Namitsutiti

[FF Freelance] Falling in Love with a Nerd Boy chapter 2

3 Comments


10402931_1509967382625902_3215039116876729864_n

Author : Dinda Shakinah [Rose Lyn]
Chapter : 2 – kiss
Title : Falling in Love with a Nerd Boy
Cast :
– Xi Lu Han [Actor]
– Park Hae Yeon [Original Character]
– And other cast.
Genre : School life, Friendship, Romance, Comedy (gagal), dll.
Leght : Multichapter
Rated PG +16 (bisa berubah sesuai mood saya) -YADONG TERDETEKSI!! jangan coba-coba.
Note : SIDERS ADALAH PENCURI!!!
Summary :
Perjuanganmu membuatku luluh. Apakah aku jatuh cinta padamu, Nerd?

Hae Yeon berjalan kekantin. Langkahnya penuh dengan bayangan Lu Han yang tadi mencium pipinya. Pipinya merona seketika.

Lu Han masih kuku mengejarnya. Meneriakkan namanya, membuat Hae Yeon menjadi malu.

Seluruh siswa-siswi saling memandang mereka berdua bergantian. Melempar pertanyaan sesama teman dan hanya ditanggapi gidikan tak mengerti dari mereka semua.

Semua orang disekolahan mereka tahu, bahwa Lu Han dan Hae Yeon saling berteman. Mereka tak berani sedikitpun menyentuh Lu Han dan membullynya. Karena mereka tahu, bahwa Hae Yeon tak akan tinggal diam sahabat terkasihnya itu terkena bully.

Lu Han si –Nerd, berteman dengan Hae Yeon –gadis populer disekolah. banyak lelaki yang iri dengan posisi Lu Han. Semua lelaki disana ingin berada diposisi lelaki itu dengan keuntungan yang sudah menggunung. Mereka bahkan pernah merubah diri mereka. memakai kacamata bulat, mengancingkan semua kancing kemeja, berlagak culun, membawa buku tebal, merapikan rambut, dan mengerjakan pekerjaan rumah. Dan kalian tahu apa hasilnya? Hae Yeon tertawa dengan keras. Membuat semua hati para lelaki melayang kesurga dunia. Ya, mereka tak berhasil menarik perhatian Hae Yeon. Karena gadis itu, ternyata jauh lebih menyukai Lu Han ketimbang mereka semua. Tapi setidaknya, mereka dapat melihat tawa Hae Yeon. Itu lebih baik, daripada tidak sama sekali.

“Hae Yeon –ah, berhenti. Aku mohon”.

Lu Han kini memohon. Terus mengejar gadis itu. terkadang sesekali dia membenarkan letak kacamatanya yang turun, karena dia berlari.

Hae Yeon masih tak peduli. Gadis itu menutupi kedua mukanya dan terus berlari keaah depan dan..

BUG..

Gadis itu jatuh tersungkur kedepan. Dengan keadaan tengkurap ditanah. Hae Yeon meringis mendapati rasa sakit disekujur tubuhnya. “Auw..”.

Lu Han menghampirinya dengan muka khawatir, layak semacamnya. Lelaki itu membantu Hae Yeon berdiri. Lelaki itu tampak takut.

Lu Han dengan cepat menggendong gadis itu. Hae Yeon yang merasakannya pun, terlonjak kaget. Gadis itu membelakakkan matanya dan memukul pelan dada Lu Han.

“Turunkan aku, Nerd”.

“Tidak. Diam. Dan turuti perintahku”.

Suara yang Lu Han keluarkan kini berubah dengan biasanya. Lu Han akan berbicara gagap seskali pada Hae Yeon saat dirinya merasa sangat gugup. Terkadang juga, lelaki itu berbicara layaknya anak culun kebanyakan. Dan kini,, suaranya nampak tegas dan berwibawa. Seolah bertanggung jawab, atas hal yang terjadi.

