Namitsutiti

[FF Freelance] I Want To Ice Cream Everyday

21 Comments


Tittle : I Want To Ice Cream Everyday

Author : ZiiyonaAz

Starring :

°T-Ara’s Park Jiyeon

°INFINITE’s Myungsoo

Type : Oneshoot

Genre : Fluff & Marriage-Life

Rated : 17

***

Sambil merengut kesal Jiyeon menatap Myungsoo dengan bibir mengerucut sempurna. Myungsoo terkekeh geli melihat sikap Jiyeon yang menggemaskan itu. Sejujurnya ia tak tahan jika saja ini bukan di taman hiburan sudah pasti pipi chubby Jiyeon menjadi bual-bualan bibir nakalnya. Kekeke.

“Ayolah Chagi-yya jangan seperti ini. Kau tidak melihat tatapan aneh orang-orang itu huh? Jebal jangan membuat mereka berpikiran yang aneh-aneh.”

Myungsoo memohon dengan wajah innocent-nya. Tapi tetap saja tidak menghilangkan kekesalan yeoja itu.

“Aku tak peduli tentang mereka.”

Yakk ... kenapa begitu?”

“Yang aku perdulikan adalah… KAU SECEPATNYA PERGI DAN CARIKAN AKU PEDAGANG ICE CREAM! ARRASEO!”

Jiyeon berteriak kesal di depan telinga Myungsoo, sontak Myungsoo tercengang dan cepat-cepat menutup telinganya dengan menggunakan kedua tangan Jiyeon.

Yakk ... apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku!”

Myungsoo membuka matanya yang tadi sempat terpejam kuat.

“KIM MYUNGSOO … LEPASKAN TANGANKU!!” Jiyeon berteriak sekali lagi. Ia sudah tidak peduli dengan tatapan aneh para pengunjung di sana.

Mendengar Jiyeon berteriak seperti itu membuat Myungsoo tersadar dan dengan cepat meletakan kembali tangan Jiyeon ke tempat semula.

“Ah … aaa.. miane chagi aku refleks tadi,” Myungsoo berucap gugup diikuti cengiran bodohnya.

“Sekarang apalagi? Cepat sana pergi.”

“Haasss … ba … baiklah … keundae, jangan salahkan aku jika ice cream itu tak ada.”

Jiyeon menatapnya tajam. Membuat Myungsoo menahan napasnya kalut.

“CEPAT CARI KANNNN …”

“A … a … ne akan ku cari kan,” ucap Myungsoo terdengar takut. Dengan gerakan faster ia berlari meninggalkan Jiyeon yang terduduk manis di bangku panjang itu.

***

#‎Night‬

Chagi …”

“Hm?” jawab Jiyeon tanpa mengalihkan tatapannya pada ice cream vanila yang berada di genggamannya. Myungsoo yang sedang menonton tv tidak sadar dengan apa yang yeoja itu lakukan.

“Aku mau bertanya sesuatu padamu?”

“Katakan saja.”

“Aku serius chagi ini adalah sebuah pertanyaan yang setiap hari memenuhi otakku,” ulang Myungsoo masih sama seperti tadi, pandangannya tetap terfokus pada layar televisi. Begitupun dengan Jiyeon.

“Ya sudah katakan saja.” Setelah berkata seperti itu, Jiyeon mulai memasukkan ice cream itu penuh kedalam mulutnya.

“Keundae, kau jangan marah ne, aku sebenarnya …”

“Uhuk uhuk …” Jiyeon tersendat. Myungsoo yang mendengarnya segera menoleh

Yakk ... apa yang terjadi? Kau kenapa chagi?” Myungsoo panik. Jiyeon masih terbatuk-batuk. Jelas! Ia tersendat ice cream itu.

“Ya Tuhan.. Sebentar ku ambilkan air minum” Myungsoo segera beranjak dari sofa dengan berlari tentunya.

“Uhuk … u … uhuk”

Tak lama Myungsoo datang dengan membawa segelas air putih. Kemudian ia duduk di sebelah Jiyeon.

Igeo ... minumlah.” Myungsoo membantu Jiyeon memegang gelas tersebut.

