Namitsutiti

Can We Be Together ? [Chapter 1]

1 Comment


canwebetogether

[Credit : poster by Junghara @ ARTFantasy ]

Tittle » Can We Be Together ?

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-13

Genre » Friendship, School-life, sad.

Main Cast » Yoo Ara [HELLO VENUS], Park Chanyeol [EXO]

Others Cast » Lime [HELLOVENUS], Alice [HELLOVENUS]

Disclaimer » Semua cast milik orang tuanya masing-masing dan Tuhan YME. Popularitas Cast milik agency dan diri nya masing-masing. tapi, alur cerita milik saya.

.

© 2014 Namitsu Titi

.

.
~Happy Reading~

.

.

~Class~

.
.

~Ara POV On~

 

Sesuai keinginan hati, aku menoleh ke arah pintu dan melihat Chanyeol disana. Dia berjalan memasuki kelas.
Sepertinya hari ini ada yang berbeda pada penampilannya. Biasanya, rambutnya terlihat rapih dan keren tentunya. Tapi, hari ini dia merubah gaya rambutnya. Entah ia sengaja atau tidak, yang pasti hari ini rambutnya terlihat acak-acakan tapi tetap keren dan jujur saja aku terpukau dengan gaya barunya. Ia memang cocok dengan gaya seperti itu.

 

~Ara POV Off~

.
.

“Lime~ bukunya tidak ada,” ucap Ara dengan nada sedikit keras dan frustasi pada teman sebangkunya yang sedang berdiri di dekat Chanyeol dan Alice.

Ara kembali mencari bukunya di meja miliknya yang terdapat beberapa buku yang berserakan diatasnya.

Ia mengerang frustasi karena tak menemukan buku itu.
Dua hari yang lalu, tepatnya hari kamis ketika ada tugas matematika, buku tugas teman sekelasnya dikumpulkan di mejanya. Kebetulan bukunya yang terdapat beberapa paragraf ceritanya, mungkin ikut terbawa dikumpulkan saat wakil ketua kelas membawa buku-buku tugas itu ke ruang Mr. Jang.

Belakangan ini, Ara memang sering menulis cerita dan yang membuat Ara frustasi adalah bagaimana jika Mr. Jang menemukan buku itu kemudian membacanya ?
Masalahnya, isi ceritanya mengisahkan tentang dirinya dengan Chanyeol.

Hari ini, buku-buku tugas itu dikembalikan dan ia tak menemukan bukunya yang itu.

Ara mengambil buku tulisnya, kemudian berjalan menuju meja dekat papan tulis. Kebetulan orang yang menempati meja itu sedang pergi entah kemana.

Gadis itu mulai menulis soal-soal matematika di bukunya. Hari ini Mr. Jang belum kembali dari luar kota. Jadi, hanya diberi tugas.

.
.

~Ara POV On~

 

Aku baru menulis soal nomor dua dan itu terasa menyebalkan bagiku. Biasa, matematika itu, baru nomor satu tapi ‘anaknya’ banyak.
Eh ? Aku merasa sesuatu yang tak mengenakan. Aku merasa… gugup.
Aku menoleh kesampingku melalui ekor mataku. Ada seseorang yang meletakkan sebuah laptop berwarna merah tua di meja.

Aku kembali mencatat. Aku tahu siapa orang yang menaruh laptop itu dan duduk disebelahku. Dia… Chanyeol.
Aku tak bisa membohongi diriku bahwa ada rasa senang merayap hatiku. Belakangan ini, aku dengan Chanyeol memang hanya mendapatkan sedikit moment dalam seminggu. Jadi, meski hanya duduk berdekatan tanpa banyak atau malah tidak ada percakapan saja sudah membuatku sangatttt~ senang.

Tapi, rasa senangku perlahan menurun saat mengingat sebuah kenyataan bahwa dia sudah tahu jika aku mengaguminya.

Sebenarnya, setelah Chanyeol mengetahui perasaanku karena Alice mengatakan itu ke Chanyeol tanpa seizinku,
-Alice tahu benar kalau aku menyukai bukan mengagumi. Tapi, karena tadinya aku tak ingin Chnyeol mengetahui bahwa aku menyukainya, jadi Alice hanya mengatakan mengagumi
– aku merasa sedih dan lega. Sedih, karena pastinya Chanyeol akan canggung padaku sehingga moment-ku bersamanya hanya sedikit.
Lega, yeah karena bebanku setidaknya sedikit berkurang dan aku merasa malu juga sih saat bertatap muka dengannya.

Tapi, sepertinya dia tidak menyimpan rasa padaku.
Ketika Alice mengatakan perasaanku, Chanyeol hanya berkata, “oh… begitu.”
Yeah, aku sadar kalau Chanyeol menyukaiku itu mustahil ! Masih banyak gadis-gadis cantik dan jauh lebih baik di luar sana. Jadi, kenapa dia harus memilih diriku yang tak ada apa-apanya ini ?