Hae Yeon tak mempedulikan suara seperti apa itu. baginya, semua yang Lu Han bicarakan itu menarik perhatiannya. Hae Yeon mengangguk pelan. Dan dibalas seulas senyuman oleh gadis itu.

Hae Yeon menenggelamkan kepalanya didada lelaki itu. berusaha menyembunyikan semburat merah itu lagi. Gadis itu cukup tahu diri, dan tak mau Lu Han mengetahuinya. Karena dia takut, Lu Han akan mengerjainya lagi.

Lu Han tersenyum dalam diam. Semua yang berada dikoridor yang dilaluinya, tercengang dengan apa yang berada dalam gendongan lelaki itu.

Para lelaki itu melihatnya geram. Menatap tajam kearah Lu Han, seolah ingin membunuh lelaki itu dalam sekilat. Mereka menyumpah serapah Lu Han dalam hati mereka. dan Lu Han tak peduli.

Lelaki itu hanya menampilkan senyum kemenangannya. Berusaha menunjukkan pada dunia, bahwa Hae Yeon adalah miliknya. Lu Han punya hak penuh atas gadis itu. dan tak boleh seorang pun menyentuhnya, kecuali dirinya.

Aku bisa saja, memusnahkan semua orang yang berusaha mengambilmu, dariku.

*****

Mereka sampai diruang kesehatan. Lu Han mendudukkan Hae Yeon diatas salah satu tempat tidur disana.

Lelaki itu pergi mengambil kotak P3K. Lalu kembali lagi kesana.

Lu Han menyeret kursi kedepan gadis itu. dia duduk disana dan memangku kaki Hae Yeon.

Lu Han mengambil kapas dan revanol. Dia membuka tutup botol revanol, lalu menuangkan sedikit kekapas. Lelaki itu kembali menutup botolnya dan meletakkannya kembali ketempat asal. Lu Han membersihkan luka Hae Yeon secara perlahan dengan kapas yang berisi cairan revanol itu.

“Auw..”.

Hae Yeon sedikit meringis merasakan sakit pada lututnya. Gadis itu menahan rasa sakitnya, agar Lu Han tak terlalu begitu khawatir padanya.

“Tahan sebentar, oke”.

“Ya”.

Ucap Hae Yeon seraya menganggukkan kepalanya pelan. Lu Han masih terus berkutat serius dengan luka Hae Yeon. Dan gadis itu hanya menatapnya. Kagum.

Apa yang ada dipikiranmu, jika seseorang berperilaku seperti ini padamu? Ya, tentu akan kupandang. Mengingat semua hal yang telah banyak Lu Han lakukan padanya, gadis itu mengembangkan senyuman secara perlahan.

Jantungnya berdegup kencang. Melebihi detak jarum jam berbunyi.

“Terimakasih, Nerd”.

“Sama-sama”.

Hae Yeon makin melebarkan senyumannya. Hatinya seolah turut bahagia. Entah apa yang membuatnya bahagia.

Lu Han melakukan semua hal dengan tulus demi dirinya. Mereka bahkan berteman sejak kecil. Gadis itu sungguh menyukai semua yang Lu Han lakukan untuknya. Tapi dia,, hanya belum memastikan, perasaan apa yang ada pada dirinya untuk Lu Han.

Hae Yeon merasa nyaman Lu Han bersamanya. Hae Yeon selalu bahagia, saat Lu Han juga ikut bahagia. Jantungnya berdegup kencang bila berhadapan dengan lelaki itu, jika rasa canggung menhampiri mereka berdua. Hae yeon menyukai semua moment, bersama Lu Han. Tapi Hae yeon, tak pernah mengetahui perasaan apa yang menghantuinya. Hae Yeon tak mengerti perasaan khusus tentang Lu Han. Dia hanya.. ingin selalu bersama Lu Han. Setiap hari. Setiap jam. Bahkan, setiap detik. Biarkan Hae Yeon egois, untuk melarang Lu Han berdekatan dengan banyak gadis. Hae Yeon hanya tak ingin, lelaki itu berhenti menyukainya dan menyukai gadis lain.