“Bagaimana? Apa sudah lebih baik?”

Jiyeon mengangguk, “Ne, ini jauh lebih baik … gomawo Oppa,” Jiyeon berkata manis diselingi dengan senyuman indahnya. Membuat Myungsoo mengangga lebar.

Yak … wae? Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?” Jiyeon menatap Myungsoo muak.

“Ah ani ... aku hanya terpesona melihat mu tersenyum seperti itu,” ucap Myungsoo menggaruk belakang lehernya-malu.

Tanpa Jiyeon sadari ternyata sisa-sisa ice cream itu masih menempel di pinggir-pinggir daun bibirnya. Awalnya Myungsoo pun tidak menyadarinya, tapi setelah menatap intens wajah yeoja itu ia berusaha menahan tawanya. Merasa geli dengan yeoja manis itu.

“Umm … Jiyeon-ah?”

“Ada sesuatu … di bibirmu.”

Jiyeon mengerenyit bingung.

“Apa maksudmu?”

“Tutup matamu. Palli,” titah Myungsoo. Jiyeon semakin tidak mengerti.

“Ayo … tutup kedua matamu!”

“Untuk apa?”

“Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Palli tutup dan pejamkan kedua matamu.”

Jiyeon akhirnya mengangguk setuju. Lalu ia segera memejamkan matanya.

Myungsoo tersenyum manis. Dengan perlahan wajahnya mendekati yeoja itu. Semakin dekat … dan semakin dekat … Myungsoo mempersempit jarak diantara keduanya. Sehingga kini tinggal beberapa centi lagi bibir namja itu menempel pada daun bibir Jiyeon yang merah merekah. Dan …

Chu

Berhasil! Sorak Myungsoo dalam hati.

Jiyeon membuka matanya lebar-lebar, tapi dengan cepat Myungsoo menahan belakang kepala Jiyeon. Sehingga yeoja itu tidak bisa berkutik. Myungsoo menciumnya dengan lembut dan penuh perasaan. Tentu saja hal itu menghipnotis Jiyeon. Sehingga ia terbawa suasana dan pada akhirnya membalas ciuman namja itu.

***

“Aku pulang …,”teriak Myungsoo menggema di seluruh ruangan. “Yakkchagi … aku pulanggg!”

Hening! Tidak ada sahutan sama sekali. Myungsoo melongo bodoh.

“Kemana dia? Kenapa tidak menjawabku? Haass jangan-jangan ia tertidur. Ck dasar yeoja.”

Setelah menutup pintu depan, Myungsoo melangkahkan kakinya dengan tas kerja yang dari tadi bertengger di lengan kanannya. Myungsoo menbuka jas nya lalu sedikit melonggarkan dasi di lehernya. Biasanya, setiap hari Jiyeon yang selalu melakukan hal ini padanya. Membukakan pintu, memeluknya, membuka jas kerjanya juga membawa tas yang setiap hari menemani Myungsoo di sela-sela rutinitas nya. Tapi sekarang? Jiyeon bahkan tidak menyahut panggilannya. Kemana yeoja manis itu.

Ceklekk.. Myungsoo membuka pintu kamar mereka.

“Tidak ada disini? Yakk.. Sebenarnya kemana dia …,”umpat Myungsoo kesal. Setelah menyimpan tas dan juga jas kerja nya. Myungsoo mulai berjalan kearah kamar mandi di kamar itu.

Pintu itu terbuka. Mata Myungsoo bergerak kesana-kemari. Tap.. Pandangan matanya terkantuk pada sosok siluet di balik tirai itu.

Perlahan. Tapi pasti ia melangkah mendekati tirai itu.

Srettt.. Tirai terbuka lebar

“Aaaaaaaaaaaa…aaaaaaaaa …,” teriak Seorang yeoja yang tak lain adalah Jiyeon. Ia dengan cepat melompat kedalam bath up.

Myungsoo menelan salivanya sesaat.. sesuatu dalam dirinya mulai bangkit.

Yakk.. apa yang kau lakukan disini?” Jiyeon bertanya gugup.

Myungsoo terus berjalan mendekati bath up itu. Jiyeon membulatkan matanya tajam.

