Namitsutiti

Behind The Short Message

3 Comments


behind-the-short-message

[CREDIT: Poster by Pinkeucho]

Tittle » Behind The Short Message

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-13

Genre » Friendship, School-life, Romance (?), AU, OOC.

Main Cast » Byun Baekhyun [EXO], Jung Eunji [A PINK]

Support Cast » Kim Jongin as Kai [EXO], Park Chorong [A PINK], Son Naeun [A PINK], Xi Luhan [EXO]

Length » Oneshoot

Summary » ”Aku sudah bangun, chagiya.” / “Jeongmal, noona ? Kkkk… mungkin dia merindukanku, noona.” Baekhyun menatap jahil pada Eunji. “Yak !” Eunji memprotes pernyataan Baekhyun dan langsung menarik sahabatnya -yang merupakan sunbae mereka- untuk menjauh dari Baekhyun. / “Kenapa ? Kalau iri, sudah sana, Jadian saja dengan Luhan, toh dia single,” Ucap Kai sambil tersenyum evil.

Disclaimer » Semua cast milik orang tuanya masing-masing dan Tuhan YME. Popularitas Cast milik agency dan diri nya masing-masing. tapi, alur cerita milik saya.

.

© 2014 Namitsu Titi

.

~Happy Reading~

.

.

Seorang namja berdiri di depan cermin yang setinggi tubuhnya. Kedua tangannya sibuk mengeringkan rambutnya yang basah -Habis keramas- dengan handuk yang berwarna putih itu.

‘Drrrrttt… drrrttt…’

Namja itu menghentikan aktivitasnya dan berjalan menuju ranjangnya, dimana ponselnya itu berada. Ia tersenyum begitu melihat siapa yang mengirimnya pesan.

‘Oppabangun !’

Namja berponi itu mengetikkan sederet tulisan untuk membalas pesan dari seseorang yang memanggilnya oppa itu.

”Aku sudah bangun, chagiya.”

‘Sent…’

Namja dengan tinggi badan 178 cm itu, berjalan menuju meja riasnya (?) untuk mengambil sisir.

Ia mengambil ponselnya -ada pesan masuk- yang berada di meja riasnya karena tadi sempat dibawa dan diletakannya disana. Namja tampan sekaligus imut itu tersenyum tipis ketika membaca balasan pesan itu.

.

.

.

.

~School~

 

Baekhyun -nama namja itu- membuka helm-nya, lalu memandang ke sekeliling. Lumayan banyak yang sudah datang. Sebelum turun dari motornya, ia merapihkan rambut poninya.

 

”Tumben gasik,” sergah seorang yeoja berambut panjang yang sedikit bergelombang.

Baekhyun, bernama lengkap Byun Baekhyun itu menghentikan aktivitasnya, lalu menoleh ke arah yeoja yang berdiri sekitar 1,5 meter darinya.

yaa Eunji ! Kalau ingin menyapa, lebih baik seperti ini, ‘Annyeong, Baekhyun Oppa.’ atau biar terdengar lebih manis -” Baekhyun menghentikan ucapannya, kemudian mengedipkan sebelah matanya, “-‘Annyeong, Baekkie~'” Lalu terkekeh.

Yeoja yang dipanggil Eunji itu berdecak, “Arraseo. Annyeong, Baekhyun Oppa. Aku tak sudi memanggilmu dengan sebutan menjijikan itu !” gerutunya pelan di akhir.

“Haha… annyeong juga, Eunji. Ah, berarti kau tak sopan.” Sambil tersenyum. Ia turun dari motornya, diikuti dengan senyum menawannya.

Melihat senyuman itu, Jung Eunji yang disapa Eunji, mengalihkan pandangannya ke arah lain.

.

.

Yaa ! Kalian itu, ini masih sangat pagi dan kau Eunji, baru saja aku tinggal sebentar untuk mengambil sesuatu di mobil dan bukannya menungguku, tapi kau malah menghampiri Baekhyun !” Yeoja yang terlihat lebih tua dari Eunji dan Baekhyun, memberikan omelan panjangnya, terutama pada Eunji.

