Namitsutiti

UAS Moment

12 Comments


uas-moment-namitsutiti

[Credit : Poster by MyeonnieKim @ School Art Design ]

Tittle » UAS Moment

Author » Namitsu Titi

Rate » PG-13

Genre » Friendship, School-life.

Cast » Park Jiyeon [T-ARA], Byun Baekhyun [EXO], Nam Woohyun [INFINITE]

Summary » Keseharian Jiyeon saat UAS (Ujian Akhir Semester) dan sebuah permasalahan yang mengganggunya. “…yasudahlah. Terserah dia mau apa!” / “Jiyeon, kajja belajarnya di aula room?” ajak Baekhyun.

Disclaimer » Semua cast milik orang tuanya masing-masing dan Tuhan YME. Popularitas Cast milik agency dan diri nya masing-masing. tapi, alur cerita milik saya.

.

© 2014 Namitsu Titi

.

.
~Happy Reading~

.

.

~Jiyeon POV On~

Hahhh… Aku tak siap. Aku tak siap kalau test nya besok. Hahh… UAS (Ujian Akhir Semester) memang tak seperti ulangan harian yang bisa ditunda. Malas sekali belajar padahal sekarang sudah jam delapan malam dan besok, hari sabtu argghh… Test nya besok!

~Jiyeon POV Off~
.
.
Jiyeon mengambil buku kimia dan buku informatika dengan ogah-ogahan sekaligus cemberut. Sebenarnya gadis yang bernama Jiyeon itu sungguh tak patut di contoh! Lihat saja catatan kimianya ada dimana-mana. Soalnya kalau nulis, ia tak pernah menetap di buku kimianya. Jiyeon mengobrak-abrik tas sekolah dan buku-buku yang ada di meja belajar demi untuk mengumpulkan catatan kimianya sekaligus mencari buku informatika. Jiyeon menatap malas buku-buku yang ada di kasurnya.

‘1..2..3..4…5.. Hahh.. lima buku dan aku harus membaca semuanya? Huffth untung ke lima buku itu isinya bukan catatan kimia.’

Jiyeon mulai mempelajari buku kimianya. Ia akan belajar dari materi terakhir sebelum test. Beberapa menit kemudian, ia mulai beralih ke buku yang lainnya.

‘Sulit sekali. Mana aku sudah lupa lagi materi ini. . Mending selingan saja ah.. membaca fanfic sambil dengerin musik.’

Ckckck… yeoja itu memang benar-benar aneh! Bukankah ia akan membaca fanfic? Mengapa tak membaca pelajaran kimianya saja? Tak patut di contoh!
.
.
~At Morning~

“Jiyeon… bangun.. !” teriak ibunya dari luar kamar.

Jiyeon perlahan membuka matanya saat mendengar teriakan ibunya. Karena Jiyeon bukan orang yang susah dibangunin, ia pun langsung bangun.

Kalau dalam lagu anak-anak itu ‘Bangun tidur ku terus mandi. . . ‘

Tapi beda dengan Jiyeon, ‘Bangun tidur ku langsung mainin Handphone. . .’
Dasar!

Ketika yeoja itu sedang men-search Fanfiction, ia langsung teringat bahwa dirinya belum belajar informatika sedikit pun. Lantas, ia mulai belajar materi itu terlebih dahulu. Meski seharusnya ia pergi mandi mengingat sekarang sudah jam 05:33 menit.

‘Daripada nanti waktu test sengsara, mending sekarang belajar walaupun berangkatnya kesiangan toh tidak akan kena hukuman,’ pikirnya.

.

.
Jiyeon membereskan buku-bukunya dan memasukannya ke dalam tasnya setelah ia menyelesaikan ‘acaranya’. Mengambil handuknya, kemudian melangkah menuju kamar mandi setelah menyetrika dadakan seragam sekolahnya.

.

.
Jiyeon mengambil ponselnya, kemudian melihat jam yang tertera di layar ponselnya, 06:47 menit.

