Namitsutiti

[FF Freelance] Unexpected!

2 Comments


photo.php

Title : Unexpected!

Author : @Zsyub398/F. Zahro

Cast :

  • Min Yoongi [Min Suga BTS]
  • Yoo Jae Yoon [OC]
  • Kang Hyun Mi
  • Etc

Genre : Comedy, romance (Apa kata readers deh ._.)

Rate : T

Leght : Ficlet

Disclaimer : Ide, alur dan kekacauan cerita asli se’asli-aslinya muncul dari otak mungil saya yang agak aneh. Jadi dimohon dengan amat sangat jangan plagiat milik saya yang aneh ini. Atas perhatian dan pengertiannya disampaikan terima kasih~ ^^

 

Don’t forget for RCL

Enjoy read~~ ^^

 

Menyukai seseorang, memang mudah…

Mengungkapkannya, itulah yang sulit!

 

*Yoo Jae Yoon POV*

 

Aku menatapnya lagi!

Tentu saja,

dari kejauhan…  Meskipun begitu aku sudah sangat senang! Memang pernah aku dan dia dalam jarak yang dekat, tapi itu hanya sekejap. Hahh… cinta sepihak benar-benar menyedihkan!

 

“Ya… kenapa kau tak mencoba mendekatinya? Kau setiap hari hanya memandanginya hingga tak berkedip. Apa kau tak lelah?” Hyun Mi menyenggol lenganku pelan. Aku hanya mengabaikannya sambil tetap memandang ke arah meja kantin paling pojok. Yah, disanalah pria pujaanku tengah dengan tenang melahap makanannya tanpa seorangpun menemaninya. Min Yoongi!

 

“Kenapa dia setiap hari menjadi semakin manis? Aku ragu kalau dia itu manusia?!” Aku bergumam sendiri sambil menyangga daguku menggunakan kedua tangan.  Menatapnya sambil sesekali tersenyum sendiri.

 

“Iya! dia bukan manusia, dia gula!” Ucapan Hyun Mi sukses membuat keningku berkerut dan beralih menatapnya. Dia suka sekali menggangguku saat aku tengah menghayal, benar-benar menyebalkan!

 

“Hyun Mi-ya, tak bisakah kau tak menghancurkan hayalanku yang indah dengan celotehanmu yang menyakiti telingaku itu? Apa kau tak tau, aku tengah menghayal sedang bersamanya?” Kutatap Hyun Mi sengit. Namun dia hanya menatapku dengan malas. Haah.. kurasa dia marah lagi.

 

“Aku tak tau, sama sekali tak tau! Memangnya aku apa sampai bisa tau apa yang ada di kepalamu itu?” Hyun Mi menyesap jusnya dengan ekspresi kesal. Dia mulai lagi!

 

“Mianhae Hyun Mi-ya… aku hanya bercanda, hehe… jangan marah seperti itu, kau jadi sangat jelek kau tahu?” Aku menggodanya dengan aegyo andalanku. Dan aku sangat tau kalau Hyun Mi sangat tak suka saat aku melakukannya, entahlah… padahal ini kan pesonaku!

 

“Ya… berhenti melakukan itu sekarang juga atau kau akan menyesal!” Ekspresi marah Hyun Mi benar-benar lucu, haha!

 

“Baiklah… tapi kau harus janji tak marah lagi, ok?” Aku mengacungkan jari kelingkingku  di depannya, Hyun Mi pun segera menautkan jari kelingkingnya juga. Mana bisa aku lama-lama bertengkar dengan sahabatku ini.

“Hehe… “ Aku dan Hyun Mi tertawa bersama, hingga tawaku tiba-tiba berhenti saat…

 

“Huhh? Dimana Yoongi oppa?” Pria pujaanku yang tadi kuabaikan sejenak itu, tiba-tiba saja sudah tak ada di meja biasa ia tempati. Kepalaku pun sibuk menoleh kekanan dan kekiri mencari-cari sosoknya.

 

“Mungkin dia sudah kembali ke kelasnya Jae Yoon-ah.. baru beberapa detik kau tak melihatnya saja kau sudah kebingungan seperti itu” Hyun Mi menggeleng-gelengkan kepalanya malas.

 

“Begitukah? Kalau begitu ayo kembali ke kelas saja, sudah tak menyenangkan lagi disini” Aku berdiri sambil hendak menyeret Hyun Mi, namun gadis ini membuatku menghentikan aktivitasku dengan ucapannya.

