Namitsutiti

Annoying Boy And Girl [Chapter 2]

8 Comments


annoying

[Credit : poster by Junghara @ ARTFantasy ]

Tittle » Annoying Boy And Girl

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-14

Genre » Friendship, School-life, bit romance.

Main Cast » Park Chorong [A PINK], Xi Luhan  [EXO]

Others Cast » Oh Sehun [EXO], DO Kyungsoo [EXO]

Summary » Luhan, namja yang dianggap aneh oleh Chorong karena ‘penyimpangannya’, tapi Luhan menganggap bahwa Chorong lebih aneh darinya karena menurut penglihatannya, Chorong adalah sosok yeoja yang feminime, sexy, dan agak genit, namun yang paling diherankan adalah kenapa keinginannya seperti lelaki?

“Ku lihat dari tampangmu, sepertinya kau tipikal ‘uke‘. Bagaimana kalau aku menjadi ‘seme‘ mu?” canda Chorong dengan tangan kanan yang bertengger di bahu namja itu.

Disclaimer » Semua cast milik orang tuanya masing-masing dan Tuhan YME. Popularitas Cast milik agency dan diri nya masing-masing. Tapi, alur cerita milik saya.

.

© 2014 Namitsu Titi

.

.
~Happy Reading~

.
.
.

~Minimarket~

 

‘Pluk !’

 

Seorang yeoja menaruh telapak tangan kanannya di bahu kanan namja itu.

 

‘Deg…!’

 

Jantung namja itu berdegup karena kaget. Namja itu berdiam sejenak guna meredakan kekagetannya. Dengan aura kesal, ia membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang tak sopannya telah mengagetkannya.

“Kau…!!” Namja itu menggeram kesal. Menatap yeoja itu dengan tatapan tajam.

“Hehe… hai… Luhan sayang~” yeoja itu melambaikan tangannya genit sembari menyengir.

Luhan mengernyit jijik. Ia memilih melanjutkan kembali aksi berbelanjaannya daripada menatap lama-lama yeoja aneh yang bernama Chorong itu.

.
.

Eoh…?” Chorong menatap aneh dengan sebuah barang yang baru saja diambil Luhan. “Lu~” panggil Chorong manja.

Luhan menulikan pendengarannya. Ia berjalan meninggalkan rak itu, dimana puluhan Shampoo berjejer rapih.

“Lulu~!” Chorong menghentikan langkah Luhan dengan meraih lengan namja itu tiba-tiba.

Luhan menghentakkan lengannya sehingga pegangan Chorong pada lengannya terlepas. “Apa!” Luhan sebenarnya sudah tak tahan dengan yeoja itu. Ia merasa risih dan terganggu. Dari tadi Chorong terus mengikutinya. Mending kalau mengikutinya dalam keadaan damai, nyaman, tenteram. Lha, ini! Mulut yeoja itu tak pernah diam mengoceh, mengomentari setiap barang-barang yang diambilnya.
Setelah sampai di rumahnya, Luhan bersumpah akan langsung mengorek telinganya agar suara-suara evil Chorong yang terperangkap di telinganya bisa keluar.

“Itu… aku rasa kau tidak mempunyai adik. Ya ampun, Luhan sayang~ kau seperti baby saja. Ah, kau memang baby-ku…,” Chorong menunjuk-nunjuk sebuah botol Shampoo di keranjang belanjaan Luhan.

Luhan menengok ke arah botol yang dimaksud Chorong dan… ia langsung menatap tajam sekaligus terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Itu… botol Shampoo rasa Strawberry untuk balita! Aduh… sepertinya Luhan salah ambil tadi.
Gimana, ya? Kalau ia mengembalikan Shampoo itu, pasti mulut Chorong akan merajalela. “Anak sepupuku titip ini,” jawabnya ketus.

.
.
.
.

“Aku rasa ini rumahku, Chorong-ssi,” ucap Luhan dingin.

Chorong memandang ke sekeliling. “He’um. Kenapa, memangnya?”

Luhan menggeram, “jika kau sudah tahu, kenapa kau tetap berdiri disini!” Luhan merasa seperti ada asap yang keluar dari hidung dan telinganya dikarenakan saking emosi dan kesal.

Dari Minimarket hingga tiba di depan gerbang rumahnya, Chorong selalu mengikutinya dengan berjalan di belakang tubuhnya. Meski di perjalanan Chorong tidak mengeluarkan suara sedikitpun, tapi itu tetap mengganggunya. Ia merasa seperti diikuti mahluk halus, tahu!

Luhan sempat heran pada Chorong. Sebenarnya apa sih yang dilakukannya di Minimarket? Seingatnya, ia tidak melihat Chorong membeli sesuatu tadi. Ooo… jangan-jangan Chorong menguntitnya lagi. Pikirnya was-was.