.

.

Di perjalanan, Jiyeon mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tidak seperti biasanya. Dari rumahnya membutuhkan dua puluh menit untuk sampai di sekolahnya. Walaupun masih tersisa delapan menit lagi, tapi dalam waktu sesingkat itu, apakah yeoja itu tak  akan ketinggalan test nya ? Permasalahannya, Jiyeon belum mengambil kartu test- nya. Sedangkan di tempat pengambilan selalu antri. Semoga saja tidak ketinggalan.

.

.

.

.
~At School~
.
Jiyeon sedikit mempercepat langkahnya ketika berjalan di koridor sekolahnya. Ia harus cepat sampai di tempat pengambilan kartu. Jiyeon melihat teman-teman sekelasnya sedang berdiri sambil belajar di depan kelas X-A, kelas hoobae nya.

Jiyeon langsung berbinar-binar senang karena ia tak harus kebingungan mencari teman-temannya yang seruangan dengan dirinya pada saat UAS. Maklum, yeoja itu belum tahu dimana ruang test nya.

“Ruangan kita disini, apa?” tanya Jiyeon pada temannya yang sedang berdiri di depan kelas X-A.

“Yang sebelahnya,” jawab temannya.

Jiyeon mengarahkan pandangannya pada kelas X-B yang berada di samping kelas X-A.
.
~Jiyeon POV On~

Aku mengarahkan pandanganku ke gedung sekolah di depanku. Banyak sekali yang lagi nongkrong disetiap luar kelas. Yah, soalnya kan kelasnya dikunci.

“Jiyeon, nanti aku nanya, ya,” kata Kim Jongin, teman sekelasku.

Sebenarnya dia bukan nanya, tapi nyontek! Malas juga sebenarnya mengasih tahu jawaban test ku.
Aku hanya melihatnya sebentar,  lalu turun beberapa tangga dan berhenti sejenak. Sebenarnya aku ragu. Kesana tidak ya? Di lantai bawah sudah banyak orang di luar kelas mereka. Aku menengok ke lantai dua dan gedung di depanku, sama banyakan. Dan aku harus berjalan di tengah lapangan untuk menuju tempat pengambilan kartu.

Hm sebenarnya pas tadi aku berjalan di koridor, sudah berada di lantai dua, pakai jalan pintas soalnya. Sekolah ini berbentuk persegi panjang dan saling terhubung. Jadi, lapangan sekolah itu berada di tengah dan tempat pengambilan berada di gedung sebelah utara. Sedangkan aku, tadi berada di gedung barat.

.

.
Tumben dia datangnya tidak telat. Biasanya kalau test sudah berlangsung, dia baru muncul. Yah tapi aku senang juga hehe dia tidak ketinggalan.

~Jiyeon POV Off~
.
.
Woohyun terlihat asyik dengan teman-temannya sedang mengobrol.

‘Membuat iri saja. Huh! Kenapa dia itu harus dekat dengan banyak yeoja sih! Hahh… Ya sudahlah. Terserah dia mau apa!
.
Ketika Woohyun sudah tiba di sekolahnya, Jiyeon juga baru sampai di depan ruang test-nya, X-B. Karena di tempat pengambilan tidak terlalu antri. Jadi, ia tidak ketinggalan test- nya.

‘Woohyun sepertinya lagi cerah. Aishhh.. mana senyum-senyum kayak gitu lagi ke teman-teman yeoja ku!’
Jiyeon mengalihkan pandangannya, muak!
.
.

~Jiyeon POV On~
.
‘Ttetth…ttetth…’ Bel masuk pun berbunyi dan efeknya teman-temanku pada ribut. Ada yang belum siap lah, belum paham materinya lah. Aku sih nyantai saja. Walaupun tidak mempelajari semuanya tapi kan semua materi yang telah dipelajari gak akan hilang karena tetap santai.