Ada yang aku resahkan disini. Kenapa dia seperti memberiku harapan ? Jelas-jelas dia tak tertarik padaku.

“Ini sudah benar atau belum, Ra ?” tanya Chanyeol padaku.

Huh, semakin membuatku berkeringat dingin saja saat dia mengajakku ngobrol. Yeah, walaupun sebenarnya dia hanya bertanya.

 

~Ara POV Off~

.
.

Ara mencondongkan tubuhnya ke arah laptop sehingga menimbulkan hanya beberapa senti saja jarak wajah Chanyeol yang berhadapan dengan kepala bagian belakang gadis itu.

Setelah menyadari jarak diantara keduanya, Ara langsung merasa malu. Ia terpaksa harus sedekat ini karena Chanyeol tak menghadapkan laptopnya ke arah Ara sehingga gadis itu kesulitan untuk memastikan pertanyaan Chanyeol.

“Ya,” konfirmasi Ara tanpa menatap laki-laki itu.
Gadis itu disuruh memastikan apakah alamat e-mail guru Lim yang diketiknya benar atau salah.
.
.
“Iiiii… Chanyeol lagi jadi suami~!” teriak seorang gadis centil nan cerewet.

Ara yang duduk di samping Chanyeol jadi semakin malu. Meskipun gadis centil itu mengatakan kata-kata aneh, tapi ia sedikit mengerti kalau ucapannya tertuju pada dirinya juga.

Mungkin gadis centil itu mengapresiasikan ucapannya dengan makna bahwa, ‘tumben Chanyeol duduk di samping seorang gadis.’ Dan itu terlihat aneh, bukan ? Chanyeol tak pernah sengaja mendekati lawan jenisnya di tahun ini.

Semua orang yang mengenal Chanyeol juga tahu, kalau laki-laki itu suka sekali mengakrabkan diri dengan banyak gadis ketimbang dengan sesama jenis.

Tapi, semenjak kelas di tahun ini, Chanyeol tidak seperti itu lagi. Tentu saja itu terlihat aneh di mata semua orang. Apalagi makin terlihat aneh saat dengan sengaja Chanyeol hanya mendekati Ara. Maksud dekat disini, ya memang dekat. Seperti dengan sengaja duduk disamping Ara.

Ibaratnya seperti ini, Chanyeol memperlakukan gadis lain sebagai temanya dan Ara sebagai orang yang spesial.

‘Aku juga tak tahu, dia melakukan itu karena kemauannya atau memang karena aku.
Waktu itu, Alice juga mengatakan bahwa aku tak suka jika Chanyeol dekat-dekat dengan banyak gadis.
Pantas saja aku tak pernah melihatnya dekat dengan gadis-gadis kecuali sahabat perempuannya belakangan ini. Dan bukankah sangat jelas bahwa dia memberi harapan palsu padaku ? Aku tak suka itu. Lebih baik menghindariku daripada mendekatiku karena itu akan membuatku semakin berharap lebih.’

.
.
.
.

~After school~

 

Ara dan temannya terlihat sedang mengobrol dengan teman seangkatannya yang berbeda kelas di dekat pintu gerbang sekolah. Kemudian, Ara melihat Chanyeol berlari ke arah parkiran.

Ara menatap aneh pada Chanyeol. ‘Ada apa memangnya ? ‘

Tak lama, Ara melihat Alice berjalan sedikit terengah ke arahnya. Kemudian, Alice bertaya pada seorang gadis yang berada di dekat Ara. “Kau melihat Chanyeol ?”

Gadis yang ditanya menggeleng, kemudian Alice mendekati Ara.

“Pasti ada sesuatu ?” tanya Ara. Alice tersenum aneh. “-dengan Chanyeol, kan ?” Lanjutnya. Alice mengangguk.

“Iya. Chanyeol sialan banget. Dia mengerjaiku hingga aku terjatuh. Untung aku tidak apa-apa. Dia malah kabur saat aku mengejarnya dari lantai tiga,” jelasnya. Ia terlihat kesal dengan apa yang telah diperbuat Chanyeol padanya.

Mendengar Alice dikerjai Chanyeol, ia jadi merasa cemburu atau iri, mungkin ?
Chanyeol bisa akrab dengan Alice dan itu membuatnya kesal.
Kenapa dia dan Chanyeol juga tak bisa akrab ?

Sebelum Ara dekat dengan Alice, Chanyeol memang sudah dekat dengan Alice. Pemuda itu sering menceritakan kisah hidupnya pada Alice. Jadi, tak heran, kan ? Tapi bagaimanapun juga, itu membuat Ara sedikit cemburu.
.
.
.
.
To be continued…

.

.

Udah baca, kan ? nahhh sekarang jangan lupa tinggalkan komentarnyaaaa 😉 kkkk……………

 

Advertisements

One thought on “Can We Be Together ? [Chapter 1]

  1. Good Thor….

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s