Namitsutiti

[FF Freelance] Falling in Love with a Nerd Boy chapter 3

4 Comments


10402931_1509967382625902_3215039116876729864_n

Author : Dinda Shakinah [Rose Lyn]
Credit poster by HRa – RCFF
Title : Falling in Love with a Nerd Boy
Chapter : 3
Cast :
– Xi Lu Han [Actor]
– Park Hae Yeon [Original Character]
– And other cast.
Genre : School life, Friendship, Romance, Comedy (gagal), dll.
Leght : Multichapter
Rated PG +14 (bisa berubah sesuai mood saya)
Note : SIDERS ADALAH PENCURI!!!
Summary :
Perjuanganmu membuatku luluh. Apakah aku jatuh cinta padamu, Nerd?

*****

Hae Yeon dan Lu Han saling menjauhkan diri, masing-masing. Keduanya nampak saling kikuk. Sama-sama mengusap tengkuk mereka yang tak gatal.

“Kalau begitu aku dulu yang kekelas. Lalu setelah itu kau, ok?”

Hae Yeon berbicara memecah kesunyian. Lu Han hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.

Lalu Hae Yeon segera membuka pintu ruang kesehatan dan berlari keluar menuju kelas. Merona dipipinya kini mungkin sudah terlihat dan gadis itu.. astaga, apa yang harus aku jelaskan lagi?

Lu Han hanya menunjukkan senyuman manis, setelah gadis itu pergi.

Lelaki itu memegang bibirnya sebentar dan makin melebarkan senyumannya.

“Itu bukan ciuman pertama kita, Yeon”.

Dengan segera, Lu Han membuka pintu dan berlari menuju kembali kekelas. Gawat, kalau sampai dia terlambat pada mata pelajaran Jung saem. Meskipun ia yakin, bahwa guru yang menyukai otak cerdasnya itu tak akan menghukumnya. Tapi tetap saja, Lu Han tak ingin merusak image tertingginya, bukan.

*****

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua murid kini, mulai berhamburan keluar. Ada yang menunggu kekasihnya. Menunggu jemputan. Dan urusan dengan para guru sekali pun.

Kini, dua sejoli itu sedang apa? huh, tentu saja Lu Han dan Hae Yeon maksudku.

Mereka berdua? Lihat, saling mencoba merangkai kata. Agar rasa canggung yang mengghinggapi keduanya sirna.

Oh, ayolah. Mereka duduk sebangku, justru itu yang membuat keduanya benar-benar diambang kecanggungan. Mengingat baru beberapa jam yang lalu mereka,, ya begitulah. Berciuman panas. Dan sekarang?

Lu Han menghembuskan nafasnya melalui mulut, secara perlahan. Lelaki itu mengalihkan pandangannya kearah Hae Yeon yang tengah menundukkan kepala dan berkutat dengan kuku tangannya.

Gadis itu, sepertinya tengah berfikir serius. Mengingat kebiasaannya yang memang ya, seperti itu kalau sedang serius. Lu Han tahu betul sikapnya.

“Yeon?”.

Hae Yeon menolehkan kepalanya, kearah Lu Han. Tatapan mereka bertemu. Hingga untuk sesaat kedepan, keduanya masih berada dalam suasana yang tak bisa dikatakan.

Dentuman jantung masing-masing, seolah menjadi musik romantis yang mengiringi kegiatan antar mereka. Tak ada yang menggangu. Karena dapat dipastikan, sekarang keadaan kelas sepi. Dan hanya menyisakan keadaan yang mendukung antara keduanya.

Mungkin saja, ciuman panas itu akan terjadi lagi?

Alarm dalam kepala Lu Han berdering. Mengingatkan lelaki itu, kalau mereka tak akan bisa lega bila harus berciuman disini. Dan Lu Han harus mengikuti pemikirannya, karena dia juga tak ingin bila kegiatan ciuman panasnya terhenti seperti tadi.

Lu Han mengalihkan pandangannya kearah lain. Lelaki itu menggapai tangan Hae Yeon dan menariknya untuk berdiri. Beserta dirinya yang juga ikut serta.

“Kita harus pulang. Eomma-mu pasti sudah menunggu. Lebih baik kita pulang, sebelum adegan ciuman panas itu merusak imanku dan kem-“.

“Sudah, ayo pulang”.