Sebenarnya aku malas sekali seruangan dengan hoobae-ku, kelas X-F. Soalnya dulu sudah pernah. Masa seruangan lagi. Karena pengawas UAS belum datang -ke kelas X-B-, aku menunggu saja di depan kelas X-B. Aku menolehkan kepalaku ke arah kanan. Hahh… sebenarnya aku merasa risih pada namja itu, hoobae ku. Gara-gara tragedi (?) di kantin waktu itu. Untungnya tak seruangan. Ah itu pengawasnya datang. Aku dan yang lainnya segera memasuki kelas. Aku mencari-cari tempat dudukku, menyesuaikan nomor test yang menempel di meja dengan nomor test yang tertera di kartuku dan… dapat!

Aku kebagian duduk paling belakang, deretan kedua dari pojok. Aku duduk di tempatku kemudian berkeliling (?) melihat isi kelas. Lebih tepatnya sih aku mencari Woohyun. Dia belum masuk ternyata. Tapi tak lama aku berpikir seperti itu, eh dia muncul. Panjang umur (?).

Dia kelihatan kebingungan mencari tempat duduknya. Lalu, “Woohyun…tuh tempatmu di barisan paling depan…,” sahut teman yeoja-ku. Kkaakka…  sebenarnya kasian juga sih dia di depan. Mana persis di depan meja pengawas lagi. Tapi syukurlah dia duduknya dengan namja. Coba kalau dengan yeoja, ugh! Panas!
.
.

Orang yang duduk disampingku belum datang. Pasti dia namja. Aku mulai mengisi identitasku di lembar jawaban.

Dua namja memasuki ruangan ini.
Lihat saja namja yang satu lagi. Pakaiannya ketat! Udah gayanya seperti bad boy lagi! Aku hanya berdo’a semoga dia tidak duduk disampingku dan arrgh… sial! Dia berjalan ke arah ku! Huffh… yasudahlah aku hanya bisa pasrah.

Pas dia sudah duduk di sampingku, aku hanya memasang wajah dingin plus cemberut plus tak menoleh padanya sedikitpun! Biarkan saja aku tak patut di contoh sebagai sunbae-nya. Biarkan saja aku di anggap sombong.
Aku tak peduli!
Woohyun merasa cemburu gak yah aku duduk dengan namja? Ah pasti tidak! Memang aku siapanya? Pacar juga bukan. Teman pun di ragukan!

.

.

.

.
Leganya… akhirnya istirahat juga, setelah berpusing ria satu jam yang lalu.

“Jiyeon…kajja belajarnya di aula room?” ajak Baekhyun padaku.

“Kau saja sana,” tolakku.

Namja itu Pun pergi ke aula dengan teman-temannya.
 .
“Jiyeon…. kajja ke aula belajarnya?” ajak Hyorin, temanku dan aku menyetujuinya. Padahal tadi aku menolak ajakan Baekhyun kkekke.
.
.
~Five minutes later~
.
Aku turun satu tangga dan memakai sepatuku. Yapz! Waktu istirahatnya habis dan sekarang bagian test informatika. Ku lihat dia -Woohyun- berdiri di beberapa anak tangga di bawahku sedang mengobrol dengan temannya yang se-anak tangga (?) denganku. Inginnya sih kembali ke ruangan bersama, tapi yah dia sudah jalan duluan. Yasudah sana! Aku jadi kesel kan.
.
.
Aku berjalan di koridor bersama yang lainnya. Ada Baekhyun juga. dia berjalan menyusul disampingku, sebelah tembok. Aku menghalanginya dengan tangan kiriku di rentangkan dan menyentuh tembok. sambil ketawa. Dia berjalan cepat, sehingga rentangan tanganku bergeser ke depan karena tak ingin menyentuh tubuhnya. Dia semakin cepat jalannya, sehingga membuatku menurunkan tanganku. Baekhyun hanya tertawa begitu pun aku.
.
~Jiyeon POV Off~
.
.