Jeongmal, noona ? Kkkk… mungkin dia merindukanku, noona.” Baekhyun menatap jahil pada Eunji.

 

Yak !!” Eunji memprotes pernyataan Baekhyun dan langsung menarik sahabatnya -yang merupakan sunbae mereka- untuk menjauh dari Baekhyun.

.

.

.

.

“Aku masuk duluan, ne !” pamit Hyorin –sunbae sekaligus sahabat Eunji- pada yeoja yang berdiri dihadapannya.

 

Ne !” Eunji mengangguk dan tersenyum.

Oi, Baekhyun ! Aku titip Eunji, ne ?” Yeoja yang berdiri di hadapan Eunji itu, berteriak kecil pada Baekhyun yang sedang berjalan mendekati keduanya.

“Pasti, noona,” angguk Baekhyun sambil tersenyum.

Yak ! Eonni ! Memangnya aku mau pergi kemana ? Hingga dititipin segala !” Eunji mempoutkan bibirnya, ia kesal pada sahabatnya itu.

“Sudahlah, cepat ke kelasmu !” Tangan Hyorin membentuk gerakan mengusir pada Eunji.

Eunji menggerutu tak jelas sembari berjalan menjauh dari kelas 3-A, kelas Hyorin.

.

.

Yaa, Eunji ! Tunggu,” teriak Baekhyun yang berada cukup jauh di belakang Eunji.

Baekhyun segera berlari dan langsung memposisikan dirinya saat sudah sampai di samping Eunji. Eunji menengok ke arah Baekhyun yang tengah tersenyum padanya. Dalam hati, Eunji ikut tersenyum.

.

.

.

.

Kyaaa !” Jerit seorang yeoja yang pertama kali melihat Eunji yang diikuti Baekhyun dibelakangnya.

“Exhem… hem !” Seorang yeoja lainnya berdehem keras, menggoda kedua orang berbeda jenis yang baru saja memasuki kelas mereka.

Eunji memandang aneh kedua yeoja itu. Kalau Baekhyun sih malah senyum-senyum GaJe.

.

.

Eunji berjalan menuju tempat duduknya, mengacuhkan kedua yeoja itu -sahabatnya- yang sedang ngegosip tak jelas.

Eunji menaruh tasnya di meja, kemudian memandang heran pada Baekhyun yang malah berdiri disampingnya, bukannya menuju ke tempat duduknya yang ada di pojok.

‘Ada apa ?’ Eunji mengungkapkan pertanyaannya melalui tatapan matanya pada Baekhyun.

Baekhyun menunjuk tas Eunji dengan gerakan kepalanya. Eunji menghela nafas, kemudian mengambil buku tugasnya dari tas warna hitamnya.

Kyaaa ! Chorong lihat, mereka bahkan bisa mengerti hanya saling bertatapan !” teriak seorang yeoja yang memiliki tubuh mungil itu sambil menggoyang-goyangkan pundak seorang yeoja yang ada disampingnya.

“Hahhh… mereka membuatku iri saja. Mengapa mereka suka sekali tebar kemesraan,” ucap yeoja yang dipanggil Chorong itu sedikit keras.

.

.

.

.

~Canteen~

 

“Eum, Eunji-” Chorong menelan makanannya, “- tadi malam ‘Dia’ SMS aku. Ia meminta fotomu terus padaku,” Cerita Chorong, kemudian menyuap lagi makanan yang tersaji dihadapannya.

“Benarkah ?” Eunji menyeruput jus jeruknya, tak terlalu mempedulikan berita yang disampaikan Chorong.

“Exhem !” Baekhyun berdehem sedikit keras ketika melewati meja yang diduduki oleh ketiga yeoja yang dikenalnya itu. Ketiga yeoja itu langsung memandang Baekhyun setelah mendengar deheman itu.

Chorong mulai menunjukkan aksi anehnya, “Kyaaa ! Baekhyun cemburu ! Hei Eunji, lihat. Baekhyun sedang cemburu !” Chorong mengoceh heboh, tak lupa matanya juga berbinar-binar senang.

