Namitsutiti

[FF Freelance] Gomawoyo…

4 Comments


image

Title: Gomawoyo…
Author: Zah [@Zsyub398]
Cast:
-Min Suga / Min Yoon Gi (BTS) as Min Suga
– Yoo Jae Yoon as Yoo Jae Yoon (OC)
Genre: Comedy, Sad, Romance
Rating: T
Type: Ficlet
Disclaimer: Ide, alur dan kekacauan cerita asli se’asli-aslinya muncul dari otak mungil saya yang agak aneh. Nama tokoh saya pinjam dari pacar saya -Min Suga-  #Ditabok masa :3v
Dimohon dengan amat sangat, kritik serta saran (yang membangun) atas karya saya yang aneh ini. Gamsahamnida~~
Enjoy Read ^^

*Jae Yoon POV*

“Kau mau ini?” Aku menyodorkan sebatang coklat kepada namja yang sejak tadi sibuk membaca bukunya itu. Raut wajahnya terlihat begitu serius membaca kata per kata dari buku yang aku pun tak tau.

“Tidak” Jawabnya datar tanpa menoleh sedikitpun ke arahku. Namja ini benar-benar!

“Apa kau tidak suka coklat? Kurasa semua orang menyukai makanan manis ini!” Kualihkan pandanganku yang tadi sempat menatapnya. Kuputar-putar coklat ditanganku ini sambil menatap siswa-siswi yang berlalu lalang di taman ini.

“Tidak” Sekali lagi namja disampingku ini mengucapkan kata yang sama untuk mengacuhkanku. Dia sebenarnya manusia sungguhan atau bukan? Mana ada manusia tanpa ekspresi seperti itu! Oh ada, Dia! -_-

“Apa kau tak bisa mengatakan kata lain selain “Tidak”?” Aku mulai kesal dibuatnya. Kutatap wajah yang datar itu. Dia memang manis, tapi dia sungguh menyebalkan! Apakah sebenarnya dia itu patung hidup? Kenapa bersikap seperti itu kepada semua orang?!

“Apa kau tak bisa tak menggangguku? Apa kau tak mempunyai pekerjaan lain selain membuntutiku? Kenapa dimanapun aku berada kau ada disana! Apa kau hantu? Berhentilah mendekatiku, Kau sungguh menyebalkan!” Aku hanya mengerjap-ngerjapkan mataku, tatkala namja ini menatapku dan berkata panjang lebar. Sungguh! ini pertama kalinya dia berbicara sepanjang ini. Kenapa aku senang, haha.. padahal namja ini kan tengah mengusirku. Ahh.. Entahlah!

“Wooooaaahhh…. ternyata kau bisa bicara juga! Kukira kau hanya bisa mengatakan ‘Tidak’. Hahaha” Kutepukkan kedua tanganku sambil tertawa lebar.

“Kau kira aku batu dan tak bisa bicara?” Namja bernama Min Suga ini menutup bukunya kemudian meletakkan disamping kiri tubuhnya.Yup! Dia adalah teman sekelasku jelas saja aku mengenalnya. Sekedar mengenalnya memang aku tak terlalu dekat dengan namja ini, tentu saja karna dia sangat pendiam dan tak terlalu suka berinteraksi dengan orang lain. Bahkan saat songsaenim memberi pertanyaan kepadanya dia hanya akan menjawab dengan sangat singkat dan yah.. itu membuat para guru hanya bisa menggelengkan kepalanya frustasi.
Matanya yang tadi menatapku kini beralih fokus ke depan.

“Hampir saja ku kira seperti itu! karna kau jarang sekali bicara. Kau selalu saja diam! Apa kau tak memiliki jiwa sosial eoh?” Aku diam sejenak.

“ Kau kira kau hidup sendiriran di bumi ini? Bodoh!” Aku sedikit mengejeknya. Hanya ingin tahu bagaimana respon patung hidup ini.

“Aku hanya berbicara seperlunya saja dan melakukan apa yang hanya ingin aku lakukan. Apa itu salah?” Yeah! Akhirnya si manusia patung ini mau berbicara denganku. Aku benar-benar hebat bisa mengajaknya bicara! Aku rasa aku harus mendapatkan penghargaan atas ini. Haha!

“Tidak! Jika kau tidak menggunakan cara seperti itu. Ada kalanya memang seseorang membutuhkan ketenangan dan kesendirian, tapi sungguh! Sebagian besar dari diri seseorang membutuhkan hiburan. Kau harus berkomunikasi dengan orang lain, kau membutuhkan tawa kau tahu? Kurasa kau tidak tahu! Jika kau ingin, aku bisa mengajarimu semua itu.” Aku berbicara panjang lebar sambil menunjukkan senyum tulusku kepada namja di depanku ini.

