Namitsutiti

Because Of Anime [Chapter 1]

Leave a comment


becauseofanime-namitsu

[Credit : poster by Doremigirl ]

Tittle » Because Of Anime

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-13

Genre » Friendship, School-life, sad.

Cast » Krystal Jung F(X), Kim Jongin [EXO]

Disclaimer » Semua cast milik orang tuanya masing-masing dan Tuhan YME. Popularitas Cast milik agency dan diri nya masing-masing. tapi, alur cerita milik saya.

.

© 2014 Namitsu Titi

.

~Happy Reading~

.

.

.

.

Dengan dahi mengernyit, Krystal menatap rambut poninya karena ada yang bergerak-gerak disana. Itu… Semut kecil berwarna hitam.

“Ehm… Jongin, apa ada Semut di rambutku ?” ucapnya, saat Krystal menghadap ke arah Jongin yang berjalan disampingnya.

Keduanya berhenti melangkah saat Jongin membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Krystal.
Jongin menatap rambut gadis itu.

Krystal memperhatikan wajah Jongin saat pemuda itu tengah mengambil Semut di rambutnya.

Saat ada seseorang yang mengusap kepala kita dengan lembut, kita akan merasa nyaman atas perlakuannya. Dan mungkin hal itu tengah dirasakan Krystal.
Jongin hanya sekedar mengambil hewan kecil itu, tapi Krystal merasa seperti kepalanya diusap dengan lembut. Karena bagaimanapun, jari-jari Jongin menyentuh kulit kepalanya.

Setelah Jongin mendapatkan semut itu, ia segera memperlihatkannya pada Krystal. “Nih…”

“Buang saja. Tak usah diperlihatkan.”

Keduanya kembali berjalan, menuju gedung sekolah mereka yang hanya berjarak beberapa beberapa meter lagi.

Saat Krystal dan Jongin sudah sampai di lantai dua, area kelas dua dan empat kelas untuk kelas tiga, Krystal sedikit memperlambat langkahnya, membiarkan Jongin berjalan lebih dulu. Ia tidak ingin berjalan berdampingan dengan Jongin. Entah kenapa beberapa teman Jongin suka sekali menggoda Jongin dengan meng-couple-kan dirinya dengan pemuda itu.

Jongin dan Krystal. Seseorang yang hampir memiliki kesamaan.
Bermuka datar, maniak game, dan sangat menyukai Anime. Itulah Jongin.
Sedangkan Krystal, ia menyukai Anime tapi tidak sedalam Jongin. Dan di mata orang lain, Krystal seorang gadis yang cuek bahkan diomong wajah tanpa ekspresi.

Hari ini Krystal tidak berniat pergi ke Lab. Internet. Biasanya ia pergi kesana untuk men-download Anime.

Lagipula, ia ingin berlama-lama melihat ‘seseorang’ yang masih berada di ruang kelas ini. ‘Seseorang’ itu, Oh Sehun. Pemuda ramah, murah senyum dan sopan. Sehun, pemuda yang sudah menarik perhatiannya.

Krystal masih duduk di kursinya. Ia memasukkan buku-buku yang ada di atas meja ke dalam tas nya.
Hanya ada tiga orang yang tersisa di kelas ini. Krystal, Sehun, dan Luhan. Yang lainnya ada yang sudah pulang dan ada yang masih nongkrong di luar kelas yang menyisakan tiga orang itu.

.

.
Krystal tersenyum saat melihat Jongin tengah berdiri di luar kelas pemuda itu, di dekat pagar pembatas. Pandangan Jongin terarah ke bawah, ke halaman sekolah.
Kelas Jongin dan kelas Krystal bersebelahan.

“Jongin~ ayo pulang.” Krystal sedikit merengek saat mengucapkan kata-kata itu. Ia menarik tas punggung Jongin hingga pemuda itu hampir terjengkang kearahnya karena gadis itu berada di belakang Jongin.
Sebersit keinginan muncul di pikiran Krystal. Ia berharap Sehun sudah keluar dari kelasnya dan melihat keakrabannya dengan Jongin. Krystal tahu, Sehun tak akan cemburu.
Tapi apa salahnya jika hanya sekedar menyenangkan dirinya sendiri.

“E-ehh… Krystal… Krystal…!” teriak Jongin kaget karena tiba-tiba saja ditarik. Jongin berbalik menghadap Krystal.

Krystal menyengir. “Hehe… ayo pulang.”

Jongin memperbaiki posisi tas nya. “Iya. Silakan duluan. Aku nanti.”

“Oke. Aku duluan, ya…” Krystal melangkahkan kakinya mundur, menjauhi Jongin sembari tersenyum. Tapi… arah pandang matanya, bukan sepenuhnya pada Jongin. Ia lebih mendominasikan padangannya ke belakang Jongin, kemudian ke arah depan kelasnya.

Krystal kembali memandang sepenuhnya pada Jongin -yang tengah menganggukan kepalanya -dengan hati kecewa.
Krystal tidak melihat Sehun di area luar kelasnya. Berarti Sehun masih berada di dalam kelas.

‘Aku tak pernah lelah mengharapkan hal yang tak pasti darimu Oh Sehun.’
.
.
Bukannya melanjutkan langkahnya untuk pulang, Krystal malah masih berdiri di halaman sekolah yang sebenarnya beberapa langkah lagi untuk melewati pintu gerbang.
Ia mendongak ke lantai dua, tepatnya ke arah Jongin yang masih berdiri di dekat pembatas.