Baekhyun yang mendengar teriakan Chorong, menghentikan langkahnya dan menoleh sekaligus menatap tajam ke arah Chorong.

Chorong yang ditatap begitu, jadi agak menciut. “Saking cemburunya, dia jadi menyeramkan,” bisik Chorong yang diangguki oleh Naeun.

“Hei, Eunji. Kenapa kau terlihat gelisah seperti itu ?” Selidik Naeun. Chorong juga ikut memperhatikan Eunji.

.

.

Baekhyun menyedot habis jus strawberry-nya, lalu berdehem kecil membuat Kai yang duduk dihadapannya menoleh ke arah Baekhyun.

“Kai, ajarin aku main game lagi.” Baekhyun melirik sekilas pada Eunji yang sedang bercanda dengan sahabatnya.

.

.

.

.

~Kai’s house~

“Woahh… kau semakin berkembang saja, hyung, ” komentar Kai pada Baekhyun yang sedang memainkan game yang selama ini dimainkannya.

Baekhyun tak menanggapi komentar Kai, melainkan terus fokus pada game-nya.

‘Hyung, kau cemburu padanya, kan ?” goda Kai, sehingga membuat Baekhyun menajamkan perhatiannya terhadap ucapan Kai.

”Sudahlah Kai, jangan membicarakannya !” Baekhyun semakin sarkastik memainkan game-nya.

.

.

”Baekhyun, kau masih disini?” Tanya seorang wanita yang akan melewati sebuah ruangan yang diisi dua namja itu.

Baekhyun mem-pause game-nya lalu menoleh ke arah wanita itu, “Ye, ahjuma,” ucapnya sambil tersenyum sopan pada wanita itu. Wanita yang masih terlihat muda itu mengangguk dan membalas senyuman Baekhyun.

”Sudah jam sepuluh, kau menginap saja disini, Baek ?” Tawar wanita yang dipanggil ahjuma oleh Baekhyun.

”Menginap saja, hyung.” Kai menyetujui ide sang eomma.

”Baiklah. Maaf merepotkan, ahjuma.” Baekhyun memandang tak enak hati pada eomma Kai.

”Kau ini, tenang saja, sama sekali tak merepotkan. Kai, jangan mengajaknya bermain terlalu malam,” Eomma Kai mengingatkan anaknya karena wanita itu tahu betul kalau Kai sudah berhadapan dengan game-nya, dia akan lupa waktu.

”Ne, eomma.” Kai mengangguk dan mem-play lagi game-nya.

.

.

.

.

Baekhyun mengotak-atik ponselnya. Ia sudah bangun tiga menit yang lalu. Namja itu tidak terlalu menikmati tidurnya. Baekhyun membaca pesan-pesan yang masuk padanya.

‘Oppa… sedang apa?’

‘Kenapa tidak membalas pesanku ? Sudah tidurkah ?’
.
.

Setelah mebaca pesan-pesan itu, Baekhyun langsung men-dial nomor sang pengirim.

”. . .”

”Chagiya, mianhae.”

”. . .”

”Ne.

 

Pas Baekhyun akan bangkit dari ranjang yang ditidurinya, kepalanya terdorong ke depan karena sang bantal telah menyapa kepalanya dan itu ulah seseorang yang tidur disampingnya tadi malam.

”Awwh…” Baekhyun meringis seraya mengusap -usap belakang kepalanya yang terasa sakit.

”Kau apa-apaan sih, Kai !!” Baekhyun mendelik tajam pada Kai yang masih berbaring diranjangnya.

”Kau membuat tidurku terganggu, hyung. Lagian masih pagi kau sudah telfon-telfonan,” balas Kai sambil menarik selimbutnya yang merosot.

”Ya, Tuhan- ” Baekhyun merasa gerah pada Kai. ”-ini sudah jam enam, Kai ! Dan kau mau tidur lagi ? Pantas saja setiap hari kau telat,” gerutu Baekhyun saat mengetahui dengan kepala sendiri tingkah kemalasan sahabatnya. ”Lagian aku telfonan dengan kekasihku sendiri,” ucap Baekhyun, pelan.