.
.
Jiyeon berteriak kecil memanggil temannya yang berada di halaman, sedang berdiri di dekat bangku. Setelah di panggil beberapa kali, akhirnya temannya menoleh juga. Jiyeon pun turun dari lantai dua ke halaman kemudian duduk di bangku itu. Ia sesekali melirik ke lantai dua . Ternyata …. Woohyun belum keluar. ketika namja itu sedang berjalan menuju ke halaman bersama temannya, Jiyeon sedang mengobrol dengan Eunjung. Woohyun berjalan ke gedung di hadapan Jiyeon.
‘Dia itu lagi bermodel (?), apa? yah, tapi keren juga sih bersender di tembok sambil berkacak pinggang sebelah, kemudian cara berdirinya itu . . . COOL!’
Lalu, Jiyeon berbisik ke Eunjung, yang berdiri di hadapannya untuk menengok ke arah Woohyun.
.
“Wihh…. keren!” komentarnya, sambil tersenyum jahil pada Jiyeon
.
“Iya dong.”
.
.

.
.
Jiyeon berjalan menaiki anak tangga, menuju ruang aula yang tak jauh dari ruangan test-nya. Kemudian duduk di dekat jendela kaca dengan buku fisika yang berada di pangkuannya. Jiyeon langsung berbinar senang, ketika menengok ke arah belakang tubuhnya dan melihat Baekhyun disana yang akan duduk di sebelah temannya. Lantas, ia memasukkan bukunya kembali ke dalam tasnya kemudian berlarian kecil menuju Baekhyun.
“Baekhyun… !” panggilnya senang. Jiyeon mendudukan dirinya dihadapan Baekhyun. “Novelnya gimana? Seru, tidak?”
 .
“Seru. Baru selesai malah, bacanya, ” jawabnya sambil mengambil novelnya yang berada di dalam tasnya lalu di berikan pada Jiyeon.
.
.
Ditengah keasyikannya mengobrol dengan Baekhyun, Jiyeon secara tak sengaja mengarahkan pandangannya
ke arah serong kanan dan menemukan Woohyun yang sedang duduk di bangku panjang dengan pandangan matanya yang serius menatap buku yang ada di pangkuannya.
Jiyeon menghela nafas lelah. Lelah karena yeoja itu belum menemukan kesalahan yang ada pada dirinya sehingga membuat keakraban dirinya dan Woohyun merenggang. Jika dijauhi oleh seseorang yang kau sukai, pasti sedih kan? Itulah yang sedang dirasakan Jiyeon. Menutupi kesedihannya, Jiyeon berusaha mengajak Baekhyun bercanda dan… cukup berhasil.
.
.

Jiyeon mengambil sepatunya yang berserakan di anak tangga karena kalau memasuki ruangan aula, sepatu harus di lepas. Tapi sebelumnya, ia menatap heran pada pada sepasang sepatu namja yang berjejeran dengan sepatu miliknya.
‘Sepertinya… itu milik Baekhyun. Kemarin juga begitu,’ pikirnya, kemudian tersenyum tipis.
.
.
Jiyeon melirikkan matanya ke arah Baekhyun yang berjalan di belakangnya, dan kenapa ia jadi ingin berjalan bersama di sampingnya ?
.
.
.
Ekspresi bingung nampak di wajah Jiyeon ketika yeoja itu melihat
raut wajah cemberut Baekhyun. Sepertinya namja itu sedang badmood.
 .
“Baekhyun, kau kenapa?”  tanya Jiyeon sedikit khawatir pada Baekhyun yang berjalan melewatinya bersama Chanyeol.
 .
“Berisik…!” ucap Baekhyun dingin. Raut wajahnya benar-benar sedang badmood.
 .
Jiyeon menatap heran pada Baekhyun yang tiba-tiba seperti itu dan tentunya Jiyeon merasa sedih. Seingat yeoja itu, paginya Baekhyun masih seperti biasanya. Tidak badmood seperti ini.

.

.
.
.

