Namitsutiti

[FF Freelance] Do You Love Me?

1 Comment


Author : engga punya nama * Irma Taehyungie *

Tittle : Do You Love Me?

Cast : – Kim Je Hee

  • Kim Nam Joon
  • Jung Hae Seok
  • Other

Genre : cari sendiri aja

Length : Oneshoot

 

~~ Do You Love Me? ~~

Teringat akan kenangan yang telah kita lalui. Aku berniat melupakanmu dengan kenangan ini. Tapi mengapa tak bisa? Aku terus memikirkanmu disana, apakah kau bahagia diatas sana? Apakah kau kesepian? Aku selalu memikirkanmu dari sini.

 

~~ Do You Love Me? ~~

 

“Chagi, berjanjilah padaku kau akan selalu bersamaku apapun yang terjadi, jangan biarkan aku sendirian.” Ucapku pada kekasihku. Kim Nam Joon.

“apa yang sedang kau bicarakan chagi-ya? Aku akan selalu berada disampingmu, walaupun tidak aku masih terukir dihatimu. Dan jika aku pergi aku akan mengutus seseorang menjagamu.” Jawab Nam Joon.

Itulah yang kami katakana sebelum kekasih pergi meninggalkanku sendirian. Aku adalah Kim Je Hee, aku kekasih Nam Joon, bukan, aku adalah tunangan Nam Joon. Aku masih teringat apa yang Nam Joon janjikan padaku, sebelum kejadian itu merenggut nyawa tunanganku.

 

~~ Do You Love Me? ~~

Saat itu aku dan Nam Joon sedang berjalan-jalan di Namsan Tower. Kalian tahu bukan Namsan adalah tempat pasangan kekasih. Aku dan Nam Joon berjalan-jalan di sekitar Namsan Tower.

“Oppa, tunggu sebentar ne? Aku ingin membeli sesuatu sebentar.” Ucapku pada Nam Joon.

“baiklah, jangan lama-lama ne?” balas Nam Joon.

“Ne, oppa.” Balasku.

5 menit kemudian

“oppa, apakah aku lama?” Tanyaku.

“ani, memang kau membeli apa?” Tanya Nam Joon.

“Ige. Aku ingin memasang gembok ini agar kita tak akan terpisah seperti mitos yang ada disini.” Ucapku seraya menunjukan gembok yang bertuliskan nama kami.

“ya ampun, baiklah, kajja kita pasang dan buang kuncinya yang jauh.” Ucap Nam Joon.

Semua itu hanya mitos! Aku dan Nam Joon sudah membuang kunci itu jauh, namun kami tetap terpisah juga! Aku tak percaya itu!

Dan setelah kami memasangkan gembok kami, kami memutuskan untuk pulang. Karena sebelum pulang kami ingin membeli tteokbokki di seberang jalan karena itulah yang terkenal sangat enak.

“oppa, aku mau tteokbokki yang diseberang jalan itu.” Ucapku pada Nam Joon.

“baiklah, kau tunggu disini sebentar, aku akan membelikannya untukmu.” Ucap Nam Joon.

“baiklah oppa.” Ucapku.

Namun, baru saja Nam Joon membalikan tubuhnya untuk berjalan kearah penjual tteokbokki sebuah mobil melaju dengan cepat. Dan….

 

BRAAK

Mobil itu menabrak tubuh Nam Joon, dan terpental jauh dari tempat kejadian. Aku yang melihatnya langsung berlari menuju dimana tubuh Nam Joon tergeletak (?).

 

“oppa! Ireona! Jangan tinggalkan aku sendiri.. hiks” ucapku sambil menangis.

“uljima, cha…gi….aku…ak…akan…ba…ik…baik….sa..saja…” ucap Nam Joon terputus-putus.

“bagaimana kau akan baik-baik saja oppa, lihat darahmu sudah mengucur banyak. Mana ambulannya? Kenapa lama sekali!” teriakku frustasi.

Tak lama, ambulan pun datang. Nam Joon segera dibawa kerumah sakit.

“dokter, bagaimana keadaan Nam Joon.” Tanyaku pada dokter yang baru saja keluar dari ruang dimana Nam Joon diperiksa.

“maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi dia sudah kehilangan banyak darah, sehingga tidak bisa diselamatkan.” Jelas dokter.

“MWO? KAU BOHONG KAN DOK! BILANG PADAKU KALAU KAU BOHONG!” teriakku pada dokter.

“tapi, memang seperti itu kenyataannya. Permisi, saya harus pergi.” Ucap dokter

Setelah dokter pergi aku menangis, tak menyangka bahwa Nam Joon akan pergi secepat ini.

“nuna, bagaimana keadaan Nam Joon hyung, orang tuanya akan segera kesini.” Ucap seseorang.

“Jung Kook-ah, Nam Joon.. hiks.. dia sudah meninggal.. hiks..” ucapku sambil menangis. Jung Kook adalah adikku, yang memang dekat dengan Nam Joon.

“nuna, jangan bercanda!” pekik Jung Kook.

“Kookie, buat apa nuna berbohong.. hiks.. dia memang sudah pergi.. hiks.. kookie!” jelasku.

“sabar ya nun, Nam Joon hyung pasti bahagia disana, bahkan jika melihatmu menangis seperti ini bisa jadi dia tak bahagia, nun.” Ucap Jung Kook.

 

~~ Do You Love Me ~~

2 tahun setelah kejadian itu aku masih belum bisa mengikhlaskan dia pergi. Aku masih suka melamun, dan mengurung diri dikamar.

“nuna, apakah kau belum bisa melupakan Nam Joon hyung?” Tanya Jung Kook.

“hemm” itulah jawabanku.

“apakah kau tak kasihan dengan Hae Seok hyung? Dia berusaha untuk membantumu melupakan Nam Joon hyung. Aku tahu tidak semudah itu, tapi ini sudah 2 tahun semenjak kepergian Nam Joon hyung kau menjadi pendiam, ayolah nuna bangkit, kau tahu Hae Seok hyung sangat suka kepadamu.” Jelas Jung Kook.

“aku paham Kookie, tapi hati ini yang belum bisa menerima orang lain. Aku dan Nam Joon sudah 5 tahun bersama, itu bukanlah hal yang sangat mudah untuk berpaling, apalagi kau tahu bukan, nunamu ini sangatlah sulit untuk jatuh cinta?” jawabku.

“iya, aku paham nun, tapi usahakan lah bangkit, dan belajarlah cintai Hae Seok hyung.” Ucap Jung Kook.

 

~~ Do You Love Me ~~

Semenjak apa yang dikatakan Jung Kook kemarin aku berusaha bangkit dan belajar mencintai Hae Seok. Dan sekarang aku mulai dekat dengannya, mulai nyaman padanya, apakah aku mulai menyukainya? Ingat menyukainya bukan mencintai! Aku masih berusaha mencintainya.

“Hee-ya kau mau makan dimana? Sehabis itu kita akan kemana?” Tanya Hae Seok.

“mm, sepertinya sushi enak oppa, bagaimana jika kita ke pulau Nami?” usulku.

“Mwo? Pulau Nami? Itukan jauh Hee-ya. Apa kau tidak lelah?” Tanya Hae Seok.

“ani, inikan hari terakhir musim gugur, pasti pulau Nami sangat indah. Itu juga aku tahu dari orang-orang bahwa pulau Nami sangat indah jika hari terakhir musim gugur.” Jelasku.

“baiklah, akan aku kabulkan permohonanmu.” Ujar Hae Seok.

“gumawo, oppa.”

 

** pulau Nami **

“ayoo, oppa, lihat indah bukan? Apa kau menyesal telah kesini?” tanyaku.

“aku tak akan pernah menyesal jika bersamamu.” Ucap Nam Joon yang membuatku salah tingkah.

 

“oppa, mianhe.” Ucapku.

 

“wae?” Tanya Hae Seok.

 

“aku telah membuatmu lama menunggu.” Ucapku lirih.

 

“gwenchana, aku tak bisa memaksa hatimu untuk mencintaiku, apalagi kau sudah lama dengan Nam Joon.” Ucap Hae Seok.