 

“Katakan saja kalau sudah tak ada lagi yang kau lihat karna Yoongi sudah tak ada disini” Ujar Hyun Mi dengan memasang wajah malas khasnya itu lagi.

 

“Hehe… Kau kan sudah tau” cengirku sambil menatapnya, sedetik kemudian aku pun kembali menyeret Hyun Mi untuk kembali ke kelas.

 

***

 

 

“Jae Yoon-ah.. mianhae aku tak bisa pulang bersamamu hari ini, aku ada janji dengan Jin oppa. Kau tak apa kan?” Hyun Mi mencoba merayuku agar tak marah karna harus membiarkanku pulang sendirian. Aku menatapnya dengan ekspresi sedih di wajahku.

 

“Haha… gwaenchana… kau kira aku anak kecil yang akan menangis saat pulang sendirian?”  Aku sengaja memasang wajah sedih tadi hanya untuk menggoda Hyun Mi, sangat menyenangkan bisa menggodanya!

 

“Ya! Kau membuatku khawatir saat kau memasang wajah jelek itu” Benar bukan, Hyun Mi pasti kesal saat aku menhajilinya. Bagaimana lagi, aku senang melakukannya?! Itu sebuah hiburan untuk hidupku.

 

“Haha… ya sudah sana cepat pergi, Jin oppa pasti menunggumu” Hyun Mi beranjak dari kursinya.

 

“Baiklah.. Annyeong” Ujar Hyun Mi sambil berjalan menuju keluar, tangannya terangkat lalu melambai ke arahku, aku pun membalas lambaiannya sambil tersenyum.

 

“Okay! Aku pulang sendirian lagi” Gumamku. Aku membereskan beberapa bukuku yang masih berhamburan di meja. Kulihat jam yang bertengger dipergelangan tanganku. Sudah jam setengah enam sore, Baiklah aku harus segera pulang!

Aku melangkah pelan menyusuri lorong-lorong sekolah. Yah, masih banyak orang disini. Kulihat Park songsaenim tengah berjalan sambil membawa tumpukan buku yang cukup banyak ditangannya, aku pun menghampirinya.

 

“Apakah anda butuh bantuan songsaenim? Sepertinya itu cukup banyak, hehe” Aku menawarkan bantuanku kepada Park songsaenim, ia tersenyum kepadaku.

 

“Hooaahhh… akhirnya ada murid yang menawarkan bantuan padaku. Gomapta Jae Yoon-ah. Ini” Park songsaenim tampak senang, lalu memberikan beberapa buku yang tadi dibawanya padaku.

 

“Hehe, mau dibawa kemana ini songsaenim?” Aku menunjuk tumpukan buku yang ada ditanganku menggunakan kepalaku, mana bisa aku menunjuk dengan tanganku yang tengah sibuk membawa beban yang cukup berat ini. Bagaimanapun Park songsaenim memberiku cukup banyak buku, bahkan lebih banyak dari yang ia bawa sendiri!

 

“Itu tolong kau taruh diperpustakaan Jae Yoo-ah, Ini akan kubawa ke kantor” Ohh! Jadi tumpukan buku ini harus ditaruh di perpustakaan yang jaraknya lebih jauh dari kantor. Park songsaenim benar-benar pintar memanfaatkanku -_-

 

“Ahh.. ye songsaenim” Aku membungkukkan tubuhku ke arahnya lalu bergegas menuju perpustakaan.

 

“Hati-hati Jae Yoon-ah, gomapta” Park songsaenim melambaikan tangannya padaku, aku membalasnya dengan senyuman dan membungkukkan sedikit kepalaku.

 

*Library*

 

Setelah berjalan cukup jauh dengan membawa tumpukan buku ini, akhirnya aku sampai ditempat tujuanku, Perpustakaan! Kulangkahkan kaki untuk menuju kedalam, sepi! Kurasa tak ada orang disini, penjaga perpustakaan pun tak ada ditempatnya. Mungkin karna memang sudah jam pulang. Aku pun segera menempatkan buku-buku itu ditempat yang sesuai dengan judulnya.

 

“Haaahh… akhirnya selesai juga!” Aku menghembuskan nafas lega, tanganku terangkat untuk mengusap keringat di keningku.

 

‘Ckleck.. ckleck..’ Aku mendengar suara dari pintu. Aku bergegas memeriksanya. Oh tidak! Pintunya tertutup, dan suara yang kudengar tadi pasti suara seseorang yang tengah mengunci pintu itu. apakah dia tidak tahu ada seseorang disini?!