Tadinya Krystal ingin mengalihkan pandangannya, tapi tidak jadi karena Jongin tiba-tiba menatapnya.
Krystal tersenyum lebar seraya melambai-lambaikan tangannya seperti anak kecil pada Jongin.
Jika sudah berhadapan dengan Jongin, sikap Krystal memang berbeda. Tingkahnya seperti sedang menghadapi anak kecil yang menggemaskan. Karena menurutnya, Jongin memang menggemaskan.
Padahal, bagian mana yang menggemaskan ?
Krystal memang aneh.

Darisana, Jongin membalas lambaian Krystal dengan gerakan seperti robot ditambah lagi dengan ekspresi datarnya.
Mungkinkah, itu merupakan bagian yang dianggap menggemaskan bagi Krystal ?

.

.

.

.
‘Drrrttt… drrrrtt…’

Krystal menghentikan pergerakan tangannya yang tengah mengerjakan PR nya. Ia mengambil ponselnya yang berada di dekat buku PR nya dan melihat icon amplop di layar ponsel nya.

From : Sehun
‘Untuk kelas 2-C, besok jangan pulang dulu, ya. Kita akan membahas tentang liburan kita lebih dulu.’

Krystal menghela nafas. ‘Liburan, ya ?’ pikirnya. Sebenarnya ia tak ingin ikut liburan itu. Tapi mau bagaimana lagi ? Jika tidak ikut karena masalah sepele, pasti Cha Mi sang bendahara akan marah.

.

.

.

.

Krystal berjongkok, kemudian membenarkan tali sepatunya yang terlepas. Ia sedikit memperlambat membenarkan tali itu saat Sehun akan berjalan melewatinya. Krystal mengikuti langkah Sehun melalui ekor matanya, masih dalam keadaan berjongkok. Setelahnya, ia menegapkan tubuhnya kembali dan langsung menarik Jongin yang kebetulan berada tak jauh darinya.

Melihat ekspresi Jongin yang diam saja saat ditarik olehnya, Krystal terkekeh geli. Menurut sekali. Pikirnya.

Krystal berhenti menarik Jongin saat sudah sampai di luar kelas mereka.

Kelas mereka ?

Sebenarnya semua siswa yang menempati kelas tiga, masih berkedudukan sebagai siswa kelas dua. Mereka belum resmi menjadi siswa kelas tiga. Setelah menerima raport siswa minggu depan, mereka sudah syah menjadi siswa kelas tiga. Semua ini dilakukan untuk menguji siswa. Jika selama tingkat sementara mereka di kelas tiga ada yang bolos, maka siswa tersebut tidak akan naik kelas.

Sehun, Krystal, Jongin, dan teman seangkatan lainnya juga masih kelas dua hingga minggu depan.
Dan… Sehun, Krystal, dan Jongin berada di kelas yang sama saat kelas dua. Namun saat tahun ajaran yang akan datang, mereka tak lagi bersama. Hanya Krystal dan Sehun yang bersama.

Minggu lalu, saat Krystal dan Jongin akan beda kelas, Krystal sempat merengek-rengek pada Jongin karena Krystal tidak mau berpisah dengannya. Krystal sedih karena saat keduanya mulai akrab, mereka malah beda kelas.
Tapi sepertinya Jongin tidak peduli jika ia dan Krystal berpisah atau tidak, karena Jongin hanya menjawab rengekan Krystal dengan, ‘Sudah. Tidak apa-apa.’ dan itu membuat Krystal kecewa.

.

.

.

.
~Class 2-C~

Krystal, Jongin, dan beberapa temannya hanya diam mendengarkan saat bendahara –Cha Mi- dan geng-nya mendiskusikan tentang liburan itu. Mereka terlalu malas jika ikut bergabung. Toh, kalau ikut memberikan suara malah di tanya kembali dan pada akhirnya di anggap angin lalu. Jadi, lebih baik diam saja.

“Disini ada yang tidak ingin ikut ?” Tanya Cha Mi dengan suara cemprengnya.

Krystal sebenarnya ingin bersuara tapi ia urungkan sementara.

Tak lama, ada yang mengacungkan tangan. Orang itu tidak ingin ikut. Tapi apa yang orang itu dapat ? Dia mendapat omongan tajam dari Cha Mi karena menurutnya itu adalah masalah sepele.

Krystal tak jadi mengajukan diri. Mungkin Krystal harus terpaksa melawan ‘hambatan’nya yang menjadi permasalahannya tidak ingin ikut.

“Aku-” Tiba-tiba suara Jongin terdengar. “-Aku tidak jadi ikut.” Lanjutnya.

‘Apa !’ Krystal menatap Jongin kecewa.

.

.

.

.
“Jongin, kau PHP !” ucap Krystal pelan.

Acara pendiskusian telah selesai. Krystal dan Jongin masih berada di halaman sekolah dekat tangga.

Krystal memalingkan wajahnya saat Jongin mendekatinya.
“PHP, gimana ?” tanya Jongin bingung.

“Iya. Kau bilang tadi saat istirahat akan ikut, tapi waktu kumpul kau bilang tidak ikut ?!” Mata Krystal agak berair. Ia benar-benar kecewa pada Jongin. Krystal sudah bahagia Jongin akan ikut. Ia ingin liburan bareng dengan Jongin, berfoto bersama disana. Tapi sekarang apa ? Jongin bilang tak ingin ikut ?

.

.

.

.

To Be Continued

Advertisements

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s