“Lupakan..” Suga menghela nafas lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi panjang yang kami duduki. Matanya terpejam. Entah apa yang sedang ia pikirkan tapi kurasa ia dalam keadaan yang kurang baik, terlihat dari wajahnya yang seolah tengah menyangga beban yang begitu berat.

“Kau tahu, aku sangat suka tertawa…” Ujarku sambil tersenyum kecil.

“Bukan hanya itu, kau juga suka sekali berbicara” Suga memotong perkataanku dengan cibirannya. Dia menegakkan kembali tubuhnya sambil memandang lurus kedepan.

“Haha.. Kau benar! Bagaimana kau tahu? Ahh.. diam-diam kau memperhatikanku ya?” godaku padanya. Dia menoleh kearahku dengan ekspresi tak percaya.

“Mwo?? Tanpa aku perhatikan pun semua orang juga sudah tau kalau kau itu suka sekali bicara dan tertawa sangat keras. Kau bahkan bisa membangunkan pinguin di kutub utara!” Apa ini?! ternyata Suga tak seperti yang kufikirkan, sepertinya dia lebih cerewet dariku?!

“Lihat!!! Siapa sekarang yang sangat suka bicara? Haha kurasa kita akan cocok menjadi teman Suga-ssi!” Suga hanya menampakkan muka malasnya saat aku mengatakan itu.

“Ya… Apa kau tak lelah tertawa terus, lihat bibirmu sebentar lagi pasti akan semakin melebar!” Namja ini masih saja bernada ketus saat berbicara denganku. Ishh.. Yah.. Setidaknya ia mulai santai berbicara denganku.

“Apa kau tahu kenapa aku suka sekali tertawa?” Aku berhenti berkata sejenak, lalu tersenyum sambil menatap langit.

“ Itu karna ibuku pernah berkata padaku kalau senyumku sangat manis, ia sangat senang saat melihatku tersenyum dan tertawa lebar” Suga menatapku, aku pun menundukkan kepalaku sejenak lalu menoleh menatapnya.

“Hanya karna itu?! Hanya karna ibumu suka melihatmu tersenyum, jadi kau setiap hari selalu tersenyum? alasan yang sangat konyol!” Suga tersenyum  remeh menatapku. Aku menghela nafasku sambil tersenyum.

“Begitukah? Itu semua karna aku tak tahu apakah ibuku bisa melihat senyumku atau tidak, jadi kuputuskan untuk tersenyum setiap hari” Rasanya ada yang ingin meledak dalam diriku saat mengingat eomma.

“Bagaimana bisa ia tak melihatmu tersenyum, kau setiap hari bertemu dengan ibumu di rumah kan?!” raut aneh nampak di wajah tampan itu.

“Ibuku sudah meninggal 5 tahun yang lalu…” Ahh.. benar-benar, rasanya air mataku ini ingin meledak saat kutahan kuat-kuat seperti ini.

DEG!

Raut terkejut seketika menghiasi wajah Suga.
“Mi-mianhae… Aku tak tahu, aku benar-benar tak tahu soal itu! Maafkan aku” Ujar Suga dengan nada bersalah.

“Tak apa.. aku sudah terbiasa..” balasku pelan.

“Maaf juga sudah mengatakan kalau alasanmu itu konyol. Sebenarnya itu sangat indah..”

“Hahaha… tak apa. Terima kasih juga telah menggantinya dengan kata indah…” Dia menatapku. Tatapan itu… tatapan kasihan? Apa aku menyedihkan?

“Ya!! Ada apa dengan wajahmu? Kau kasihan padaku? Tak usah Khawatir aku sudah terbiasa dengan itu… berhentilah menatapku seperti itu” Beginilah.. aku akan selalu marah saat seseorang menatapku dengan raut kasihan.

“Ahh.. mian” Ia mengalihkan pandangannya. Namun beberapa detik kemudian ia menatapku lagi, namun tak menampakan raut kasihan lagi sekarang.

“Oh ya… bolehkah aku bertanya sesuatu?” Wajahnya terlihat serius, aku pun balik menatapnya dengan wajah yang kubuat serius.

“Apa?” Kedua alisku bertaut. Sebenarnya apa yang akan dia tanyakan padaku? Aku jadi sangat penasaran! Yah.. Seorang Min Suga bertanya itu sungguh kejadian langka!

“Siapa namamu?” Ujarnya singkat namun sukses membuat dahiku mengerut!

“Mwoooo??? Jadi kau tidak tahu namaku?! Bukankah kita satu kelas, apa kau bercanda?” Seketika aku terkejut, hampir saja aku terjungkal ke belakang sangking terkejutnya. Bagaimana bisa namja ini tak tau siapa namaku, ini sudah tahun kedua kita satu kelas. Dia benar-benar luar biasa!