~At Jiyeon’s home~
.
Jiyeon mengambil ponselnya yang berada di atas meja dekat ranjangnya. Jiyeon benar-benar penasaran dengan perubahan Baekhyun tadi.
Menaiki ranjangnya dan tengkurap di sana sambil mengotak-atik ponselnya untuk berkirim pesan.
 .
To : Baekhyun
“Baekhyun? Baekhyun, tadi kau kenapa? Sakit apa? Aduh Baekhyun please, deh. Kenapa kau malah seperti tokoh pria yang ada di novelmu?”
.
Sent….
.
Oo saking khawatirnya kah, Jiyeon? Sehingga isi pesannya sangat panjang?
 .
‘Haha… tadi lagi sial. Tadi aku gak di kasih contekan. Apa gak sakit?’
 .
“Haha… kasian. Kirain kau kenapa. Soalnya kau selalu tiba-tiba kayak gitu. Apalagi orang lain yang kena lampiasan (~_~)”
 .
‘Ya maaf ‘
 .
“Haha… nope. Asal jangan di lampiasin gitu. Apalagi karena hal konyol bagi orang lain.”
 .
‘Mianhae T_T ‘
 .
Ne. Liburan mau kemana, Baek ?”
 .
‘Liburan minggu?’
.
“Bukan, liburan kenaikan kelas.”
 .
‘Ke tempat ibuku, ke Jepang. Mau ikut?’
 .
“Eum… kapan-kapan ne.
 .
Ne.’
.
.
Setelah pesan terakhirnya, Jiyeon mengambil buku catatan sejarahnya. Yapz, harus mulai belajar lagi untuk test besok, test terakhir.
.
.
.
Hari ini  adalah test yang terakhir. Kenaikan kelas sekitar seminggu lagi dan… haruskah Jiyeon membicarakan apa yang dirasakannya pada Woohyun ?
Menurutnya, itu benar-benar suatu masalah karena sudah empat puluh tujuh hari ini, Jiyeon dan Woohyun tak bersahut suara. Tapi, Jiyeon tak bisa membiarkan masalah ini terus berlanjut lebih lama lagi. Ya, Jiyeon harus membicarakan ini. Jiyeon melihat Woohyun sedang berdiri di depan kelas, menatap ke arah bawah, dimana anak-anak OSIS sedang latihan upacara bendera. Jiyeon berjalan mendekati Woohyun.
 .
“Woohyun…,” panggil Jiyeon yang sudah berdiri di samping Woohyun.
 .
Woohyun menengok ke arah Jiyeon, di sampingnya, “hai… Jiyeon,” sapa Wohyun.
 .
Jiyeon mengangguk sebagai jawabannya.
 .
Setelah test berakhir, semua siswa di suruh kembali ke kelasnya masing-masing untuk mendengarkan info lebih lanjut dari wali kelasnya. Setelah usai, semua siswa di suruh pulang. Tapi tak sepenuhnya pulang. seperti Jiyeon, Woohyun, dan beberapa siswa yang lainnya.
 .
Jiyeon memandang ke bawah, memperhatikan anak OSIS yang sedang latihan. Cukup lama mereka terdiam hingga, “Ne, cukup lama ya, kita tak mengobrol?” ujar Woohyun.
 .
“Hemm,” gumam Jiyeon membenarkan.
 .
Keduannya terdiam kembali.
 .
“Eum… Woohyun. Ada yang ingin aku tanyakan,” ucap Jiyeon tanpa menatap Woohyun.
 .
“Apa ?” tanyanya.
 .
“Kau… membenciku, Woohyun?” Jiyeon menatap namja di sampingnya.
 .
Ani…”
 .
“Kalau begitu, apa kau merasa kaku denganku?”
 .
“Maksudmu?”
 .
“Iya kaku. Apa kau merasakan keakraban kita merenggang?”
 .
“Eum… sepertinya begitu.”
 .
Jiyeon menghela nafas. Sepertinya Woohyun memang tidak mempedulikan hubungan keduanya.
 .
“Hei, Jiyeon. Kau… menyukaiku?”
 .
Bagaimana dengan Jiyeon? Apa yang dirasakannya ketika mendengar kalimat itu?
Jiyeon… dia hanya sedikit terkejut. Ya, sedikit. Karena Jiyeon sudah menebak hal ini. Dan Jiyeon merasa… kecewa. Iya hanya kecewa. Karena kerenggangan hubungan keduanya hanya karena Woohyun telah mengetahui perasaannya. Beruntung Jiyeon tak merasakan sakit hati, ia hanya sedih karena Woohyun keberatan untuk di cintai Jiyeon.
Kenapa? Bukankah beberapa hari yang lalu, Jiyeon masih menyukai namja itu? Memang masih, tapi dia sudah tak peduli dan sekarang kenapa perasaannya pada Woohyun sudah tak terasa lagi?
 .
“Dulu,” jawab Yeoja itu.
 .
“Dulu?”
 .
“Iya dulu. Aku menyukaimu hampir tiga tahun. Tapi semenjak hubungan kita renggang, perasaanku juga ikut renggang,” jawabnya santai.
Jiyeon juga tidak tahu kenapa ia bisa sebiasa ini, mengatakan hal itu. Dan mengapa perasaanya ikut hilang? Mungkin tuhan telah mengizinkan yeoja itu untuk melupakan seorang namja yang bernama Nam Woohyun.
 .
“Jiyeon …,” panggil Baekhyun yang berdiri di depan pintu kelas mereka.
 .
Jiyeon langsung berjalan menuju Baekhyun.
.
Kajja, kita pulang,” ajak Jiyeon, menarik tangan Baekhyun. Meninggalkan Woohyun di sana.
.
.
Woohyun kembali menatap ke bawah sedangkan pikirannya tengah menerawang sesuatu.
Ia kepikiran tentang ucapan Jiyeon yang mengatakan bahwa yeoja itu menyukainya, tapi sayangnya itu adalah ‘pernah’ dan ‘dulu.’
.
‘Aku juga sempat menyukaimu Jiyeon. Tapi ketika kau sudah mulai akrab dengannya, Baekhyun, perasaanku terus menghilang tanpa henti,’ batinnya lirih.
.
.
.
.
END