 

“Yaaaaaa… tunggu… ada orang disini! Yaa… tolong bukakan pintunya…!!!” Aku berlari menuju pintu kemudian berteriak cukup keras sambil mencoba membuka gagang pintu ini, lalu tanganku yang lain menggedor-gedor daun pintunya. Namun kurasa usahaku sia-sia, orang yang mengunci tempat ini sepertinya sudah pergi. Sekarang apa yang akan terjadi padaku?

 

Aku mulai ketakutan. Kakiku lemas! Aku pun terduduk tepat didepan pintu. Apa yang harus kulakukan, bagaimana caranya aku bisa pulang sekarang? Mataku mulai berair, kurasa aku akan menangis.

Beberapa detik kemudian aku tersadar, aku tak boleh seperti ini. Dengan sekuat tenaga langsung berdiri dan kembali menggedor-gedor pintu ini.

 

“Yaaa…. apakah ada orang disana? Tolong bukakan pintu ini, aku terkunci disini…” Aku menggedor dengan kesal, tiba-tiba saja air mataku terjatuh. Aku kembali mengingat kejadian yang pernah kualami, sama persis seperti ini. Kejadian saat aku masih dibangku sekolah dasar. Yah, aku terkunci digudang, ah tidak tapi memang sengaja dikunci oleh teman-teman yang tak menyukaiku. Rasa ketakukan pada saat itu, mulai menjalar dan terasa kembali ketubuhku.

Seluruh tubuhku bergetar hebat, mataku memerah dan mengeluarkan air mata, serta nafasku berderu dengan sangat cepat. Aku tak tau apa yang akan terjadi padaku setelah ini. Apakah akan pingsan lalu demam sampai satu minggu seperti dulu atau lebih parah dari itu..? Yang pasti aku benar-benar ketakutan saat ini. Eomma.. bogosipeo….!!!

 

“Kau sangat berisik!”

Degg… Aku sangat terkejut saat mendengar suara seseorang, tapi apakah benar yang kudengar ini suara seseorang? Aku mencoba menoleh kebelakang mencari asal suara tadi. Tak ada siapa pun! Benar-benar tak ada! Aku semakin ketakutan, kepalaku menoleh kesana kemari.

 

“Aku disini!” Tiba-tiba seseorang muncul dari balik rak buku besar nomor tiga dari arahku. Tunggu, dia… dia… Min Yoongi oppa?! Seketika isakanku berhenti. Mataku beberapa kali mengerjap melihatnya, apakah dia benar-benar Yoongi oppa? Maksudku apa yang dia lakukan disini?

 

“Apa yang kau lakukan disini? Kau terkunci? Dasar bodoh… seharusnya kau tak terlalu lama membaca buku!” Aku terbengong mendengar ucapannya. Aku masih tak percaya Yoongi oppa berada di depan mataku!

 

“Apa kau tuli?” Kulihat Yoongi oppa berjalan kearahku. Seketika aku tersadar. Dengan cepat aku mengusap air mataku.

 

“Ahh… aniyo…” Aku sangat gugup saat Yoongi oppa berhenti tepat di depanku. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan?

 

“Menyingkirlah…” Dia menatapku tajam. Aku pun segera bergeser dari tempatku. Kulihat ia merogoh saku celananya. Dan, Apa? Dia.. dia punya sebuah kunci! Apakah kunci pintu ini?

Ia memasukkan kunci tersebut lalu memutarnya dua kali dan setelah itu… Yup! Pintunya terbuka!

Bagaimana dia bisa punya kunci pintu perpustakaan? Aku benar-benar terkejut! Dengan santai ia berjalan keluar.

‘Sreett’

Dengan keberanian yang sangat kupaksakan ini, aku mencengkram jas belakangnya. Ia pun menghentikan langkahnya. Dia menolehkan kepalanya kebelakang melihat tanganku yang dengan lancang mencengkram erat bagian belakang jasnya. Kemudian matanya beralih menatapku, aku yang tengah menunduk pun kini dengan sedikit takut mendongak untuk balas menatapnya.

Kulihat raut tak suka di wajahnya, namun aku tetap bertahan. Tubuhku sedikit bergetar. Selain karna memang ketakutan, ini juga karna berada dekat dengannya. Ohh.. apa yang harus kulakukan?