“Aku bahkan tak tau satu nama pun murid yang sekelas denganku” Mwoya? Ini lebih mengejutkan, namja ini tak tau satu pun nama teman-teman?! Sebenarnya apa yang dilakukan Min Suga selama hampir dua tahun ini Ya Tuhan!???

“Ya!! sebenarnya apa saja yang kau lakukan di kelas eoh??” Aku benar-benar takjub dan tak percaya pada fenomena yang terjadi pada makhluk di depanku ini.

“Tidur” Jawabnya yang begitu singkat, jelas, padat dan sangat menjengkelkan.

“Yahh… itulah hobimu Min Suga-ssi” Balasku pasrah. Memang benar dia sering sekali tidur di kelas, entah ada songsaenim atau tidak, dia tak kan peduli. Satu kelas pun sudah sangat hafal dengan hobinya itu. Yah setidaknya nilai-nilainya tak terlalu buruk, itulah yang membuat para guru membiarkannya.

“Itu karna aku harus bekerja dimalam hari. Aku harus mencari uang untuk ibu dan adikku” Aku menatapnya. Jadi itu yang membuatnya sering tidur dikelas.

“Eumm… lalu bagaimana kau bisa mengerjakan soal kalau saat disekolah kau hanya tidur dan malam kau bekerja? “

“Aku selalu membaca beberapa buku sebentar setelah pulang bekerja, kemudian baru aku tidur” Jelasnya. Sangat singkat memang ceritanya, namun sudah cukup membuatku untuk mengerti.
Dia tak berkata apa-apa lagi. Beberapa menit kami hanya diam dalam sapuan angin dingin ini. Huuuhhh…. disini semakin dingin. Aku menggosok-gosok lenganku pelan. Mungkin akan lebih baik jika di dalam kelas.

“Disini sangat dingin. Bagaimana kalau kita kembali ke kelas Suga-ssi…” Hening! Tak ada balasan yang aku dengar dari namja disampingku.

Tlekk..

Aku merasakan sesuatu yang berat di bahuku. Dengan gerakan pelan, kutolehkan kepalaku. Mencoba untuk melihat apa yang tengah bersandar di bahuku.

“Suga-ssi…” Ternyata kepala Suga lah yang tengah bersandar di bahuku. Oh my.. dia tidur? Bagaimana dia bisa tidur dalam keadaan seperti ini?!
Mungkin aku harus mengganti panggilan patung hidup dengan koala untuknya. Benar! Dia seperti koala yang suka tidur disiang hari dan beraktivitas dimalam hari. Dan tentu saja Koala sangat manis. >//<

Kulihat wajahnya yang tengah tertidur itu. Tampak begitu damai dan tenang. Sepertinya dia sudah lebih baik sekarang. Tiba-tiba kedua ujung bibirku tertarik keatas, membuat senyuman kecil saat menatap wajah polos yang tengah bersandar dibahuku ini.
Namun tiba-tiba kuliahat matanya sidikit bergerak, detik berikutnya kantup matanya pun sedikit terbuka. Matanya yang memang kecil itu menatapku dalam.

“Gomawo… sebelumnya belum pernah ada yang mengajakku berbicara sepanjang ini. Aku bahkan sampai tertidur dibahumu. Ini sangat nyaman, aku akan tidur seperti ini 10 menit lagi” Ia tersenyum saat mengatakan itu, namun terkantup kembali setelahnya. Senyuman yang belum pernah kulihat sebelumnya. Senyuman yang sangat indah…
Aku tak menjawab perkataanya. Aku hanya kembali menatapnya dengan senyuman kecil diwajahku.
Yahh… aku akan meminjamkanmu bahuku, namun lihat saja kau harus membayarnya nanti Min Suga. Batinku sambil tersenyum miring.
Aku kembali melihat kedepan, menatap daun-daun yang berjatuhan karna tertiup angin, sangat indah. Senyumku tak pernah lepas saat kembali melihat namja disampingku ini. Namja yang sudah 1 tahun kusukai. Kusukai? Yahh.. aku menyukainya sejak pertama kali ia mengabaikan perkataanku. Tapi itulah yang membuatku menyukainya, aneh? Entahlah… itu berjalan begitu saja.

 

 

-END

Advertisements

4 thoughts on “[FF Freelance] Gomawoyo…

  1. huuuu dasar suga oppa yaaa… Kerjaannya tidur terus. ini orang judesnya ya ampunnn… like it! Aku suka ceritanya heheee

    Keep writing ne! 😀

    Like

  2. Coba ffnya dijadiin chapter pasti aku penasaran sama kelanjutannya. Ffnya bagus bahasanya juga santai juga alurnya gg kecepetan. Aku tunggu ff karyamu yg lain ^,^

    Like

  3. Good thor… Keep Writing.

    Like

  4. keren . . .
    Paling suka ff ficlet

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s