-feel maapin saya mungkin saya masih hilap 😀

 

Ayoooo aku mau bilangin nih untuk part selanjutnya yang aku tag bukan Cuma yang bilang next doang, tapi yang mbangkitin semangat authornya untuk melanjutkan, intinya paling bawel udah gitu aja. So, untuk yang mau di tag coment yang paling bawel, engga usah panjang yang penting bisa membuat authornya semangat. Apaan ini -_- sekian, salam ALIEN 😀

~~~ Happy Reading ~~~

PART SEBELUMNYA

Arrrgh, kenapa tidak ada bus atau taksi sih? Kenapa harus sepi? Ini sudah siang bukan? Kenapa jarang sekali kendaraan? Dumelku dalam hati. Saat sedang menunggu kendaraan tiba-tiba

 

Tiin Tiiin

 

Ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depanku.

“Eun Soo kajja kau ikut aku, hari ini jarang kendaraan karena sedang ada protes.” Ajak namja yang menyetir mobil tadi.

 

PART 3

“Jinjja? Ah apakah aku tidak merepotkanmu Jimin-ah?” Yap, namja itu adalah Jimin.

“Aniya, sudah cepat masuk kita sudah terlambat Eun Soo-ya.” “Aaah, nde Jimin-ah.”

 

**dikelas**

 

“Yaaak kemana kah Jimin hyung, kenapa dia belum datang eoh. Tidak seperti biasanya dia telat.” Ucap Jung Kook “Jimin itu kesiangan dia sedang perjalanan menuju ke sekolah.” Balas Suga. “aaah seperti itu. Suda itu Jung Songsaenim sudah berjalan menuju kelas.” Balas Jung Kook

 

**di parkiran**

 

“Jimin-ah ayoo cepat,pasti Jung ssaem sudah datang.”Ucapku kepada Jimin untuk sedikit cepat.

“sabar Eun Soo-ya. Kajja” akhirnya aku dan Jimin berlari dari parkiran menuju kelas dan jaraknya itu lumayan melelahkan. Dan akhirnya pun kami tiba dikelas dan sudah ada Jung Songsaenim, akhirnya kami memberanikan diri untuk masuk.

 

Took Took

 

“mianhe ssaem kami terlambat.” Ucapku takut.

“kalian tau kan aku tidak suka bila ada siswa atau siswi yang tidak disiplin?” Tanya Jung ssaem.

“Nde kami mengerti ssaem.” Ucap kami berdua.

“baiklah silahkan kalian lari keliling lapangan 5 kali dan hormat pada bendera 15 menit setelah itu kalian boleh masuk.” Ucap Jung Ssaem.

“apa itu tidak bis….” Ucapku terpotong

“tidak ada penolakan, atau akan saya tambah?” ucap Jung ssaem. “baiklah ssaem” ucap kami berdua pasrah.

 

**lapangan**

 

“Eun Soo-ya kau tak apa? Kenapa wajahmu pucat sekali? Apakah kau sedang sakit?” Tanya Jimin

“aah, gwenchana jimin-ah, hanya saja  aku belum sarapan.” Ucapku dengan nada yang bisa dibilang kelelahan.

“mau ku antar ke ruang kesehatan Eun Soo-ya? Mukamu pucat sekali.” Tawar Jimin.

“aku tak ap..” dan BRUG. Aku tak sadarkan diri.

 

“Eun Soo-yaa bangun” ucap Jimin panik sambil menepuk pipiku. Dan akhirnya Jimin membawaku keruang kesehatan.

 

**saat istirahat**

 

Jimin masih menungguku sadar, dan tiba-tiba V, Jin, Suga, Rap Monster, Jung Kook, J-Hope datang ke ruang kesehatan.

 

“Jimin hyung ada apa dengan Eun Soo kenapa tiba-tiba dia pingsan?” Tanya V.

“dia tadi dihukum Jung Ssaem kan? Tapi dia tadi belum sarapan, saat putaran ke 3 mukanya sudah pucat, aku mau membawanya kesini tapi malah sudah pingsan dulu.” Cerita Jimin. Tiba-tiba Jung Kook bertanya pada V.

 

“V hyung apakah kau sedang menjalankan rencanamu untuk memenangkan taruhanmu kah?” Tanya Jung Kook.

“Kookie bisakah kau tidak menanyakan ini? Aku takut kalau Eun Soo mendengarnya.” Balas V.