 

“gumawo, kau sudah mengertiku.” Ucapku.

 

Kita menikmati pemandangan di pulau Nami. Kita benar-benar menghabiskan waktu bersama.

 

“Hee-ya, kajja kita pulang, sudah malam.” Ucap Hae Seok.

 

“ nanti dulu oppa, aku masih ingin disini.” Ucapku.

 

‘tapi ini sudah malam, oppa janji kita akan kesini lagi esok.” Ucap Hae Seok.

 

“Jinjja? Kau sudah berjanji oppa!” pekikku.

 

 

~~ Do You Love Me ~~

 

Sudah setahun belakangan aku dan Hae Seok sudah dekat namun kami belum punya hubungan yang spesial, dan aku baru menyadari bahwa aku sudah mencintai Hae Seok. Dia belum menyadari bahwa aku sudah mencintainya!

 

“nuna, bagaimana dengan perasaanmu kepada Hae Seok hyung? Apakah masih sama?” Tanya Jung Kook. Memang saat ini kami sedang dirumah berdua.

 

“molla.” Jawabku.

 

“Mwo! Molla! Yaak! Apa maksudmu nuna! Jangan bilang kau belum mencintainya!” ucap Jung Kook setengah berteriak.

 

PLETAK!

 

“yaak! appo nuna! Kenapa kau menjitakku huweeee nuna!” teriak Jung Kook

 

“kau belum tahu apa yang aku rasakan Kook! Aku sebenarnya sudah mulai mencintainya, tetapi dia tidak memberiku kepastian, aku tak tahu Kook! Sungguh aku sudah mulai mencintainya, aku takut dia akan meninggalkanku! JUNG KOOK APA YANG HARUS NUNA LAKUKAN!” teriakku.

 

“Yaaak! Kenapa kau tak jujur saja! Lagian Hae Seok hyung sudah jelas akan menerimamu.” Pekik Jung Kook.

 

“Yaaak! Kenapa harus aku dulu yang memulai! Aku perempuan Kook! Mana ada perempuan menyatakan perasaannya dahulu ke laki-laki, kau kira nunamu adalah cabe-cabean hah!” ucapku.

 

“pabbo! Sekarang sudah banyak wanita yang menyatakan perasaannya kepada pria! Jangan sampai kau menyesal karena terlambat. Penyesalan selalu datang belakangan, kalau diawal namanya pendaftaran. Ingat itu nun.” Jelas Jung Kook.

 

Mendengar ucapan Jung Kook, aku memikirkannya. Bagaimana jika itu terjadi? Andwae! Aku tak mau!

 

To: Oppa

From: Je Hee

 

Oppa, malam ini kau ada acara? Jika tida maukah temani aku makan?

 

Aku pun langsung mengiriminya pesan singkat, aku berniat untuk menyatakan perasaanku padanya malam ini.

 

DRRT DRRT

 

From: Oppa

To: Je Hee

 

Baiklah, mau jam berapa? Oppa akan jemput, pastikan kau berdandan yang cantik oke 😉 :*

 

Tak lama Hae Seok membalas pesannya, ah pasti aku salah membaca pesan, baru pertama ini dia mengirimiku emot kiss.

To: Oppa

From: Je Hee

Bagaimana kalau jam 7? Baiklah kau berpenampilanlah yang rapi oppa, jika tidak aku akan malu jika jalan denganmu. Sudah ya, aku akan mengisi ulang batrai hpku. Annyeong.

 

Setelah aku mengirim pesan kepada Hae Seok aku bergegas ke kamar untuk mepersiapkan nanti malam, aku harus tampil sempurna. Perlu kaian tahu aku takut akan ditolak oleh Hae Seok.

 

** Jam 7 malam **

Saat ini aku sedang bersiap-siap untuk bertemu Hae Seok dan menyatakan kepadanya.

“Nuna! Apakah kau mempunyai janji dengan Nam Joon hyung? Dia sudah disini sekarang! Cepatlah turun! Dia menunggumu pabbo!” teriak Jung Kook.

“apa kau tak bisa datang ke kamar ku dan mengatakannya dengan sopan tanpa berteriak! Adik durhaka!” ucapku seraya menuruni tangga.