Hae Yeon memotong ucapan Lu Han. Karena gadis itu tak ingin mendengar lagi, apa yang akan dikatakan lelaki itu.

Hae Yeon melepaskan genggaman tangan Lu Han dan berjalan lebih cepat keluar kelas. Mendahului lelaki itu.

Lu Han pun menggidikkan bahu nya acuh dengan sikap gadia itu dan kemudian, berlari menghampiri gadis itu.

Mungkin Hae Yeon kelewat cepat. Hingga Lu Han bahkan tertinggal jauh darinya. Lelaki itu berlari keluar gerbang dan menemukan gadis itu, yang masih berjalan cepat. Seolah sesuatu yang penting akan terjadi dan dia harus buru-buru. Atau sebenarnya gadia itu tengah menghindar, karena takut pipinya akan merona lagi? begitukah?

Lu Han terkekeh geli, sembari menyamakan laju jalannya dengan gadis itu. Sehingga mereka, kini berjalan berdampingan.

Lu Han menatap raut wajah Hae Yeon dari balik kacamata bulatnya itu. Lelaki itu mengulas senyumannya panjang. Dia tak menyangka, gadis ini indah dipandang dari segi apapun.

Orang lain akan berpendapat gadis ini cantik. Tapi Lu Han berpendapat gadis ini indah. Lalu apa bedanya, antara Indah dan Cantik? bukankah keduanya, hampir memiliki arti yang sama? Benar. Tapi bagi Lu Han, itu berbeda.

Isi hati seseorang berbeda bukan? Itulah mengapa, pendapat Lu Han dan yang lainnya berbeda.

Jika Hae Yeon disuruh memilih untuk mempercayai antara pendapat Lu Han atau pendapat oranglain, tentu saja gadia itu akan memilih Lu Han. Jika kalian bertanya kenapa? maka jawabannya karena Lu Han adalah segalanya. Bagi gadis itu tentunya. Dan semua orang tahu akan hal itu.

Si nerd, adalah segala-galanya bagi kehidupan diva sekolah.

Dengan segera, lelaki itu menyelipkan telapak tangannya untuk mengenggam telapak tangan Hae Yeon. Membuat pipi gadis itu, lagi-lagi merona. Astaga, apa yang salah?

Hae Yeon tak menolak sedikitpun genggaman tangan Lu Han ditelapak tangannya. Gadis itu malah menggenggam balik tangan itu.

Merasakan respon yang gadis itu berikan, Lu Han mengulas senyumannya kembali. Dan gadis itupun juga. Look, mereka bahkan terlihat nampak serasi ,, dimataku. Bagaimana dimata kalian? Kuharap tak ada yang saling cemburu disini.

*****

Jam menunjukkan hampir pukul jam 7 malam, kurang 20 menit. Kini gadis itu telah siap dengan gaun biru laut selutut. Mengenakan tas samping berukuran kecil yang warnanya senada. Dengan sepatu flat bertalinya yang berwarna senada.

Hae Yeon memastikan penampilannya sekali lagi didepan cermin. Gadis itu tersenyum melihat pantulan dirinya sendiri disana.

Tok tok tok..

“Sayang, Lu Han dibawah. Cepat turun kebawah. Kita makan bersama, lalu kau boleh pergi”.

“Iya, eomma”.

Hae Yeon mengecek sekali lagi penampilannya. Gadis itu takut bila sesuatu ada yang kurang dengan penampilannya.

Gadis itu pun bergegas turun kebawah dan mendapati Lu Han yang duduk dikursi, meja makan. Lelaki itu tampan menggoda dengan kemeja biru lautnya dan celana jin berwarna putih itu.

Tunggu,, berbicara tentang kemeja yang Lu Han. Kenapa lelaki itu memakai kemeja biru laut? Kenapa bisa sama dengan kepunyaannya. Inilah yang dinamakan..

Sudahlah lupakan. Itu hanya omongan semata, yang terkadang menjadi salah pengertian.

Hae Yeon menghampiri meja makan dan duduk disamping lelaki itu. Ny. dan Tn. Park hanya tersenyum menyadari kehadiran putri tercintanya itu.

“Astaga, anakku serasi sekali”.

Ny. Park berbicara dengan nada sedikit menggoda. Membuat kedua insan ini -Lu Han dan Hae Yeon- saling tersipu malu. Tn. Park hanya terkekeh geli melihat keduanya yang seperti itu.