Hae Yeon menganggap kepemilikannya kepada Lu Han. Mensegel hati lelaki itu dan membawanya sejauh mungkin. Agar Lu Han tak dapat menemukannya. Gadis itu menginginkan Lu Han. Sangat.

“Lu?”.

“Ya?”.

“Jangan melihat gadis lain”.

Dahi Lu Han berkerut mendengarnya. Lu Han menghentikan acara membersihkan luka Hae Yeon dan mendongak menatap wajah gadis itu yang berada diatasnya.

Wajah Hae Yeon kini berubah serius. gadis itu tak ingin tersenyum. Dia hanya ingin mengerluarkan semua isi hatinya. Meskipun, dia belum yakin seratus persen akan hal ini. Tapi, Hae Yeon akan memastikannya secepat mungkin.

“Jangan melirik gadis lain, kecuali aku. Jangan mendekati mereka, kecuali aku. Jangan sentuh mereka, kecuali aku”.

“Apa maksudmu?”.

“Aku tak mengerti banyak hal yang terjadi, pada diriku sendiri. Aku hanya takut, suatu saat nanti kau melihat gadis lain dan meninggalkanku. Aku merasa sakit saat harus membayangkan hala mengerikan seperti itu. maukah kau berjanji padaku untuk hal itu?”.

Senyuman Lu Han mengembang. Kini otak lelaki itu dapat mencerna apa yang menjadi penat dalam pikiran Hae Yeon. Lu Han mengangkat tangannya, untuk menakup salah satu pipi Hae Yeon.

Mata mereka bertemu. Pada satu titik pertemuan. Tatapan mereka saling memandang serius satu sama lain.

“Aku berjanji. Hanya dirimu satu dan tiada yang lain”.

Seulas senyuman kini terpatri diwajah gadis itu. mereka berdua tersenyum dan masih memandang.

Mereka terbawa suasana. Entah dorongan darimana, kini wajah mereka berdua saling mendekat. Hembusan nafas keduanya pun saling beradu. Mereka menepis jarak wajah mereka dan berakhir dengan penyatuan bibir antara keduanya. Beberapa detik awalnya, hanya saling diam. Dan detik berikutnya, mereka saling melumat pelan. Menekan bibir mereka dan terus melumat.

Tangan Lu Han beralih meraih tengkuk gadis itu. menariknya mendekat agar tautan bibir mereka menjadi sangat panas, melebihi oven. *abaikan. Kedua tangan Hae Yeon pun, kini berpindah pada pundak Lu Han.

Entah bagaimana caranya, kini Hae Yeon sudah berada dipangkuan lelaki itu. mereka terus melumat dan saling melupakan waktu.

Waktu terus berputar, mereka masih belum menghentikan tautan mereka. sesekali Lu Han dan Hae Yeon saling memiringkan kepalanya bergantian kearah kanan dan kiri agar mereka bisa bernafas.

Tangan kanan Lu Han berada ditengkuk gadis itu. Menariknya perlahan untuk memperdalam tautan mereka. Tangan kirinya mengelus paha kanan gadid itu.

“eunghhh…”.

Suara itu, keluar dari mulut Hae Yeon. Membuat Lu Han tersenyum disela kegiatannya.

ciuman mereka semakin lama semakin dalam dan panas. membuat keduanya, menginginkan sesuatu yang lebih.

Kringggg~

 

To be continue..

hahahaha.. wah,, nikmatin nih.. bayangin ya? astaga.. maafkan saya.. sesuai yang saya bilang, bahwa rate bisa berubah sesuai dengan mood saya. dan mood saya, benar benar buruk..

sekian.

sekian.

 

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] Falling in Love with a Nerd Boy chapter 2

  1. Woooww apa yg akan mereka lakukan
    Hahaha
    Next part yaaa

    Like

  2. Ngeri thor…

    Like

  3. hahahaha kasihan bngt ‘kegiatan’ mereka terganggu dgn sebuah bunyi..

    keep writing

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s