“Ah hyung pasti kau takut kalah dan kau tidak ingin membuang uangmu untuk membelikan kami barang bukan?” Goda Jung Kook.

“Kookie diamlah aku tak takut kalah hanya saja..” ucap V terpotong “hanya saja apa V?”Tanya Suga. “Ah sudah lah jangan bahas ini disini.”

 

Enngghh. “Aaah, sakit, aku dimana?” tanyaku setelah sadar. “aah kau sudah sadar Eun Soo-ya? Apakah ada yang sakit?” Tanya Jimin seperti menghawatirkanku.

“Aku tak apa Jimin-ah” ucapku seraya tersenyum.

“Kenapa kau belum sarapan saat kau ingin kesekolah?” Tanya V. “aku hanya taku terlambat.” Jawabku.

 

Kenapa mereka membicarakan taruhan? Apa maksudnya? Apakah V dan kawan-kawannya menjadikan ku bahan taruhan? Kenapa seperti ini Tuhan. Apa salahku pada mereka sehingga mereka menjadikan ku taruhan? Batinku. Sebenarnya saat Kookie sedang berbicara dengan V aku sudah tersadar namun aku pura-pura belum sadar.

 

“Eun Soo-ya? Mengapa melamun? Apakah kau masih sakit? Kalau iya mari kita periksa kerumah sakit.” Ajak Jimin.

“a-aniya Jimin-ah aku baik-baik saja, aku ingin kembali ke kelas, aku takut bila Cho menghawatirkanku.” Ucapku sambil beranjak dari ranjang.

“Cho hari ini, dia tidak masuk.” Beritahu Suga. “Wae?” tanyaku. “Dia ada urusan bersama orang tuanya.” Jawab Suga.

“oh baiklah tak apa aku kembali ke kelas.” Ucapku sembari mencoba turun dari ranjang.

 

Aaaah. Saat aku mencoba turun dari ranjang kakiku belum kuat untuk menapak akhirnya aku jatuh. “kau tak apa Eun Soo?” Tanya Jimin sambil menahanku.

“aku tak apa Jimin-ah” ucapku seraya tersenyum kepada Jimin.

“ayo sini aku bantu kau berjalan menuju ke kelas, sepertinya kakimu belum kuat untuk berjalan.” Tawar Jimin. “apakah tidak merepotkanmu Jimin-ah?” “tidak Eun Soo-ya.” “baiklah kalau itu mau mu, Jimin-ah” aku kembali tersenyum kepada Jimin, dan sekilas aku melihat kearah V, dan V seperti nya terlihat menahan emosi.

 

** Dikelas **

 

“Gumawo Jimin-ah sudah membantuku berjalan sampai ke kelas, mianhe merepotkanmu.” “Ani, aku tak merasa direpotkan” ucap Jimin tersenyum. “baiklah Jimin-ah aku akan ke tempat dudukku, bye Jimin-ah”

 

Tiba-tiba V menghampiriku yang sedang bermain ponsel. “Eun Soo-ya kenapa hari ini kau cuek sekali padaku?” “Ani, aku tak cuek padamu.” Balasku tanpa menatap V.” “kenapa kau tak menatapku Eun Soo-ya?”. “haruskah aku menatapmu? Aku kecewa denganmu KIM TAEHYUNG!” ucapku setengah berteriak. “wae? Aku melakukan apa hingga kau kecewa?” Tanya V. Ooh God, help me, kenapa aku harus mencintai namja satu ini eoh, dia tidak peka sekali.” “sudah Taehyung kau kembali saja ke bangkumu, aku sedang tidak ingin berdebat. “Nde” dan V pun berlalu. Semenjak kepergian V kuputuskan untuk pergi dari kelas.

 

Aku memutuskan untuk pergi ketaman belakang yang cukup sepi. Sesampainya ditaman aku memilih duduk di rerumputan dekat danau, dan akhirnya aku menangis. Yaaa, semenjak keluar dari kelas aku menahan air mataku agar tak keluar. Untung saja Cho sedang tidak berangkat jadi tak perlu khawatir jika mataku akan sembab. Tiba-tiba ada yang menyapaku.

 

“Gwenchana? Mengapa kau menangis? Apakah itu masalah percintaan?” Tanya seorang namja.

 

~~ Bersambung ~~

 

Siapakah namja tersebut? Apakah V atau Jimin? Next part adalah jawabannya.

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s