“Sepertinya, aku harus bicara pada Tn. dan Ny. Xi agar melakukan sesuatu pada kalian”.

“Apa maksud, Appa?”.

Tanya Hae Yeon dengan nada selidik. Dan ditanggapi dengan kekehan Tn. Park kembali. Mendengar hal itu membuat Hae Yeon mengerucutkan bibirnya sebal. Dan malah membuat meja makan diisi dengan tawa.

“Aigoo.. anakku lucunya. Aku akan mendiakusikan sesuatu dengan Ny. Xi tentang hal ini”.

“Eomma, kenapa seperti itu? Eomma dan Appa sedang merencanakan apa dengan keluarga Xi?”.

Pertanyaan Hae Yeon nampak seperti menuntut akan pernjelasan yang sejelasnya. Gadia itu seolah tak terima, karena dirinya tak mengetahui apapun tentang topik pembicaraan yang dilontarkan kedua orangtuanya.

Pandangannya kini beralih pada lelaki yang rasanya tengah memperhatikannya bicara, sedari tadi. Hae Yeon menatap tajam lelaki itu seolah mengintimidasinya.

“Kau, juga ikut terlibat masalah ini?”.

Hae Yeon mengacungkan telunjuk didepan wajah lelaki itu.

Lu Han yang merasa menjadi subjek utama itu pun hanya mengkerutkan dahinya sedikit tak mengerti. Yang benar saja. Bahkan lelaki itu belum sepenuhnya mencerna pembicaraan yang tengah terjadi saat ini.

“Aku? Kenapa?”.

Lu Han menunjuk dirinya sendiri tak paham. Dirinya seolah ikut menjadi jawaban seperti yang dilakukan Hae Yeon. Gadis itu kini memutar bola matanya malas dan menatap Lu Han jengah.

“Sungguh, kau cerdas dalam urusan semua mata pelajaran. Tapi tidak untuk hal yang satu ini?”.

Lu Han sunggub tak mengerti. Lelaki itu menggidikkan bahunya. Sebagai tanda ketidak pahamannya tentang hal ini. Itulah alasannya, kenapa Lu Han tak ikut ambil adil ikut bicara sedari tadi. Karena dia belum bisa mencerna semua dengan baik.

“Lu Han, astaga. Kenapa otakmu itu lemot sekali untuk urusan ini?”.

“Ya, jangan salahkan otak cerdasku”.

Lu Han tak terima otaknya dibilang lemot. Meski pada kenyataannya, otak lelaki itu akan lemot dalam beberapa urusan tertentu.

Memang, kenyataan jauh lebih menyebalkan ketimbang dengan kebohongan rekayasa yang manis.

“Itu kenyataan, Lu”.

“Tidak. Jangan membuat mood ku buruk, Yeon. Atau kita tak jadi keluar”.

“Aku tak peduli. Aku bisa mengajak Jong In atau Se Hun, kalau aku mau. Dan mereka dengan senang hati akan menemaniku”.

Hati Lu Han mulai memanas. Tatapan matanya berubah dengan kilatan marah yang terpancar disana. Lu Han mulai geram dengan apa yang gadis itu katakan. Menyebalkam sekali, pikirnya.

“Jangan bawa-bawa mereka”.

“Memangnya kenapa? mereka jauh lebih keren dari mu, tentunya”.

“Kalau kau bicara sekali lagi, aku akan sumpal bibirmu menggunakan bibirku”.

“Aku tidak takut. Wlee~ “.

Pertengkaran mereka berakhir dengan kejar-kejaran yang sering mereka lakukan sewaktu kecil. Hinaan pun saling mereka lemparkan satu sama lain. Membuat Ny. dan Tn. Park tertawa melihat kelakuan putri semata wayang mereka dengan calon tunangannya.
 

To Be Continue.

Capek nulisnya.

Sekian. Jangan lupa RCL nya ya. aku tunggu.

Advertisements

4 thoughts on “[FF Freelance] Falling in Love with a Nerd Boy chapter 3

  1. Wwuaahh so sweett bnerr

    Like

  2. Wahhh luhan cemburu nie

    Like

  3. Kya… ternyata ditunangin….
    ngefeel thor

    Like

  4. what’s tunangan?? jngn2 mereka dijodohin sejak kecil lagi hahaha

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s