What ! Kau sudah memiliki kekasih ? Lalu kenapa kemarin kau . . .” Tiba-tiba saja Kai langsung duduk dari aksi tidurnya dan langsung heboh menanggapi ucapan Baekhyun.

.

.

.

.

~School~

 

“Hiks… hiks… Eunji~” Seorang yeojasunbae, yang merupakan sahabat Eunji- menangis sesenggukkan dipelukan Eunji.

“Sudahlah eonni, lagian kita bisa bertemu lagi.” Eunji mengelus punggung sahabatnya itu.

“Tapi kan, kalau aku sudah keluar dari sekolah ini, kita jadi jarang bertemu~ hiks… hiks…” Yeoja itu terus menangis sambil merengek.

Yeah, kelulusan sekolah memang sudah dekat, sangat malah. Dua hari yang akan datang, siswa kelas tiga sudah resmi keluar dari sekolah tercintanya.
.
.
Noona, kau kenapa ?” Tanya Baekhyun yang muncul di samping kedua yeoja itu.
Yeoja yang dipanggil noona itu tidak menjawab, melainkan semakin keras menangis. Baekhyun menatap Eunji dengan pandangan bertanya.

“Dia tidak ingin berpisah denganku,” Eunji menjelaskan sambil terus mengelus punggung yeoja itu.
Baekhyun mengangguk maklum.

“Ah ya, di acara … hiks… perpisahan nanti, ada sunbae kita -alumni tahun sebelumnya- yang akan menjadi bintang tamu acara itu … hiks…” Yeoja itu berbicara sambil sesenggukan sekaligus sesekali menghapus air matanya yang mengalir.

 

“Siapa ?” Baekhyun melontarkan pertanyaan pada yeoja itu.

.

.

.

.

“Hadirin yang berbahagia, marilah kita sambut… Son-Dongwoon~” Sambut Guru Park selaku MC.

Semua orang yang ada diruangan yang megah itu serempak memberikan tepuk tangannya dengan meriah. Bahkan tak sedikit yang memanggil -berteriak- nama namja itu.

 

Tap…

Tap…

Tap…

 

Seorang namja berjalan mendekati Guru Park dengan senyum menawannya dan itu sukses membuat seluruh siswi, semakin berteriak. Suasananya benar-benar menjadi sangat ramai. Hey, siapa yang tidak tahu namja itu, namja yang bernama Son Dongwoon. Ia merupakan salah satu member dari boyband terkenal, BEAST. Selain bisa menyanyi dan menari, ia juga jago bermain piano. Masih ingatkah, bahwa Hyorin -sahabat Eunji, kelas 3-A- pernah mengatakan bahwa ada sunbae mereka yang akan tampil di acara ini ? Yups, sunbae yang dimaksud adalah dia, namja tampan yang bernama Son Dongwoon.

Namja yang dijuluki Arabic Prince oleh fans-nya berjalan menuju ke arah kanan -mendekati ke sebuah alat musik piano berada- dari tempatnya dan Guru Park berdiri setelah mengucapkan sepatah atau dua patah kata untuk kelas tiga dan menyapa tamu yang hadir. Ia akan menyanyikan lagu When The Door Closes sambil memainkan alat musik itu.

Son Dongwoon atau yang akrab disapa Dongwoon itu mulai memainkan alat musik yang bernama piano, kemudian disusul dengan suara indahnya.

.

.

Disisi lain, di kursi deretan ke dua dari depan panggung, ada dua tokoh utama yang menduduki kursi tersebut. Mereka adalah Eunji dan Baekhyun. Sepertinya, kedua tokoh itu tidak ada satupun yang memiliki aura bahagia ketika melihat sosok yang menjadi bintang tamu acara ini karena sang tokoh namja -Baekhyun- bisa dibilang ekspresinya termasuk golongan yang menyeramkan. Lihat saja raut wajahnya yang dingin, sorotan mata yang tajam ketika menatap namja itu, bahkan ia juga terlihat sinis terhadap namja tampan itu. Sedangkan tokoh yeoja -Eunji- itu, memandang kosong atau mungkin sedang menerawang mengenai namja yang sedang memainkan piano itu. Raut wajahnya seperti mengatakan permintaan maaf.