Jangan lupaaaaa…. yang udah baca tinggalkan komentarnya ya 😉

Advertisements

12 thoughts on “UAS Moment

  1. wah kasian padahal wohyun sama jiyeon saling meyukai

    Like

    • ehm… Iya, tp mw gimn lg,, wohyun.a gak mw ngku, eh mlh ngindrin jiyeon saat jiyeon.a dkat dgn baekhyun. trus, prasaan.a ikut ilng lgi.
      jiyeon.a jg sma.. u,u
      .
      Ah makasih ! 😀 udah bca+ ninggalin koment nya ,ya ! 🙂

      Like

  2. Ehh kok jd nanggung y sequel donggg,,,jiyi baekhyun

    Like

  3. ya ampun kasihan woohyun suka dgn jiyi tp jiyinya sdh g’ suka lg.
    Menurut q jiyi milih yg tepat kok.

    Like

    • eum.. Iya sih kasian,, tp mnrt q lbh ksia.A Jiyi nya
      u,u.. Kya di php’in u,u

      Iya aku juga stuju hehe.. jiyi emng udh sngt tepat.. ! 😀
      .
      makasih ya, udah bca + ninggalin koment 🙂

      Like

  4. kasian woohyun thor, tpi lebih kasian jiyeon sih T_T yeay tpi akhirnya jiyeon sma baekhyun 😀

    Like

    • iya, aku stuju bget sma kmu.
      Kyaknya klo jiyeon.a ga ngomongin msalh itu, mlah akn… ah kyak gitulah T_T
      .
      BTW, makasih, udah baca dan ninggalin koment nya, yaaa 🙂

      Like

  5. ngk pernah jadi,bagus thor fighting

    Like

  6. kyaaaa uas oh itt bikin pusing kkk

    Like

tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s