Mwo? Yak.. kenapa mendekat,” Jiyeon berkata dengan perasaan was was.

Myungsoo tersenyum dengan gerlingan nakal di mata nya.

“Oke stop it.. aku akan melakukan apapun untukmu. Asalkan dengan satu syarat,” ucap Jiyeon memajukan tangan kanannya kedepan.

Myungsoo mengentikan langkahnya. Lalu menatap Jiyeon penuh tanya. Jiyeon menghela napas. Lalu tersenyum menggoda.

“Apa maumu chagi?” ucap Myungsoo tak sabaran.

“Setelah ini kau harus belikan aku Ice cream dengan 10 macam rasa yang berbeda.”

MWO???”

“Wae? Kau tidak mau?”

“Bukan begitu. Keundae kenapa harus ice cream? Haasss aku sudah muak mencium baunya.”

Mendengar pernyataan Myungsoo, Jiyeon mempoutkan bibirnya.. kesal karna tidak mengerti maksud dari kemauannya.

Wae?” tanya Myungsoo.

Yakk.. Ini bukan keinginanku bodoh.”

“Maksudmu?”

“Ini keinginan calon anakmu.”

MWO???”

***

Myungsoo tampak kesal. Raut wajahnya benar-benar menyedihkan.

“Ayolah mavin-ah kau harus makan ne, jebal jangan membuat chagi ku marah.. Palli buka.mulutmu,” suruh Myungsoo pada seorang namja kecil yang imut itu. Mavin menggeleng dengan menutup mulutnya rapat-rapat.

Myungsoo semakin dibuat kesal. “Yakk.. kenapa tidak menurut. Aish ottokhae? Jiyeon pasti memarahiku habis-habisan jika anak ini tidak mau makan,” pikir Myungsoo dalam hati.

Tiba-tiba Jiyeon keluar dari dalam kamarnya. Ia mengerenyit bingung ketika melihat dua namja yang berbeda bentuk tetapi terlihat begitu mirip ini.

“Apa yang terjadi? Oppa kau apakan Mavin?” Jiyeon menatap Myungsoo tajam.

“Igeo.. dia.. dia tidak mau makan. Keundae aku sudah membujuknya. Tapi tetap saja ia menolak. Hah anak ini benar-benar merepotkan,” keluh Myungsoo.

“Yakk.. dia itu anakmu bodoh. Kenapa bicara begitu,” Jiyeon membentak Myungsoo lalu memalingkan wajahnya pada mavin memegang bahu kecilnya dan merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan namja kecil itu.

“Sekarang katakan. Kau mau apa chagiya?” tanya Jiyeon lembut. Myungsoo mengerucutkan bibirnya kesal.

“Aku.. aku ingin ice cream eomma. Keundae Appa yang harus membelikannya untukku.”

MWO?” teriak Myungsoo refleks. Jiyeon dan mavin menutup telinganya secepat mungkin.

 

 

End~

Haha mian gaje. Ini spontan yg ada dalam otakku:-P 😉

Advertisements

21 thoughts on “[FF Freelance] I Want To Ice Cream Everyday

  1. hahaha~ ngakak itu,, kenapa tangan jiyeon yg dia angkat buat tutupin telinga dia karena jeritan jiyeon sendiri coba+. cah, dasar myungsoo! mavin mah makannya banyak, yang kuat ya myung. Cekaka~ Daebak! lucu sumpah! apalagi bayangin jiyeon yang cemberutin myungsoo. huah!!! keluarga bahagia xDD

    Like

  2. alurnya trllu cpt –

    Like

  3. Aahhh,,,cepat amat alurnya,,,tiba” anak mereka langsung gede. Tp ceritanya lumayan bagus. Simpel

    Like

  4. haha,,lucu

    Like

  5. wakakakkkk

    Like

  6. Wah bnr2 happy familly… Meski sedikitnya slalu ada aja keributan tpi mereka bnr2 harmonis, 😀 .
    Cerita’y simple tpi menarik… ^^

    Like

  7. Kluarga yg bahagia tpi ksian myungsoo sllu di suruh bli es krim ,, hahaha

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s