Ekspresi Eunji buyar, saat Baekhyun yang duduk disampingnya, mengucapkan sesuatu yang membuat Eunji terkejut.

”Kau. . . merasa bersalah padanya ?”

Eunji menggeleng ragu, tanpa menatap orang yang mengajaknya bicara. ”Kau masih . . . mencintainya, kan ?” Baekhyun mengucapkan kalimat itu dengan penuh kesinisan.

.

.

.

.

”Eunji-ya~” Panggil seorang namja yang berdiri dibelakangnya.

Acara perpisahan telah usai sepuluh menit yang lalu. Sekarang, Baekhyun dan Eunji tengah berada di parkiran sekolah. Kedua orang itu menoleh ke seseorang yang memanggil Eunji. Namja itu -Son Dongwoon- memperlihatkan senyumannya. Eunji membalas senyuman itu sedikit kaku, sedangkan Baekhyun melirik namja itu sinis.

”Bagaimana kabarmu, Eunji-ya ?” Tanya Dongwoon, masih dengan senyumannya.

”Aku baik, oppa. Bagaimana denganmu ?” Eunji menoleh sekilas pada Baekhyun, lalu memandang Dongwoon lagi.

”Aku sangat baik. Apalagi setelah bisa bertemu denganmu lagi.” Ungkapnya, kemudian menyeringai pada Baekhyun tanpa sepengetahuan Eunji.

.

.

.

.

”Baekkie~ aku tidak mencintainya, bahkan tak pernah. Percayalah padaku~” Eunji mencoba meyakinkan namja yang duduk disampingnya, Baekhyun.

Baekhyun menghidupkan mesin mobilnya, mengabaikan yeoja disampingnya.

”Baekkie~” Sekali lagi, Eunji memelas pada Baekhyun.

Yeah sejak diperjalanan, Eunji tak henti-hentinya mengoceh -meminta maaf- dan merengek, bahkan ia sudah ber-aegyo, sampai-sampai telinga Baekhyun terasa panas karena mendengar ocehan Eunji. Namun di dalam hati, ia tersenyum melihat tingkah Eunji dari ekor matanya. Tapi tetap saja Baekhyun tak mengeluarkan satu katapun.

.

.

”Turunlah,” titah Baekhyun.

Sekarang, keduanya telah tiba di mansion keluarga Jung. Eunji menurut, ia turun dari mobil Baekhyun dalam diam. Eh ? Eum~ karena Baekhyun mulai gerah mendengar ocehan dan tingkah Eunji, akhirnya saat lima belas menit yang lalu, Baekhyun memberikan sedikit ‘reaksi’ pada yeoja disampingnya. Sehingga, ‘hal’ itu membuat pipi Eunji merona.

.

.

.

.

Yaa ! Kita mau kemana, Eunji ?” Baekhyun mencoba melepaskan tangan Eunji yang memegang tangannya erat hingga terasa sakit.
Eunji tak menjawab pertanyaan Baekhyun. Yeoja itu terus menarik -paksa- Baekhyun menuju atap sekolah.
.
.
”Hei, Naeun. Eunji mau membawa Baekhyun kemana, tuh ?” Bisik Chorong pada Naeun, sesaat setelah kedua orang itu melewati mereka.

”Ayo, kita ikuti mereka,” sesat (?) Chorong pada Naeun.

Naeun mengangguk setuju. Ternyata keduanya sama-sama sesat #Plakk#

.

.

”Ya yaa ! Sakit Chorong !” Kai memaki yeoja yang dipanggil Chorong itu.

Kai, yang sedang asyik-asyiknya mengobrol dengan Luhan, malah ditarik oleh Chorong.