 

“B-Bisakah kita pergi bersama? A-aku tak suka sendirian..” Ujarku. Yah, sebenarnya bukan karna tak suka tapi karna takut!

 

“Terserah. Tapi bisakah kau melepaskan tanganmu?” Yoongi oppa menatap tanganku yang mencengkram jasnya dengan tajam. Aku pun dengan segera melepaskan tanganku.

 

Aku dan Yoongi oppa berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah. Cukup gelap memang karna sekarang sudah malam. Aku berjalan tepat dibelakang Yoongi oppa. Aku tak tahu harus melakukan apa, bahkan aku tak berani berjalan disampingnya. Dengan nada bicaranya yang seperti itu bagaimana cara agar bisa bicara dengannya??

 

“Ahh.. eung.. Yoongi oppa?! Bagaimana kau bisa mempunyai kunci perpustakaan? Aku sangat terkejut kau memilikinya, hehe” Dengan segenap keberaian, aku berusaha mengajaknya bicara. Yupp! Inilah kesempatanku agar bisa dekat dengannya!

 

‘Brukk..’ Aku menabrak Yoongi oppa saat ia tiba-tiba berhenti dan membalikkan tubuhnya menghadapku. Aku pun terpental beberapa langkah.

 

“Aku lebih terkejut saat kau memanggilku oppa. Kita bahkan tak saling mengenal!” Perkataannya sungguh tajam sampai menancap di hatiku. Perkataannya memang benar, tapi bisakah dia tak berbicara dengan nada yang menakutkan itu. Aku tak pernah tau kalau Yoongi oppa sekejam ini. T_T

 

“M-Mianhae…” Aku tak bisa menjawab apa-apa lagi. Aku hanya merunduk sambil memainkan jari-jariku. Kemudian ia berbalik dan melangkahkan kakinya lagi. Syukurlah dia tak bertanya lebih jauh. Bisa-bisa dia akan tau kalau selama ini aku sering memperhatikannya.

 

*Author POV*

 

Selangkah, dua langkah, tiga langkah…

 

“Yoongi-ssi… eung… sebenarnya apa yang kau lakukan diperpustakaan tadi. Aku kira tadi tak ada seorangpun disana. Tapi saat aku ketakutan, tiba-tiba saja kau muncul. Aku sungguh beruntung, hihi” Jae Yoon mencoba mengajak Yoongi untuk berbicara dengannya lagi. Untuk kedua kalinya tiba-tiba Yoongi menghentikan langkahnya. Jae Yoon pun kembali terdiam. Kemudian mulai melangkah lagi saat Yoongi melanjutkan langkahnya.

 

“Mianhae…” Ujar Jae Yoon merasa bersalah.

 

“Aku di perpustakaan untuk tidur. Tak ada tempat paling tenang di sekolah ini selain disana” Jawab Yoongi disela langkah santainya. Jae Yoon mengembangkan senyumnya saat mendengar jawaban Yoongi. Ingin rasanya ia berteriak sambil melompat-lompat saat ini juga. Namun ia harus menahannya, yup! Harus!

 

“Ahh… Iya, aku sering melihatmu tertidur, hehe.. Ehh?! Ups” Jae Yoon seketika membekap mulutnya saat tak sengaja mengatakan apa yang tak harus ia katakan. Namun Yoongi sepertinya tak mempermasalahkan apa yang barusan Jae Yoon katakan.

 

“Aku bahkan bisa tidur 20 jam tanpa terbangun” Ujar Yoongi sambil melipat kedua tangannya di depan dada, kakinya pun masih berjalan dengan santai.

 

“Jinjja? Apa kau tak lapar? Kau benar-benar hebat, Yoongi-ssi” Jae Yoon mengacungkan kedua ibu jarinya sambil menatap Yoongi dari belakang. Yoongi hanya tersenyum remeh mendengar pujian Jae Yoon.

 

“Bagaimana aku merasakan lapar ketika aku sedang tertidur. Aku hanya akan makan tiga bungkus ramyun setelah bangun.

 

“Ti-tiga? Kau menghabiskan tiga bungkus ramyun sendirian??” Jae Yoon mulai merasa aneh dengan Yoongi sekarang. Dia heran bagaimana Yoongi bisa melakukan itu?

 

“Aishh… sudah hentikan! Kenapa kita harus membahas ini?” Yoongi membalikkan tubuhnya lagi dengan tiba-tiba. Jae Yoon hanya mengerjap menatap kearahnya.