.
.

“Ohh… jadi Chorongie bersama eomma-mu di Minimarket lalu menghampiri Luhan dan ikut kesini?” tanya Eomma Luhan sembari tersenyum.

Ya, sebenarnya Chorong ke Minimarket bersama ibu -nya. Tapi saat melihat Luhan, Chorong langsung meminta izin pada ibu-nya untuk menemui seseorang dan menyuruh ibu-nya untuk pulang duluan karena ia akan langsung ke rumah orang itu setelah dari Minimarket. Dan… kenapa Chorong bisa duduk anggun di sofa yang ada di ruang tamu ini? Huehehe… itu karena Chorong akan mengancam Luhan jika tak mengizinkannya masuk ke rumah namja itu dengan menyuruh Sehun untuk mencium Luhan.

“Benar, ahjuma. Selain itu, aku juga ingin meminta izin pada ahjuma. Itupun jika ahjuma mengizinkan,” ucapnya lembut dan sopan, senyum ramah menghiasi wajahnya.

Luhan menatap aneh pada Chorong. Kenapa sikapnya jadi berbeda seperti itu ? Genit, centil, cerewet, kemana nama julukan itu pergi?
Hahh… benar-benar mahluk halus. Pikirnya.

.
.
.
.

“Luhan Hyung, besok aku ke rumah mu, ya ? Kita ke rumah Jongin Hyung-nya bareng.”

“Emmm… maaf Kyungsoo. Aku tidak jadi ikut.”

“Heh? Lalu latihan Voli nya, gimana?”

Besok, hari minggu, Luhan dan Kyungsoo akan pergi ke rumah Jongin untuk latihan voli dengan anggota lainnya.
Mereka akan pergi kesana sekitar jam satu siang jika saja yeoja itu tidak membuat janji sepihak -di jam yang sama- dengannya.
Mereka bisa saja latihannya di pagi hari, tapi itu juga masuk dalam jajaran full time bagi Luhan. Besok pagi ia harus menjenguk nenek-nya yang ada di desa.

“Hahh… mau bagaimana lagi. Ini gara-gara yeoja sialan itu!”

Yeoja sialan? Siapa?” tanya Kyungsoo bingung. Setahunya, ia tidak pernah melihat Luhan dekat dengan yeoja manapun. Tapi Luhan mengatakan ‘yeoja sialan’? Sudah seberapa akrab kah, mereka? Pikirnya tak mengerti.

“Chorong,” jawabnya ketus.

Mereka langsung menghentikan pembicaraan saat seorang guru yang memasuki ruang kelas itu akan memulai pembelajarannya.

.
.
.
.

Luhan kini tengah berada di rumah Chorong untuk memenuhi janjinya.

Seandainya yeoja itu tidak meminta izin pada ibu-nya, mungkin ia tak akan pernah mau berada disini.

Ia sudah memakai pakaian renangnya dan selanjutnya melakukan hal yang paling malas sedunia. Mengajari yeoja centil itu berenang, coba!

“Chorong-ssi…,” desisnya tajam.

Ne~ Luhan sayang…,” jawab Chorong dengan nada manja.

Kekesalan Luhan mulai menumpuk. Yeoja ini bodoh atau apa? Jelas-jelas suaranya terdengar tajam, dingin, apalagi dengan tatapannya. Tapi yeoja ini? Tidak bisa membaca ekspresi orang lain atau gimana?! Pikirnya emosi.

“Apa kau tidak melihat situasi, Chorong-ssi? Kau hanya akan berenang, bukan akan melakukan pemotretan majalah dewasa!” ugh… seandainya Chorong bukan manusia, Luhan benar-benar bernafsu ingin melemparkan manusia didepannya ke tengah kolam dengan kecepatan kurang sedetik untuk menyentuh dasar kolam.

Luhan belum beranjak darisana. Ia masih berdiri diambang pintu perbatasan ruang makan dengan kolam renang.

Sedangkan Chorong, yeoja itu tengah berdiri di tepi kolam sambil tersenyum GaJe pada Luhan. Dan yang paling mengerikan dan menjadi kekesalan Luhan adalah, Chorong tidak memakai pakaian renang melainkan memakai BRA dan CD ketat berwarna PINK!

“Ganti sekarang atau aku pergi darisini!” ancam Luhan.

Chorong mengerucutkan bibirnya imut.
‘Kenapa harus diganti? Inikan sudah sexy.’ Pikirnya sebal.

“Oke. Aku ganti,” ucapnya cemberut. .

.
.
.
.

“Bisakah kau serius, Chorong-ssi?” Luhan menatap jengah pada yeoja itu.