”Kau juga ikut, Luhan Oppa !” Chorong menatap tajam pada Luhan.

”N… ne,” jawab Luhan gugup.

Ia tak ingin bernasib sama seperti Kai, yang ditarik-tarik tak berperasaan.

.

.

.

.

”Baekkie, aku mohon. Jangan mengabaikanku. Aku benar-benar tak pernah mencintainya. Serius, oppa. Walaupun kami pernah berpacaran, tapi aku tak mencintainya. Aku hanya tak tega menolaknya, oppa~” Eunji terus meyakinkan Baekhyun.

Ia tak tahu lagi, cara apa untuk meluluhkan kekesalan Baekhyun. Hingga tak terasa, matanya mulai menitikkan air matanya.

Baekhyun yang sedari tadi melihat ke arah lain, tiba-tiba saja menoleh ke arah Eunji setelah mendengar isakan kecil dari yeoja itu. Ia merasa sesak saat melihat air mata yeoja yang dicintainya itu berjatuhan. Segera saja, ia memeluk yeoja itu.

”Uljima, ne. Aku tak ingin melihatmu menangis. Mianhae, maafkan aku chagi. Maafkan aku karena mengabaikanmu. Aku… aku hanya cemburu,” ucapnya sambil menenangkan yeoja itu dengan terus mengusap punggungnya.

Eunji tersenyum setelah mendengar kata cemburu yang terlontar dari namja yang memeluknya itu.

”Ne, oppa.” Eunji mengusap air matanya, kemudian mendongak menatap Baekhyun.

”Saranghae~” Bisik Baekhyun, sedikit keras. Ia sengaja mengeraskan suaranya karena –

”Nado saranghae,” balas Eunji sambil tersenyum lembut.

”Kyaaa !” Teriak Chorong dan Naeun. “- Baekhyun sudah tahu bahwa ada duo cerewet yang mengintipnya.

Kyaaa ! Akhirnya mereka pacaran !” Heboh Chorong sambil memeluk -sekaligus melompat-lompat layaknya anak kecil- Naeun.

Kai dan Luhan menggelengkan kepalanya melihat tingkah keantusiasan kedua yeoja itu.

Kedua namja itu berjalan mendekati Baekhyun dan Eunji untuk mengucapkan selamat. Chorong dan Naeun juga ikut menyelamati pasangan kekasih itu dengar super antusias. Ckck… benar-benar Baekji -Baekhyun Eunji- Shipper sejati.

”Eum… mianhae, sebenarnya kami sudah lama pacaran.” Eunji merasa bersalah karena tak memberitahukan hubungannya dengan Baekhyun pada sahabat baiknya itu.

Mwo ?!” Teriak sahabat-sahabatnya hingga mengharuskan pasangan itu menutup telinganya.

”Mianhae.…” Eunji menjelaskan pada sahabatnya, mulai kapan keduanya berpacaran dan alasan konyol dibalik ketidak-memberitahukan asmaranya.

.

.

.
.
Baekhyun dan Eunji sudah berpacaran sekitar satu tahun delapan bulan. Baekhyun menjadikan Eunji kekasihnya, setelah Eunji hampir lama putus dengan namja yang jago bermain piano, Son Dongwoon. Sedangkan Eunji dan Dongwoon berpacaran saat Eunji kelas tiga SMP. Pada waktu itu, Dongwoon sudah kelas dua SMA. Keduanya hanya bersama sekitar lima bulan. Tiga bulan saat Eunji SMP dan dua bulan saat Eunji kelas satu SMA. Tentu saja Eunji satu SMA dengan Dongwoon.