 

“Ehh… apakah kita harus membahas tentang kita?” Dengan pemikiran gila entah dari mana Jae Yoon mengatakan kalimat aneh itu.

Yoongi mengangkat sebelah alisnya bingung.

 

“Lebih baik kau diam” Ujar Yoongi tajam dan penuh penekanan dikalimatnya. Lalu berbalik dan berjalan lagi seperti semula. Jae Yoon ikut berjalan lagi dibelakangnya sambil merunduk.

 

*Jae Yoon’s Home*

 

“Jadi ini rumahmu? Masuklah ini sudah malam” Ujar Yoongi seadanya. Jae Yoon menganggukkan kepalanya pelan.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, Jae Yoon pun berjalan menuju rumahnya.

 

“Ehh.. Tunggu” baru dua langkah Jae Yoon berjalan, Yoongi sudah menghentikan langkahnya. Jae Yoon pun kemudian berbalik menghadap Yoongi. Dengan langkah cepat Yoongi mendekati Jae Yoon.

 

“Mana ponselmu?” Yoongi mengulurkan tangannya.

 

“Untuk apa?” Jawab Jae Yoon bingung.

 

“Sudah berikan saja cepat!” Ujar Yoongi ketus sambil menatap Jae Yoon. Jae Yoon tampak merogoh saku jasnya. Lalu memberikan apa yang Yoongi perintahkan tadi.

Yoongi mengetikkan beberapa digit angka disana.

 

“Kau boleh menghubungiku kalau kau terkunci di perpustakaan lagi” Yoongi berucap sambil mengembalikan ponsel Jae Yoon.

 

“Neee…??” Jae Yoon tampak bingung. Apa barusan dia menerima nomor ponsel dari namja pujaannya? Apa dia bermimpi?

Jae Yoon masih menatap Yoongi dengan ekspresi bingungnya. Ingin sekali ia mencubit pipinya sendiri untuk memastikan apakah ini nyata atau hanya bunga tidurnya.

 

“Jaljayo… Jae Yoon-ah..” Ujar Yoongi sambil mengusap kepala Jae Yoon. Ia sedikit menyunggingkan senyumnya untuk Jae Yoon, sedetik kemudian ia pun bergegas pergi dari sana.

 

“Neee???” ujar Jae Yoon dengan nada yang masih terkejut.

“Apa dia tadi menyebut namaku? Apa dia tadi mengusap rambutku? Haahh?? Apa dia mengenalku??” Jae Yoon bertanya pada dirinya sendiri, ia masih membatu dengan ekspresi sama seperti tadi. Namun, beberapa detik kemudian….

 

“DIA TAU NAMAKU!!! DIA MENYEBUT NAMAKU!!! AAAAAA…..” Gadis itu berteriak sambil melompat-lompat girang di depan rumahnya, tanpa memperdulikan orang lain yang mungkin saja telinga mereka bisa menjadi sakit saat mendengar suaranya.

 

Tanpa kau sadari bisa saja seseorang yang selalu kau perhatikan juga diam-diam memperhatikanmu!

-@Zsyub398-

 

-End-

 

Aku udah ga tau mau digimanain lagi ini cerita, jadi segitu aja deh. Hehe

Kayaknya ga ada niatan mau bikin sequel, soalnya otak aku udah mentok disitu xD

Aku kayaknya bener-bener ga bakat bikin FF ber-chapter deh ya?! Soalnya tiap bikin ber-chapter jadinya malah berhenti ditengah jalan. Bingung bikin endingnya sih..  -_-

YaSUGAlah… sekian cuap-cuapnya. Gomawo untuk yang udah baca FF amburadul ini, jangan lupa krisarnya ya… ^^ *Bow*

 

–@Zsyub398–

 

Advertisements

2 thoughts on “[FF Freelance] Unexpected!

  1. Arrrrgghh…. sini chingu, aku mau sequelnya 😀 hehee
    hufftt aku kira, Suga bakalan horor terus ke Jae Yoon, eh pas akhiran ternyata… huahhh 😀

    Aku tiba2 aja tersipu dengan kalimat terakhir di ff:

    Tanpa kau sadari bisa saja seseorang yang kau perhatikan juga diam-diam memperhatikanmu!

    #ugh, lirik real life ahaha XD

    Semangat terus buat bikin karya selanjutnya ya 😀 kapan-kapan bikin ff jin dong, aku suka banget ama Jin Oppa ahahaa~~

    Like

  2. Wahh… Good Thor..

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s