“Kenapa? Ini sudah serius, kok. Lihatlah ini…”

Chorong sedang dalam keadaan telentang di atas air, kemudian meliuk-liukkan tubuhnya dengan sexy ke kiri dan ke kanan. Kedua tangannya memegang pegangan besi tembok kolam. Kedua kakinya bergerak ke atas dan ke bawah secara bergantian.

“Bukankah ini sexy?” Chorong menatap genit pada Luhan, “-atau… kau tidak terangsang?” Chorong cekikikan dengan tangan yang membekap mulutnya sendiri. “Haa… aku tahu jawabannya. Mana mungkin kau terangsang, benarkan?”

Chorong menghentikan candaannya saat Luhan menatapnya semakin tajam. Ia mulai melakukan pemanasan lagi. Kali ini Chorong benar-benar serius melakukannya. Lagipula, ia ingin cepat bisa berenang.

Sedangkan Luhan yang berada di dekat Chorong mulai memudarkan kadar tatapan tajamnya. Untung saja Chorong sudah mulai serius. Coba kalau tidak ? Ia akan langsung pergi darisitu dan tak akan mengajari yeoja itu sampai kapanpun meski Chorong merengek-rengek padanya.

Lagian apa tadi ? Yeoja itu mengatakan ia tidak terangsang?!
Dengar, ya!
Saat melihat pakaian Chorong sebelumnya, itu saja sudah membuat Luhan agak gerah. Apalagi kalau ia juga melihat namja… arrrghh STOP! Kenapa pikirannya jadi kesitu?!

Luhan mengacak rambutnya frustasi. Ia bisa benar-benar ‘tegang’ jika pikirannya terus berlanjut.
.
.
.
.
Luhan berjalan agak menunduk saat memasuki kelas 3-A, kelasnya… Sehun. Kedua tangannya membawa journal harian dan keperluan lainnya yang dibawa ketika seorang guru mengajar di kelasnya.

Tadi, saat ia akan menaiki anak tangga menuju lantai kelasnya, Luhan bertemu dengan guru kelas 3-A yang akan mengajar di kelas Sehun dan guru itu menitipkan barang bawaannya pada Luhan. Ia sebenarnya sangat keberatan untuk melakukan itu. Tapi apa daya ia tak kuasa (?)

Luhan semakin menunduk saat ia akan menaruh barang bawaan itu di meja guru dikarenakan ada Sehun disana.

Sehun sedang mengisi tinta spidol di meja guru.
Dengan tiba-tiba, Sehun menunduk dan mendekatkan wajahnya pada Luhan hingga hidungnya menyentuh rambut Luhan sebelah kiri, kemudian menghirupnya sekilas.

“Luhan-ah?” tanya Sehun pelan.

Luhan menengadah ke arah Sehun  dengan wajah agak merona, saat namja itu sudah berdiri dengan normal.

“Apa kau memakai Shampoo untuk baby?”

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

Huaahhh … akhirnya jadi juga chap ini. ugh tadinya aku malas banget untuk lanjut. biasa gak ada ide dan gak semangat. tapiii…. setelah aku mendapat respon dari kalian, aku jadi semangat lagi, yeyyyy..

 

oya,, makasih buat yang chap sebelumnya udah ninggalin koment nya yaaaa 😀 …

 

Makasih juga yang akan meninggalkan komentarnya 🙂

 

Respon kalian adalah semangat ku 🙂

 

Maukah meninggalkan komentarnya untuk Chapter ini ? …. 🙂 😀 😉

Advertisements

8 thoughts on “Annoying Boy And Girl [Chapter 2]

  1. Aduh…
    Chorongku yg polos knapa jdi kayak gitu ? >.< Bagus thor, tapi alurnya agak kecepetan. Trus aku kasih saran, disisipin konflik sdikit pasti tambah bagus.
    Jangan lama lama ya update-nya 😀

    Like

    • haha.. Maaf.. Maaf,, ini hanya skedar karakter d ff ini kok. 😀

      eh iya sih setelah dibaca ulang, ternyata alur nya kayak gtu, okeh deh chap dpn ku ushkn…
      Oke,, mksih ya atas sarannya ^^

      Like

  2. Cho unnieku genit bgt dah 😀
    Kocak bgt thor.. (y)
    next yaaa, ditunggu 😀

    Like

  3. Unni ini kapan dilanjut?? Nunggu ds ampe 2015 kok ga di post??

    Like

  4. Unni ini kapan dilanjut?? Nunggu ampe 2015 kok ga di post??

    Like

  5. author next dong yg ini plisss:D

    Like

  6. kaa ff ini kapan dilanjut? lanjutin dong ka pliss:D ayoo semangat author!:D

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s