Dikarenakan Eunji tak ingin menyakiti Dongwoon lebih lama lagi dengan alasan yeoja itu tak pernah mencintai namja itu, akhirnya Eunji memutuskan hubungannya dengan Dongwoon. Beberapa minggu kemudian, Eunji mulai dekat dengan Baekhyun dan tak lama Eunji resmi menjadi kekasih Baekhyun. Sebelum menjadi kekasih, pasangan itu selau digoda –di-couple-kan- oleh duo cerewet. Karena Eunji seorang yeoja pemalu pada waktu itu, Eunji bersih keras menyembunyikan asmaranya dari semua orang walaupun Baekhyun tak setuju dengan ide sang yeojachingu, tapi akhirnya Baekhyun menurut. Baekhyun dan Eunji hanya dekat sepasang kekasih saat di luar sekolah dan melalui SMS tentunya.

.

.

“Tak apa, Eunji. Yang terpenting… kyaaa! Kalian sudah berpacaran dan lama !!” Lagi-lagi semua orang harus menutup telinganya, mendengar teriakan Chorong.

Eunji saja sampai heran, kenapa Chorong suka sekali berteriak. Apa gak sakit yah, tenggorokannya ?

“Hei, hyung. Jadi, waktu kau mengajakku bermain game, itu karena kau cemburu pada Dongwoon Sunbae, kan ?” Tebak Kai sambil menaik turunkan alisnya pada Baekhyun.

Baekhyun yang ditanya seperti itu malah tersenyum salah tingkah.

Chagiya… tanganku sakit,” Rengek Baekhyun, manja. Ia memperlihatkan pergelangan tangannya yang sedikit memerah. Eunji yang melihat pergelangan tangan Baekhyun jadi merasa bersalah.

Mianhae, Baekkie. Aku terlalu keras memegangnya tadi,” ucapnya, kemudian meniup pergelangan tangan Baekhyun yang memerah karena ulahnya.

“Exhem !” Duo cerewet itu lagi-lagi memulai aksinya. Eunji menoleh ke arah sahabatnya dan tersenyum malu. Kai yang berdiri di samping Luhan, berjalan mendekati Naeun dengan ekspresi pura-pura meringis.

Chagiya~ tanganku juga sakit,” Manja Kai sambil memperlihatkan pergelangan tangannya yang benar-benar memerah akibat tarikan seorang yeoja yang dianggapnya sinting itu.
Kai menyuruh Naeun untuk meniupnya seperti yang dilakukan Eunji pada Baekhyun.
Naeun meraih tangan Kai plus rona merah yang menghiasi pipi yeoja itu.

Yaa ! Kenapa kalian juga ikut bermesraan ?!” Sergah Chorong, ia jengah dengan tingkah Kai.

“Kenapa ? Kalau iri, sudah sana, Jadian saja dengan Luhan, toh dia single,” Ucap Kai sambil tersenyum evil.

.
Blush~

Yak !!!” Teriak Chorong dan Luhan bersamaan. Tak lupa, kedua wajah itu juga ikut memerah karena malu. Sedangkan yang lainnya tertawa puas melihat ekspresi dan tingkah keduanya, terutama ekspresi Chorong.

Yeah, kan biasanya Chorong selalu menggoda orang lain dengan menjodoh-jodohkan dan akhirnya yeoja itu kena juga, hingga tak berkutik. Lihat saja, Chorong malah pergi meninggalkan teman-temannya dengan wajah memerah dan cara jalannya pun juga ikut salah tingkah.

“Hei, Chorong tunggu ! ” Teriak Luhan, kemudian berjalan cepat menyusul yeoja itu.

Yak ! Jangan ikuti aku !”

“HAHAHA… !” Yang lainnya malah semakin keras. Apalagi Kai, ia sampai memegang perutnya karena sakit akibat tertawanya yang terlalu ngakak (?)
.
.
.
.

END

.

.

Hallooooo …… ehehe….. yang udah baca jangan lupa komentarnya yah … bye…….

Advertisements

3 thoughts on “Behind The Short Message

  1. BaekJi ❤
    2nd fave couple setelah ChoHan kekkee #curcol (?)
    Kereeeennn author 🙂
    Bner bgt dah yg terakhir itu, Cho ama Lu pacaran ajja hihihiiii 😀

    Like

  2. Waaahhh…kren bngt, trnyata smua dpet psangan msing2, tpi emng kai dan naeun itu pcaran y critanya ?

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s