“nuna? Kau benar nunaku kan? Atau kau jelmaannya? Kembalikan ke wujud nunaku yang asli!” teriak Jung Kook.

 

PLETAK!

“pabbo, aku ini nuna mu, kau kira siapa eoh!” teriak ku.

“mianhe, habis kau cantik sekali. Kau mau kemana dengan Hae Seok hyung? Dia juga berpakaian rapih, kalian mau kemana eoh!” pekik Jung Kook.

“Jung Kook-ah, aku pinjam nuna mu sebentar ne, aku ada kepentingan dengannya.” Ucap Hae Seok.

“baiklah hyung, semoga lancer.” Ucap Jung Kook seraya menepuk pundak Hae Seok.

Setelah Jung Kook pergi, Hae Seok hanya menatapku, entah kenapa dia menatapku apa karena aku berpenampilan mencolok? Kurasa tidak, aku hanya memakai dress selutut berwarna putih, sepatu senada, tas pun begitu.

“oppa, kenapa kau menatapku begitu? Apakah penampilanku terlalu buruk?” Tanyaku.

“ani. Bahkan kau sangat cantik, aku sampai tidak mengenali dirimu.” Jawab Hae Seok.

BLUSH

Ucapan Hae Seok mampu membuatku salah tingkah, aku yakin ini pasti sudah memerah seperti tomat mungkin.

“gumawo oppa, kau juga tampan.” Balasku.

“sudah ayo kita berangkat.” Ajak Hae Seok.

 

~~ Do You Love Me ~~

Setelah sampai ditempat tujuan, kami turun. Apa ini kenapa Hae Seok mengajakku kesini? Apakah dia sengaja membuatku ingat dengan Nam Joon? Bagaimana aku tidak kaget dia membawaku ke Namsan Tower! Tempat terakhirku dengan Nam Joon! Sejak kecelakaan itu aku sudah tidak pernah mengunjungi Namsan lagi.

“oppa, mengapa kau mengajakku kemari?” Tanya ku dengan suara lirih. Ya! Aku menahan tangisku.

Hae Seok mengangkat daguku untuk menatap matanya.

“wae? Apakah kau teringat Nam Joon lagi? Apakah kau masih mencintainya?” Tanya Hae Seok.

“bukan begitu. Oppa ada yang aku ingin bicarakan denganmu.” Ucapku.

“apakah itu Hee-ya?” balas Hae Seok.

“Do You Love Me? Apakah perasaanmu untukku masih ada? Aku tak mau kehilanganmu oppa. Aku mencintaimu.” Ucapku masih menahan tangisku.

“hey! Apa yang kau bicarakan? Aku akan tetap mencintaimu Hee-ya, aku tak mau jika kau mencintaiku tapi kau masih ada baying-bayang Nam Joon. Biarkan dia hidup di dalam hatimu sebagai masalalumu tapi aku ingin hidup di hatimu sebagai masa depanmu. Kau tau Hee-ya? Aku menerima ajakanmu adalah untuk menyatakan perasaanku padamu tapi ternyata kau terlebih dahulu, baiklah karena aku tak suka jika seorang yeoja menyatakan perasaannya kepada namja terlebih dahulu, maka “WOULD YOU MARRY ME?”” jelas Hae Seok dan teriak Hae Seok pada kalimat di capslock.

“Oppa.. hiks.. tentu saja aku mau.. hiks… jangan pernah tinggalkan aku sendiri, oppa. Saranghaeyo.” Ucap ku menangis bahagia.

“Uljima chagi, nado! Nado saranghaeyo! Aku janji aku tak akan meninggalkanmu sendiri.” Ucap Hae Seok menghapus airmataku.

Lalu Hae Seok mendekatkan wajahnya kepadaku, aku dapat merasakan hembusan nafasnya. Dan aku merasakan bibir seksinya menempel di bibirku, melumatnya dengan penuh kasih dan kelembutan.

 

FIN

 

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] Do You Love Me?

  1. yeee akhirnya jae hee da heo seok bersama XD bagus author, feelnya dapet!

    Keep writing ya 😀

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s